Showing posts with label pengajaran. Show all posts
Showing posts with label pengajaran. Show all posts

Konsep Efisiensi Dalam Ekonomi Produksi

Memahami Cara Produksi Yang "Baik", "Hemat", dan "Menguntungkan"

Rekan-rekan mahasiswa, sabtu lalu sebenarnya kita sudah membahas teori efisiensi ini di kelas. Tapi karena yang hadir kemarin hanya tiga orang, jadi saya buatkan versi singkatnya di blog ini supaya rekan-rekan yang belum sempat masuk tetap bisa mengikuti materinya. Saya coba jelaskan dengan bahasa yang lebih santai dan sederhana supaya materi lebih gampang dipahami. Semoga tulisan ini  bisa membantu rekan-rekan memahami konsep efisiensi dengan lebih jelas. Dan untuk yang kemarin sudah hadir di kelas, semoga tulisan ini juga bisa menjadi pengingat sekaligus memperkuat pemahaman rekan-rekan semua ya... cmiiw.

flyer ini  dibuat dengan bantuan AI

A. Pendahuluan

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebenarnya sering berbicara tentang efisiensi, meskipun tidak selalu memakai istilah tersebut. Misalnya, ada mahasiswa yang bisa menyelesaikan tugas lebih cepat dengan hasil bagus, tetapi ada juga yang menghabiskan waktu lama namun hasilnya biasa saja. Ada petani yang menghasilkan panen tinggi di lahan sempit, sementara petani lain dengan lahan lebih luas justru hasilnya lebih rendah.

Nah, disitulah konsep efisiensi menjadi penting.

Di dalam ekonomi produksi, efisiensi berkaitan dengan bagaimana suatu usaha menggunakan sumberdaya yang dimiliki (seperti tenaga kerja, modal, pupuk, benih, mesin atau lahan)untuk menghasilkan output semaksimal mungkin. Semakin baik penggunaan input tersebut, maka semakin efisien kegiatan produksinya.

Konsep ini sangat penting dalam pertanian, terutama usahatani tanaman pangan. Mengapa? Karena petani sering menghadapi keterbatasan sumberdaya seperti lahan yang terbatas, modal terbatas, harga input mahal, teknologi yang belum merata dan risiko dari cuaca dan hama penyakit.

Karena itu, keberhasilan produksi tidak hanya ditentukan oleh "berapa banyak input" yang digunakan, tetapi juga "seberapa baik input tersebut dimanfaatkan".

B. Tiga Sumber Pertumbuhan Produktivitas

    Produktivitas menunjukkan kemampuan menghasilkan output dari sejumlah input tertentu. Dalam ekonomi produksi, pertumbuhan produktivitas umumnya berasal dari tiga sumber utama, yaitu:

1. Perubahan Teknologi

    Perubahan teknologi berarti adanya inovasi atau pembaruan dalam proses produksi sehingga hasil menjadi lebih baik. Seperti penggunaan benih unggul, penggunaan mesin modern, adanya irigasi buatan seperti irigasi tetes, adanya smart farming seperti green house dan drone pertanian, dan lain sebagainya.

    Bayangkan 2 petani menanam padi di lahan yang sama luasnya. Petani pertama masih memakai cara tradisional, sedangkan petani kedua menggunakan benih unggul dan alat modern. Dengan input yang relatif sama, hasil panen petani kedua bisa lebih tinggi. Itulah dampak perubahan teknologi.

    Analogi sederhananya seperti mahasiswa yang mengetik tugas memakai komputer dibanding menulis tangan. Waktu lebih cepat, tenaga lebih hemat, dan hasil lebih rapi.

2. Peningkatan Efisiensi Teknis

    Efisiensi teknis terjadi ketika produsen mampu menghasilkan output maksimum dari input yang dimiliki. Artinya, teknologi yang digunakan sama, tetapi ada perbedaan kemampuan dalam memanfaatkannya.

    Contoh: dua petani memakai jenis pupuk yang sama, luas lahan yang sama dan jumlah tenaga kerja yang sama. Namun, hasil panennya berbeda karena salah satu petani lebih tepat dalam: waktu pemupukan, pengairan, pengendalian hama, dan pengelolaan lahan. Berarti, petani tersebut lebih efisien secara teknis. Dengan kata lain, efisiensi teknis lebih menekankan pada kemampuan manajamen produksi.

3. Peningkatan Skala Usaha

    Skala usaha berkaitan dengan ukuran produksi. Kadang-kadang, semakin besar usaha dijalankan, biaya produksi per unit justru semakin menjadi lebih murah. 

    Contohnya: petani dengan lahan sangat kecil mungkin harus menyewa traktor dengan biaya tinggi untuk sedikit lahan. Namun jika lahannya luas, biaya penggunaan traktor dapat "dibagi" ke lebih banyak hasil produksu sehingga lebih hemat.

    Analogi sederhananya seperti membeli air minum: Botol kecil biasanya lebih mahal per liter, tetapi galon besar lebih murah per liternya. Artinya, skala yang lebih besar sering memberikan efisiensi biaya.

