2 Tips Menentukan Alat Analisis Data Penelitian

Salah satu unsur yang harus ada di dalam proposal penelitian adalah penggunaan analisis data. Data yang didapatkan dari lapang, harus dianalisis agar kita mengetahui hasil atau kesimpulannya. Hanya saja, setiap penelitian tentu akan berbeda alat analisis datanya, tergantung dari topik dan jenis data yang digunakan. Banyak mahasiswa ketika mengulas bab 3 tidak tahu alat analisis apa yang akan digunakan, sehingga tidak ditampilkan sub bab analisis data. Ada juga mahasiswa yang menuliskan jenis analisis datanya, tetapi ketika ditanya mengapa menggunakan alat analisis tersebut? Mahasiswa juga tidak tahu jawabannya.

Pengalaman saya sebagai mahasiswa dahulu, memang ketika membahas alat analisis data, mahasiswa akan belajar secara otodidak lebih mendalam. Hal ini karena di perkuliahan tidak semua jenis analisis data diajarkan dan dipraktikkan. Pada saat skripsi, masing-masing mahasiswa mengambil penelitian yang berbeda, sangat variatif sekali nanti analisis data yang digunakan. Karena itu, mata kuliah statistik harus dikuasai untuk membantu mahasiswa dalam menentukan analisis data yang digunakan. Tidak hanya statistik dasar, akan tetapi juga statistik lanjutan seperti statistik sosial ekonomi pertanian dan ekonometrika. 

Selain mahasiswa, dosen pun ikut belajar juga. Karena dosen juga belum tentu pernah menggunakan alat analisis data yang sama pada penelitian dosen. Dosen pun juga tidak semuanya menguasai mata kuliah statistik. Oleh karena itu jika sudah masuk pada sub bab analisis data, dan saya sebagai dosen belum pernah menggunakannya, maka saya juga ikut pusing dalam menentukan analisis data yang akan digunakan. hiks .. hiks.. hiks...

Tetapi begitulah, sejatinya skripsi tidak hanya kerjaan mahasiswa tetapi juga kerjaan dosen karena juga harus ikut berpikir. Apalagi jika mahasiswanya tidak progress dalam belajar secara mandiri (malas membaca dan mencari tahu) bahkan justru malah menghilang dan tidak komitmen untuk bimbingan. Nah, berikut ini ada tips dari saya sebagai dosen untuk memudahkan dalam menentukan jenis analisis data yang digunakan.

1. Tentukan jenis penelitiannya

Dengan mengetahui jenis penelitian, apakah menggunakan kualitatif atau kuantitatif  menurut saya ini sangat membantu untuk menentukan analisis data yang digunakan. Untuk penelitian kuantitatif, apakah penelitian akan diuji secara statistik atau tidak. Jika tidak, maka biasanya sudah jelas teori yang digunakan sehingga kita mudah dalam menentukan analisis datanya. Sebagai contoh, mahasiswa mengambil judul analisis pendapatan usahatani padi. Penelitian ini sifatnya kuantitatif. Karena hanya ingin mengetahui besaran pendapatan dari usahatani, maka tidak perlu uji statistik. Cukup gunakan teori yang mendasarinya yaitu teori usahatani dan teori pendapatan. Menggunakan rumus keduanya sudah mampu menajwab alat analisis data yang akan digunakan, yaitu dengan menggunakan rumus pendapatan usahatani. 

Apabila penelitian kualitatif, maka lihat apakah akan menggunakan uji statistik atau tidak. Misalnya, mahasiswa ingin mengetahui strategi pengembangan usaha gula merah tingkat industri rumah tangga dan analisisnya menggunakan SWOT. Karena tidak menggunakan uji statistik, ya cukup gunakan teori yang mendasarinya, yaitu analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat). 

2. Lihat jenis data yang digunakan pada variabel yang diteliti

Jika pada point 1 di atas adalah contoh penelitian yang tidak menggunakan uji statistik, maka jika penelitian menggunakan uji statistik lihatlah data pada variabel yang diambil. Data itu secara sifatnya paling tidak ada 4 kategori, yaitu data nominal, ordinal, interval dan rasio. Dengan mengetahui jenis data ini pada penelitian kita, ini sangat membantu untuk menentukan alat analisis data apa yang akan digunakan. Hal ini karena setiap jenis data, alat analisisnya akan berbeda, begitu juga persyaratan asumsi yang harus dipenuhi.

Secara garis besar, statistik itu terdiri dari statistik parametrik dan non-parametrik. Statistik non parametrik biasanya digunakan untuk menganalisis penelitian yang bersifat kualitatif. Data yang digunakan biasanya nominal dan ordinal. Adapun statistik parametrik biasanya digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio. 

Sebagai contoh, mahasiswa ingin mengetahui bagaimana pengaruh adopsi teknologi terhadap peningkatan produktivitas jagung. Dalam hal ini adopsi teknologi berperan sebagai variabel x (independen) dan produktivitas jagung sebagai variabel y (dependen). Jika data adopsi dibuat berkategori misalnya antara "iya" dan "tidak" maka jenis datanya adalah nominal. Kemudian, produktivitas jagung adalah data rasio. Jika data produktivitas akan dibuat interval, maka nanti akan ada kelas-kelas pada data tersebut. Jika variabel x adalah data nominal, dan variabel y adalah data interval, maka alat analisis datanya menggunakan independen t-test. 

Hal yang berbeda, jika data yang dianalisis antara variabel dependen dan independennya sama-sama nominal, ordinal, rasio atau interval. Dengan mengetahui jenis data pada setiap variabel ini akan sangat membantu kita dalam menentukan alat analisis yang digunakan. Terutama jika metode penelitian kita adalah kualitatif dan statistikanya non parametrik. Semoga ulasaan ini bisa membantu temen-temen dalam menggunakan alat analisis data terutama jika menggunakan uji statistik.

4 Tips Menemukan Judul Skripsi

Hallo mahasiswa, bagi kalian yang sudah masuk semester 7 pasti sudah diminta untuk mengajukan judul skripsi bukan? Bagaimana pengalaman kamu dalam mengajukan judul skripsi ini? Adakah judul yang pernah ditolak baik oleh fakultas atau dosen pembimbing sehingga kamu harus ganti judul berulang kali? 


Membimbing mahasiswa agribisnis yang sedang skripsi

Sebagai dosen, saya mengajar mata kuliah metodologi penelitian. Biasanya, saya akan meminta mahasiswa untuk menuliskan judul skripsi dalam waktu lima menit? Dan apa jawabannya? Sebagian besar mahasiswa tidak menemukan atau menuliskan judul skripsi tersebut. Jangankan lima menit, bahkan dalam satu semester pun bisa jadi mahasiswa belum mampu menemukan judul skripsi. Fakta ini terjadi pada mahasiswa-mahasiswa saya. Oleh karenanya, yang seharusnya di semester 7 mahasiswa sudah bisa mengajukan judul, ternyata kebanyakan mahasiswa baru mengajukan judul di semester 8.

Tidak mudah mencari judul skripsi. Jikalau mahasiswa mengajukan judul skripsi, belum tentu dia paham dengan apa yang dia tulis. Kebanyakan mahasiswa hanya searching 'judul skripsi agribisnis' di mesin pencarian elektronik, lalu mereka ajukan kepada saya. Pertanyaan pertama yang selalu keluar dari saya ketika mahasiswa mengajukan judul skripsi adalah "Mengapa kamu mengambil topik penelitian ini?". Pertanyaan yang singkat ini, seringkali tidak bisa dijawab oleh mahasiswa. Kalau tidak tersenyum, bergeming, diam ya mahasiswa akan bilang saya tidak tahu bu. Lucu sebenarnya, tapi itulah cerita membimbing mahasiswa yang akan mulai skripsi. Nah, di bawah ini ada beberapa tips memilih judul skripsi. Untuk kamu mahasiswa yang mau skripsi-an, disimak ya informasi di bawah ini.

1. Temukan persoalan atau permasalah yang paling substansi terlebih dahulu

Ya, penelitian itu tidak berangkat dari judul. Hal ini selalu saya tekankan kepada mahasiswa yang akan mengajukan skripsi. Penelitian berangkat dari adanya masalah, yaitu gap atau jarak antara realitas dengan harapan yang diinginkan. Jika petani berharap usahataninya menghasilkan output yang optimum, namun kenyataannya justru gagal panen, maka disini tersirat adanya persoalan atau masalah. Contoh lain, jika komoditas perkebunan banyak dicari oleh pasar internasional tetapi harga domestik justru anjlok bahkan curam, maka disini ada persoalan. Oleh karena itu, temukan terlebih dahulu masalah yang ada dalam suatu fenomena atau realitas di lapangan. Masalah yang muncul inilah yang menarik untuk diteliti, sehingga akan menjawab pertanyaan "mengapa itu terjadi?"

2. Banyaklah membaca realitas di lapangan dan menyadarinya

Banyak mahasiswa agribisnis yang sama sekali tidak mengetahui persoalan-persoalan agribisnis dari hulu sampai ke hilir. Mahasiswa tidak tahu kalau petani seringkali dihadapi oleh persoalan harga produk yang dinamis, faktor alam yang tidak menentu, manajamen yang kurang baik, kebijakan yang mendistorsi pasar, kelembagaan yang tidak mantap dan hal-hal lainnya yang mempengaruhi keberhasilan dari usahatani. Mahasiswa seolah skeptis terhadap fakta-fakta di lapangan. Lebih tertarik dengan bacaan fiksi, nonton drakor atau main di kafe. Tidak masalah hal-hal yang bersifat hiburan tersebut dilakukan, asalkan mahasiswa juga membuka pikiran dan peka dengan keadaan di sekitarnya. Dengan mengetahui banyaknya kasus-kasus pertanian, mahasiswa akan mudah menemukan permasalahan khususnya sektor pertanian. Dan hal ini bisa diajukan sebagai judul skripsi. Biasanya kalau saya, banyak membuka berita-berita pertanian terkini. Apa yang menjadi isu terbaru dan terhangat, sehingga topik penelitian yang saya ambil tidak ketinggalan zaman.

