Showing posts with label my story. Show all posts
Showing posts with label my story. Show all posts

Dilema Dosen Dalam Mengevaluasi Hasil Belajar Mahasiswa

Sebagai dosen, kadangkala kita mengalami dilema soal pemberian nilai kepada mahasiswa. Apalagi kalau mengajar di kampus swasta. Tidak semua kampus swasta memang "mudah" dalam memberikan penilaian hasil kinerja mahasiswa. Akan tetapi, sudah menjadi rahasia umum, di kampus swasta cenderung mudah untuk mendapatkan nilai lebih baik dibandingkan kampus negeri. Namun demikian, setiap pribadi dosen memiliki prinsip masing-masing. Ada dosen yang mengajar di kampus swasta, tapi pemberian nilai tetap harus melalui prosedur yang seharusnya. Ada dosen yang memang "tidak pelit" dalam memberikan nilai, yang penting rajin berangkat mahasiswanya. 

Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas

Untuk tipe dosen yang pertama, saya rasa saya adalah salah satunya. Saya adalah dosen yang tidak segan memberikan nilai D dan E kepada mahasiswa saya. Kenapa tidak? Karena memang mahasiswa tersebut tidak pernah masuk, nilai tugas tidak ada, hanya datang saat UTS dan PAS, itu pun nilai UTS dan PAS nya tidak bagus. Mungkin karena tidak pernah berangkat kuliah, jadi tidak tahu harus menjawab apa pada lembar jawabnya. Dalam memberikan penilaian-sebagai evaluasi hasil belajar- mahasiswa tentu ada tata caranya. Salah satunya, di awal pembelajaran kita sudah menyepakati persentase pembagian dari setiap poin yang dinilai seperti kehadiran, tugas, UTS dan PAS. Setelah satu semester berlalu, dan hasil belajar mahasiswa kita evaluasi, tentu kita akan mendapatkan data nilai mata kuliah yang kita ampu dari mahasiswa kita. Sedih rasanya, jika rata-rata nilai kelas pun sangat rendah. Seringkali saya merenung, apakah ini kesalahan saya sebagai dosen? Mengapa mahasiswa saya nilainya banyak yang rendah? Apakah cara mengajar saya salah? Apakah saya harus mengganti metode belajar saya? Di sisi lain, bahan ajar sudah saya berikan sebelum pembelajaran diimulai, yakni di elektronik website akademik (smartunulampung). Harusnya, mahasiswa bisa mempelajari atau membaca sebelum kelas dimulai. Saya pun selalu bertanya di dalam kelas, adakah yang tidak jelas
dengan penjelasan saya? Ada yang mau ditanyakan? Tetapi, seringkali tidak ada respon dari mahasiswa. Mahasiswa diam, saya pun menganggap mereka sudah paham dengan penjelasan saya. Walau sebenarnya saya juga ragu, apa benar mereka sudah paham. Setiap minggu, saya juga memberikan tugas mandiri. Harapan saya, dengan tugas mandiri ini mahasiswa bisa belajar di rumah. Membuka catatan di kelas, dan kemudian membaca bahan ajar yang sudah saya berikan. Tapi, jika ternyata nilai akhir dari mata kuliah itu rendah, bahkan rata-rata nilai kelas, lalu bagaimanakah ini? Apakah soalnya terlalu sulit? Padahal soal yang saya berikan sudah saya ukur sesuai dengan kemampuan mahasiswa. Soal yang saya berikan, sudah saya ulas di dalam kelas. Juga sudah dikerjakan mahasiswa sebagai tugas mingguan. Hmmm... Jadi apa penyebab yang sebenarnya? Adakah mahasiswa yang malas belajar? Beberapa mata kuliah bahkan ujiannya dilaksanakan secara open book, tapi kenyataannya nilai yang didapatkan juga rendah. Kalau sudah begini, alamat dosen kerja dua kali. hehehe...