C. Permasalahan Pengembangan Usahatani Pangan

    Dalam praktiknya, pengembangan usahatani pangan menghadapi tantangan yang tidak sedikit. Beberapa permasalahan utama antara lain:

1. Lahan semakin sempit : Alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan atau industri menyebabkan luas lahan produktif menurun.

2. Modal terbatas: Banyak petani kesulitan membeli input berkualitas karena keterbatasan modal.

3. Teknologi belum merata: Tidak semua petani memiliki akses terhadap teknologi modern dan informasi pertanian.

4. Produktivitas masih rendah: Kadang input sudah banyak digunakan, tetapi hasil belum optimal karena pengelolaan belum efisien.

5. Risiko produksi tinggi: Cuaca, banjir, kekeringan, dan hama sering memengaruhi hasil produksi.

Karena berbagai masalah tersebut, peningkatan produksi tidak cukup hanya dengan menambah input. Yang lebih penting adalah bagaimana meningkatkan efisiensi penggunaan input. 

D. Urgensi Pengukuran Efisiensi

    Mengapa efisiensi perlu diukur? 

    Karena tanpa pengukuran, kita tidak tahu apakah suatu usaha sudah berjalan optimal atau belum. Dengan mengukur efisiensi dapat membantu kita untuk:

1. mengetahui tingkat kinerja usaha

2. menemukan sumber pemborosan

3. menentukan strategi peningkatan produksi

4. membantu pengambilan keputusan

5. meningkatkan keuntungan usaha

    Misalnya, jika 2 petani memakai input yang hampir sama tetapi hasilnya berbeda jauh, maka pengukuran efisiensi dapat membantu menjelaskan penyebabnya.

    Dalam kebijakan pertanian, pengukuran efisiensi juga penting untuk:

1. evaluasi program pemerintah

2. penyuluhan pertanian

3. distribusi bantuan

4. peningkatan produktivitas nasional

E. Konsep Efisiensi

    Secara sederhana, efisiensi berarti menggunakan sumberdaya secara tepat untuk memperoleh hasil terbaik. Dalam ekonomi produksi, efisiensi menunjukkan hubungan antara a) input (faktor produksi); b) output (hasil produksi).

    Semakin besar output yang dihasilkan dari sejumlah input tertentu, maka semakin efisien proses produksinya. Namun, efisiensi tidak hanya soal "hasil produksi yang banyak". Efisiensi juga berkaitan dengan biaya, harga input dan keuntungan yang diperoleh. 

F. Efisiensi Teknis, Alokatif, dan Ekonomis

1. Efisiensi teknis

    Efisiensi teknis berarti kemampuan menghasilkan output maksimum dari sejumlah input tertentu. Fokusnya adalah "Apakah input yang ada sudah dimanfaatkan sebaik mungkin?"

    Contoh: Jika dengan 1 ha lahan sebenarnya bisa menghasilkan 7 ton padi, tetapi petani hanya menghasilkan 4 ton, berarti secara teknis belum efisien.

2. Efisiensi Alokatif

    Efisiensi alokatif berkaitan dengan kemampuan menggunakan kombinasi input yang paling murah berdasarkan harga input. Fokusnya adalah "Apakah biaya produksi sudah digunakan secara optimal?"

    Contoh: petani terlalu banyak memakai pupuk mahal padahal hasil tambahan produksinya kecil. Secara teknis mungkin bagus, tetapi secara biaya belum efisien.

    Analogi sederhananya seperti naik ojek online yang memang pilihan yang cepat, tetapi jika jaraknya dekat dan bisa ditempuh jalan kaki, maka pilihan itu belum efisien secara biaya.

3. Efisiensi Ekonomis

    Efisiensi ekonomis merupakan gabungan antara efisiensi teknis dan efisiensi alokatif. Artinya, usaha tidak hanya mampu menghasilkan output maksimal, tetapi juga menggunakan kombinasi input dengan biaya paling optimal. Secara sederhana, produksinya tinggi dan biayanya juga hemat. Jika hanya hasil tinggi tetapi biaya sangat besar, maka belum tentu efisien secara ekonomis.

flyer ini  dibuat dengan bantuan AI

Sekian pembahasan singkat tentang konsep efisiensi pada materi kali ini. Semoga penjelasan sederhana ini bisa membantu teman-teman memahami inti dari konsep efisiensi dan penerapannya dalam pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari. Jangan ragu untuk membaca ulang materi ini jika masih ada bagian yang belum dipahami. Sampai jumpa di pembahasan berikutnya, dan tetap semangat belajar ya!