3. Memahami dan mengulang mata kuliah keprodian yang pernah didapatkan

Dengan membaca dan memahami mata kuliah yang pernah diajarkan, khususnya mata kuliah keprodian, kita akan tahu tema-tema apa yang berada di ruang lingkup bidang keilmuan kita. Karena, banyak sekali mahasiswa yang mengajukan judul skripsi di luar cabang ilmunya. Asal ada kata pertanian atau komoditas pertanian, diajukan sebagai judul skripsi. Padahal analisis dan metode penelitiannya tidak sesuai dengan bidang keilmuannya. Misalnya mahasiswa agribisnis ingin mengetahui faktor-faktor pertumbuhan tanaman dengan menggunakan uji coba pupuk organik yang dosisnya dibedakan. Ini tentu tidak sesuai. Memahami mata kuliah keprodian akan memudahkan kita juga dalam menentukan landasan teori dan variabel yang akan kita teliti. Karena bagaimanapun skripsi selalu membutuhkan teori sebagai pondasi awal.

4. Membaca artikel dan buku referensi

Hal terakhir yang tidak boleh ditinggalkan adalah perlunya seorang mahasiswa banyak membaca artikel, buku ajar, berita, dll. Dengan banyak membaca kita akan memperoleh masukan tentang persoalan-persoalan yang tengah dihadapi di dunia agribisnis atau sektor pertanian secara umum. Kita juga bisa menemukan berbagai inovasi teknologi yang itu bermanfaat bagi kita untuk menemukan judul skripsi. Mengambil judul skripsi yang mengadopsi teknologi baru bisa menjadi kebaharuan dalam penelitian kita. 

Nah, itulah tadi 4 tips menemukan judul skripsi. Ingat, skripsi tidak berangkat dari judul. Temukan dulu permasalahanya maka akan lebih mudah untuk menemukan judul skripsinya. Semoga kalian yang akan mengajukan judul skripsi dan yang sedang menjalani skripsi diberikan kemudahan dan kelancaran ya ^,^


Membangun Kebersamaan Dalam Ruang Kerja

Hallo, salah satu kebutuhan dasar manusia adalah adanya ruang yang nyaman dan apresiasi dalam hidup manusia. Menjadi pekerja adalah sunnatullah yang tidak bisa lepas dari seorang manusia. Siapapun ia, bekerja adalah aktivitas yang harus dilakukan demi untuk mendapatkan pundi-pundi untuk menyambung kehidupan. Bekerja adalah aktivitas harian, rutinitas yang akan selalu kita lalui hampir di setiap harinya. Oleh karenanya, banyak orang yang resign dari suatu pekerjaan karena tidak nyaman lagi baginya untuk ada di tempat itu. Tidak sedikit orang yang beralih profesi karena rasa yang tidak nyaman lagi di profesi yang lama. Ketidaknyamanan disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya adalah ruang pertemanan. 

Sama hal nya dengan seorang dosen. Salah satu kenyamanan di tempat bekerja adalah interaksi dan komunikasi yang baik antar sesama dosen. Teman-teman dosen adalah partner kita untuk menyelesaikan tugas-tugas tri dharma yang sangat banyak. Sulit rasanya bagi seorang dosen untuk bekerja sendiri tanpa bantuan dari rekan-rekan seprofesi yang ada di instansi mengajar. Oleh karena itu, merawat pertemenan sesungguhnya adalah menciptakan ruang yang nyaman untuk kita bisa tumbuh dan berkembang dalam profesi yang kita geluti.

Foto Pagi Hari Sebelum Mulai Mengajar

Hal yang paling menyenangkan bagi saya selama mengajar dan menjadi dosen di UNU Lampung adalah rasa kekeluargaan dan pertemanan yang terbangun dengan baik. Khususnya di Fakultas Pertanian Perikanan dan Peternakan UNU Lampung. Rasa kekeluargaan ini kami tunjukkan dengan komunikasi dan interaksi yang tidak kaku dan tidak terlalu formal. Barangkali karena usia kami yang masih sebaya. Selain itu, mengadakan acara-acara syukuran kecil-kecilan sering dilakukan untuk membangun kebersamaan.

Acara Syukuran Bu Suci Hardina karena mendapatkan beasiswa S3 dari BAZNAS

Hal-hal kecil lainnya adalah ketika saling membawa dan berbagi cemilan. Makan bersama dan mengadakan kegiatan di luar pengajaran bersama-sama. Saling berkunjung ketika ada salah satu dosen yang memiliki hajat atau ditimpa musibah adalah cara kami membangun kebersamaan. Kami juga saling bercerita tentang berbagai pengalaman kehidupan dan sesekali keluhan-keluhan di rumah tangga. hehehehe...


Takziyah di rumah orangtua Pak Rohmatul Anwar karena Ayahanda Meninggal Dunia

Kami juga saling support ketika ada satu capaian yang ingin kami kejar seperti saat penyusunan berkas-berkas untuk setifikasi dosen. Kami saling memotivasi para dosen yang akan mengajukan serdos, mengerjakan bersama-sama di kampus untuk kelancaran penyusunan serdos. Masih banyak lagi yang sudah kami lakukan untuk saling membangun ruang kebersamaan ini. Saya berharap ke depannya komunikasi dan interaksi diantara kami semakin lebih baik agar kami juga semakin nyaman berada di tempat bekerja saat ini.


OPINI! Penerapan Pertanian Modern di Indonesia

 


sumber : https://www.detik.com/jabar/berita/d-7329222/mentan-ingin-bangun-klaster-pertanian-modern/2

Hallo, di ruang ini kita akan membahas artikel pada gambar di atas (link di bawah gambar). Menteri Pertanian Amran Sulaiman berencana akan membangun klaster pertanian modern yang nantinya SDM yang digunakan adalah generasi millenial. Menurutnya, pertanian modern akan menghemat anggaran hingga triliunan. Nah, apa sebenarnya pertanian modern dan bagaimana pertanian modern itu? Simak yuk, penjelasan di bawah ini.

Pertanian modern adalah pertanian yang bertujuan untuk membantu petani dalam meningkatkan efisiensi dan mengurangi jumlah sumberdaya alam seperti air, tanah, dan energi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pangan, bahan bakar, dan serat. Perwujudan dari pertanian modern adalah aktivitas agribisnis, pertanian intensif, pertanian organik dan pertanian berkelanjutan. 

Penerapan pertanian modern diharapkan mampu meningkatkan pasokan pangan, menjamin keamanan pangan, meningkatkan keberlanjutan dan menghasilkan lebih banyak biofuel. Namun, pertanian modern yang tidak terjaga dapat menimbulkan efek negatif terutama terhadap lingkungan. Hal ini karena secara teori pertanian modern menginginkan output yang tinggi dengan menggunakan input yang tinggi pula termasuk pestisida dan pupuk kimia. 

Ada banyak contoh penerapan pertanian modern terutama dalam penggunaan teknologi, diantaranya:

1. Sensor tanah dan tanaman

Saat ini banyak peralatan pertanian yang dilengkapi dengan sensor cerdas yang dapat membaca segala sesuatu yang berhubungan dengan tanaman. Contoh teknologi sensor digunakan untuk membaca kesehatan tanaman, tingkat kandungan nitrogen esensial di dalam air. Teknologi sensor bisa digunakan untuk mengukur konduktivitas listrik tanah, lantas dasar, kandungan bahan organik, bahkan karakteristik tanah seperti pH. Dengan menggunakan sensor, petani dapat memeriksa tanamannya dari jarak jauh berdasarkan kondisi lapangan secara real-time.

2. Tanaman yang terhubung dengan Wi-Fi

Penerapan sistem Wifi pada tanaman memiliki mekanisme sebagai berikut: areal pertanian (peternakan) dipasang wifi dan sensor yang dapat merekam dan mengirimkan instruksi ke sistem irigasi otomatis pertanian. Di lain kasus, bisa menambahkan dosis pupuk yang tepat sesuai dengan kebutuhan, sebelum jumlah air yang tepat disebarkan melalui pipa tetes, kemudian pupuk dan air nanti dapat mengalir secara bersamaan ke tanaman. Adanya teknologi ini dapat memaksimalkan efisiensi, mendistribusikan jumlah air yang tepat secara berkala, serta mencegah pemborosan input dan juga biaya. Adapun petani dapat mengakses aktivitas pemantauannya ini melalui gadget atau ponsel pintar.

3. Teknologi bus

Teknologi BUS (Sistem Unit Biner) adalah serangkaian kawat yang membentuk kabel besar yang dihubungkan antara monitor (terminal vitual) dengan implementator. Teknologi yang diaktifkan disebut ISOBUS, sebuah protool komunikasi berdasarkan standar elektronik pertanian ISO 11783 dan Teknologi Controller Area Network atau Cannabis.

4. Robot petani

Salah satu teknologi modern di dunia pertanian adalah penggunaan teknologi drone. Saat ini, sektor pertanian bisa memanfaatkan drone yang bisa digunakan dalam membantu pemupukan dan penyemprotan tanaman di lahan sawah. Teknologi drone dapat menghemat waktu dan biaya tenaga kerja. Teknologi ini dilengkapi dengan GPS yang tepat sehingga mereka dapat dengan mudah menavigasi ruang sempit diantara barisan tanaman. Teknologi drone dapat membantu petani dalam memilih strobery yang matang, selada yang bagus, memotong anggur dan lain-lain.

5. Manajemen panjang gelombang

Pertanian rumahan di perkotaan dan pertanian vertikal saat ini sedang marak dan populer di masyarakat. Penerapannya diantaranya dengan menciptakan panjang gelombang sinar matahari ideal yang disesuaikan dengan pertumbuhan dalam ruangan yang terkompresi. Hal ini memberikan petani kesempatan untuk bercocok tanam sepanjang tahun. 

Mungkin masih banyak lagi jenis teknologi yang diadopsi dalam dunia pertanian modern. Namun demikian, pertanian modern menurut saya juga memiliki kelemahan. Apa saja?

1. SDM petani Indonesia

Meskipun teknologi modern untuk pertanian saat ini mulai berkembang, akan tetapi kalau petani Indonesia saat ini berada pada usia di atas 40 tahun saya rasa ini bisa menjadi kendala. Mengapa? Karena untuk mengaplikasikan teknologi perlu SDM yang fresh dan melek teknologi dan informasi. SDM yang paling tepat adalah generasi millenial. Namun masalahnya, banyak pemuda yang tidak tertarik pada dunia pertanian. Oleh karena itu perlu giat atau sosialisasi kepada generasi muda bahwa pertanian adalah sektor yang menjanjikan dan bisa dikomersilkan. Pertanian hanyalah tempat, sedangkan cara mengelolanya generasi millenial bisa menerapkan kemajuan dan perkembangan IPTK. 