Ya, saya selalu memberikan kesempatan perbaikan nilai kepada mahasiswa saya. Durasi waktunya, biasanya satu minggu sejak nilai terpublikasi di Sistem Langitan. Dalam satu minggu, mahasiswa saya minta untuk mengerjakan perbaikan. Setiap mahasiswa akan berbeda-beda penugasannya tergantung dari poin mana yang rendah (tugas, UTS atau PAS). Setelah satu minggu, mahasiswa yang tidak melakukan perbaikan ya nilai di sistem langitan akan apa adanya. Jika ada perubahan, berarti bukan saya yang merubah. Sudah di luar tanggung jawab saya sebagai dosen. Penilaian saya terhadap mata kuliah yang saya ampu biasanya terdiri dari: kehadiran 10%, tugas 25%, UTS 30% dan PAS 35%. Persentase ini bisa berubah sesuai dengan kesepakatan mahasiswa di awal kontrak perkuliahan. 

Menurut saya, metode evaluasi yang saya lakukan efektif bagi mahasiswa agar di semester selanjutnya memperbaiki sikap dan perilakunya dalam belajar. Karena tidak hanya satu semester bukan mahasiswa akan bertemu saya? Jadi saya menekankan bahwa metode pembelajaran yang saya lakukan "seperti ini", dimana tugas mingguan selalu ada. Maka, mahasiswa harus bisa menyesuaikan. 

Pada dasarnya, proses pembelajaran ini tidak semata-mata untuk melihat capaian nilai dalam wujud angka pada mata kuliah yang saya ampu. Tetapi saya melihat proses mereka, kesungguhan mereka dalam belajar, dan usaha mereka dalam memaksimumkan kemampuannya. Hal ini berguna bagi saya, pada saat membimbing mahasiswa skripsi, saya akan tahu siapa saja mahasiswa yang "berpotensi" untuk diberikan judul penelitian yang secara level lebih rumit. Tentu saja bukan dalam rangka mempersulit mahasiswa, tentu bukan. Sebagai dosen kita pasti tahu, setiap Program Studi memiliki rencana strategis penelitian. Capaian penelitian yang harus dicapai, untuk nantinya digunakan dalam akreditasi program studi. Kaitannya dengan mahasiswa adalah, tentu justru akan menyulitkan nantinya ketika kita memberikan judul skripsi yang dimana kemampuan mahasiswa belum "layak" mengerjakan judul tersebut. Ini bisa kita lihat dari "keseharian" mereka dalam mengikuti pembelajaran selama kurang lebih 7 semester. Mahasiswa yang tidak pernah hadir, sebut saja mahasiswa "siluman", kemudian ketika tiba waktunya skripsi kita berikan judul skripsi yang levelnya menengah ke atas, tentu akan menyulitkannya. Oleh karena itu, penting bagi dosen untuk mengetahui karakter dan juga perilaku mahasiswanya dalam proses pembelajaran. Semoga cerita singkat ini bisa memberikan gambaran bagi rekan-rekan dosen baru untuk menentukan sikap dan keputusannya terutama dalam evaluasi hasil pembelajaran mahasiswanya.




SENANGNYA BISA LULUS SERDOS

Sejak TMT 2017, tahun 2024 alhamdulillah saya baru dinyatakan lulus dalam seleksi kompetensi dosen atau sertifikasi dosen. TMT saya memang 2017, tetapi saya diberikan mata kuliah untuk mengajar baru 2019. Hal ini karena program studi yang menaungi saya baru dibuka/berdiri tahun 2019. Kemudian tahun 2021 saya lulus dalam jabatan fungsional asisten ahli dan dua tahun kemudian yakni pada 2023 saya baru bisa mengajukan serdos. Syarat serdos salah satunya adalah dua tahun dari inpassing asisten ahli. 

Pengajuan serdos dilakukan melalui sister kemendikbud. Waktu itu saya eligible untuk pengajuan serdos di bulan Agustus 2023. Ada kurang lebih 8 orang dari kampus kami yang sudah eligible. Pada saat pengumuman, hanya dua orang yang lulus yaitu yang sudah S3. Sementara kami, 6 orang lainnya belum S3. Data yang sudah masuk di sister, tetap tersimpan dan kemudian data kami diproses di periode berikutnya yaitu periode 0 di awal tahun 2024. 

