5 Cara Menghitung Biaya Penyusutan dan Contoh Jurnalnya

Dalam analisis pendapatan atau analisis kelayakan investasi, kita harus menghitung biaya input baik input tetap maupun input variabel. Input tetap adalah input yang digunakan dalam kegiatan usaha produksi dan tidak habis digunakan dalam satu kali pemakaian. Contoh penggunaan input tetap dalam usahatani adalah biaya peralatan yang digunakan dalam usahatani. Peralatan yang digunakan setiap waktu, nilai ekonomisnya akan semakin menyusut. Penyusutan peralatan ini disebut sebagai biaya penyusutan yang bisa dihitung dengan berbagai metode.

Secara umum, metode perhitungan biaya penyusutan dibagi menjadi dua yaitu metode rata-rata dan metode menurun. Metode rata-rata terdiri dari metode garis lurus (straight line method) dan metode unit aktivitas (unit of activity method). Adapun metode menurun terdiri dari metode jumlah angka tahun, metode saldo menurun, dan metode saldo menurun ganda. 

1. Metode garis lurus (straight line method)

Perhitungan biaya penyusutan aset tetap menggunakan metode garis lurus adalah cara menghitung biaya penyusutan suatu aset yang memiliki karakteristik nilai beban penyusutan sama setiap tahunnya. Nilai penyusutan tersebut tidak akan berubah sampai usia ekonomi aset yang bersangkutan habis. Jika digambarkan dalam bentuk grafik, metode ini akan membentuk garis lurus. Rumus perhitungan biaya penyusutan dengan metode ini adalah sebagai berikut:


Berdasarkan rumus di atas, unsur-unsur dalam rumus dapat dijelaskan sebagai berikut. Harga perolehan merupakan sejumlah uang yang dikeluarkan untuk mendapatkan aktiva tetap sampai aset tersebut siap digunakan. Unsur harga ini penting diketahui untuk dasar perhitungan seberapa besar depresiasi yang harus dialokasikan. Harga perolehan bisa juga disebut harga input tetap. Misalnya petani membeli mesin traktor sebesar 15 juta rupiah. Nilai sisa atau salvage value adalah taksiran nilai atau harga dari input tetap jika sudah digunakan sampai habis umur ekonomisnya. Misalnya, traktor yang dibeli seharga 15 juta rupiah, jika sudah 25 tahun mungkin sudah tidak bisa optimum lagi kemampuannya, dan jika dijual harganya mungkin akan menyusut atau tersisa menjadi 5 juta rupah. Maka nilai 5 juta rupiah itu disebut sebagai nilai sisa. Usia ekonomis menunjukkan masa kebermanfaatan dari input tetap. Misalnya. kebermanfaatan dari mesin traktor hanya 25 tahun, maka 25 tahun disebut usia ekonomis.

Penggunaan metode garis lurus ini banyak diadopsi oleh perusahaan karena kepraktisannya dalam perhitungannya. Kelebihan lainnya dari metode ini adalah metode ini memiliki besaran beban penyusutan yang sama setiap tahunnya karena tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya output. Karena beban biaya dianggap konstan untuk semua aset, maka ini menjadi kekurangan dari metode ini. Misalnya, biaya perawatan suatu mesin traktor sejak pemakaian di tahun pertama dan 10 tahun kemudian, tentu akan berbeda. Namun pada metode ini dianggap sama. Oleh karenanya, beban penyusutan yang diakui cenderung tidak mencerminkan usaha yang digunakan dalam menghasilkan pendapatan. Pada metode garis lurus, banyak asumsi yang digunakan seperti taksiran nilai residu/sisa dan umur ekonomis dari suatu aset. Jika taksiran ini salah atau tidak tepat maka bisa menimbulkan kerugian bagi pemilik usaha. 

Melihat kekurangan dan kelebihan dari metode garis lurus, menurut saya, metode ini lebih tepat jika digunakan untuk menghitung biaya penyusutan suatu aset tetap pada usaha yang tidak menggunakan mesin atau aset dengan harga mahal. Misalnya, pada usaha UMKM rumahan, jika peralatan yang digunakan hanya peralatan sederhana seperti peralatan dapur, maka metode garis lurus bisa digunakan. Hal ini karena peralatan yang dibeli tidak mahal, yang artinya biaya perawatannya tidak terlalu besar sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap nilai pendapatan yang nantinya diperoleh.

2. Metode penyusutan unit produksi


3. Metode saldo menurun ganda

Metode ini menghasilkan suatu beban penyusutan periodik yang menurun selama estimasi umur ekonomis aset.

4. Metode
jumlah penyusutan digit tahun

5. 

2 Tips Menentukan Alat Analisis Data Penelitian

Salah satu unsur yang harus ada di dalam proposal penelitian adalah penggunaan analisis data. Data yang didapatkan dari lapang, harus dianalisis agar kita mengetahui hasil atau kesimpulannya. Hanya saja, setiap penelitian tentu akan berbeda alat analisis datanya, tergantung dari topik dan jenis data yang digunakan. Banyak mahasiswa ketika mengulas bab 3 tidak tahu alat analisis apa yang akan digunakan, sehingga tidak ditampilkan sub bab analisis data. Ada juga mahasiswa yang menuliskan jenis analisis datanya, tetapi ketika ditanya mengapa menggunakan alat analisis tersebut? Mahasiswa juga tidak tahu jawabannya.

Pengalaman saya sebagai mahasiswa dahulu, memang ketika membahas alat analisis data, mahasiswa akan belajar secara otodidak lebih mendalam. Hal ini karena di perkuliahan tidak semua jenis analisis data diajarkan dan dipraktikkan. Pada saat skripsi, masing-masing mahasiswa mengambil penelitian yang berbeda, sangat variatif sekali nanti analisis data yang digunakan. Karena itu, mata kuliah statistik harus dikuasai untuk membantu mahasiswa dalam menentukan analisis data yang digunakan. Tidak hanya statistik dasar, akan tetapi juga statistik lanjutan seperti statistik sosial ekonomi pertanian dan ekonometrika. 

Selain mahasiswa, dosen pun ikut belajar juga. Karena dosen juga belum tentu pernah menggunakan alat analisis data yang sama pada penelitian dosen. Dosen pun juga tidak semuanya menguasai mata kuliah statistik. Oleh karena itu jika sudah masuk pada sub bab analisis data, dan saya sebagai dosen belum pernah menggunakannya, maka saya juga ikut pusing dalam menentukan analisis data yang akan digunakan. hiks .. hiks.. hiks...