2. Kepemilikan lahan pertanian

Rata-rata kepemilikan lahan pertanian (lahan sawah) petani Indonesia hanyalah 0,25 hektar. Kepemilikan yang sempit ini, tidak banyak bisa dikelola dengan teknologi mesin. Penggunaan SDM manusia adalah yang paling tepat. Jika ingin memaksimumkan hasil pada pertanian lahan sempit, maka teknologi yang tepat bukan pada teknologi mesin melainkan intensifikasi seperti penggunaan benih unggul, tumpang sari, serta irigasi yang memadai.

3. Pengangguran

Jika teknologi yang dimaksudkan hanya pada penggunaan mesin-mesin, maka dampak nyatanya adalah makin meningkatnya pengangguran. Penduduk Indonesia yang cukup besar, dengan luas lahan pertanian yang banyk terkonversi menjadi lahan non pertanian, berakibat pada terciptanya pengangguran. Jika teknologi mesin makin marak bahkan sampai di tingkat pedesaan, bagaimana dengan tenaga kerja manusia yang selama ini digunakan oleh para petani Indonesia?

4. Tingginya biaya perawatan

Penggunaan teknologi mesin tentu harus diiringi dengan perawatan yang intensif. Perawatan mesin dan gadget teknologi modern mahal, sehingga petani tidak mampu mengimbanginya. 

Jadi, dari paparan di atas sikap seperti apa yang harus kita ambil? Di satu sisi teknologi memberikan peluang untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Namun, di sisi lain ada dampak yang harus ditanggung. Menurut hemat saya, disinilah peran pemerintah. Pemerintah sebagai pemegang kebijakan, adalah entitas yang paling paham keadaan pertanian secara keseluruhan di Indonesia. Kebijakan-kebijakan yang dibuat harus berdasarkan karakter dan kebutuhan petani baik di pedesaan maupun di perkotaan. Contohnya penerapan drone untuk menyebar pupuk atau menyemprot pestisida akan cocok jika diterapkan di areal lahan yang luas. Misalnya perusahaan perkebunan. Namun bagi petani dengan lahan sempit, penggunaan drone tentu tidak pas. Karena biaya untuk membeli drone-nya saja sudah mahal. Kecuali jika drone ini dikelola oleh gapoktan yang diperoleh sebagai bentuk bantuan subsidi input alsintan dari pemerintah. Drone dimanfaatkan oleh gapoktan untuk menjalankan unit penyewaan input. Anggota gapoktan yang mau menggunakan drone harus membayar uang sewa. Sehingga bisa menjadi pemasukan bagi gapoktan. Nah, demikian opini saya terhadap pertanian modern. Semoga bermanfaat ya ^.^

Dilema Dosen Dalam Mengevaluasi Hasil Belajar Mahasiswa

Sebagai dosen, kadangkala kita mengalami dilema soal pemberian nilai kepada mahasiswa. Apalagi kalau mengajar di kampus swasta. Tidak semua kampus swasta memang "mudah" dalam memberikan penilaian hasil kinerja mahasiswa. Akan tetapi, sudah menjadi rahasia umum, di kampus swasta cenderung mudah untuk mendapatkan nilai lebih baik dibandingkan kampus negeri. Namun demikian, setiap pribadi dosen memiliki prinsip masing-masing. Ada dosen yang mengajar di kampus swasta, tapi pemberian nilai tetap harus melalui prosedur yang seharusnya. Ada dosen yang memang "tidak pelit" dalam memberikan nilai, yang penting rajin berangkat mahasiswanya. 

Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas

Untuk tipe dosen yang pertama, saya rasa saya adalah salah satunya. Saya adalah dosen yang tidak segan memberikan nilai D dan E kepada mahasiswa saya. Kenapa tidak? Karena memang mahasiswa tersebut tidak pernah masuk, nilai tugas tidak ada, hanya datang saat UTS dan PAS, itu pun nilai UTS dan PAS nya tidak bagus. Mungkin karena tidak pernah berangkat kuliah, jadi tidak tahu harus menjawab apa pada lembar jawabnya. Dalam memberikan penilaian-sebagai evaluasi hasil belajar- mahasiswa tentu ada tata caranya. Salah satunya, di awal pembelajaran kita sudah menyepakati persentase pembagian dari setiap poin yang dinilai seperti kehadiran, tugas, UTS dan PAS. Setelah satu semester berlalu, dan hasil belajar mahasiswa kita evaluasi, tentu kita akan mendapatkan data nilai mata kuliah yang kita ampu dari mahasiswa kita. Sedih rasanya, jika rata-rata nilai kelas pun sangat rendah. Seringkali saya merenung, apakah ini kesalahan saya sebagai dosen? Mengapa mahasiswa saya nilainya banyak yang rendah? Apakah cara mengajar saya salah? Apakah saya harus mengganti metode belajar saya? Di sisi lain, bahan ajar sudah saya berikan sebelum pembelajaran diimulai, yakni di elektronik website akademik (smartunulampung). Harusnya, mahasiswa bisa mempelajari atau membaca sebelum kelas dimulai. Saya pun selalu bertanya di dalam kelas, adakah yang tidak jelas
dengan penjelasan saya? Ada yang mau ditanyakan? Tetapi, seringkali tidak ada respon dari mahasiswa. Mahasiswa diam, saya pun menganggap mereka sudah paham dengan penjelasan saya. Walau sebenarnya saya juga ragu, apa benar mereka sudah paham. Setiap minggu, saya juga memberikan tugas mandiri. Harapan saya, dengan tugas mandiri ini mahasiswa bisa belajar di rumah. Membuka catatan di kelas, dan kemudian membaca bahan ajar yang sudah saya berikan. Tapi, jika ternyata nilai akhir dari mata kuliah itu rendah, bahkan rata-rata nilai kelas, lalu bagaimanakah ini? Apakah soalnya terlalu sulit? Padahal soal yang saya berikan sudah saya ukur sesuai dengan kemampuan mahasiswa. Soal yang saya berikan, sudah saya ulas di dalam kelas. Juga sudah dikerjakan mahasiswa sebagai tugas mingguan. Hmmm... Jadi apa penyebab yang sebenarnya? Adakah mahasiswa yang malas belajar? Beberapa mata kuliah bahkan ujiannya dilaksanakan secara open book, tapi kenyataannya nilai yang didapatkan juga rendah. Kalau sudah begini, alamat dosen kerja dua kali. hehehe...

Ya, saya selalu memberikan kesempatan perbaikan nilai kepada mahasiswa saya. Durasi waktunya, biasanya satu minggu sejak nilai terpublikasi di Sistem Langitan. Dalam satu minggu, mahasiswa saya minta untuk mengerjakan perbaikan. Setiap mahasiswa akan berbeda-beda penugasannya tergantung dari poin mana yang rendah (tugas, UTS atau PAS). Setelah satu minggu, mahasiswa yang tidak melakukan perbaikan ya nilai di sistem langitan akan apa adanya. Jika ada perubahan, berarti bukan saya yang merubah. Sudah di luar tanggung jawab saya sebagai dosen. Penilaian saya terhadap mata kuliah yang saya ampu biasanya terdiri dari: kehadiran 10%, tugas 25%, UTS 30% dan PAS 35%. Persentase ini bisa berubah sesuai dengan kesepakatan mahasiswa di awal kontrak perkuliahan. 

Menurut saya, metode evaluasi yang saya lakukan efektif bagi mahasiswa agar di semester selanjutnya memperbaiki sikap dan perilakunya dalam belajar. Karena tidak hanya satu semester bukan mahasiswa akan bertemu saya? Jadi saya menekankan bahwa metode pembelajaran yang saya lakukan "seperti ini", dimana tugas mingguan selalu ada. Maka, mahasiswa harus bisa menyesuaikan. 

Pada dasarnya, proses pembelajaran ini tidak semata-mata untuk melihat capaian nilai dalam wujud angka pada mata kuliah yang saya ampu. Tetapi saya melihat proses mereka, kesungguhan mereka dalam belajar, dan usaha mereka dalam memaksimumkan kemampuannya. Hal ini berguna bagi saya, pada saat membimbing mahasiswa skripsi, saya akan tahu siapa saja mahasiswa yang "berpotensi" untuk diberikan judul penelitian yang secara level lebih rumit. Tentu saja bukan dalam rangka mempersulit mahasiswa, tentu bukan. Sebagai dosen kita pasti tahu, setiap Program Studi memiliki rencana strategis penelitian. Capaian penelitian yang harus dicapai, untuk nantinya digunakan dalam akreditasi program studi. Kaitannya dengan mahasiswa adalah, tentu justru akan menyulitkan nantinya ketika kita memberikan judul skripsi yang dimana kemampuan mahasiswa belum "layak" mengerjakan judul tersebut. Ini bisa kita lihat dari "keseharian" mereka dalam mengikuti pembelajaran selama kurang lebih 7 semester. Mahasiswa yang tidak pernah hadir, sebut saja mahasiswa "siluman", kemudian ketika tiba waktunya skripsi kita berikan judul skripsi yang levelnya menengah ke atas, tentu akan menyulitkannya. Oleh karena itu, penting bagi dosen untuk mengetahui karakter dan juga perilaku mahasiswanya dalam proses pembelajaran. Semoga cerita singkat ini bisa memberikan gambaran bagi rekan-rekan dosen baru untuk menentukan sikap dan keputusannya terutama dalam evaluasi hasil pembelajaran mahasiswanya.




SENANGNYA BISA LULUS SERDOS

Sejak TMT 2017, tahun 2024 alhamdulillah saya baru dinyatakan lulus dalam seleksi kompetensi dosen atau sertifikasi dosen. TMT saya memang 2017, tetapi saya diberikan mata kuliah untuk mengajar baru 2019. Hal ini karena program studi yang menaungi saya baru dibuka/berdiri tahun 2019. Kemudian tahun 2021 saya lulus dalam jabatan fungsional asisten ahli dan dua tahun kemudian yakni pada 2023 saya baru bisa mengajukan serdos. Syarat serdos salah satunya adalah dua tahun dari inpassing asisten ahli. 