Kendala Kemitraan Pada Usaha Peternakan

       


    Hari ini, kuliah Dasar-Dasar Agronomi membahas materi tentang klasifikasi pada tanaman. Materi berkembang dan diskusi dengan mahasiswa berjalan sampai pada munculnya pertanyaan dari mahasiswa tentang "Apa kendala kemitraan pada usaha peternakan? Pastinya yang namanya bermitra, biasanya ada gap atau ketidakpuasan antarpihak. Dan bagaimana cara mengatasinya?".
    Pertanyaan belum bisa terjawab pada saat perkuliahan secara baik, sehingga saya memintanya menjadi PR bagi saya untuk mencari tahu jawaban yang tepat. Pada tulisan kali ini, saya ingin mengulas jawaban dari pertanyaan mahasiswa tersebut, mudah-mudahan bisa dipahami dengan baik dan menjawab rasa penasaran mahasiswa sehingga menambah wawasan atau pengetahuan bagi mahasiswa.
    Kemitraan di sektor pertanian dan peternakan saat ini sudah banyak dilakukan, baik antara pemerintah dengan masyarakat, perusahaan swasta dengan masyarakat, atau organisasi-organisasi masyarakat sosial dengan masyarakat. Kemitraan berarti suatu bentuk persekutuan antara dua pihak atau lebih yang membentuk suatu ikatan kerjasama atas dasar kesepakatan dan rasa saling membutuhkan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas di suatu bidang usaha tertentu atau tujuan tertentu untuk mendapatkan hasil yang baik. Adanya kemitraan diharapkan dapat memberikan keuntungan kepada masing-masing pihak yang bermitra. Selain itu, kemitraan secara tidak langsung merupakan bentuk tanggungjawab moral para pemodal untuk memberdayakan masyarakat agar terbangun ekonomi yang lebih baik terutama di pedesaan. Pemberdayaan masyarakat desa perlu diupayakan agar masyarakat desa dapat secara mandiri memenuhi kebutuhannya terutama masyarakat marginal yang terbatas akan sumberdaya, seperti kaum perempuan, dan kelompok-kelompok yang terabaikan secara sosial. Pemberdayaan juga merupakan usaha peningkatan kemampuan, motivasi dan peran dari semua unsur atau lapisan di dalam masyarakat agar dapat tercipta suatu sumber pendapatan (bentuk usaha) dalam rangka mencapai kesejahteraan sosial. Ada beberapa keuntungan jika kemitraan ini diterapkan antara lain: 1. Peternak atau petani mendapatkan bantuan pemrodalan seperti bibit/benih dan obat-obatan; 2. Peternak atau petani memperoleh pendampingan dan pembinaan (tenaga ahli) mengenai usaha ternak atau usahatani baik secara teori maupun pratik dan juga pengawasan selama kegiatan mitra berlangsung; dan 3. Adanya keterjaminan pasar untuk hasil/produk dari kegiatan bermitra.
        Sebagai contoh adalah kemitraan antara PT Great Giant Live Stock dengan kelompok peternak sapi di sekitar wilayah perusahaan dengan pola kemitraan inti-plasma. PT GGLC merupakan anak perusahaan dari PT GGPC yang tergabung dalam Gunung Sewu Grub. Perusahaan GGLC  dalam hal ini menjalankan tanggung jawab sosial  (Corporate Social Responsibility atau CSR) yang saat ini menjadi Created Shared Value atau CSV. Perbedaan CSV  dan CSR yaitu jika CSR berfokus pada doing good atau melakukan kebaikan sedangkan CSV berfokus pada integrasi aktivitas perusahaan dengan menjadi bagian dari masyarakat. Dengan kata lain, CSV yang digagas oleh Michael Porter dan Mark Kramer  merupakan suatu strategi bisnis yang menciptakan keunggulan kompetitif dengan menghasilkan nilai ekonomi sekaligus nilai sosial bagi masyarakat. Konsepnya, CSV berfokus pada hubungan antara kemajuan perusahaan dan kemajuan komunitas, dimana solusi terhadap masalah sosial menjadi peluang bisnis baru yang berkelanjutan.

       Kembali pada pertanyaan mahasiswa, apakah kegiatan kemitraan dapat memunculkan kendala-kendala selama berlangsung? Jawabannya, kembali kepada setiap jenis kemitraan yang terjadi. Jika yang dimaksud adalah potensi masalah, bisa saja ada. Bentuknya? Macam-macam. Tidak bisa digeneralisir. Kita harus melihatnya per kasus. Berdasarkan hasil penelitian pada jurnal file:///C:/Users/USER-PC/Downloads/320-Article%20Text-1063-1-10-20221214.pdf kemitraan yang terjadi antara PT GGLC dengan kelompok peternak Limousin masih bisa dirasakan dan ditemukan. Kendalanya adalah keinginan untuk mampu meningkatkan kapasitas usaha masih terkendala pada keterbatasan waktu, manajemen dan sumberdaya. Secara operasional, PT GGLC sebagai inti telah memfasilitasi bantuan berupa akses sumber modal, kredit bank, pakan berupa kulit nanas, kulit singkong, konsentrat, obat-obatan, bibit sapi (jika pola mitranya weaner), jaminan harga produk, keberlanjutan usaha dan pendampingan atau tenaga ahli. Berikutnya, jika peternak ingin membesarkan atau memperluas skala usaha maka peternak harus bisa fokus dan mengelola usaha dengan baik (dan ini yang menjadi kendalanya). 