Tetapi begitulah, sejatinya skripsi tidak hanya kerjaan mahasiswa tetapi juga kerjaan dosen karena juga harus ikut berpikir. Apalagi jika mahasiswanya tidak progress dalam belajar secara mandiri (malas membaca dan mencari tahu) bahkan justru malah menghilang dan tidak komitmen untuk bimbingan. Nah, berikut ini ada tips dari saya sebagai dosen untuk memudahkan dalam menentukan jenis analisis data yang digunakan.

1. Tentukan jenis penelitiannya

Dengan mengetahui jenis penelitian, apakah menggunakan kualitatif atau kuantitatif  menurut saya ini sangat membantu untuk menentukan analisis data yang digunakan. Untuk penelitian kuantitatif, apakah penelitian akan diuji secara statistik atau tidak. Jika tidak, maka biasanya sudah jelas teori yang digunakan sehingga kita mudah dalam menentukan analisis datanya. Sebagai contoh, mahasiswa mengambil judul analisis pendapatan usahatani padi. Penelitian ini sifatnya kuantitatif. Karena hanya ingin mengetahui besaran pendapatan dari usahatani, maka tidak perlu uji statistik. Cukup gunakan teori yang mendasarinya yaitu teori usahatani dan teori pendapatan. Menggunakan rumus keduanya sudah mampu menajwab alat analisis data yang akan digunakan, yaitu dengan menggunakan rumus pendapatan usahatani. 

Apabila penelitian kualitatif, maka lihat apakah akan menggunakan uji statistik atau tidak. Misalnya, mahasiswa ingin mengetahui strategi pengembangan usaha gula merah tingkat industri rumah tangga dan analisisnya menggunakan SWOT. Karena tidak menggunakan uji statistik, ya cukup gunakan teori yang mendasarinya, yaitu analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat). 

2. Lihat jenis data yang digunakan pada variabel yang diteliti

Jika pada point 1 di atas adalah contoh penelitian yang tidak menggunakan uji statistik, maka jika penelitian menggunakan uji statistik lihatlah data pada variabel yang diambil. Data itu secara sifatnya paling tidak ada 4 kategori, yaitu data nominal, ordinal, interval dan rasio. Dengan mengetahui jenis data ini pada penelitian kita, ini sangat membantu untuk menentukan alat analisis data apa yang akan digunakan. Hal ini karena setiap jenis data, alat analisisnya akan berbeda, begitu juga persyaratan asumsi yang harus dipenuhi.

Secara garis besar, statistik itu terdiri dari statistik parametrik dan non-parametrik. Statistik non parametrik biasanya digunakan untuk menganalisis penelitian yang bersifat kualitatif. Data yang digunakan biasanya nominal dan ordinal. Adapun statistik parametrik biasanya digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio. 

Sebagai contoh, mahasiswa ingin mengetahui bagaimana pengaruh adopsi teknologi terhadap peningkatan produktivitas jagung. Dalam hal ini adopsi teknologi berperan sebagai variabel x (independen) dan produktivitas jagung sebagai variabel y (dependen). Jika data adopsi dibuat berkategori misalnya antara "iya" dan "tidak" maka jenis datanya adalah nominal. Kemudian, produktivitas jagung adalah data rasio. Jika data produktivitas akan dibuat interval, maka nanti akan ada kelas-kelas pada data tersebut. Jika variabel x adalah data nominal, dan variabel y adalah data interval, maka alat analisis datanya menggunakan independen t-test. 

Hal yang berbeda, jika data yang dianalisis antara variabel dependen dan independennya sama-sama nominal, ordinal, rasio atau interval. Dengan mengetahui jenis data pada setiap variabel ini akan sangat membantu kita dalam menentukan alat analisis yang digunakan. Terutama jika metode penelitian kita adalah kualitatif dan statistikanya non parametrik. Semoga ulasaan ini bisa membantu temen-temen dalam menggunakan alat analisis data terutama jika menggunakan uji statistik.

4 Tips Menemukan Judul Skripsi

Hallo mahasiswa, bagi kalian yang sudah masuk semester 7 pasti sudah diminta untuk mengajukan judul skripsi bukan? Bagaimana pengalaman kamu dalam mengajukan judul skripsi ini? Adakah judul yang pernah ditolak baik oleh fakultas atau dosen pembimbing sehingga kamu harus ganti judul berulang kali? 


Membimbing mahasiswa agribisnis yang sedang skripsi

Sebagai dosen, saya mengajar mata kuliah metodologi penelitian. Biasanya, saya akan meminta mahasiswa untuk menuliskan judul skripsi dalam waktu lima menit? Dan apa jawabannya? Sebagian besar mahasiswa tidak menemukan atau menuliskan judul skripsi tersebut. Jangankan lima menit, bahkan dalam satu semester pun bisa jadi mahasiswa belum mampu menemukan judul skripsi. Fakta ini terjadi pada mahasiswa-mahasiswa saya. Oleh karenanya, yang seharusnya di semester 7 mahasiswa sudah bisa mengajukan judul, ternyata kebanyakan mahasiswa baru mengajukan judul di semester 8.

Tidak mudah mencari judul skripsi. Jikalau mahasiswa mengajukan judul skripsi, belum tentu dia paham dengan apa yang dia tulis. Kebanyakan mahasiswa hanya searching 'judul skripsi agribisnis' di mesin pencarian elektronik, lalu mereka ajukan kepada saya. Pertanyaan pertama yang selalu keluar dari saya ketika mahasiswa mengajukan judul skripsi adalah "Mengapa kamu mengambil topik penelitian ini?". Pertanyaan yang singkat ini, seringkali tidak bisa dijawab oleh mahasiswa. Kalau tidak tersenyum, bergeming, diam ya mahasiswa akan bilang saya tidak tahu bu. Lucu sebenarnya, tapi itulah cerita membimbing mahasiswa yang akan mulai skripsi. Nah, di bawah ini ada beberapa tips memilih judul skripsi. Untuk kamu mahasiswa yang mau skripsi-an, disimak ya informasi di bawah ini.

1. Temukan persoalan atau permasalah yang paling substansi terlebih dahulu

Ya, penelitian itu tidak berangkat dari judul. Hal ini selalu saya tekankan kepada mahasiswa yang akan mengajukan skripsi. Penelitian berangkat dari adanya masalah, yaitu gap atau jarak antara realitas dengan harapan yang diinginkan. Jika petani berharap usahataninya menghasilkan output yang optimum, namun kenyataannya justru gagal panen, maka disini tersirat adanya persoalan atau masalah. Contoh lain, jika komoditas perkebunan banyak dicari oleh pasar internasional tetapi harga domestik justru anjlok bahkan curam, maka disini ada persoalan. Oleh karena itu, temukan terlebih dahulu masalah yang ada dalam suatu fenomena atau realitas di lapangan. Masalah yang muncul inilah yang menarik untuk diteliti, sehingga akan menjawab pertanyaan "mengapa itu terjadi?"