Pengajuan serdos dilakukan melalui sister kemendikbud. Waktu itu saya eligible untuk pengajuan serdos di bulan Agustus 2023. Ada kurang lebih 8 orang dari kampus kami yang sudah eligible. Pada saat pengumuman, hanya dua orang yang lulus yaitu yang sudah S3. Sementara kami, 6 orang lainnya belum S3. Data yang sudah masuk di sister, tetap tersimpan dan kemudian data kami diproses di periode berikutnya yaitu periode 0 di awal tahun 2024. 

Seperti mendapatkan durian runtuh, tengah malam grub whatsup ribut karena sudah pengumuman serdos gelombang 0 tahun 2024. Sementara, saya baru check hp di pagi hari karena sudah kelelahan mengurus anak dan rumah. Qodarullah, sinyal di rumah jelek sekali. Teman saya, 5 orang yang lain sudah dinyatakan lulus serdos. Tinggalah saya sendiri yang belum tahu hasilnya karena harus di check di akun sister masing-masing. Pagi hari jam 8, alhamdulillah berhasil membuka sister dan ternyata saya dinyatakan LULUS SERDOS!!

Lulus serdos menurut saya hadiah luar biasa, khususnya bagi dosen di kampus swasta yang belum lama berdiri. Tidak dipungkiri, gaji dosen memang tidak pernah besar baik di swasta maupun di negeri. Dan serdos adalah sumber pendapatan lain yang bisa kita terima untuk menunjang kebutuhan hidup para dosen. Namun, di luar dari itu, mendapatkan sertifikasi dosen artinya kerja kita harus lebih besar. Kinerja harus ditingkatkan. Prestasi harus dikembangkan. Dan kemampuan akan tri dharma juga harus ditingkatkan.

Setiap dosen yang mengajukan serdos juga pasti mempunyai cerita sendiri, cerita yang mengharukan, baik sedih ataupun senang pada saat proses pengajuannya. Begitupun dengan saya. Jika boleh mengenang, H-1 dari hari terakhir pengajuan, video microteaching yang sudah saya upload di youtube harus diperbaiki karena durasi waktu yang terlalu pendek. Tidak mudah mengedit video microteaching. Tidak hanya saya, teman-teman saya pun juga harus mengedit video tersebut. Kami pun lembur di kampus untuk memperbaiki kekurangan tersebut. Meski harus memaksa badan yang sudah sangat lelah, alhamdulillah video itu kelar juga di tengah malam. Sebelum jam 12 malam, video saya sudah selesai  reupload di youtube. Sungguh perjuangan yang mengharukan bila diingat-ingat ^-^

5 TIPS LANCAR MELAKSANAKAN SEMINAR PROPOSAL PENELITIAN

Hai...  Untuk kamu mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, seminar proposal adalah tahapan skripsi yang pasti akan kamu jalani. Banyak mahasiswa yang tegang dan takut melaksanakan seminar proposal, karena fikiran dan bayangan yang sudah mengerikan terlebih dulu. Takut ditanyai teman-temannya waktu sesi tanya jawab, takut tidak bisa menjelaskan rencana penelitian ketika ditanya penguji, dan mungkin juga ada yang memiliki "demam panggung" alias nervous kalau tampil di depan orang banyak. Hal yang wajar sebetulnya ketika kita khawatir bahwa proposal yang akan kita seminarkan atau persentase proposal kita tidak berjalan lancar. Akan tetapi, tentu ada tips yang bisa digunakan supaya mengurangi ketegangan dan ketakutan dari hal tersebut. Berikut ini ada beberapa tips, agar seminar proposal yang kita jalankan bisa berjalan lancar.

1. Memahami isi proposal penelitian 

Tidak dipungkiri, ketika kamu memahami keseluruhan isi proposal kamu dengan baik, maka setengah kesulitan dari penelitian sebetulnya sudah teratasi. Sama hal nya ketika kita akan melakukan hal yang besar, perencanaan yang baik adalah kunci pertama untuk melalui tahapan berikutnya. Begitupun dengan skripsi, saat kita memahami 4W+1 H, maka kita tidak akan ragu untuk menjelaskan dan mempersentasekan skripsi kita kepada orang lain termasuk penguji dan rekan-rekan mahasiswa. Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah penelitian apa yang kita lakukan? Rumusan masalah yang melatarbelakangi seperti apa? Kedua, kapan penelitian ini akan dilaksanakan? Kapan mulai turun lapangnya? Ketiga, siapa yang menjadi responden atau sampel dalam penelitian kita? Teknik pengambilan sampelnya seperti bagaimana? Keempat, dimana penelitian kita akan dilaksanakan? Teknik pengambilan lokasinya bagaimana? Dan yang kelima, bagaimana kita akan menganalisis tujuan atau masalah yang kita teliti tersebut?

2. Persiapan teknis yang matang

Persiapan teknis yang baik akan menolong kita ketika persentase. Usahakan semprop yang kita lakukan tidak buru-buru, bisa dilaksanakan dengan tenang. Persiapan yang mesti dilakukan antara lain : pertama, print out proposal penelitian bab 1-3. Print out ini harus kita serahkan ke fakultas maksimal H-1 dari hari seminar, agar kita tidak panik di hari seminar. Persiapan kedua, materi persentase harus sudah selesai H-1 jadwal semprop. Materi yang kita buat hendaknya dalam bentuk power point. Buatlah slide persentase yang menarik, singkat, jelas dan padat. Tidak menggunakan kalimat-kalimat panjang dan bertele-tele. Gunakan template yang tidak aneh-aneh dan menarik untuk dilihat. Sesuaikan dengan tema penelitian yang kamu ambil. Selain itu, kamu juga harus mengisi penuh baterai laptop kamu dan pastikan laptop dapat berjalan dengan baik. Ketiga, siapkan pakaian untuk seminar. Biasanya, pakaian seminar mahasiswa adalah atasan putih, bawahan hitam, sepatu hitam, dan almamater. Pakaian yang rapih dan wangi akan membuat penampilanmu lebih baik dan percaya diri. Keempat, siapkan konsumsi (bila diperlukan) dengan meminta bantuan temanmu. Percayakan konsumsi itu kepada temanmu untuk mengaturnya. Dengan demikian, kamu tidak terganggu dengan urusan lain selain fokus pada seminar proposal yang akan dilakukan.

3. Membuat catatan penting atau resume

Sebagai bagian dari perencanaan atau persiapan, membuat catatan atau resume tentang penelitian kita itu sangat penting. Anda bisa menuliskannya atau menggambarkan dalam bentuk skema yang bisa anda pahami. Anda bertanya pada diri anda sendiri tentang penelitianmu (4W+1H) dan anda menuliskan jawabannya itu dalam kertas. Metode belajar ini akan sangat membantu kamu dalam mempersiapkan semprop sehingga kamu akan lebih yakin dengan persentase materimu nanti. 

4. Mendengarkan dan menyimak penguji dan pembimbing

Pada saat sesi tanya jawab setelah kamu mempersentasekan proposal, kamu akan ditanya oleh rekan-rekan mahasiswa dan dosen penguji tentang rencana penelitianmu. Akan lebih baik, jika setiap pertanyaan itu kamu tulis. Bila ada sesi sharing dan saran yang diberikan sebaiknya kamu menyimak dan mendengarkan dengan seksama. Hal ini akan berguna untuk merevisi proposal penelitian kamu, karena ada informasi penting yang mungkin harus kamu tambah atau kurangi di dalam proposal penelitian.

5. Berdoa dan yakin!

Tips terakhir adalah jangan pernah lupa untuk berdoa dan selalu yakin pada diri sendiri. Setiap kesulitan akan disertai kemudahan. Bila menjelang semprop kamu merasa tertekan atau panik, karena banyak hal yang harus dipersiapkan. Yakinlah setelah selesai semprop, kamu akan merasa lebih baik. Tidak lupa juga untuk selalu meminta doa restu kedua orangtua agar ilmu yang kamu dapatkan menjadi berkah bagi hidup kamu di masa mendatang.

Nah rekan-rekan mahasiswa, itulah tadi 5 tips yang bisa kamu terapkan menjelang seminar proposal yang akan kamu laksanakan. Setiap mahasiswa pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, dan kekurangan itu sebenarnya bisa diatasi bila kita membuat planning yang matang. Semoga sukses menyelesaikan skripsi dan melaksanakan seminar proposal penelitian ya ^.^




ALUR SKRIPSI "MAHASISWA TINGKAT AKHIR"

Halloo guys, untuk kamu yang saat ini disebut sebagai "mahasiswa tingkat akhir", sudah sampai mana skripsinya? Adakah diantara kalian yang masih bingung alur menyelesaikan skripsi? Yup, untuk sebagian mahasiswa yang masuk semester 7 atau 8, tidak jarang banyak yang bingung dan bertanya-tanya sebenarnya skripsi itu bagaimana ya. Mulai darimana kira-kira skripsi itu dikerjakan? Yuk, simak ulasan di bawah ini supaya kamu tau tahapan-tahapan dalam menyusun skripsi.