Seperti mendapatkan durian runtuh, tengah malam grub whatsup ribut karena sudah pengumuman serdos gelombang 0 tahun 2024. Sementara, saya baru check hp di pagi hari karena sudah kelelahan mengurus anak dan rumah. Qodarullah, sinyal di rumah jelek sekali. Teman saya, 5 orang yang lain sudah dinyatakan lulus serdos. Tinggalah saya sendiri yang belum tahu hasilnya karena harus di check di akun sister masing-masing. Pagi hari jam 8, alhamdulillah berhasil membuka sister dan ternyata saya dinyatakan LULUS SERDOS!!

Lulus serdos menurut saya hadiah luar biasa, khususnya bagi dosen di kampus swasta yang belum lama berdiri. Tidak dipungkiri, gaji dosen memang tidak pernah besar baik di swasta maupun di negeri. Dan serdos adalah sumber pendapatan lain yang bisa kita terima untuk menunjang kebutuhan hidup para dosen. Namun, di luar dari itu, mendapatkan sertifikasi dosen artinya kerja kita harus lebih besar. Kinerja harus ditingkatkan. Prestasi harus dikembangkan. Dan kemampuan akan tri dharma juga harus ditingkatkan.

Setiap dosen yang mengajukan serdos juga pasti mempunyai cerita sendiri, cerita yang mengharukan, baik sedih ataupun senang pada saat proses pengajuannya. Begitupun dengan saya. Jika boleh mengenang, H-1 dari hari terakhir pengajuan, video microteaching yang sudah saya upload di youtube harus diperbaiki karena durasi waktu yang terlalu pendek. Tidak mudah mengedit video microteaching. Tidak hanya saya, teman-teman saya pun juga harus mengedit video tersebut. Kami pun lembur di kampus untuk memperbaiki kekurangan tersebut. Meski harus memaksa badan yang sudah sangat lelah, alhamdulillah video itu kelar juga di tengah malam. Sebelum jam 12 malam, video saya sudah selesai  reupload di youtube. Sungguh perjuangan yang mengharukan bila diingat-ingat ^-^

Idul Fitri 1445H, Lebaran Paling Menyedihkan

 

Lebaran Idul Fitri 2024 terasa sepi karena bapak dan ibu di rumah sakit

Idul Fitri adalah hari yang identik dengan kebahagiaan. Setelah puasa selama satu bulan penuh, idul fitri dinanti-nanti untuk bisa saling berkumpul dan silaturrahim dengan keluarga, kerabat dan sahabat. Bahkan sejak jauh-jauh hari kita sudah mempersiapkan baju lebaran, angpau, kue-kue lebaran untuk persiapan idul fitri. Walau pengeluaran biasanya jauh membengkak, tapi justru jebahagiaan yang kita rasakan.

Pun dengan idul fitri tahun ini, suami saya libur lebih lama dibandingkan lebaran-lebaran sebelumnya. Bayangan ingin berkunjung ke rumah teman-teman sudah direncanakan. Tetapi qodarullah, lebaran tahun ini justru kami terbaring sakit, terpapar DBD. 

Awal mula yang terkena DBD adalah adik saya, bahkan harus rawat inap di rumah sakit dua hari sebelum lebaran. Jadilah bapak dan ibu saya menunggu adik saya di rumah sakit. Hmmm... Begini ya rasanya lebaran pertama tidak ada bapak dan ibu di rumah. Selesai sholat idul fitri, saya dan suami berkunjung ke rumah sakit untuk berlebaran dengan bapak dan ibu. Sorenya, ternyata adik saya sudah diperbolehkan pulang. Alhamdulillah.. Esok harinya, lebaran kedua, bapak munta-muntah, demam, menggigil dan pusing. Lalu malamnya, berangkat ke rumah sakit dan harus opname. Jadilah, bapak dan ibu bermalam lagi di rumah sakit. Esok harinya, giliran saya yang demam, menggigil, dan pusing sekali. Ya, tepat lebaran ketiga, saya sakit dan tidak bertenaga. Saya pun periksa dan check darah di rumah sakit. Hasilnya trombosit turun dan harus dirawat inap. Saya menolak, karena saya memiliki bayi di rumah. Di lain itu, adik saya yang baru pulang dari rumah sakit belum sembuh total. Suami dan anak-anak saya tidak mungkin saya tinggal. Saya pun tidak ada yang menemani kalau dirawat di rumah sakit 😓 Jadi saya memutuskan untuk rawat jalan.