2. Banyaklah membaca realitas di lapangan dan menyadarinya

Banyak mahasiswa agribisnis yang sama sekali tidak mengetahui persoalan-persoalan agribisnis dari hulu sampai ke hilir. Mahasiswa tidak tahu kalau petani seringkali dihadapi oleh persoalan harga produk yang dinamis, faktor alam yang tidak menentu, manajamen yang kurang baik, kebijakan yang mendistorsi pasar, kelembagaan yang tidak mantap dan hal-hal lainnya yang mempengaruhi keberhasilan dari usahatani. Mahasiswa seolah skeptis terhadap fakta-fakta di lapangan. Lebih tertarik dengan bacaan fiksi, nonton drakor atau main di kafe. Tidak masalah hal-hal yang bersifat hiburan tersebut dilakukan, asalkan mahasiswa juga membuka pikiran dan peka dengan keadaan di sekitarnya. Dengan mengetahui banyaknya kasus-kasus pertanian, mahasiswa akan mudah menemukan permasalahan khususnya sektor pertanian. Dan hal ini bisa diajukan sebagai judul skripsi. Biasanya kalau saya, banyak membuka berita-berita pertanian terkini. Apa yang menjadi isu terbaru dan terhangat, sehingga topik penelitian yang saya ambil tidak ketinggalan zaman.

3. Memahami dan mengulang mata kuliah keprodian yang pernah didapatkan

Dengan membaca dan memahami mata kuliah yang pernah diajarkan, khususnya mata kuliah keprodian, kita akan tahu tema-tema apa yang berada di ruang lingkup bidang keilmuan kita. Karena, banyak sekali mahasiswa yang mengajukan judul skripsi di luar cabang ilmunya. Asal ada kata pertanian atau komoditas pertanian, diajukan sebagai judul skripsi. Padahal analisis dan metode penelitiannya tidak sesuai dengan bidang keilmuannya. Misalnya mahasiswa agribisnis ingin mengetahui faktor-faktor pertumbuhan tanaman dengan menggunakan uji coba pupuk organik yang dosisnya dibedakan. Ini tentu tidak sesuai. Memahami mata kuliah keprodian akan memudahkan kita juga dalam menentukan landasan teori dan variabel yang akan kita teliti. Karena bagaimanapun skripsi selalu membutuhkan teori sebagai pondasi awal.

4. Membaca artikel dan buku referensi

Hal terakhir yang tidak boleh ditinggalkan adalah perlunya seorang mahasiswa banyak membaca artikel, buku ajar, berita, dll. Dengan banyak membaca kita akan memperoleh masukan tentang persoalan-persoalan yang tengah dihadapi di dunia agribisnis atau sektor pertanian secara umum. Kita juga bisa menemukan berbagai inovasi teknologi yang itu bermanfaat bagi kita untuk menemukan judul skripsi. Mengambil judul skripsi yang mengadopsi teknologi baru bisa menjadi kebaharuan dalam penelitian kita. 

Nah, itulah tadi 4 tips menemukan judul skripsi. Ingat, skripsi tidak berangkat dari judul. Temukan dulu permasalahanya maka akan lebih mudah untuk menemukan judul skripsinya. Semoga kalian yang akan mengajukan judul skripsi dan yang sedang menjalani skripsi diberikan kemudahan dan kelancaran ya ^,^


Membangun Kebersamaan Dalam Ruang Kerja

Hallo, salah satu kebutuhan dasar manusia adalah adanya ruang yang nyaman dan apresiasi dalam hidup manusia. Menjadi pekerja adalah sunnatullah yang tidak bisa lepas dari seorang manusia. Siapapun ia, bekerja adalah aktivitas yang harus dilakukan demi untuk mendapatkan pundi-pundi untuk menyambung kehidupan. Bekerja adalah aktivitas harian, rutinitas yang akan selalu kita lalui hampir di setiap harinya. Oleh karenanya, banyak orang yang resign dari suatu pekerjaan karena tidak nyaman lagi baginya untuk ada di tempat itu. Tidak sedikit orang yang beralih profesi karena rasa yang tidak nyaman lagi di profesi yang lama. Ketidaknyamanan disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya adalah ruang pertemanan. 

Sama hal nya dengan seorang dosen. Salah satu kenyamanan di tempat bekerja adalah interaksi dan komunikasi yang baik antar sesama dosen. Teman-teman dosen adalah partner kita untuk menyelesaikan tugas-tugas tri dharma yang sangat banyak. Sulit rasanya bagi seorang dosen untuk bekerja sendiri tanpa bantuan dari rekan-rekan seprofesi yang ada di instansi mengajar. Oleh karena itu, merawat pertemenan sesungguhnya adalah menciptakan ruang yang nyaman untuk kita bisa tumbuh dan berkembang dalam profesi yang kita geluti.

Foto Pagi Hari Sebelum Mulai Mengajar

Hal yang paling menyenangkan bagi saya selama mengajar dan menjadi dosen di UNU Lampung adalah rasa kekeluargaan dan pertemanan yang terbangun dengan baik. Khususnya di Fakultas Pertanian Perikanan dan Peternakan UNU Lampung. Rasa kekeluargaan ini kami tunjukkan dengan komunikasi dan interaksi yang tidak kaku dan tidak terlalu formal. Barangkali karena usia kami yang masih sebaya. Selain itu, mengadakan acara-acara syukuran kecil-kecilan sering dilakukan untuk membangun kebersamaan.

Acara Syukuran Bu Suci Hardina karena mendapatkan beasiswa S3 dari BAZNAS

Hal-hal kecil lainnya adalah ketika saling membawa dan berbagi cemilan. Makan bersama dan mengadakan kegiatan di luar pengajaran bersama-sama. Saling berkunjung ketika ada salah satu dosen yang memiliki hajat atau ditimpa musibah adalah cara kami membangun kebersamaan. Kami juga saling bercerita tentang berbagai pengalaman kehidupan dan sesekali keluhan-keluhan di rumah tangga. hehehehe...


Takziyah di rumah orangtua Pak Rohmatul Anwar karena Ayahanda Meninggal Dunia

Kami juga saling support ketika ada satu capaian yang ingin kami kejar seperti saat penyusunan berkas-berkas untuk setifikasi dosen. Kami saling memotivasi para dosen yang akan mengajukan serdos, mengerjakan bersama-sama di kampus untuk kelancaran penyusunan serdos. Masih banyak lagi yang sudah kami lakukan untuk saling membangun ruang kebersamaan ini. Saya berharap ke depannya komunikasi dan interaksi diantara kami semakin lebih baik agar kami juga semakin nyaman berada di tempat bekerja saat ini.