  1. Pengajuan judul skripsi, pengajuan judul skripsi biasanya dilakukan di semester 7. Selain skripsi, biasanya semester 7 ini masih ada mata kuliah keprodian yang harus diambil. Kebanyakan mahasiswa di semester 7 belum mengajukan judul karena masih bingung dengan judul yang akan diambil. Oleh karena itu, banyak mahasiswa mengajukan judul skripsi di semester 8. Prosedur pengajuan judul skripsi di setiap kampus berbeda caranya. Di UNU Lampung, prosedur pengajuan
    judul diawali dengan pengisian borang "pengajuan judul skripsi" yang sudah didiskusikan dengan dosen pembimbing akademik. Proses ini bertujuan untuk mengarahkan mahasiswa agar judul skripsi yang diambil sesuai dengan bidang keilmuan dan sesuai dengan rencana strategis penelitian program studi. Pada proses sharing dengan dosen pembimbing akademik ini juga bertujuan untuk memfilter judul skripsi yang diajukan oleh mahasiswa agar tidak menumpuk pada satu tema/komoditas tertentu. 
  2. Penetapan SK Judul Skripsi, setelah kamu mendapatkan ACC dari dosen pembimbing akademik untuk judul skripsi yang kamu ajukan, selanjutnya kamu harus mengumpulkan borang tersebut ke fakultas melalui WD1. Biasanya di tahap ini kamu akan menunggu beberapa waktu sampai jumlah mahasiswa yang mendaftar judul skripsi tercukupi. Selanjutnya nanti WD1 akan membuatkan SK pembimbing skripsi dan judul yang di ACC oleh fakultas. Setelah mendapatkan SK pembimbing skripsi, langkah selanjutnya maka kamu menghubungi dosen pembimbing skripsi dengan menunjukkan SK tersebut. Sebagai catatan, judul skripsi ini masih bisa berubah sesuai dengan arahan atau bimbingan dari dosen pembimbing skripsi. 
  3. Ujian komprehensif, dilaksanakan di semester 8.Ujian kompre dilakukan dengan melihat pada 3 standar penilaian yaitu pengetahuan, kompetensi khusus dan kompetensi umum. Ujian kompre dilakukan dengan 2 cara yaitu tertulis dan praktik. Adapun mata kuliah yang diujikan pada ujian kompre tidak selalu sama. Angkatan pertama prodi Agribisnis UNU Lampung, mata kuliah yang diujikan dalam kompre antara lain kewirausahaan, pengantar ilmu pertanian, dasar-dasar agronomi, analisis kelayakan usaha. Pada ujian tertulis, kisi-kisi soal berkaitan dengan teori yang pernah diajarkan pada saat kuliah sedangkan untuk ujian praktiknya berupa proses merangkai kerangka hidroponik.
  4. Seminar proposal, seminar proposal dilakukan jika sudah mendapatkan ACC dari pembimbing skripsi, baik pembimbing utama maupun pembimbing pendamping. Tentunya sebelum kamu melakukan seminar, kamu harus melakukan bimbingan secara rutin dengan kedua pembimbing kamu. FYI, salah satu persyaratan semprop adalah kamu harus mengumpulkan kartu telah mengikuti semprop. Oleh karena itu, sebaiknya sejak kamu semester satu sudah membiasakan diri untuk  menghadiri seminar proposal kakak tingkatmu. Nah, tips untuk lancar dan sukses seminar proposal akan dibahas di laman yang terpisah ya. Baca tips lancar melaksanakan seminar proposal di link berikut https://enyivans25.blogspot.com/2024/05/5-tips-lancar-melaksanakan-seminar.html
  5. Turun lapang atau penelitian, tahapan selanjutnya setelah semprop adalah turun lapang untuk mengambil data penelitian. Turun lapang disini tidak harus di petani ya, tergantung metode penelitian dan sampel yang kamu ambil. Jika kamu menggunakan data primer, sebelum kamu turun lapang, kamu harus membuat instrumen/kuesioner penelitian dengan bimbingan dari dosen pembimbing skripsi. Kamu juga harus menyiapkan surat pengantar penelitian untuk pengambilan data yang dikeluarkan oleh fakultas. 
  6. Olah data penelitian, tahapan ini dilakukan setelah kamu menyelesaikan pengambilan data penelitian di lapangan. Biasanya pada tahap ini kamu akan berinteraksi dengan software-software statistik yang mungkin sama sekali belum pernah kamu praktikkan. Banyak mahasiswa yang pada tahap ini harus belajar otodidak dan mandiri. Disinilah pentingnya kamu melakukan bimbingan dengan dosen pembimbing skripsi agar data yang kamu peroleh diolah dengan teknik analisis data yang benar. Pada tahap ini kamu juga dituntut untuk banyak membaca artikel penelitian, buku ajar, dan referensi terkait yang diperlukan dalam mendukung pengolahan data kamu. Tujuannya, agar proses pengolahan data yang kamu lakukan telah sesuai dengan teorinya dan kamu tidak salah dalam menginterpretasikan data yang kamu analisis.
  7. Ujian skripsi, tahapan ini adalah tahapan yang selalu dinanti-nanti tapi kadangkala juga menegangkan. Di tahap ujian skripsi, seharusnya kamu sudah selesai dalam memahami hasil penelitianmu. Jika kamu mengerjakan sendiri skripsimu, harusnya kamu mengetahui isi dan seluk beluk dari penelitian yang kamu lakukan. Kamu akan tahu kelebihan dan kekurangan dari skripsimu, kamu juga dapat memberikan saran dari penemuan yang kamu temukan pada penelitianmu. Syarat ujian skripsi adalah kamu harus sudah mendapatkan ACC ujian dari dosen pembimbing skripsi, di samping syarat-syarat administratif yang harus kamu penuhi. Adapun untuk syarat administratif tersebut kamu dapat tanyakan langsung ke fakultas atau akademik. Setelah kamu melakukan ujian skripsi, tim penguji dan dosen pembimbing akan memberikan nilai dari hasil persentase dan tanya jawab saat ujian berlangsung. Kamu akan diminta menunggu untuk kemudian dinyatakan lulus atau tidak, ataupun lulus tapi dengan revisi dan perbaikan skripsi yang banyak. 
  8. Cetak skripsi, tahapan ini dilaksanakan setelah kamu mendapatkan ACC cetak skripsi dari dosen pembimbing. Tentunya ACC cetak akan diberikan setelah kamu selesai merevisi skripsi kamu. Kamu harus teliti dan memeriksa lagi skripsi yang akan di cetak, jangan sampai ada halaman yang tertinggal atau salah seperti halaman pengesaha, abstrak, daftar isi, lampiran-lampiran dan lain-lain. Jumlah skripsi yang dicetak paling tidak ada 4 ekslempar yang akan diberikan kepada perpustakaan kampus, fakultas, dosen pembimbing utama, dan dosen pembimbing pendamping. Jika kamu, menginginkan skripsi untuk kenang-kenangan kamu, maka kamu dapat mencetaknya sebanyak 5 ekslempar.
  9. Yudisium, persyarata yudisium dapat ditanyakan ke fakultas atau bagian akademik. Tetapi tujuan yudisium adalah pengarahan dari fakultas atau universitas untuk tahapan menjelang wisuda. Ada berkas-berkas yang harus diselesaikan dan dikumpulkan. Oleh karena itu pastikan kamu hadir saat yudisium berlangsung.
  10. Wisuda, ini adalah tahapan paling akhir dari skripsi yang kita kerjakan. Bagian ini adalah yang paling kita tunggu, bahkan oleh orangtua dan keluarga besar kita. Yakinlah jika kamu sampai pada tahap ini, dan kamu mengerjakan skripsimu sendiri, kamu akan merasa puas dan bangga dengan dirimu sendiri. 



Nah, jadi alur atau tahapan skripsi yang kamu harus lalui setidaknya ada 10 tahapan ya guys. Tahapan tersebut terlihat panjang dan banyak, tapi yakinlah jika kamu mengerjakannya secara konsisten walaupun sedikit niscaya kamu akan selesai juga menyusun skripsi. Semoga untuk kamu yang sedang di tahap menyusun skripsi diberikan kemudahan, semangat, dan tidak berputus asa dalam menyelesaikannya. Ujian sesungguhnya adalah pada proses yang kamu lalui. Berbagai rasa yang harus kamu manage sebagai bentuk perwujudan "manusia dewasa" adalah nilai moral yang tidak ternilai harganya jika kamu sungguh-sungguh mengerjakan skripsi. Hidup Mahasiswa!!

Idul Fitri 1445H, Lebaran Paling Menyedihkan

 

Lebaran Idul Fitri 2024 terasa sepi karena bapak dan ibu di rumah sakit

Idul Fitri adalah hari yang identik dengan kebahagiaan. Setelah puasa selama satu bulan penuh, idul fitri dinanti-nanti untuk bisa saling berkumpul dan silaturrahim dengan keluarga, kerabat dan sahabat. Bahkan sejak jauh-jauh hari kita sudah mempersiapkan baju lebaran, angpau, kue-kue lebaran untuk persiapan idul fitri. Walau pengeluaran biasanya jauh membengkak, tapi justru jebahagiaan yang kita rasakan.

Pun dengan idul fitri tahun ini, suami saya libur lebih lama dibandingkan lebaran-lebaran sebelumnya. Bayangan ingin berkunjung ke rumah teman-teman sudah direncanakan. Tetapi qodarullah, lebaran tahun ini justru kami terbaring sakit, terpapar DBD. 

Awal mula yang terkena DBD adalah adik saya, bahkan harus rawat inap di rumah sakit dua hari sebelum lebaran. Jadilah bapak dan ibu saya menunggu adik saya di rumah sakit. Hmmm... Begini ya rasanya lebaran pertama tidak ada bapak dan ibu di rumah. Selesai sholat idul fitri, saya dan suami berkunjung ke rumah sakit untuk berlebaran dengan bapak dan ibu. Sorenya, ternyata adik saya sudah diperbolehkan pulang. Alhamdulillah.. Esok harinya, lebaran kedua, bapak munta-muntah, demam, menggigil dan pusing. Lalu malamnya, berangkat ke rumah sakit dan harus opname. Jadilah, bapak dan ibu bermalam lagi di rumah sakit. Esok harinya, giliran saya yang demam, menggigil, dan pusing sekali. Ya, tepat lebaran ketiga, saya sakit dan tidak bertenaga. Saya pun periksa dan check darah di rumah sakit. Hasilnya trombosit turun dan harus dirawat inap. Saya menolak, karena saya memiliki bayi di rumah. Di lain itu, adik saya yang baru pulang dari rumah sakit belum sembuh total. Suami dan anak-anak saya tidak mungkin saya tinggal. Saya pun tidak ada yang menemani kalau dirawat di rumah sakit 😓 Jadi saya memutuskan untuk rawat jalan.

Hari kelima ibu saya pulang dari rumah sakit, dengan tujuan merawat saya di rumah sehingga suami bisa fokus ke anak-anak. FYI, suami sebetulnya juga sudah habis cuti dan harus kembali bekerja. Tapi saya tahan karena di rumah benar-benar tidak ada yang bisa merawat saya atau menemani saya menjaga anak-anak. Lebaran keenam, gantian ibu saya yang demam, menggigil, pusing dan lemas. Siang bapak pulang dari rumah sakit, malamnya ibu berangkat ke rumah sakit untuk opname. Subhanallah, benar-benar lebaran yang menyedihkan dan tidak terduga kami akan sakit bergiliran seperti ini. Bersyukur, anak-anak saya tidak sampai demam dan sakit. 