Hari kelima ibu saya pulang dari rumah sakit, dengan tujuan merawat saya di rumah sehingga suami bisa fokus ke anak-anak. FYI, suami sebetulnya juga sudah habis cuti dan harus kembali bekerja. Tapi saya tahan karena di rumah benar-benar tidak ada yang bisa merawat saya atau menemani saya menjaga anak-anak. Lebaran keenam, gantian ibu saya yang demam, menggigil, pusing dan lemas. Siang bapak pulang dari rumah sakit, malamnya ibu berangkat ke rumah sakit untuk opname. Subhanallah, benar-benar lebaran yang menyedihkan dan tidak terduga kami akan sakit bergiliran seperti ini. Bersyukur, anak-anak saya tidak sampai demam dan sakit. 

Sepuluh hari berlalu sejak idul fitri, suami pun sudah pulang ke bekasi untuk bekerja. Hari-hari sudah seperti biasa karena kegiatan belajar mengajar di kampus sudah masuk. Seketika saya di telpon ibu mertua, suami di rawat di rumah sakit karena types. Ya Allah, tenang-tenang-tenang. Semua ujian kesulitan akan diikuti dengan kemudahan. Ya sudah karena saya dan suami berjauhan, saya putuskan tidak pulang ke bekasi. Jadi suami ditemani ibu mertua di rumah sakit. 

Alhamdulillah, sekarang semua sudah sehat. Tinggal anak-anak yang masih ada sisa-sisa pilek dan batuk dari minggu lalu. Ya Allah, semoga anak-anak, saya dan suami serta keluarga besar diberikan kesehatan agar bisa menjalani hari-hari dengan bahagia. Aamiin ya Rabb.

Testimoni SKB Wawancara CPNS DOSEN 2023

Hallo sobat dosen atau calon dosen semua. Tahun ini, adakah yang sama seperti saya mengikuti CPNS Dosen? Di tahun ini, saya mencoba lagi untuk kali ke-7 mengikuti CPNS 😋 Sudah banyak ya... Bagaimana dengan sobat semua? Semoga lulus ya kita di CPNS tahun 2023 ini. Tahun 2018 saya sudah pernah mengikuti CPNS dosen, sudah sampai tahap akhir yaitu SKB. Hanya saja nilai akhir saya lebih rendah dari saingan saya, sehingga saya tidak lolos. Tahun 2019 dan 2021 saya mengikuti CPNS juga, tapi saya mengambil formasi fungsional. Entah salah strategi atau memang belum rezeki, saya juga tidak lolos SKB karena tidak lulus rangking walau sebenarnya lulus passinggrade. Tahun 2023 ini saya akhirnya memutuskan untuk mengambil formasi dosen. Di tahun ini, usia saya menginjak 34 tahun, setahun lagi sudah tidak bisa mengikuti CPNS. Hehehehe...

Alhamdulillah CPNS tahun ini saya lolos passinggrade untuk SKD dan maju ke tahap selanjutnya yaitu SKB. Hari ini, Senin 11 Desember 2023 adalah jadwal SKB wawancara. Tidak terlalu banyak yang saya persiapkan hanya lihat di youtube tips-tips menjawab interview, dan mencari tahu apa saja yang sekiranya akan ditanyakan pada saat wawancara. Wawancara SKB dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi zoom. Perasaan nervoeus sudah hadir sejak sehari sebelum wawancara, bahkan mungkin sampai tegangnya sampai hadir di mimpi saat tidur lho sobat  😂

Tiga puluh menit sebelum mulai saya sudah standbye di zoom. Panitia membuatkan beberapa ruang zoom untuk kita sebelum sampai pada tahap wawancara dengan pewawancara. Setidaknya ada 4 ruang yaitu ruang tunggu, ruang validasi, ruang token dan ruang wawancara. Di ruang tunggu panitia memastikan kita mendengar apa yang mereka sampaikan. Panitia juga meminta kita untuk mengisi fakta integritas. Kemudian di ruang validasi panitia meminta kita menunjukkan KTP dan kartu ujian SKB. Di ruang token panitia memberikan kode token untuk masuk ke ruang wawancara. Dan ruang terakhir adalah ruang wawancara, tempat dimana pewawancara akan mengajukan berbagai pertanyaan.

