Hallo mahasiswa, bagi kalian yang sudah masuk semester 7 pasti sudah diminta untuk mengajukan judul skripsi bukan? Bagaimana pengalaman kamu dalam mengajukan judul skripsi ini? Adakah judul yang pernah ditolak baik oleh fakultas atau dosen pembimbing sehingga kamu harus ganti judul berulang kali?
![]() |
| Membimbing mahasiswa agribisnis yang sedang skripsi |
Sebagai dosen, saya mengajar mata kuliah metodologi penelitian. Biasanya, saya akan meminta mahasiswa untuk menuliskan judul skripsi dalam waktu lima menit? Dan apa jawabannya? Sebagian besar mahasiswa tidak menemukan atau menuliskan judul skripsi tersebut. Jangankan lima menit, bahkan dalam satu semester pun bisa jadi mahasiswa belum mampu menemukan judul skripsi. Fakta ini terjadi pada mahasiswa-mahasiswa saya. Oleh karenanya, yang seharusnya di semester 7 mahasiswa sudah bisa mengajukan judul, ternyata kebanyakan mahasiswa baru mengajukan judul di semester 8.
Tidak mudah mencari judul skripsi. Jikalau mahasiswa mengajukan judul skripsi, belum tentu dia paham dengan apa yang dia tulis. Kebanyakan mahasiswa hanya searching 'judul skripsi agribisnis' di mesin pencarian elektronik, lalu mereka ajukan kepada saya. Pertanyaan pertama yang selalu keluar dari saya ketika mahasiswa mengajukan judul skripsi adalah "Mengapa kamu mengambil topik penelitian ini?". Pertanyaan yang singkat ini, seringkali tidak bisa dijawab oleh mahasiswa. Kalau tidak tersenyum, bergeming, diam ya mahasiswa akan bilang saya tidak tahu bu. Lucu sebenarnya, tapi itulah cerita membimbing mahasiswa yang akan mulai skripsi. Nah, di bawah ini ada beberapa tips memilih judul skripsi. Untuk kamu mahasiswa yang mau skripsi-an, disimak ya informasi di bawah ini.
1. Temukan persoalan atau permasalah yang paling substansi terlebih dahulu
Ya, penelitian itu tidak berangkat dari judul. Hal ini selalu saya tekankan kepada mahasiswa yang akan mengajukan skripsi. Penelitian berangkat dari adanya masalah, yaitu gap atau jarak antara realitas dengan harapan yang diinginkan. Jika petani berharap usahataninya menghasilkan output yang optimum, namun kenyataannya justru gagal panen, maka disini tersirat adanya persoalan atau masalah. Contoh lain, jika komoditas perkebunan banyak dicari oleh pasar internasional tetapi harga domestik justru anjlok bahkan curam, maka disini ada persoalan. Oleh karena itu, temukan terlebih dahulu masalah yang ada dalam suatu fenomena atau realitas di lapangan. Masalah yang muncul inilah yang menarik untuk diteliti, sehingga akan menjawab pertanyaan "mengapa itu terjadi?"
2. Banyaklah membaca realitas di lapangan dan menyadarinya
Banyak mahasiswa agribisnis yang sama sekali tidak mengetahui persoalan-persoalan agribisnis dari hulu sampai ke hilir. Mahasiswa tidak tahu kalau petani seringkali dihadapi oleh persoalan harga produk yang dinamis, faktor alam yang tidak menentu, manajamen yang kurang baik, kebijakan yang mendistorsi pasar, kelembagaan yang tidak mantap dan hal-hal lainnya yang mempengaruhi keberhasilan dari usahatani. Mahasiswa seolah skeptis terhadap fakta-fakta di lapangan. Lebih tertarik dengan bacaan fiksi, nonton drakor atau main di kafe. Tidak masalah hal-hal yang bersifat hiburan tersebut dilakukan, asalkan mahasiswa juga membuka pikiran dan peka dengan keadaan di sekitarnya. Dengan mengetahui banyaknya kasus-kasus pertanian, mahasiswa akan mudah menemukan permasalahan khususnya sektor pertanian. Dan hal ini bisa diajukan sebagai judul skripsi. Biasanya kalau saya, banyak membuka berita-berita pertanian terkini. Apa yang menjadi isu terbaru dan terhangat, sehingga topik penelitian yang saya ambil tidak ketinggalan zaman.
3. Memahami dan mengulang mata kuliah keprodian yang pernah didapatkan
Dengan membaca dan memahami mata kuliah yang pernah diajarkan, khususnya mata kuliah keprodian, kita akan tahu tema-tema apa yang berada di ruang lingkup bidang keilmuan kita. Karena, banyak sekali mahasiswa yang mengajukan judul skripsi di luar cabang ilmunya. Asal ada kata pertanian atau komoditas pertanian, diajukan sebagai judul skripsi. Padahal analisis dan metode penelitiannya tidak sesuai dengan bidang keilmuannya. Misalnya mahasiswa agribisnis ingin mengetahui faktor-faktor pertumbuhan tanaman dengan menggunakan uji coba pupuk organik yang dosisnya dibedakan. Ini tentu tidak sesuai. Memahami mata kuliah keprodian akan memudahkan kita juga dalam menentukan landasan teori dan variabel yang akan kita teliti. Karena bagaimanapun skripsi selalu membutuhkan teori sebagai pondasi awal.
4. Membaca artikel dan buku referensi
Hal terakhir yang tidak boleh ditinggalkan adalah perlunya seorang mahasiswa banyak membaca artikel, buku ajar, berita, dll. Dengan banyak membaca kita akan memperoleh masukan tentang persoalan-persoalan yang tengah dihadapi di dunia agribisnis atau sektor pertanian secara umum. Kita juga bisa menemukan berbagai inovasi teknologi yang itu bermanfaat bagi kita untuk menemukan judul skripsi. Mengambil judul skripsi yang mengadopsi teknologi baru bisa menjadi kebaharuan dalam penelitian kita.
Nah, itulah tadi 4 tips menemukan judul skripsi. Ingat, skripsi tidak berangkat dari judul. Temukan dulu permasalahanya maka akan lebih mudah untuk menemukan judul skripsinya. Semoga kalian yang akan mengajukan judul skripsi dan yang sedang menjalani skripsi diberikan kemudahan dan kelancaran ya ^,^

No comments:
Post a Comment