OPINI! Penerapan Pertanian Modern di Indonesia

 


sumber : https://www.detik.com/jabar/berita/d-7329222/mentan-ingin-bangun-klaster-pertanian-modern/2

Hallo, di ruang ini kita akan membahas artikel pada gambar di atas (link di bawah gambar). Menteri Pertanian Amran Sulaiman berencana akan membangun klaster pertanian modern yang nantinya SDM yang digunakan adalah generasi millenial. Menurutnya, pertanian modern akan menghemat anggaran hingga triliunan. Nah, apa sebenarnya pertanian modern dan bagaimana pertanian modern itu? Simak yuk, penjelasan di bawah ini.

Pertanian modern adalah pertanian yang bertujuan untuk membantu petani dalam meningkatkan efisiensi dan mengurangi jumlah sumberdaya alam seperti air, tanah, dan energi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pangan, bahan bakar, dan serat. Perwujudan dari pertanian modern adalah aktivitas agribisnis, pertanian intensif, pertanian organik dan pertanian berkelanjutan. 

Penerapan pertanian modern diharapkan mampu meningkatkan pasokan pangan, menjamin keamanan pangan, meningkatkan keberlanjutan dan menghasilkan lebih banyak biofuel. Namun, pertanian modern yang tidak terjaga dapat menimbulkan efek negatif terutama terhadap lingkungan. Hal ini karena secara teori pertanian modern menginginkan output yang tinggi dengan menggunakan input yang tinggi pula termasuk pestisida dan pupuk kimia. 

Ada banyak contoh penerapan pertanian modern terutama dalam penggunaan teknologi, diantaranya:

1. Sensor tanah dan tanaman

Saat ini banyak peralatan pertanian yang dilengkapi dengan sensor cerdas yang dapat membaca segala sesuatu yang berhubungan dengan tanaman. Contoh teknologi sensor digunakan untuk membaca kesehatan tanaman, tingkat kandungan nitrogen esensial di dalam air. Teknologi sensor bisa digunakan untuk mengukur konduktivitas listrik tanah, lantas dasar, kandungan bahan organik, bahkan karakteristik tanah seperti pH. Dengan menggunakan sensor, petani dapat memeriksa tanamannya dari jarak jauh berdasarkan kondisi lapangan secara real-time.

2. Tanaman yang terhubung dengan Wi-Fi

Penerapan sistem Wifi pada tanaman memiliki mekanisme sebagai berikut: areal pertanian (peternakan) dipasang wifi dan sensor yang dapat merekam dan mengirimkan instruksi ke sistem irigasi otomatis pertanian. Di lain kasus, bisa menambahkan dosis pupuk yang tepat sesuai dengan kebutuhan, sebelum jumlah air yang tepat disebarkan melalui pipa tetes, kemudian pupuk dan air nanti dapat mengalir secara bersamaan ke tanaman. Adanya teknologi ini dapat memaksimalkan efisiensi, mendistribusikan jumlah air yang tepat secara berkala, serta mencegah pemborosan input dan juga biaya. Adapun petani dapat mengakses aktivitas pemantauannya ini melalui gadget atau ponsel pintar.

3. Teknologi bus

Teknologi BUS (Sistem Unit Biner) adalah serangkaian kawat yang membentuk kabel besar yang dihubungkan antara monitor (terminal vitual) dengan implementator. Teknologi yang diaktifkan disebut ISOBUS, sebuah protool komunikasi berdasarkan standar elektronik pertanian ISO 11783 dan Teknologi Controller Area Network atau Cannabis.

4. Robot petani

Salah satu teknologi modern di dunia pertanian adalah penggunaan teknologi drone. Saat ini, sektor pertanian bisa memanfaatkan drone yang bisa digunakan dalam membantu pemupukan dan penyemprotan tanaman di lahan sawah. Teknologi drone dapat menghemat waktu dan biaya tenaga kerja. Teknologi ini dilengkapi dengan GPS yang tepat sehingga mereka dapat dengan mudah menavigasi ruang sempit diantara barisan tanaman. Teknologi drone dapat membantu petani dalam memilih strobery yang matang, selada yang bagus, memotong anggur dan lain-lain.

5. Manajemen panjang gelombang

Pertanian rumahan di perkotaan dan pertanian vertikal saat ini sedang marak dan populer di masyarakat. Penerapannya diantaranya dengan menciptakan panjang gelombang sinar matahari ideal yang disesuaikan dengan pertumbuhan dalam ruangan yang terkompresi. Hal ini memberikan petani kesempatan untuk bercocok tanam sepanjang tahun. 

Mungkin masih banyak lagi jenis teknologi yang diadopsi dalam dunia pertanian modern. Namun demikian, pertanian modern menurut saya juga memiliki kelemahan. Apa saja?

1. SDM petani Indonesia

Meskipun teknologi modern untuk pertanian saat ini mulai berkembang, akan tetapi kalau petani Indonesia saat ini berada pada usia di atas 40 tahun saya rasa ini bisa menjadi kendala. Mengapa? Karena untuk mengaplikasikan teknologi perlu SDM yang fresh dan melek teknologi dan informasi. SDM yang paling tepat adalah generasi millenial. Namun masalahnya, banyak pemuda yang tidak tertarik pada dunia pertanian. Oleh karena itu perlu giat atau sosialisasi kepada generasi muda bahwa pertanian adalah sektor yang menjanjikan dan bisa dikomersilkan. Pertanian hanyalah tempat, sedangkan cara mengelolanya generasi millenial bisa menerapkan kemajuan dan perkembangan IPTK. 

2. Kepemilikan lahan pertanian

Rata-rata kepemilikan lahan pertanian (lahan sawah) petani Indonesia hanyalah 0,25 hektar. Kepemilikan yang sempit ini, tidak banyak bisa dikelola dengan teknologi mesin. Penggunaan SDM manusia adalah yang paling tepat. Jika ingin memaksimumkan hasil pada pertanian lahan sempit, maka teknologi yang tepat bukan pada teknologi mesin melainkan intensifikasi seperti penggunaan benih unggul, tumpang sari, serta irigasi yang memadai.

3. Pengangguran

Jika teknologi yang dimaksudkan hanya pada penggunaan mesin-mesin, maka dampak nyatanya adalah makin meningkatnya pengangguran. Penduduk Indonesia yang cukup besar, dengan luas lahan pertanian yang banyk terkonversi menjadi lahan non pertanian, berakibat pada terciptanya pengangguran. Jika teknologi mesin makin marak bahkan sampai di tingkat pedesaan, bagaimana dengan tenaga kerja manusia yang selama ini digunakan oleh para petani Indonesia?

4. Tingginya biaya perawatan

Penggunaan teknologi mesin tentu harus diiringi dengan perawatan yang intensif. Perawatan mesin dan gadget teknologi modern mahal, sehingga petani tidak mampu mengimbanginya. 