Sobat dosen penasaran dengan apa saja pertanyaan wawancara yang diajukan? Sebelumnya, ada penyesalan dari saya pada saat masuk ke ruang wawancara saya tidak mengenali dan tidak mengetahui nama pewawancara. Mereka juga tidak memperkenalkan diri mereka, sehingga saya tidak menyapanya dengan menyebut nama mereka. Jadi, untuk sobat calon dosen yang masuk sampai tahap wawancara ada baiknya mencari tahu terlebih dahulu petinggi kampus yang akan kita tuju. Sebetulnya saya sudah mencari tahu sebelumnya, tapi di luar dugaan, saya kira pewawancara adalah wakil direktur bidang kemahasiswaan dan kajur dari prodi yang saya inginkan. Ternyata, yang mewawancarai saya adalah wakil direktur bidang kerjasama dan satu lagi ibu-ibu tapi saya tidak tahu.

Baik sobat, berikut ini adalah daftar pertanyaan yang saya ingat dan ditanyakan pada saat interview CPNS SKB Dosen. Semoga daftar pertanyaan ini membantu sobat yang sedang berupaya untuk melamar dosen baik itu CPNS atau non-PNS. Adapun untuk jawaban, sobat bisa menyusun atau menuliskannya sendiri menurut pendapat sobat sekalian. Karena menurut saya setiap orang memiliki situasi dan alasan yang berbeda-beda. Semoga membantu ya 😊

  1. Perkenalkan diri anda
  2. Pengertian toleransi dan contohnya
  3. Saya pernah tidak melanggar peraturan sebagai dosen
  4. Saya memiliki masalah atau konflik tidak dengan teman kerja
  5. Saya pernah tidak mendapatkan perintah dari atasan secara mendadak dan tidak mengerjakan perintah atasan
  6. Jika saya sedang memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan, kemudian teman seprofesi atau atasan meminta pertolongan kita atau memberikan perintah kepada kita, bagaimana tindakan kita?
  7. Suami kerja dimana
  8. Saya tinggal dimana
  9. Mengapa saya melamar dosen ASN padahal sudah menjadi dosen
  10. Komitmen dan integritas saya seperti apa
  11. Apakah memiliki masalah dengan lingkungan
  12. Jika diterima dikampus yang saya tuju dengan pluralismenya, bagaimana sikap saya
  13. Dimana pendidikan S2 saya dan mengapa mengambil S2 di kampus tersebut
  14. Capaian saat ini dan target untuk ke depannya
Adapun testimoni dari saya untuk wawancara SKB CPNS dosen kali ini, menurut saya sangat efektif. Dari sisi waktu, tempat dan biaya sangat memudahkan. Hal ini karena wawancara dilaksanakan secara daring. Tahun 2018, saya melakukan SKB wawancara harus datang ke kampus yang saya tuju. Kemudian secara teknis, tepat waktu dan teratur dengan baik proses atau tahapnya. Saya berharap penilaian dari SKB wawancara ini dilakukan secara obyektif. Dan saya juga berharap agar saya lolos dalam CPNS tahun ini. Tetapi apapun hasilnya, semoga itu adalah yang terbaik untuk saya. 

PERSIAPAN SKB WAWANCARA DOSEN 2023 POLINELA

1. Perkenalkan diri anda!

Assalamu'alaikum Wr.Wb. Baik terimakasih Bapak/ibu atas waktu dan kesempatan yang diberikan. Perkenalkan nama saya Eny Ivan's, S.P., M.Sc. Saya merupakan lulusan dari magister ekonomi pertanian UGM. Sedangkan S1 saya berasal dari Agribisnis UNILA. Alhamdulillah, sejak 2019 saya telah menjadi dosen tetap di Prodi Agribisnis, FP3, UNU Lampung. Selama 4 tahun mengajar, capaian saya adalah sudah mengajukan sertifikasi dosen dan sedang proses di LLDIKTI. Kemudian sudah menginput data untuk pengajuan lektor. Beberapa mata kuliah yang pernah saya ampu antara lain Pengantar Ilmu Ekonomi, Ekonomi Pertanian, Ekonomi Produksi, Pemasaran Agribisnis, Analisis Kelayakan Usaha, Ekonometrika, Kewirausahaan, dan beberapa mata kuliah lainnya. Adapun untuk dharma penelitian dan pengabdian, alhamdulillah rutin saya lakukan di setiap semester, sehingga saya bisa mengikuti BKD dan sudah eligible untuk serdos. 