    Adapun selama kegiatan bermitra dengan PT GGLC, hambatan yang pernah dirasakan oleh masyarakat lebih kepada peraturan dan kebijakan dari PT GGLC yang dirasa membebani masyarakat, namun saat ini sudah dihapuskan. Contohnya seperti, adanya aturan dari perusahaan bahwa selama bermitra, peternak sebagai plasma tidak diperbolehkan membudidayakan ternak selain daripada ternak yang dimitrakan. Hal tersebut dirasakan memberatkan peternak, karena peternak juga ingin memiliki ternak sendiri yang tidak terikat dengan perusahaan sehingga jika sewaktu-waktu butuh dana darurat, bisa dijual kapanpun tanpa harus menunggu jadwal panen yang ditentukan perusahaan. Kendala lainnya adalah adanya syarat minimal ternak yang harus dimiliki plasma, yang awalnya minimal harus 6 ekor, saat ini telah dikurangi menjadi 4 ekor. Artinya, meskipun kemitraan memiliki potensi masalah atau kendala, hal tersebut dapat diselesaikan jika ada komunikasi yang baik antara pihak yang bermitra. Dan tentu saja kemitraan dapat berjalan dengan baik, jika pihak yang bermitra dapat menjalani kesepakatan-kesepakatan yang telah dibentuk di awal kemitraan akan dilaksanakan. 

        Contoh lainnya, adalah pada kemitraan penggemukan domba di Kabupaten Bogor. Hasil penelitian berikut ini https://media.neliti.com/media/publications/40179-ID-pengaruh-kemitraan-terhadap-keuntungan-usaha-penggemukan-domba-di-kabupaten-bogo.pdf menunjukkan adanya keharusan perbaikan terutama pada kesepakatan atau perjanjian tertulis antar pihak-pihak yang bermitra yaitu antara lembaga pembiayaan (BPZIS Bank Mandiri),  perusahaan CV. MT Farm, dan peternak. Perjanjian hitam di atas putih akan melindungi secara hukum ketiga pihak tersebut dan menjadi landasan untuk motivasi, komitmen dan semangat dalam menyukseskan kerjasama tersebut. Selain itu, pendampingan dan pembinaan perlu dilakukan secara insentif terutama oleh peran dari lembaga penghubung yaitu CV. MT Farm. Dalam hal ini, CV MT Farm harus bisa memfasilitasi tenaga ahli yang bisa mendampingi proses budidaya dan manajemen usaha ternak penggemukan domba. 

       Demikian jawaban singkat atas pertanyaan mahasiswa pada diskusi hari ini. Semoga dapat menjawab atas apa yang ditanyakan. Anda bisa mencari literasi dari artikel jurnal penelitian untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang pola kemitraan, persyaratan kemitraan, dan keuntungan secara kuantitatif dari kegiatan kemitraan baik pada sektor pertanian, peternakan maupun perikanan. Terimakasih atas perhatiannya. 

Diskusi 1 Matakuliah Dasar-Dasar Agronomi

Hallo, hari ini saya ada jadwal ngajar di kampus mata kuliah Dasar-dasar Agronomi. Materi hari ini tentang perkembangbiakan pada tanaman. Perkembangbiakan artinya proses biologis dimana tanaman menghasilkan individu baru untuk melestarikan jenisnya. Secara umum perkembangbiakan tanaman terdiri dari perkembangbiakan generatif (seksual) dan perkembangbiakan vegetatif (aseksual). Perkembangbiakan generatif  yaitu perkembangbiakan melalui pembuahan, melibatkan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina yang hasilnya berupa biji. Sedangkan perkembangbiakan vegetatif adalah perkembangbiakan tanpa melalui pembuahan, yang terjadi secara alami maupun buatan.




Pada pertemuan hari ini saya membuka sesi tanya jawab dengan mahasiswa dan ada dua pertanyaan dari mahasiswa yang berhubungan dengan topik terkait. 

 1. Pertanyaan pertama  

Para petani padi seringkali melakukan penyemprotan BOOM padi pada tanaman padi di usia 40-45 dan 50-60 hari setelah tanam. Penyemprotan padi menggunakan BOOM padi bertujuan untuk meningkatkan kualitas panen dan memperbanyak pengisian biji dan buah pada tanaman padi. Pertanyaannya, penggunaan BOOM padi apakah termasuk perkembangbiakan vegetatif buatan atau modifikasi tanaman?

2. Pertanyaan kedua

Pertanyaan (a) : Apa yang membedakan antara perkembangbiakan tanaman melalui cara generatif dan vegetatif agar tanaman cepat berbuah?

Pertanyaan (b) : Bagaimana cara kita mendapatkan keturunan F1 dari tanaman yang kita tanam? Agar dapat menghemat pembelian benih yang terlalu mahal di masa tanam selanjutnya?