Jadi, dari paparan di atas sikap seperti apa yang harus kita ambil? Di satu sisi teknologi memberikan peluang untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Namun, di sisi lain ada dampak yang harus ditanggung. Menurut hemat saya, disinilah peran pemerintah. Pemerintah sebagai pemegang kebijakan, adalah entitas yang paling paham keadaan pertanian secara keseluruhan di Indonesia. Kebijakan-kebijakan yang dibuat harus berdasarkan karakter dan kebutuhan petani baik di pedesaan maupun di perkotaan. Contohnya penerapan drone untuk menyebar pupuk atau menyemprot pestisida akan cocok jika diterapkan di areal lahan yang luas. Misalnya perusahaan perkebunan. Namun bagi petani dengan lahan sempit, penggunaan drone tentu tidak pas. Karena biaya untuk membeli drone-nya saja sudah mahal. Kecuali jika drone ini dikelola oleh gapoktan yang diperoleh sebagai bentuk bantuan subsidi input alsintan dari pemerintah. Drone dimanfaatkan oleh gapoktan untuk menjalankan unit penyewaan input. Anggota gapoktan yang mau menggunakan drone harus membayar uang sewa. Sehingga bisa menjadi pemasukan bagi gapoktan. Nah, demikian opini saya terhadap pertanian modern. Semoga bermanfaat ya ^.^

Dilema Dosen Dalam Mengevaluasi Hasil Belajar Mahasiswa

Sebagai dosen, kadangkala kita mengalami dilema soal pemberian nilai kepada mahasiswa. Apalagi kalau mengajar di kampus swasta. Tidak semua kampus swasta memang "mudah" dalam memberikan penilaian hasil kinerja mahasiswa. Akan tetapi, sudah menjadi rahasia umum, di kampus swasta cenderung mudah untuk mendapatkan nilai lebih baik dibandingkan kampus negeri. Namun demikian, setiap pribadi dosen memiliki prinsip masing-masing. Ada dosen yang mengajar di kampus swasta, tapi pemberian nilai tetap harus melalui prosedur yang seharusnya. Ada dosen yang memang "tidak pelit" dalam memberikan nilai, yang penting rajin berangkat mahasiswanya. 

Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas

Untuk tipe dosen yang pertama, saya rasa saya adalah salah satunya. Saya adalah dosen yang tidak segan memberikan nilai D dan E kepada mahasiswa saya. Kenapa tidak? Karena memang mahasiswa tersebut tidak pernah masuk, nilai tugas tidak ada, hanya datang saat UTS dan PAS, itu pun nilai UTS dan PAS nya tidak bagus. Mungkin karena tidak pernah berangkat kuliah, jadi tidak tahu harus menjawab apa pada lembar jawabnya. Dalam memberikan penilaian-sebagai evaluasi hasil belajar- mahasiswa tentu ada tata caranya. Salah satunya, di awal pembelajaran kita sudah menyepakati persentase pembagian dari setiap poin yang dinilai seperti kehadiran, tugas, UTS dan PAS. Setelah satu semester berlalu, dan hasil belajar mahasiswa kita evaluasi, tentu kita akan mendapatkan data nilai mata kuliah yang kita ampu dari mahasiswa kita. Sedih rasanya, jika rata-rata nilai kelas pun sangat rendah. Seringkali saya merenung, apakah ini kesalahan saya sebagai dosen? Mengapa mahasiswa saya nilainya banyak yang rendah? Apakah cara mengajar saya salah? Apakah saya harus mengganti metode belajar saya? Di sisi lain, bahan ajar sudah saya berikan sebelum pembelajaran diimulai, yakni di elektronik website akademik (smartunulampung). Harusnya, mahasiswa bisa mempelajari atau membaca sebelum kelas dimulai. Saya pun selalu bertanya di dalam kelas, adakah yang tidak jelas
dengan penjelasan saya? Ada yang mau ditanyakan? Tetapi, seringkali tidak ada respon dari mahasiswa. Mahasiswa diam, saya pun menganggap mereka sudah paham dengan penjelasan saya. Walau sebenarnya saya juga ragu, apa benar mereka sudah paham. Setiap minggu, saya juga memberikan tugas mandiri. Harapan saya, dengan tugas mandiri ini mahasiswa bisa belajar di rumah. Membuka catatan di kelas, dan kemudian membaca bahan ajar yang sudah saya berikan. Tapi, jika ternyata nilai akhir dari mata kuliah itu rendah, bahkan rata-rata nilai kelas, lalu bagaimanakah ini? Apakah soalnya terlalu sulit? Padahal soal yang saya berikan sudah saya ukur sesuai dengan kemampuan mahasiswa. Soal yang saya berikan, sudah saya ulas di dalam kelas. Juga sudah dikerjakan mahasiswa sebagai tugas mingguan. Hmmm... Jadi apa penyebab yang sebenarnya? Adakah mahasiswa yang malas belajar? Beberapa mata kuliah bahkan ujiannya dilaksanakan secara open book, tapi kenyataannya nilai yang didapatkan juga rendah. Kalau sudah begini, alamat dosen kerja dua kali. hehehe...

Ya, saya selalu memberikan kesempatan perbaikan nilai kepada mahasiswa saya. Durasi waktunya, biasanya satu minggu sejak nilai terpublikasi di Sistem Langitan. Dalam satu minggu, mahasiswa saya minta untuk mengerjakan perbaikan. Setiap mahasiswa akan berbeda-beda penugasannya tergantung dari poin mana yang rendah (tugas, UTS atau PAS). Setelah satu minggu, mahasiswa yang tidak melakukan perbaikan ya nilai di sistem langitan akan apa adanya. Jika ada perubahan, berarti bukan saya yang merubah. Sudah di luar tanggung jawab saya sebagai dosen. Penilaian saya terhadap mata kuliah yang saya ampu biasanya terdiri dari: kehadiran 10%, tugas 25%, UTS 30% dan PAS 35%. Persentase ini bisa berubah sesuai dengan kesepakatan mahasiswa di awal kontrak perkuliahan. 

Menurut saya, metode evaluasi yang saya lakukan efektif bagi mahasiswa agar di semester selanjutnya memperbaiki sikap dan perilakunya dalam belajar. Karena tidak hanya satu semester bukan mahasiswa akan bertemu saya? Jadi saya menekankan bahwa metode pembelajaran yang saya lakukan "seperti ini", dimana tugas mingguan selalu ada. Maka, mahasiswa harus bisa menyesuaikan. 