2. Mengapa anda ingin menjadi dosen?

Baik terimakasih untuk pertanyaannya. Saya akan menjawabnya dengan membaginy pada dua hal. Pertama, secara filosofis saya meyakini bahwa setiap ilmu yang diamalkan adalah pahala jariyah yang akan kita terima. Selama menjadi siswa dan mahasiswa, saya mendapatkan banyak ilmu dari para guru dan dosen saya. Saya ingin meneruskan estafet itu. Dengan menjadi dosen saya berpikir bahwa ruang untuk membagi ilmu akan lebih besar dan lebih luas. Ilmu yang dibagikan tidak akan pernah surut dan menyusut, bahkan seringkali justru bisa menambah ilmu itu sendiri menjadi lebih banyak. Karena kadangkala, mahasiswa kita lebih pintar, lebih dahulu punya pengalaman, dan dari mereka kita mendapatkan ilmu juga. 

Kedua, mengajar adalah passion dan panggilan hati. Pada dasarnya mengajar bukan hanya menjadi dosen. Saya pernah mengajar privat, pernah terlibat aktif mengisi pengajian di komplek perumahan saya sewaktu jadi mahasiswa, pernah menjadi tutor adik-adik SMA dan teman-teman saya dulu saat kuliah merasa lebih mudah memahami materi ketika saya yang menerangkan. Mengajar adalah seni meyampaikan sesuatu untuk lebih dimengerti. Ada banyak metode yang bisa kita gunakan agar mahasiswa kita bisa memahami materi. Dan semua itu, dapat dilakukan oleh seorang dosen.

3. Mengapa ingin menjadi ASN? Padahal gaji ASN kecil?

Menurut saya ASN adalah abdi negara. Sebagai abdi negara, maka sudah selayaknya memberikan waktu dan tenaganya untuk melayani publik, dalam hal ini sebagai dosen ASN.  Sebagai dosen ASN, maka peran utamanya adalah turut memajukan dan mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan, sesuai dengan amanat UUD 1945. Selayaknya profesi yang lain, yang menguntungkan dari ASN adalah pemerintah menunaikan hak ASN dengan menjamin kesejahteraanya melalui upah bulanan dan tunjangan yang lain. Selain itu, ada kesempatan yang lebih besar bagi dosen ASN untuk memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan lanjutan (S3). 

4. Mengapa memilih polinela? Mengapa tidak mengambil universitas padahal anda sudah mengajar di suatu universitas?

Baik terimakasih pertanyaannya. Pertama saya melihat formasi. Kebetulan untuk universitas yang ada di lampung, kualifikasi pendidikan yang diminta tidak ada yang sesuai dengan kualifikasi pendidikan S2 saya. 

Kedua, saya melihat Polinela adalah kampus yang sudah cukup lama berdiri dan dikenal oleh masyarakat luas khususnya di lampung. Visi dari Polinela adalah menjadi pendidikan tinggi vokasi yang berorientasi pada akhlak mulia, disiplin, terampil, mandiri dan kompetitif. Visi ini menurut saya telah terbukti dengan banyak prestasi yang diraih oleh polinela. Yang terbaru adalah mahasiswa polinela mendapatkan juara pada program film dokumenter dan film pendek di ajang e-KTB award yang diselenggarakan oleh Pemprov Lampung.

Adapun keputusan saya memilih prodi pengelolaan agribisnis dikarenakan salah satu tujuannya adalah ingin menghasilkan lulusan yang memiliki jiwa entrepreneuship. Selain menjadi dosen, saya sendiri adalah seorang perintis usaha mikro dengan produknya kripik pisang. Usaha saya sudah berjalan dari 2021 dengan nama pasar @kripikbawen_lampung. Alhamdulillah produk saya sudah PIRT. Penjualan saya lakukan secara online dan offline. Online saya pasarkan melalui media sosial, sedangkan offline saya masukkan ke toko oleh-oleh di Metro. Jadi antara goals dari prodi pengelolaan agribisnis dengan aktivitas keseharian saya sangat berhubungan. Oleh karena itu saya berminat untuk begabung di prodi Pengelolaan Agribisnis. 