Baik, pada kesempatan ini saya akan menjawab kedua pertanyaan setelah sebelumnya saya mencoba menjawab di kelas pada saat kuliah berlangsung. Namun, karena saya merasa jawaban saya saat di kelas belum sistematis dan perlu tambahan referensi serta penjelasan maka saya mencoba menerangkan lebih detail di blog ini. Untuk jawabannya sebagai berikut:

1. Jawaban Pertanyaan dari Penanya Pertama

Pertama, kita mesti tahu apa itu BOOM padi dan apa itu modifikasi tanaman. BOOM padi selama ini diketahui memiliki manfaat untuk memaksimalkan pengisian malai padi dan meningkatkan kualitas gabah sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah produksi. Berdasarkan kandungannya, BOOM padi merupakan gabungan tiga produk yang terdiri dari Recor 250 EC, Bigest 40 EC dan produk pupuk majemuk Multi NPK Padi (Sumber Jurnal :file:///C:/Users/Lenovo/Downloads/jurnaladmin,+Artikel+9_compressPdf.pdf). BOOM Padi merupakan istilah populer yang merujuk pada paket lengkap nutrisi dan perlindungan tanaman padi, yang dirancang untuk meningkatkan hasil panen. Paket ini biasanya terdiri dari pupuk, fungisida dan zat pengatur tumbuh (ZPT). Artinya, BOOM padi merupakan salah satu jenis pupuk dan berarti merupakan salah satu jenis input produksi dalam usahatani padi. Salah satu merk dagang BOOM Padi adalah BOOM Flower. BOOM Flower merupakan suplemen tanaman yang salah satunya mengandung 2,2% nitrogen aromatik. Nitrogen aromatik ini berbeda dengan nitrogen massal yang biasa digunakan seperti urea dan amonium sulfat. Nitrogen aromatik merupakan suplemen untuk pupuk nitrogen massal dan dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman dengan cepat.  Cara kerja BOOM Flower adalah sebagai berikut:

  1. Boom flower disemprotkan pada permukaan daun. Langsung diserap tanaman melalui stomata dan dialirkan ke seluruh sistem tanaman.
  2. Boom flower bekerja secara translaminar dan sistemik pada jaringan tanaman.
  3. Bool flower bergerak melalui jaringan meristematik tanaman yang sedang tumbuh.
  4. Suplemen ini dapat memperkuat pertumbuhan vegetatif dengan meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi serta membantu proses pembungaan dan pembentukan buah. 

Adapun yang dimaksud dengan Modifikasi Tanaman adalah penggunaan teknik bioteknologi modern untuk merubah sifat gen dari tumbuhan. Tumbuhan yang telah dirubah dengan teknik modifikasi genetik ini biasa disebut dengan istilah Genetically Modified Organism (GMO). Ada beberapa jenis teknik modifikasi tanaman antara lain perkawinan silang, fusi protoplas, pengeditan genom, mutagenesis, poliploidi dan transgenesis. Untuk mengetahui masing-masing definisi atau konsep dari teknik modifikasi di atas bisa kita baca pada (Sumber Artikel : https://croplifeindonesia.or.id/jenis-jenis-modifikasi-tanaman/).

Berdasarkan penjelasan di atas, maka menurut hemat saya, saya dapat menyimpulkan bahwa penggunaan BOOM padi pada tanaman padi TIDAK atau BUKAN termasuk upaya perkembangbiakan vegetatif buatan maupun upaya modifikasi tanaman. Perlu diingat kembali bahwa perkembangbiakan tanaman secara vegetatif buatan adalah teknik perkembangbiakan tumbuhan yang dilakukan oleh manusia tanpa melalui proses perkawinan. Tujuannya adalah untuk memperbanyak jumlah tanaman tersebut. Sementara BOOM Padi bertujuan untuk memperbanyak jumlah produksi padi yang dihasilkan. Memang, salah satu cara kerja BOOM Padi adalah dapat memperkuat pada fase pertumbuhan vegetatif tanaman, hal ini bukan berarti BOOM Padi dapat disebut sebagai salah satu metode atau teknik perkembangbiakan vegetatif buatan. Memperkuat fase pertumbuhan vegetatif artinya tahap pertumbuhan pada tanaman yang dimulai dari tahap perkecambahan benih dimana tunas dan akar pertama mulai tumbuh. Selanjutnya, fase vegetatif terus berlanjut hingga tanaan mulai menunjukkan tanda-tanda akan berbunga. Penggunaan BOOM Padi juga bukan merupakan upaya modifikasi tanaman karena modifikasi tanaman adalah proses perubahan sifat genetik tumbuhan melalui teknik bioteknologi, khususnya rekayasa genetika, untuk menghasilkan sifat yang diinginkan, seperti tahan hama, tahan penakit atau peningkatan hasil panen. Di dalam modifikasi tanaman, sifat-sifat ini melekat sejak tanaman ini ditanam. Sementara BOOM Padi dilakukan pada saat tanaman sudah mencapai umur 40-60 hari setelah tanam. Dengan demikian, BOOM padi hanyalah salah satu upaya peningkatan jumlah produksi dengan menggunakan pupuk yang mengandung nitrogen aromatik, bukan salah satu bentuk teknik perkembangbiakan pada tanaman ataupun modifikasi tanaman. 