Pada dasarnya, proses pembelajaran ini tidak semata-mata untuk melihat capaian nilai dalam wujud angka pada mata kuliah yang saya ampu. Tetapi saya melihat proses mereka, kesungguhan mereka dalam belajar, dan usaha mereka dalam memaksimumkan kemampuannya. Hal ini berguna bagi saya, pada saat membimbing mahasiswa skripsi, saya akan tahu siapa saja mahasiswa yang "berpotensi" untuk diberikan judul penelitian yang secara level lebih rumit. Tentu saja bukan dalam rangka mempersulit mahasiswa, tentu bukan. Sebagai dosen kita pasti tahu, setiap Program Studi memiliki rencana strategis penelitian. Capaian penelitian yang harus dicapai, untuk nantinya digunakan dalam akreditasi program studi. Kaitannya dengan mahasiswa adalah, tentu justru akan menyulitkan nantinya ketika kita memberikan judul skripsi yang dimana kemampuan mahasiswa belum "layak" mengerjakan judul tersebut. Ini bisa kita lihat dari "keseharian" mereka dalam mengikuti pembelajaran selama kurang lebih 7 semester. Mahasiswa yang tidak pernah hadir, sebut saja mahasiswa "siluman", kemudian ketika tiba waktunya skripsi kita berikan judul skripsi yang levelnya menengah ke atas, tentu akan menyulitkannya. Oleh karena itu, penting bagi dosen untuk mengetahui karakter dan juga perilaku mahasiswanya dalam proses pembelajaran. Semoga cerita singkat ini bisa memberikan gambaran bagi rekan-rekan dosen baru untuk menentukan sikap dan keputusannya terutama dalam evaluasi hasil pembelajaran mahasiswanya.




SENANGNYA BISA LULUS SERDOS

Sejak TMT 2017, tahun 2024 alhamdulillah saya baru dinyatakan lulus dalam seleksi kompetensi dosen atau sertifikasi dosen. TMT saya memang 2017, tetapi saya diberikan mata kuliah untuk mengajar baru 2019. Hal ini karena program studi yang menaungi saya baru dibuka/berdiri tahun 2019. Kemudian tahun 2021 saya lulus dalam jabatan fungsional asisten ahli dan dua tahun kemudian yakni pada 2023 saya baru bisa mengajukan serdos. Syarat serdos salah satunya adalah dua tahun dari inpassing asisten ahli. 

Pengajuan serdos dilakukan melalui sister kemendikbud. Waktu itu saya eligible untuk pengajuan serdos di bulan Agustus 2023. Ada kurang lebih 8 orang dari kampus kami yang sudah eligible. Pada saat pengumuman, hanya dua orang yang lulus yaitu yang sudah S3. Sementara kami, 6 orang lainnya belum S3. Data yang sudah masuk di sister, tetap tersimpan dan kemudian data kami diproses di periode berikutnya yaitu periode 0 di awal tahun 2024. 

Seperti mendapatkan durian runtuh, tengah malam grub whatsup ribut karena sudah pengumuman serdos gelombang 0 tahun 2024. Sementara, saya baru check hp di pagi hari karena sudah kelelahan mengurus anak dan rumah. Qodarullah, sinyal di rumah jelek sekali. Teman saya, 5 orang yang lain sudah dinyatakan lulus serdos. Tinggalah saya sendiri yang belum tahu hasilnya karena harus di check di akun sister masing-masing. Pagi hari jam 8, alhamdulillah berhasil membuka sister dan ternyata saya dinyatakan LULUS SERDOS!!

Lulus serdos menurut saya hadiah luar biasa, khususnya bagi dosen di kampus swasta yang belum lama berdiri. Tidak dipungkiri, gaji dosen memang tidak pernah besar baik di swasta maupun di negeri. Dan serdos adalah sumber pendapatan lain yang bisa kita terima untuk menunjang kebutuhan hidup para dosen. Namun, di luar dari itu, mendapatkan sertifikasi dosen artinya kerja kita harus lebih besar. Kinerja harus ditingkatkan. Prestasi harus dikembangkan. Dan kemampuan akan tri dharma juga harus ditingkatkan.

Setiap dosen yang mengajukan serdos juga pasti mempunyai cerita sendiri, cerita yang mengharukan, baik sedih ataupun senang pada saat proses pengajuannya. Begitupun dengan saya. Jika boleh mengenang, H-1 dari hari terakhir pengajuan, video microteaching yang sudah saya upload di youtube harus diperbaiki karena durasi waktu yang terlalu pendek. Tidak mudah mengedit video microteaching. Tidak hanya saya, teman-teman saya pun juga harus mengedit video tersebut. Kami pun lembur di kampus untuk memperbaiki kekurangan tersebut. Meski harus memaksa badan yang sudah sangat lelah, alhamdulillah video itu kelar juga di tengah malam. Sebelum jam 12 malam, video saya sudah selesai  reupload di youtube. Sungguh perjuangan yang mengharukan bila diingat-ingat ^-^

5 TIPS LANCAR MELAKSANAKAN SEMINAR PROPOSAL PENELITIAN

Hai...  Untuk kamu mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, seminar proposal adalah tahapan skripsi yang pasti akan kamu jalani. Banyak mahasiswa yang tegang dan takut melaksanakan seminar proposal, karena fikiran dan bayangan yang sudah mengerikan terlebih dulu. Takut ditanyai teman-temannya waktu sesi tanya jawab, takut tidak bisa menjelaskan rencana penelitian ketika ditanya penguji, dan mungkin juga ada yang memiliki "demam panggung" alias nervous kalau tampil di depan orang banyak. Hal yang wajar sebetulnya ketika kita khawatir bahwa proposal yang akan kita seminarkan atau persentase proposal kita tidak berjalan lancar. Akan tetapi, tentu ada tips yang bisa digunakan supaya mengurangi ketegangan dan ketakutan dari hal tersebut. Berikut ini ada beberapa tips, agar seminar proposal yang kita jalankan bisa berjalan lancar.

1. Memahami isi proposal penelitian 

Tidak dipungkiri, ketika kamu memahami keseluruhan isi proposal kamu dengan baik, maka setengah kesulitan dari penelitian sebetulnya sudah teratasi. Sama hal nya ketika kita akan melakukan hal yang besar, perencanaan yang baik adalah kunci pertama untuk melalui tahapan berikutnya. Begitupun dengan skripsi, saat kita memahami 4W+1 H, maka kita tidak akan ragu untuk menjelaskan dan mempersentasekan skripsi kita kepada orang lain termasuk penguji dan rekan-rekan mahasiswa. Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah penelitian apa yang kita lakukan? Rumusan masalah yang melatarbelakangi seperti apa? Kedua, kapan penelitian ini akan dilaksanakan? Kapan mulai turun lapangnya? Ketiga, siapa yang menjadi responden atau sampel dalam penelitian kita? Teknik pengambilan sampelnya seperti bagaimana? Keempat, dimana penelitian kita akan dilaksanakan? Teknik pengambilan lokasinya bagaimana? Dan yang kelima, bagaimana kita akan menganalisis tujuan atau masalah yang kita teliti tersebut?