Sepuluh hari berlalu sejak idul fitri, suami pun sudah pulang ke bekasi untuk bekerja. Hari-hari sudah seperti biasa karena kegiatan belajar mengajar di kampus sudah masuk. Seketika saya di telpon ibu mertua, suami di rawat di rumah sakit karena types. Ya Allah, tenang-tenang-tenang. Semua ujian kesulitan akan diikuti dengan kemudahan. Ya sudah karena saya dan suami berjauhan, saya putuskan tidak pulang ke bekasi. Jadi suami ditemani ibu mertua di rumah sakit. 

Alhamdulillah, sekarang semua sudah sehat. Tinggal anak-anak yang masih ada sisa-sisa pilek dan batuk dari minggu lalu. Ya Allah, semoga anak-anak, saya dan suami serta keluarga besar diberikan kesehatan agar bisa menjalani hari-hari dengan bahagia. Aamiin ya Rabb.

Persepsi Petani Terhadap Financial Technology (Survei Penelitian Hibah Internal)

 Selamat pagi sahabat dosen semua. Kali ini saya akan membagikan cerita penelitian saya. Alhamdulillah di semester ganjil 2023-2024 ini saya mendapatkan dana hibah internal untuk penelitian. Penelitian yang saya ambil berjudul "persepsi petani terhadap financial technology di Desa Tambah Luhur Kecamatan Purbolinggo". Penelitian ini bersifat survei dan dilakukan secara insidental pada saat Gapoktan dan Poktan melakukan pertemuan rutin. Jumlah yang hadir berkisar 20 orang. 

Tujuan dari saya mengambil judul tersebut adalah untuk mengetahui apakah petani kita di pedesaan telah tahu dan mengadopsi financial rechnology? Sebagaimana yang kita rasakan saat ini, kehidupan di zaman modern dan digital telah memaksa seseorang untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai teknologi salah satunya adalah dalam bidang keuangan. Aktivitas ekonomi kita saat ini dilakukan tidak harus melalui pasar secara fisik, tetapi juga bisa dilakukan secara online. Kegiatan transaksi secara online ini memaksa kita untuk menggunakan financial technology sebagai media yang membantu kita untuk mendapatkan barang atau jasa yang kita inginkan. Sebagai contoh penggunaan fintech adalah dalam hal pembayaran dan transfer uang, peminjaman dan pendanaan peer to peer (P2P), manajemen keuangan dan investasi, teknologi blokchain dan cryptocurrency, asuransi digital, keamanan keuangan, dan lain-lain.

Financial technology telah menyentuh berbagai sektor termasuk sektor pertanian yang merupakan sektor penyangga dan pensupplai sektor industri. Namun, petani sebagai pelaku utama dalam sektor pertanian belum tentu mengetahui apa itu fintech dan bagaimana menggunakannya. Petani juga belum tentu mengetahui hal apa saja yang bisa petani akses dalam fintech ini sehingga memberikan keuntungan pada kegiatan pertaniannya. Financial technology mencakup berbagai macam teknologi, mulai dari aplikasi perangkat lunak dan platform online hingga teknologi keamanan dan kecerdasan buatan. Barangkali akan berbeda jika petani yang ada di perkotaan. Mereka mungkin lebih banyak peluang dan informasi untuk bersinggungan dan mengadopsi fintech ini. Oleh karena itulah, penelitian ini dilakukan. Hal ini karena sebagian besar petani tinggal di pedesaan. Kondisi mereka yang jauh dari pasar harusnya justru lebih leluasa dan bisa menguasai layanan-layanan fintech agar hasil produksi usahataninya dapat meningkatkan pendapatan petani. Petani pedesaan yang mampu mengadopsi fintech akan meningkatkan nilai value diri petani dan produknya. Keuntungannya antara lain produk dapat terjual lebih cepat, petani bisa memasarkan secara global, petani bisa mendapatkan bantuan dana usahatani, petani dapat mengevaluasi usahataninya, petani dapat memanaje keuangan dari usahataninya, dan lain-lain.









Testimoni SKB Wawancara CPNS DOSEN 2023

Hallo sobat dosen atau calon dosen semua. Tahun ini, adakah yang sama seperti saya mengikuti CPNS Dosen? Di tahun ini, saya mencoba lagi untuk kali ke-7 mengikuti CPNS 😋 Sudah banyak ya... Bagaimana dengan sobat semua? Semoga lulus ya kita di CPNS tahun 2023 ini. Tahun 2018 saya sudah pernah mengikuti CPNS dosen, sudah sampai tahap akhir yaitu SKB. Hanya saja nilai akhir saya lebih rendah dari saingan saya, sehingga saya tidak lolos. Tahun 2019 dan 2021 saya mengikuti CPNS juga, tapi saya mengambil formasi fungsional. Entah salah strategi atau memang belum rezeki, saya juga tidak lolos SKB karena tidak lulus rangking walau sebenarnya lulus passinggrade. Tahun 2023 ini saya akhirnya memutuskan untuk mengambil formasi dosen. Di tahun ini, usia saya menginjak 34 tahun, setahun lagi sudah tidak bisa mengikuti CPNS. Hehehehe...

Alhamdulillah CPNS tahun ini saya lolos passinggrade untuk SKD dan maju ke tahap selanjutnya yaitu SKB. Hari ini, Senin 11 Desember 2023 adalah jadwal SKB wawancara. Tidak terlalu banyak yang saya persiapkan hanya lihat di youtube tips-tips menjawab interview, dan mencari tahu apa saja yang sekiranya akan ditanyakan pada saat wawancara. Wawancara SKB dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi zoom. Perasaan nervoeus sudah hadir sejak sehari sebelum wawancara, bahkan mungkin sampai tegangnya sampai hadir di mimpi saat tidur lho sobat  😂

Tiga puluh menit sebelum mulai saya sudah standbye di zoom. Panitia membuatkan beberapa ruang zoom untuk kita sebelum sampai pada tahap wawancara dengan pewawancara. Setidaknya ada 4 ruang yaitu ruang tunggu, ruang validasi, ruang token dan ruang wawancara. Di ruang tunggu panitia memastikan kita mendengar apa yang mereka sampaikan. Panitia juga meminta kita untuk mengisi fakta integritas. Kemudian di ruang validasi panitia meminta kita menunjukkan KTP dan kartu ujian SKB. Di ruang token panitia memberikan kode token untuk masuk ke ruang wawancara. Dan ruang terakhir adalah ruang wawancara, tempat dimana pewawancara akan mengajukan berbagai pertanyaan.

Sobat dosen penasaran dengan apa saja pertanyaan wawancara yang diajukan? Sebelumnya, ada penyesalan dari saya pada saat masuk ke ruang wawancara saya tidak mengenali dan tidak mengetahui nama pewawancara. Mereka juga tidak memperkenalkan diri mereka, sehingga saya tidak menyapanya dengan menyebut nama mereka. Jadi, untuk sobat calon dosen yang masuk sampai tahap wawancara ada baiknya mencari tahu terlebih dahulu petinggi kampus yang akan kita tuju. Sebetulnya saya sudah mencari tahu sebelumnya, tapi di luar dugaan, saya kira pewawancara adalah wakil direktur bidang kemahasiswaan dan kajur dari prodi yang saya inginkan. Ternyata, yang mewawancarai saya adalah wakil direktur bidang kerjasama dan satu lagi ibu-ibu tapi saya tidak tahu.

Baik sobat, berikut ini adalah daftar pertanyaan yang saya ingat dan ditanyakan pada saat interview CPNS SKB Dosen. Semoga daftar pertanyaan ini membantu sobat yang sedang berupaya untuk melamar dosen baik itu CPNS atau non-PNS. Adapun untuk jawaban, sobat bisa menyusun atau menuliskannya sendiri menurut pendapat sobat sekalian. Karena menurut saya setiap orang memiliki situasi dan alasan yang berbeda-beda. Semoga membantu ya 😊

  1. Perkenalkan diri anda
  2. Pengertian toleransi dan contohnya
  3. Saya pernah tidak melanggar peraturan sebagai dosen
  4. Saya memiliki masalah atau konflik tidak dengan teman kerja
  5. Saya pernah tidak mendapatkan perintah dari atasan secara mendadak dan tidak mengerjakan perintah atasan
  6. Jika saya sedang memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan, kemudian teman seprofesi atau atasan meminta pertolongan kita atau memberikan perintah kepada kita, bagaimana tindakan kita?
  7. Suami kerja dimana
  8. Saya tinggal dimana
  9. Mengapa saya melamar dosen ASN padahal sudah menjadi dosen
  10. Komitmen dan integritas saya seperti apa
  11. Apakah memiliki masalah dengan lingkungan
  12. Jika diterima dikampus yang saya tuju dengan pluralismenya, bagaimana sikap saya
  13. Dimana pendidikan S2 saya dan mengapa mengambil S2 di kampus tersebut
  14. Capaian saat ini dan target untuk ke depannya
Adapun testimoni dari saya untuk wawancara SKB CPNS dosen kali ini, menurut saya sangat efektif. Dari sisi waktu, tempat dan biaya sangat memudahkan. Hal ini karena wawancara dilaksanakan secara daring. Tahun 2018, saya melakukan SKB wawancara harus datang ke kampus yang saya tuju. Kemudian secara teknis, tepat waktu dan teratur dengan baik proses atau tahapnya. Saya berharap penilaian dari SKB wawancara ini dilakukan secara obyektif. Dan saya juga berharap agar saya lolos dalam CPNS tahun ini. Tetapi apapun hasilnya, semoga itu adalah yang terbaik untuk saya. 

Pengolahan Sampah Rumah Tangga Mendukung Program Pro Iklim Lampung Timur

Kegiatan PKM semester ganjil 2023-2024 lainnya yang saya lakukan adalah menjadi pembicara pada kegiatan "Ceremony Bantuan Program Kampung Iklim dan Pelatihan Daur Ulang Sampah Rumah Tangga" yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Timur dengan PT. Pertamina. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 23 November 2023 di Balai Desa Tanjung Kesuma, Kecamatan Purbolinggo. Peserta pada kegiatan tersebut adalah para kepala desa yang ditunjuk sebagai desa penyangga pro iklim di Kabupaten Lampung Timur. Desa penyangga pro iklim berjumlah 12 desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Lampung Timur. Pada kegiatan tersebut saya menyampaikan materi tentang pengolahan sampah khususnya sampah rumah tangga. 



Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik yang bersifat terurai atau tidak terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan (UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah). Data sampah di Indonesia tahun 2022 mencapai 36 juta ton/tahun. Provinsi Lampung sendiri menyumbang sampah sebanyak 791.680,34 ton/tahun. Komposisi sampah terbesar adalah berupa sisa makanan yang mencapai 40,38% dari total komposisi sampah. Urutan kedua sampah terbanyak berupa sampah plastik sebesar 18,1%. 

Sumber sampah terbesar berasal dari sampah rumah tangga yang mencapai 38,35% dari total sumber sampah. Sumber kedua yaitu berasal dari pasar sebesa 27,61%. Adapun penanganan sampah di masyarakat sebagian besar dibakar (49,5%); diangkut (34,9%); dibuang ke sungai (7,8%); dibuang ke sembarang tempat (5,9%) dan dibuat kompos (0,4%). Indonesia sendiri merupakan penghasil sampah plastik terbesar nomor 2 di dunia. Rangking ini bukanlah sesuatu yang patut untuk dibanggakan. Kegiatan pengkomposan di Indonesia masih sangat minim, masyarakat perlu diedukasi dan diberikan sosialisasi tentang pentingnya pengolahan sampah ini. 

Sampah rumah tangga merupakan yang paling banyak dihasilkan. Sampah rumah tangga adalah sampah yang dihasilkan dari konsumsi rumah tangga sehari-hari yang terdiri dari sampah organik dan non oranik yang tidak termasuk tinja dan sampah spesifik. Sampah organik dapat direcycle dengan mengubahnya menjadi pupuk kompos melalui usaha pengomposan. Pengomposan biasanya terjadi secara alami, tetapi bila ada tindakan dari manusia seperti penambahan mikroorganisme pengurai, pengomposan dapat terjadi lebih cepat. Seluruh bahan organik bisa digunakan sebagai sumber kompos. Beberapa bahan yang dapat diolah menjadi pupuk kompos yaitu sisa tanaman, kotoran hewan, kulit telur, ampas kopi dan teh, sisa sayuran dan buah-buahan. Berikut ini adalah bahan baku yang saya gunakan pada saat mengisi kegiatan PKM:

1. Sampah dapur: daun-daun yang masih hijau, rumput hijau (masih basah), kulit telur

2. Sampah halaman yang kering, daun-daun kering, kardus, karpet telur dari kertas

3. Air

4. Mol (EM4)


Alat yang saya gunakan adalah:

1. Komposter bag (berbahan terpal)

2. Ember/gembor

3. Sarung tangan

4. Sekop tangan







Cara membuat kompos adalah dengan:

1. Lapisan paling bawah komposter diisi sampah basah
2. Lapisan kedua diisi sampah kering
3. Selanjutnya disiram air yang sudah dicampur EM4
4. Ulangi step 1-3 berurutan sampai komposter menjadi penuh dan padat
5. Dalam kurun waktu 1-2 minggu sekali bisa dicheck hasil komposnya, dan diisi lagi sesuai dengan urutannya sampai komposter penuh
6. Panen kompos dilakukan 5-8 minggu tergantung jenis sampah yang dibuat
7. Panen dilakukan dari bagian bawah komposter



Saya berharap dari materi yang saya sampaikan ada yang mempraktikkannya dan bisa bermanfaat untuk banyak orang. Saya sendiri pun sedang mempraktikkan mengompos sendiri dari sampah rumah tangga yang saya hasilkan. Menurut saya, menerapkan zero waste melalui kegiatan pengomposan sampah merupakan lifestyle yang harus diupayakan. Sedikit sulit dan berat memulainya, karena kita harus mengubah kebiasaan kita. Akan tetapi jika bisa konsisten, maka kita akan happy menjalaninya dan ini menjadi kegiatan yang menyenangkan. Semoga tulisan ini memberikan manfaat untuk para pembaca ya ^,^

PERSIAPAN SKB WAWANCARA DOSEN 2023 POLINELA

1. Perkenalkan diri anda!

Assalamu'alaikum Wr.Wb. Baik terimakasih Bapak/ibu atas waktu dan kesempatan yang diberikan. Perkenalkan nama saya Eny Ivan's, S.P., M.Sc. Saya merupakan lulusan dari magister ekonomi pertanian UGM. Sedangkan S1 saya berasal dari Agribisnis UNILA. Alhamdulillah, sejak 2019 saya telah menjadi dosen tetap di Prodi Agribisnis, FP3, UNU Lampung. Selama 4 tahun mengajar, capaian saya adalah sudah mengajukan sertifikasi dosen dan sedang proses di LLDIKTI. Kemudian sudah menginput data untuk pengajuan lektor. Beberapa mata kuliah yang pernah saya ampu antara lain Pengantar Ilmu Ekonomi, Ekonomi Pertanian, Ekonomi Produksi, Pemasaran Agribisnis, Analisis Kelayakan Usaha, Ekonometrika, Kewirausahaan, dan beberapa mata kuliah lainnya. Adapun untuk dharma penelitian dan pengabdian, alhamdulillah rutin saya lakukan di setiap semester, sehingga saya bisa mengikuti BKD dan sudah eligible untuk serdos. 

2. Mengapa anda ingin menjadi dosen?

Baik terimakasih untuk pertanyaannya. Saya akan menjawabnya dengan membaginy pada dua hal. Pertama, secara filosofis saya meyakini bahwa setiap ilmu yang diamalkan adalah pahala jariyah yang akan kita terima. Selama menjadi siswa dan mahasiswa, saya mendapatkan banyak ilmu dari para guru dan dosen saya. Saya ingin meneruskan estafet itu. Dengan menjadi dosen saya berpikir bahwa ruang untuk membagi ilmu akan lebih besar dan lebih luas. Ilmu yang dibagikan tidak akan pernah surut dan menyusut, bahkan seringkali justru bisa menambah ilmu itu sendiri menjadi lebih banyak. Karena kadangkala, mahasiswa kita lebih pintar, lebih dahulu punya pengalaman, dan dari mereka kita mendapatkan ilmu juga. 

Kedua, mengajar adalah passion dan panggilan hati. Pada dasarnya mengajar bukan hanya menjadi dosen. Saya pernah mengajar privat, pernah terlibat aktif mengisi pengajian di komplek perumahan saya sewaktu jadi mahasiswa, pernah menjadi tutor adik-adik SMA dan teman-teman saya dulu saat kuliah merasa lebih mudah memahami materi ketika saya yang menerangkan. Mengajar adalah seni meyampaikan sesuatu untuk lebih dimengerti. Ada banyak metode yang bisa kita gunakan agar mahasiswa kita bisa memahami materi. Dan semua itu, dapat dilakukan oleh seorang dosen.

3. Mengapa ingin menjadi ASN? Padahal gaji ASN kecil?

Menurut saya ASN adalah abdi negara. Sebagai abdi negara, maka sudah selayaknya memberikan waktu dan tenaganya untuk melayani publik, dalam hal ini sebagai dosen ASN.  Sebagai dosen ASN, maka peran utamanya adalah turut memajukan dan mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan, sesuai dengan amanat UUD 1945. Selayaknya profesi yang lain, yang menguntungkan dari ASN adalah pemerintah menunaikan hak ASN dengan menjamin kesejahteraanya melalui upah bulanan dan tunjangan yang lain. Selain itu, ada kesempatan yang lebih besar bagi dosen ASN untuk memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan lanjutan (S3). 

4. Mengapa memilih polinela? Mengapa tidak mengambil universitas padahal anda sudah mengajar di suatu universitas?

Baik terimakasih pertanyaannya. Pertama saya melihat formasi. Kebetulan untuk universitas yang ada di lampung, kualifikasi pendidikan yang diminta tidak ada yang sesuai dengan kualifikasi pendidikan S2 saya. 

Kedua, saya melihat Polinela adalah kampus yang sudah cukup lama berdiri dan dikenal oleh masyarakat luas khususnya di lampung. Visi dari Polinela adalah menjadi pendidikan tinggi vokasi yang berorientasi pada akhlak mulia, disiplin, terampil, mandiri dan kompetitif. Visi ini menurut saya telah terbukti dengan banyak prestasi yang diraih oleh polinela. Yang terbaru adalah mahasiswa polinela mendapatkan juara pada program film dokumenter dan film pendek di ajang e-KTB award yang diselenggarakan oleh Pemprov Lampung.

Adapun keputusan saya memilih prodi pengelolaan agribisnis dikarenakan salah satu tujuannya adalah ingin menghasilkan lulusan yang memiliki jiwa entrepreneuship. Selain menjadi dosen, saya sendiri adalah seorang perintis usaha mikro dengan produknya kripik pisang. Usaha saya sudah berjalan dari 2021 dengan nama pasar @kripikbawen_lampung. Alhamdulillah produk saya sudah PIRT. Penjualan saya lakukan secara online dan offline. Online saya pasarkan melalui media sosial, sedangkan offline saya masukkan ke toko oleh-oleh di Metro. Jadi antara goals dari prodi pengelolaan agribisnis dengan aktivitas keseharian saya sangat berhubungan. Oleh karena itu saya berminat untuk begabung di prodi Pengelolaan Agribisnis. 

5. Apa bedanya polinela dengan universitas?

Baik terimakasih pak. Menurut saya polinela adalah perguruan tinggi yang menyediakan pendidikan berbasis vokasi. Vokasi yang saya tahu adalah pendidikan yang lebih berfokus pada praktek kerja yang dapat menunjang keahlian di bidang studi tertentu. Alumni dari Polinela dipersiapkan untuk menjadi tenaga yang siap bekerja dan mampu bersaing secara global di bidangnya, yang dibekali dengan keterampilan, keteknikan dan teknologi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Sementara Universitas adalah pendidikan tinggi yang menyediakan interdisipliner ilmu yang terdiri dari berbagai macam fakultas sebagai payung dari setiap rumpun bidang keilmuan yang ada. Jenjang pendidikan di dalam universitas terdiri dari sarjana, magister dan doktor dimana alumni dari universitas dipersiapkan selain untuk dunia kerja juga untuk menghasilkan para ahli di suatu bidang ilmu.