5. Apa bedanya polinela dengan universitas?

Baik terimakasih pak. Menurut saya polinela adalah perguruan tinggi yang menyediakan pendidikan berbasis vokasi. Vokasi yang saya tahu adalah pendidikan yang lebih berfokus pada praktek kerja yang dapat menunjang keahlian di bidang studi tertentu. Alumni dari Polinela dipersiapkan untuk menjadi tenaga yang siap bekerja dan mampu bersaing secara global di bidangnya, yang dibekali dengan keterampilan, keteknikan dan teknologi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Sementara Universitas adalah pendidikan tinggi yang menyediakan interdisipliner ilmu yang terdiri dari berbagai macam fakultas sebagai payung dari setiap rumpun bidang keilmuan yang ada. Jenjang pendidikan di dalam universitas terdiri dari sarjana, magister dan doktor dimana alumni dari universitas dipersiapkan selain untuk dunia kerja juga untuk menghasilkan para ahli di suatu bidang ilmu.

6. Apa keunggulan anda sehingga kami dapat memilih anda?

Baik terimakasih. Dalam Tridarma, untuk pengajaran saya sudah mengajar banyak mata kuliah keprodian. Beberapa metode pengajaran yang pernah saya terapkan seperti studi kasus, project based learning, ceramah, dan student center learning. Saya juga sudah memiliki beberapa modul pembelajaran (ekonomi pertanian, pengantar ilmu ekonomi, perilaku konsumen, kewirausahaan, ekonomi produksi pertanian, teknologi produksi agribisnis), namun belum sampai diterbitkan. 

Adapun dari sisi penelitian, saya sudah terbiasa mempublikasikan karya ilmiah di berbagai jurnal baik yang bersinta maupun belum. Publikasi saya bisa dilihat di google scholar. Artikel publikasi saya hasilkan setiap semester untuk BKD dosen. Dari penelitian itu juga bisa saya konversikan ke dalam materi ajar seperti misalnya analisis studi kelayakan di suatu UMKM. Karena saya mengajar kewirausahaan dan analisis studi kelayakan usaha, maka hasil penelitian tersebut saya gunakan untuk bahan ajar di perkuliahan.

Tridarma yang ketiga yaitu PKM. Memang dari tiga tridarma tersebut, saya cenderung menyukai kegiatan pengabdian masyarakat. Alhamdulillah, saya sudah dua kali mendapatkan dana hibah internal dari kampus saat ini mengajar untuk pengabdian dan penelitian. Beberapa materi yang pernah saya sampaikan dalam kegiatan PKM adalah pembuatan pupuk organik, pembuatan cocopeat, penyusunan bisnis model canvas, pengolahan bunga rosela menjadi ragam varian makanan, sosialisasi gemar menanam dan praktik menanam hidroponik, dan yang terbaru adalah pembuatan pupuk kompos dan pembuatan ecobreak bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan PT Pertamina. 

7. Bagaimana target atau mission anda ketika lolos menjadi dosen di polinela?

Baik terimakasih. Mission job saya ketika lolos menjadi dosen tentunya berkaitan dengan Tridarma. 

1) untuk pengajaran, saya akan lebih mengeksplore metode pembelajaran berbasis project. menurut saya metode PBL sangat relevan untuk dipakai oleh manusia dewasa seperti mahasiswa. Dengan PBL mahasiswa diberikan ruang dan kebebasan untuk mengeksplore kemampuan dirinya sendiri. Sementara dosen menjadi fasilitator. Saya juga berencana untuk menerbitkan buku ajar yang sudah saya buat, sehingga dapat digunakan oleh mahasiswa untuk belajar.

2) untuk penelitian, sejauh ini alhamdulillah saya dapat melaksanakannya secara rutin di setiap semester. Penelitian yang sudah saya lakukan, sebagian besar membahas tentang kelayakan suatu usaha (entrepreneur) dan tentang produksi pangan khususnya padi. Target saya adalah dapat secara rutin melakukan publikasi pada jurnal bersinta atau terakreditasi, dan juga ingin mendapatkan hibah penelitian sehingga bisa mengembangkan atau mengambil topik penelitian yang lebih berbobot terutama kaitannya dengan teknologi di sektor pertanian. 