2. Jawaban Pertanyaan dari Penanya Kedua

(a) Berdasarkan konsep atau definisi, perkembangbiakan generatif melibatkan sel kelamin jantan dan betina pada tanaman yang prosesnya dilakukan melalui penyerbukan baik secara alami maupun buatan (bantuan manusia atau hewan). Sementara perkembangbiakan vegetatif tidak melibatkan sel kelamin jantan dan betina (aseksual). Dilihat dari keuntungannya, perkembangbiakan generatif dapat menghasilkan variasi genetik baru sehingga tanaman diharapkan akan lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan. Sementara perkembangbiakan vegetatif, tujuannya untuk mempercepat menghasilkan tanaman baru dimana tanaman baru yang dihasilkan akan memiliki sifat genetik yang sama persis dengan induknya (tanpa variasi). Hal yang paling mendasar dari kedua perkembangbiakan di atas, menurut hemat saya adalah orientasi yang diinginkan atau diharapkan apakah untuk tujuan bisnis  atau bukan. Jika secara generatif, dalam konteks usahatani komersil, petani akan lama dalam memperoleh hasil produksi, karena fase pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman harus dimulai dari perkecambahan atau tunas sampai nanti menghasilkan buah atau biji yang akan dipanen. Sementara, dengan metode perkembangbiakan vegetatif, petani dapat memangkas waktu fase pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman (terutama vase pertumbuhan vegetatif tanaman). Jika produk yang dihasilkan oleh petani berupa bibit tanaman, maka petani tidak perlu menunggu proses penyerbukan dan pembuahan untuk menghasilkan tanaman baru. Petani dapat melakukannya dengan sistem okulasi atau cangkok atau teknik vegetatif lainnya sehingga bibit tanaman yang dihasilkan akan lebih banyak jika dalam waktu yang sama dibanding dengan teknik generatif.

(b)  Apa sih tanaman F1 atau Fillial 1? Di dalam ilmu pemuliaan tanaman, tanaman F1 adalah tanaman yang dihasilkan dari proses persilangan suatu tanaman indukan yang memiliki sifat genetik tertentu. Sebagai contoh, jika kita menyilangkan tanaman kacang berbunga merah, dengan tanaman kacang berbunga putih, maka hasil persilangan tersebut adalah tanaman F1 yang mungkin akan menghasilkan warna baru misalnya campuran merah dan putih yaitu pink. Barangkali pertanyaannya yang lebih tepat, apakah ketika petani menanam tanaman F1 kemudian panen, dan hasilnya digunakan kembali untuk benih, hasil panennya akan didapatkan kualitas yang sama?? Misalnya, petani ingin menanam kembali kacang yang berbunga pink (karena di pasaran mungkin belum ada benih serupa). Bagaimana mendapatkan benih kacang berwarna pink yang bermutu??

Salah satu input usahatani adalah penggunaan benih. Benih yang diharapkan tentu saja benih yang bermutu dan berkualitas, sehingga produksi yang didapatkan akan tinggi. Benih bermutu dapat dilihat dari 3 hal yaitu mutu genetis, mutu fisiologis, dan mutu fisik benih. Mutu genetis yaitu penampilan benih murni dari varietas tertentu yang menunjukkan identitas genetis dari tanaman induknya. Mutu fisiologis yaitu kemampuan daya hidup (viabilitas) benih yang mencakup daya kecambah dan kekuatan tumbuh benih. Mutu fisik benih yaitu penampilan benih secara prima dilihat dari ukuran homogen, bernas, bersih dari campuran, bebas hama dan penyakit maupun kemasan yang aman. 

Benih bermutu tidak harus berupa benih bersertifikat yang diperoleh dari produsen benih tetapi juga bisa diproduksi sendiri asalkan dengan metode yang benar. Selama ini, petani yang menggunakan benih bersertifikat terkendala oleh faktor biaya, karena harganya yang mahal. Petani bisa saja melakukan upaya menghasilkan benih sendiri dari kegiatan usahataninya, dalam rangka menurunkan biaya produksi khususnya untuk perolehan atau pembelian benih sebagai input produksi. Untuk memproduksi benih bermutu, petani harus memperhatikan aspek budidaya mulai dari penyiapan lahan sampai panen. Antara lain: pengaturan jarak tanam, pemupukan, pengairan, perlindungan terhadap OPT, pemupukan harus tepat jenis, dosis, waktu dan frekuensi serta pemeliharaan seperti roguing. Saat pemanenan juga harus dilakukan dengan baik dianjurkan secara manual agar tidak menurunkan kualitas benih, dan dilakukan pada tingkat masak fisiologis. Untuk mendapatkan benih bermutu dan tahan disimpan, biji yang sudah dipanen perlu dikeringkan sampai dengan kadar air tertentu (padi 13%) kemudian dilakukan pembersihan dan pemilahan. Sambil menunggu musim tanam, benih yang sudah didapatkan hendaknya disimpan dalam wadah yang kedap udara seperti toples, kaleng, atau plastik poy etilen.