6. Apa keunggulan anda sehingga kami dapat memilih anda?

Baik terimakasih. Dalam Tridarma, untuk pengajaran saya sudah mengajar banyak mata kuliah keprodian. Beberapa metode pengajaran yang pernah saya terapkan seperti studi kasus, project based learning, ceramah, dan student center learning. Saya juga sudah memiliki beberapa modul pembelajaran (ekonomi pertanian, pengantar ilmu ekonomi, perilaku konsumen, kewirausahaan, ekonomi produksi pertanian, teknologi produksi agribisnis), namun belum sampai diterbitkan. 

Adapun dari sisi penelitian, saya sudah terbiasa mempublikasikan karya ilmiah di berbagai jurnal baik yang bersinta maupun belum. Publikasi saya bisa dilihat di google scholar. Artikel publikasi saya hasilkan setiap semester untuk BKD dosen. Dari penelitian itu juga bisa saya konversikan ke dalam materi ajar seperti misalnya analisis studi kelayakan di suatu UMKM. Karena saya mengajar kewirausahaan dan analisis studi kelayakan usaha, maka hasil penelitian tersebut saya gunakan untuk bahan ajar di perkuliahan.

Tridarma yang ketiga yaitu PKM. Memang dari tiga tridarma tersebut, saya cenderung menyukai kegiatan pengabdian masyarakat. Alhamdulillah, saya sudah dua kali mendapatkan dana hibah internal dari kampus saat ini mengajar untuk pengabdian dan penelitian. Beberapa materi yang pernah saya sampaikan dalam kegiatan PKM adalah pembuatan pupuk organik, pembuatan cocopeat, penyusunan bisnis model canvas, pengolahan bunga rosela menjadi ragam varian makanan, sosialisasi gemar menanam dan praktik menanam hidroponik, dan yang terbaru adalah pembuatan pupuk kompos dan pembuatan ecobreak bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan PT Pertamina. 

7. Bagaimana target atau mission anda ketika lolos menjadi dosen di polinela?

Baik terimakasih. Mission job saya ketika lolos menjadi dosen tentunya berkaitan dengan Tridarma. 

1) untuk pengajaran, saya akan lebih mengeksplore metode pembelajaran berbasis project. menurut saya metode PBL sangat relevan untuk dipakai oleh manusia dewasa seperti mahasiswa. Dengan PBL mahasiswa diberikan ruang dan kebebasan untuk mengeksplore kemampuan dirinya sendiri. Sementara dosen menjadi fasilitator. Saya juga berencana untuk menerbitkan buku ajar yang sudah saya buat, sehingga dapat digunakan oleh mahasiswa untuk belajar.

2) untuk penelitian, sejauh ini alhamdulillah saya dapat melaksanakannya secara rutin di setiap semester. Penelitian yang sudah saya lakukan, sebagian besar membahas tentang kelayakan suatu usaha (entrepreneur) dan tentang produksi pangan khususnya padi. Target saya adalah dapat secara rutin melakukan publikasi pada jurnal bersinta atau terakreditasi, dan juga ingin mendapatkan hibah penelitian sehingga bisa mengembangkan atau mengambil topik penelitian yang lebih berbobot terutama kaitannya dengan teknologi di sektor pertanian. 

3) untuk pengabdian, saya akan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder seperti pemerintah, organisasi, petani, masyarakat dan elemen lainnya untuk menciptakan suatu kegiatan yang bermanfaat. saya juga berharap bisa mendapatkan dana hibah eksternal seperti PDP. Sejauh ini, dari tiga dharma, passion saya atau kecenderungan minat saya lebih besar kepada kegiatan PKM. Menurut saya, sebagai pendidik profesional, ilmu yang kita miliki dapat lebih besar manfaatnya dirasakan tidak hanya oleh mahasiswa tetapi juga masyarakat luas. 

Adapun untuk upgrade bidang keilmuan, saya berencana untuk melanjutkan pendidikan S3. Pendidikan S3 ingin saya tempuh setidaknya setelah 2 sampai 3 tahun mengabdi menjadi ASN di kampus baru. Kampus yang ingin saya tuju adalah kampus di IPB atau UGM. Adapun tema disertasi yang ingin saya ambil berjudul, "Konsep Kelembagaan dan Hilirisasi Produk Pertanian di Provinsi Lampung". 

Sebetulnya untuk pemerintah provinsi lampung, sudah menyadari pentingnya hilirisasi produk pertanian diantaranya dengan mengeluarkan program e-KTB yang bertujuan untuk mengintegrasikan semua kepentingan pertanian sehingga meningkatkan kesejahteraan petani. Akan tetapi, pada realisasinya saya check pada menu e-pemasaran program e-KTB ini tidak ada produk yang ditawarkan. Hal ini menunjukkan bahwa ada banyak bentuk atau masalah pada sub sistem hilir sehingga perlu dicari strategi yang pas. 

Polinela sendiri bulan desember ini menjuarai ajang e-KPB melalui ajang film pendek dan film dokumenter oleh mahasiswa polinela. Melalui ajang ini sebetulnya kita bisa menampilkan atau menceritakan problem petani pada kondisi real terutama di sub sistem hilir, sehingga bisa kita cari solusinya bersama-sama. 

8. Anda kan sudah bekerja sebagai dosen tetap di kampus anda saat ini kurang lebih 4 tahun. Bagaimana seandainya anda lolos menjadi ASN tetapi tidak disetujui oleh pimpinan anda di kampus anda saat ini?

Baik pak, terimakasih. Saya tidak menampikkan bahwa pekerjaan saya di kampus yang sekarang telah membentuk pribadi saya lebih baik terutama dalam menjalani profesi dosen. Itu adalah anugrah dan amanat yang saya terima dan jalankan. Saya merasa jika saya mengikuti CPNS kemudian saya lolos dan saya pergi dari kampus saya mengajar saat ini, saya tidak mengkhianati siapapun. Karena memang tidak ada tandatangan kontrak atau kesepakatan tertulis yang terjadi antara saya sebagai pegawai dan kampus sebagai instansi saya bekerja. Tentu ketika pimpinan tidak memperbolehkan, pasti ada alasan logisnya. Dan saya akan mengajak beliau untuk berdiskusi, mencari solusi bersama-sama jika itu soal jumlah minimum dosen prodi yang berkurang dan secara bijak meminta kesediaannya untuk memberikan surat lolos butuh. Adapun jika beliau menolak, saya akan mengikuti prosedur yang ada, diantaranya adalah meminta bantuan dari LLDIKTI 2 untuk membantu menguruskannya seperti cerita teman2 saya yang pernah mengalami hal serupa. Pada intinya, saya tidak merugikan pihak manapun. Selama ini saya menjalankan kewajiban saya dengan baik, bahkan ijazah saya lah yang menjadi pondasi untuk berdirinya program studi agribisnis di kampus saya mengajar saat ini.

PKM DOSEN : MENANAM HIDROPONIK BERSAMA MURID SD N 3 METRO PUSAT

Siapa yang menyangka jika antusiasme kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di SD N 3 Kota Metro Pusat mendapat respon yang sangat baik dari para siswa dan guru-guru. Ya, pada Semester Ganjil TA 2023-2024 kami dari Fakultas Pertanian Perikanan dan Peternakan Universitas Nahdlatul Ulama Lampung melaksnakan PKM di SD N 3 Kota Metro Pusat. Tim dosen FP3 terdiri dari 4 program studi yaitu Agribisnis, Peternakan, THP dan PSDP. Kegiatan terdiri dari 4 tema yang dilaksanakan untuk melibatkan 4 kelas di sekolah tersebut. Tujuan dari kegiatan PKM diantaranya adalah untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan mempraktikkan kegiatan PKM sesuai dengan tema yang diangkat oleh masing-masing prodi.



Saya sendiri masuk ke tim Prodi Agribisnis yang mengusung tema "Optimalisasi Lahan Pekarangan Sekolah sebagai Kebun Gizi dalam Upaya Peningkatan Konsumsi Sayur bagi Siswa SD Negeri 3 Metro Pusat". Kegiatan yang kami selenggarakan berupa praktik menanam sayuran secara hidroponik dengan metode sumbu. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak anak-anak gemar menanam dan mengajarkan kepada anak-anak teknik menanam menggunakan media tanam selain air tanpa harus berkotor-kotor dengan tanah. Antusiasme dari para siswa sangat tinggi karena baru pertama kalinya bagi mereka melakukan aktivitas menanam hidroponik ini. 

Anak-anak diminta membawa botol air mineral ukuran 1500 ml sebanyak dua buah untuk tempat menanam, sebagai pengganti pot. Sementara tim kami menyediakan benih, bibit, vitamin AB mix, gunting, cutter, soldier, palu, paku, kain flanel, rockwool/busa, ember, dan air. Tahapan yang dilakukan pada saat mendemokan kegiatan menanam ini adalah:

1. Botol air mineral di potong menjadi dua bagian sama besar



2. Tutup botol dilubangi dengan menggunakan soldier


3. Potong kain flanel ukuran panjang 20 cm lebar 1 cm



4. Masukkan kain flanel yang sudah dipotong ke dalam tutup botol

5. Letakkan secara terbalik bagian atas botol ke dalam bagian bawah botol

6. Berikan air yang sudah dicampur dengan vitamin AB mix 


7. Letakkan rockwool yang sudah dipotong persegi kecil dan direndam air di bagian atas botol



8. Gantungkan botol yang sudah diisi bibit di tembok sekolah



Kegiatan PKM yang kami laksanakan adalah salah satu kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kami laksanakan. Kami berharap melalui kegiatan ini ada manfaat yang bisa diambil oleh siswa, guru, sekolah dan untuk tim kami sendiri. Selain itu, kerjasama antara kami dengan pihak sekolah adalah dalam rangka menunaikan kurikulum merdeka belajar, dimana anak-anak tidak hanya diajarkan di ruang kelas tetapi juga diluar kelas. Belajar sambil bermain, belajar sambil mengerjakan project sangat efektif diterapkan kepada anak-anak tingkat sekolah dasar. Semoga kami dari Prodi Agribisnis ke depannya bisa lebih luas memberikan manfaat dan menstransfer ilmu pengetahuan kepada berbagai elemen masyarakat.







Ternyata Menjadi Dosen Tidak Sesepi Itu!!

Foto bersama dosen FP3 Kurang lebih sudah delapan tahun saya menyandang title sebagai dosen. Kalau dipikir-pikir, delapan tahun itu bukan wa...