3) untuk pengabdian, saya akan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder seperti pemerintah, organisasi, petani, masyarakat dan elemen lainnya untuk menciptakan suatu kegiatan yang bermanfaat. saya juga berharap bisa mendapatkan dana hibah eksternal seperti PDP. Sejauh ini, dari tiga dharma, passion saya atau kecenderungan minat saya lebih besar kepada kegiatan PKM. Menurut saya, sebagai pendidik profesional, ilmu yang kita miliki dapat lebih besar manfaatnya dirasakan tidak hanya oleh mahasiswa tetapi juga masyarakat luas. 

Adapun untuk upgrade bidang keilmuan, saya berencana untuk melanjutkan pendidikan S3. Pendidikan S3 ingin saya tempuh setidaknya setelah 2 sampai 3 tahun mengabdi menjadi ASN di kampus baru. Kampus yang ingin saya tuju adalah kampus di IPB atau UGM. Adapun tema disertasi yang ingin saya ambil berjudul, "Konsep Kelembagaan dan Hilirisasi Produk Pertanian di Provinsi Lampung". 

Sebetulnya untuk pemerintah provinsi lampung, sudah menyadari pentingnya hilirisasi produk pertanian diantaranya dengan mengeluarkan program e-KTB yang bertujuan untuk mengintegrasikan semua kepentingan pertanian sehingga meningkatkan kesejahteraan petani. Akan tetapi, pada realisasinya saya check pada menu e-pemasaran program e-KTB ini tidak ada produk yang ditawarkan. Hal ini menunjukkan bahwa ada banyak bentuk atau masalah pada sub sistem hilir sehingga perlu dicari strategi yang pas. 

Polinela sendiri bulan desember ini menjuarai ajang e-KPB melalui ajang film pendek dan film dokumenter oleh mahasiswa polinela. Melalui ajang ini sebetulnya kita bisa menampilkan atau menceritakan problem petani pada kondisi real terutama di sub sistem hilir, sehingga bisa kita cari solusinya bersama-sama. 

8. Anda kan sudah bekerja sebagai dosen tetap di kampus anda saat ini kurang lebih 4 tahun. Bagaimana seandainya anda lolos menjadi ASN tetapi tidak disetujui oleh pimpinan anda di kampus anda saat ini?

Baik pak, terimakasih. Saya tidak menampikkan bahwa pekerjaan saya di kampus yang sekarang telah membentuk pribadi saya lebih baik terutama dalam menjalani profesi dosen. Itu adalah anugrah dan amanat yang saya terima dan jalankan. Saya merasa jika saya mengikuti CPNS kemudian saya lolos dan saya pergi dari kampus saya mengajar saat ini, saya tidak mengkhianati siapapun. Karena memang tidak ada tandatangan kontrak atau kesepakatan tertulis yang terjadi antara saya sebagai pegawai dan kampus sebagai instansi saya bekerja. Tentu ketika pimpinan tidak memperbolehkan, pasti ada alasan logisnya. Dan saya akan mengajak beliau untuk berdiskusi, mencari solusi bersama-sama jika itu soal jumlah minimum dosen prodi yang berkurang dan secara bijak meminta kesediaannya untuk memberikan surat lolos butuh. Adapun jika beliau menolak, saya akan mengikuti prosedur yang ada, diantaranya adalah meminta bantuan dari LLDIKTI 2 untuk membantu menguruskannya seperti cerita teman2 saya yang pernah mengalami hal serupa. Pada intinya, saya tidak merugikan pihak manapun. Selama ini saya menjalankan kewajiban saya dengan baik, bahkan ijazah saya lah yang menjadi pondasi untuk berdirinya program studi agribisnis di kampus saya mengajar saat ini.

Ternyata Menjadi Dosen Tidak Sesepi Itu!!

Foto bersama dosen FP3 Kurang lebih sudah delapan tahun saya menyandang title sebagai dosen. Kalau dipikir-pikir, delapan tahun itu bukan wa...