2. Persiapan teknis yang matang

Persiapan teknis yang baik akan menolong kita ketika persentase. Usahakan semprop yang kita lakukan tidak buru-buru, bisa dilaksanakan dengan tenang. Persiapan yang mesti dilakukan antara lain : pertama, print out proposal penelitian bab 1-3. Print out ini harus kita serahkan ke fakultas maksimal H-1 dari hari seminar, agar kita tidak panik di hari seminar. Persiapan kedua, materi persentase harus sudah selesai H-1 jadwal semprop. Materi yang kita buat hendaknya dalam bentuk power point. Buatlah slide persentase yang menarik, singkat, jelas dan padat. Tidak menggunakan kalimat-kalimat panjang dan bertele-tele. Gunakan template yang tidak aneh-aneh dan menarik untuk dilihat. Sesuaikan dengan tema penelitian yang kamu ambil. Selain itu, kamu juga harus mengisi penuh baterai laptop kamu dan pastikan laptop dapat berjalan dengan baik. Ketiga, siapkan pakaian untuk seminar. Biasanya, pakaian seminar mahasiswa adalah atasan putih, bawahan hitam, sepatu hitam, dan almamater. Pakaian yang rapih dan wangi akan membuat penampilanmu lebih baik dan percaya diri. Keempat, siapkan konsumsi (bila diperlukan) dengan meminta bantuan temanmu. Percayakan konsumsi itu kepada temanmu untuk mengaturnya. Dengan demikian, kamu tidak terganggu dengan urusan lain selain fokus pada seminar proposal yang akan dilakukan.

3. Membuat catatan penting atau resume

Sebagai bagian dari perencanaan atau persiapan, membuat catatan atau resume tentang penelitian kita itu sangat penting. Anda bisa menuliskannya atau menggambarkan dalam bentuk skema yang bisa anda pahami. Anda bertanya pada diri anda sendiri tentang penelitianmu (4W+1H) dan anda menuliskan jawabannya itu dalam kertas. Metode belajar ini akan sangat membantu kamu dalam mempersiapkan semprop sehingga kamu akan lebih yakin dengan persentase materimu nanti. 

4. Mendengarkan dan menyimak penguji dan pembimbing

Pada saat sesi tanya jawab setelah kamu mempersentasekan proposal, kamu akan ditanya oleh rekan-rekan mahasiswa dan dosen penguji tentang rencana penelitianmu. Akan lebih baik, jika setiap pertanyaan itu kamu tulis. Bila ada sesi sharing dan saran yang diberikan sebaiknya kamu menyimak dan mendengarkan dengan seksama. Hal ini akan berguna untuk merevisi proposal penelitian kamu, karena ada informasi penting yang mungkin harus kamu tambah atau kurangi di dalam proposal penelitian.

5. Berdoa dan yakin!

Tips terakhir adalah jangan pernah lupa untuk berdoa dan selalu yakin pada diri sendiri. Setiap kesulitan akan disertai kemudahan. Bila menjelang semprop kamu merasa tertekan atau panik, karena banyak hal yang harus dipersiapkan. Yakinlah setelah selesai semprop, kamu akan merasa lebih baik. Tidak lupa juga untuk selalu meminta doa restu kedua orangtua agar ilmu yang kamu dapatkan menjadi berkah bagi hidup kamu di masa mendatang.

Nah rekan-rekan mahasiswa, itulah tadi 5 tips yang bisa kamu terapkan menjelang seminar proposal yang akan kamu laksanakan. Setiap mahasiswa pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, dan kekurangan itu sebenarnya bisa diatasi bila kita membuat planning yang matang. Semoga sukses menyelesaikan skripsi dan melaksanakan seminar proposal penelitian ya ^.^




ALUR SKRIPSI "MAHASISWA TINGKAT AKHIR"

Halloo guys, untuk kamu yang saat ini disebut sebagai "mahasiswa tingkat akhir", sudah sampai mana skripsinya? Adakah diantara kalian yang masih bingung alur menyelesaikan skripsi? Yup, untuk sebagian mahasiswa yang masuk semester 7 atau 8, tidak jarang banyak yang bingung dan bertanya-tanya sebenarnya skripsi itu bagaimana ya. Mulai darimana kira-kira skripsi itu dikerjakan? Yuk, simak ulasan di bawah ini supaya kamu tau tahapan-tahapan dalam menyusun skripsi.