Dengan demikian, menurut hemat saya sangat memungkin petani untuk menghasilkan benih sendiri dari kegiatan usahatani yang dilakukannya. Hanya perlu diperhatikan metode-metode yang baik dan benar dalam proses menghasilkan benih tersebut. Perlu diingat juga bahwa keberhasilan suatu produksi usahatani selain dipengaruhi oleh kualitas benih juga oleh input-input produksi lainnya seperti kualitas lahan, pupuk, pengendalian hama penyakit, keadaan air, dan lainnya. Jadi, jika benihnya bermutu tapi kondisi lingkungan mikro lainnya dan input yang lain tidak diperhatikan maka produksi yang dihasilkan bisa jadi gagal sekalipun penggunaan benih bersertifikat. 

Demikian jawaban saya untuk pertanyaan-pertanyaan yang sudah diajukan. Terimakasih atas atensinya semoga bisa dipahami dengan baik. 



MATA KULIAH DASAR-DASAR AGRONOMI

Hallo rekan-rekan mahasiswa Agribisnis semester 2. Di semester genap ini, kalian akan mendapatkan satu mata kuliah yang barangkali baru pertama kali kalian mendengarnya. Ya, mata kuliah ini adalah Dasar-Dasar Agronomi atau yang biasa disingkat dengan Dasgron. Mata kuliah ini sebetulnya bukan tergolong mata kuliah keprodian, khususnya di Agribisnis. Tetapi, sebagai mahasiswa pertanian kalian perlu tahu juga dong bagaimana pertanian dipandang dari makna yang lebih sempit. Mata kuliah Dasgron bersifat wajib dan terdiri dari 3 sks. Seharusnya, di dalam pembelajaran mata kuliah ini diperlukan adanya praktik di lapangan yang biasanya dalam bentuk kegiatan budidaya. Dasgron adalah mata kuliah yang menjelaskan peranan produksi bidang pertanian untuk kebutuhan pangan dan non pangan di dalam kehidupan manusia dan pembangunan nasional. Perkuliahan Dasar-Dasar Agronomi ini ditujukan untuk memberikan bekal kepada mahasiswa agar memiliki kemampuan dalam menguasai konsep dan teori teknologi di bidang pertanian dan budidaya tanaman berbasis komoditas secara mandiri maupun bekerja sama dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Mahasiswa mampu menganalisis, menginterpretasi, merancang dan mengembangkan teknologi yang efisien, tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat dalam peningkatan produksi pertanian sesuai kaidah pertanian berkelanjutan.  Berikut ini adalah bahan ajar dari pertemuan 1-14 yang bisa anda download dan pelajari secara mandiri. Link tersedia di bawah ini ya. 

Buku referensi matkul Dasgron yang bisa anda miliki


RPS Dasgron : https://drive.google.com/file/d/1O4DvMv9DJCaGm5N2by9IKHPdMroQlzSp/view?usp=sharing

Pertemuan 1: Konsep Dasar dan Ruang Lingkup Dasgron

Pertemuan 3: Agronomi sebagai bahan pangan dan industri



Pertemuan 4: Klasifikasi tanaman

Pertemuan 5: Lingkungan tanaman 

Pertemuan 6 : Pertumbuhan  tanaman

Pertemuan 7 : Perkembangan tanaman

Pertemuan 8: PTS

Pertemuan 9 : Pembiakan tanaman
Pertemuan 10 : Teknik budidaya tanaman

Pertemuan 11 : Usaha mencapai produksi maksimum (panca usahatani)

Pertemuan 12 : Sistem tanam SRI dan Jajar Legowo

Pertemuan 13 : Peningkatan Mutu Pasca Panen

Pertemuan 14 : Pertanian Organik dan Pertanian Konvensional

Pertemuan 15 : Pemuliaan tanaman

Pertemuan 16:  PAS

MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN

Mata kuliah Kewirausahaan dirancang untuk mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan mahasiswa dalam menciptakan dan mengelola usaha secara mandiri. Mata kuliah ini mencakup berbagai topik, seperti:

  • Pemahaman dasar kewirausahaan: definisi, karakteristik wirausaha, dan peran kewirausahaan dalam perekonomian.
  • Proses kreatif dan inovatif dalam menghasilkan ide bisnis.
  • Penyusunan rencana bisnis (business plan) yang mencakup analisis pasar, strategi pemasaran, aspek keuangan, dan operasional.
  • Studi kasus keberhasilan dan tantangan dalam kewirausahaan.
  • Pengelolaan risiko usaha dan pengambilan keputusan dalam situasi tidak pasti.
  • Penerapan teknologi dalam pengembangan usaha.

Mahasiswa juga didorong untuk membangun pola pikir entrepreneur yang tangguh, kreatif, inovatif, dan etis dalam menjalankan usaha atau memecahkan masalah sosial melalui pendekatan kewirausahaan (social entrepreneurship. Berikut ini link bahan ajar untuk mata kuliah kewirausahaan, silahkan didownload dan dibaca setiap pertemuannya dan dikerjakan tugas mandirinya. Terimakasih.