  1. Pengajuan judul skripsi, pengajuan judul skripsi biasanya dilakukan di semester 7. Selain skripsi, biasanya semester 7 ini masih ada mata kuliah keprodian yang harus diambil. Kebanyakan mahasiswa di semester 7 belum mengajukan judul karena masih bingung dengan judul yang akan diambil. Oleh karena itu, banyak mahasiswa mengajukan judul skripsi di semester 8. Prosedur pengajuan judul skripsi di setiap kampus berbeda caranya. Di UNU Lampung, prosedur pengajuan
    judul diawali dengan pengisian borang "pengajuan judul skripsi" yang sudah didiskusikan dengan dosen pembimbing akademik. Proses ini bertujuan untuk mengarahkan mahasiswa agar judul skripsi yang diambil sesuai dengan bidang keilmuan dan sesuai dengan rencana strategis penelitian program studi. Pada proses sharing dengan dosen pembimbing akademik ini juga bertujuan untuk memfilter judul skripsi yang diajukan oleh mahasiswa agar tidak menumpuk pada satu tema/komoditas tertentu. 
  2. Penetapan SK Judul Skripsi, setelah kamu mendapatkan ACC dari dosen pembimbing akademik untuk judul skripsi yang kamu ajukan, selanjutnya kamu harus mengumpulkan borang tersebut ke fakultas melalui WD1. Biasanya di tahap ini kamu akan menunggu beberapa waktu sampai jumlah mahasiswa yang mendaftar judul skripsi tercukupi. Selanjutnya nanti WD1 akan membuatkan SK pembimbing skripsi dan judul yang di ACC oleh fakultas. Setelah mendapatkan SK pembimbing skripsi, langkah selanjutnya maka kamu menghubungi dosen pembimbing skripsi dengan menunjukkan SK tersebut. Sebagai catatan, judul skripsi ini masih bisa berubah sesuai dengan arahan atau bimbingan dari dosen pembimbing skripsi. 
  3. Ujian komprehensif, dilaksanakan di semester 8.Ujian kompre dilakukan dengan melihat pada 3 standar penilaian yaitu pengetahuan, kompetensi khusus dan kompetensi umum. Ujian kompre dilakukan dengan 2 cara yaitu tertulis dan praktik. Adapun mata kuliah yang diujikan pada ujian kompre tidak selalu sama. Angkatan pertama prodi Agribisnis UNU Lampung, mata kuliah yang diujikan dalam kompre antara lain kewirausahaan, pengantar ilmu pertanian, dasar-dasar agronomi, analisis kelayakan usaha. Pada ujian tertulis, kisi-kisi soal berkaitan dengan teori yang pernah diajarkan pada saat kuliah sedangkan untuk ujian praktiknya berupa proses merangkai kerangka hidroponik.
  4. Seminar proposal, seminar proposal dilakukan jika sudah mendapatkan ACC dari pembimbing skripsi, baik pembimbing utama maupun pembimbing pendamping. Tentunya sebelum kamu melakukan seminar, kamu harus melakukan bimbingan secara rutin dengan kedua pembimbing kamu. FYI, salah satu persyaratan semprop adalah kamu harus mengumpulkan kartu telah mengikuti semprop. Oleh karena itu, sebaiknya sejak kamu semester satu sudah membiasakan diri untuk  menghadiri seminar proposal kakak tingkatmu. Nah, tips untuk lancar dan sukses seminar proposal akan dibahas di laman yang terpisah ya. Baca tips lancar melaksanakan seminar proposal di link berikut https://enyivans25.blogspot.com/2024/05/5-tips-lancar-melaksanakan-seminar.html
  5. Turun lapang atau penelitian, tahapan selanjutnya setelah semprop adalah turun lapang untuk mengambil data penelitian. Turun lapang disini tidak harus di petani ya, tergantung metode penelitian dan sampel yang kamu ambil. Jika kamu menggunakan data primer, sebelum kamu turun lapang, kamu harus membuat instrumen/kuesioner penelitian dengan bimbingan dari dosen pembimbing skripsi. Kamu juga harus menyiapkan surat pengantar penelitian untuk pengambilan data yang dikeluarkan oleh fakultas. 
  6. Olah data penelitian, tahapan ini dilakukan setelah kamu menyelesaikan pengambilan data penelitian di lapangan. Biasanya pada tahap ini kamu akan berinteraksi dengan software-software statistik yang mungkin sama sekali belum pernah kamu praktikkan. Banyak mahasiswa yang pada tahap ini harus belajar otodidak dan mandiri. Disinilah pentingnya kamu melakukan bimbingan dengan dosen pembimbing skripsi agar data yang kamu peroleh diolah dengan teknik analisis data yang benar. Pada tahap ini kamu juga dituntut untuk banyak membaca artikel penelitian, buku ajar, dan referensi terkait yang diperlukan dalam mendukung pengolahan data kamu. Tujuannya, agar proses pengolahan data yang kamu lakukan telah sesuai dengan teorinya dan kamu tidak salah dalam menginterpretasikan data yang kamu analisis.
  7. Ujian skripsi, tahapan ini adalah tahapan yang selalu dinanti-nanti tapi kadangkala juga menegangkan. Di tahap ujian skripsi, seharusnya kamu sudah selesai dalam memahami hasil penelitianmu. Jika kamu mengerjakan sendiri skripsimu, harusnya kamu mengetahui isi dan seluk beluk dari penelitian yang kamu lakukan. Kamu akan tahu kelebihan dan kekurangan dari skripsimu, kamu juga dapat memberikan saran dari penemuan yang kamu temukan pada penelitianmu. Syarat ujian skripsi adalah kamu harus sudah mendapatkan ACC ujian dari dosen pembimbing skripsi, di samping syarat-syarat administratif yang harus kamu penuhi. Adapun untuk syarat administratif tersebut kamu dapat tanyakan langsung ke fakultas atau akademik. Setelah kamu melakukan ujian skripsi, tim penguji dan dosen pembimbing akan memberikan nilai dari hasil persentase dan tanya jawab saat ujian berlangsung. Kamu akan diminta menunggu untuk kemudian dinyatakan lulus atau tidak, ataupun lulus tapi dengan revisi dan perbaikan skripsi yang banyak. 
  8. Cetak skripsi, tahapan ini dilaksanakan setelah kamu mendapatkan ACC cetak skripsi dari dosen pembimbing. Tentunya ACC cetak akan diberikan setelah kamu selesai merevisi skripsi kamu. Kamu harus teliti dan memeriksa lagi skripsi yang akan di cetak, jangan sampai ada halaman yang tertinggal atau salah seperti halaman pengesaha, abstrak, daftar isi, lampiran-lampiran dan lain-lain. Jumlah skripsi yang dicetak paling tidak ada 4 ekslempar yang akan diberikan kepada perpustakaan kampus, fakultas, dosen pembimbing utama, dan dosen pembimbing pendamping. Jika kamu, menginginkan skripsi untuk kenang-kenangan kamu, maka kamu dapat mencetaknya sebanyak 5 ekslempar.
  9. Yudisium, persyarata yudisium dapat ditanyakan ke fakultas atau bagian akademik. Tetapi tujuan yudisium adalah pengarahan dari fakultas atau universitas untuk tahapan menjelang wisuda. Ada berkas-berkas yang harus diselesaikan dan dikumpulkan. Oleh karena itu pastikan kamu hadir saat yudisium berlangsung.
  10. Wisuda, ini adalah tahapan paling akhir dari skripsi yang kita kerjakan. Bagian ini adalah yang paling kita tunggu, bahkan oleh orangtua dan keluarga besar kita. Yakinlah jika kamu sampai pada tahap ini, dan kamu mengerjakan skripsimu sendiri, kamu akan merasa puas dan bangga dengan dirimu sendiri. 



Nah, jadi alur atau tahapan skripsi yang kamu harus lalui setidaknya ada 10 tahapan ya guys. Tahapan tersebut terlihat panjang dan banyak, tapi yakinlah jika kamu mengerjakannya secara konsisten walaupun sedikit niscaya kamu akan selesai juga menyusun skripsi. Semoga untuk kamu yang sedang di tahap menyusun skripsi diberikan kemudahan, semangat, dan tidak berputus asa dalam menyelesaikannya. Ujian sesungguhnya adalah pada proses yang kamu lalui. Berbagai rasa yang harus kamu manage sebagai bentuk perwujudan "manusia dewasa" adalah nilai moral yang tidak ternilai harganya jika kamu sungguh-sungguh mengerjakan skripsi. Hidup Mahasiswa!!

Ternyata Menjadi Dosen Tidak Sesepi Itu!!

Foto bersama dosen FP3 Kurang lebih sudah delapan tahun saya menyandang title sebagai dosen. Kalau dipikir-pikir, delapan tahun itu bukan wa...