PERTEMUAN 1 : https://drive.google.com/file/d/1LtNjzgTysTa0GN3kYGJBF86p33ATKAnN/view?usp=sharing

PERTEMUAN 2 : https://drive.google.com/file/d/1an0LePipl9jnKF8N3TL_cIff4tmU4Llq/view?usp=sharing

PERTEMUAN 3 : https://drive.google.com/file/d/1q0JQ7RwjXb8MM-DNT7lQtASdFhKxsJuH/view?usp=sharing

PERTEMUAN 4 : https://drive.google.com/file/d/1ePgnSR0svalLyC9gS5IzXdXBaO9dLGwi/view?usp=sharing

PERTEMUAN 5 : https://drive.google.com/file/d/1xVqN6LsnJaU0CMgRF0s5tVSYDEDIC7QC/view?usp=sharing

PERTEMUAN 6 : https://drive.google.com/file/d/1WogYENHmKWGJBf3eV5lph8TgAb7HTe1X/view?usp=sharing

PERTEMUAN 7 :  https://drive.google.com/file/d/10Y0oM3v2sGPdpd_jeQerZHRYpBpb6dcz/view?usp=sharing

PERTEMUAN 8 : (PTS)

PERTEMUAN 9 : https://drive.google.com/file/d/1ZTf-TsMRSAMxxhSf0bwLlnLFegS1rvEq/view?usp=sharing

PERTEMUAN 10 : https://drive.google.com/file/d/1bCqLhIUmC2ofMoGqBRD5cQrjqHLiOyhu/view?usp=sharing

PERTEMUAN 11 : https://drive.google.com/file/d/1a-kxG4vspGLzH2q6K1Dw7Zn4cnxp_6y-/view?usp=sharing

PERTEMUAN 12 : https://drive.google.com/file/d/16iiYJQHYOok4MYEcSqMsMAw68hFSQQoy/view?usp=sharing

PERTEMUAN 13 : https://drive.google.com/file/d/1rQ-L2DvEHVAd_7BAk1nQvBBz_is7177O/view?usp=sharing

PERTEMUAN 14 : https://drive.google.com/file/d/1VdxTPmn7mXhJZaGNMOELtHrAW90dB3nO/view?usp=sharing

PERTEMUAN 15. TEMPLATE PROPOSAL BISNIS

https://docs.google.com/document/d/13ItXDB7jGDpDUSIQdLREcWlj0EP1TbYs/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

PERTEMUAN 16 : (PAS)

MATA KULIAH BAHASA INDONESIA

Assalamu'alaikum wr wb. Hallo, rekan-rekan mahasiswa. Mata kuliah Bahasa Indonesia merupakan mata kuliah wajib universitas yang diberikan kepada seluruh mahasiswa di setiap fakultas. Mata Kuliah Bahasa Indonesia diberikan dalam rangka sebagai pondasi dasar pemahaman pengetahuan khususnya untuk diaplikasikan dalam penulisan karya ilmiah seperti laporan magang, laporan KKN, dan skripsi. Mata kuliah Bahasa Indonesia diselesaikan dalam 14 kali pertemuan tatap muka, 1 pertemuan PTS, dan 1 pertemuan PAS. Topik atau materi yang diberikan antara lain hakikat dan fungsi bahasa, sejarah Bahasa Indonesia, keberagaman Bahasa Indonesia, keberagaman kata dalam Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca, dan lain-lain yang bisa mahasiswa lihat pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Berikut ini adalah link materi yang saya berikan pada setiap perkuliahan tatap muka. Silahkan didownload dan dipelajari ya. Terimakasih.



RPS BAHASA INDONESIA

https://drive.google.com/file/d/1dFzgMvPb9rpZnLwUcYaMVP637YykAmFh/view?usp=drive_link

BAHAN AJAR 1. HAKIKAT DAN FUNGSI BAHASA

https://docs.google.com/presentation/d/1KLVPjY_ljQ6kCZ6KzXKZiaGGct6TARlf/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

BAHAN AJAR 2. SEJARAH BAHASA INDONESIA

https://docs.google.com/presentation/d/1chSYvQIvSi5ht5QASdQ0bn7jJD6xSYzw/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

BAHAN AJAR 3. KEBERAGAMAN BAHASA INDONESIA

https://docs.google.com/presentation/d/1PRuD5X9DRHl5Pcms0-ESPVpzdEbjhwYS/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

BAHAN AJAR 4. PENGGUNAAN TANDA BACA

https://drive.google.com/file/d/1HJ4bQhnMW-svlRGtM7YrOyYf2vhsTYkG/view?usp=drive_link

BAHAN AJAR 4 (TAMBAHAN): TUGAS PENGGUNAAN TANDA BACA

https://drive.google.com/file/d/1WWIdSM7nDU1cA4Yy1N_eRL-cj276pOJS/view?usp=sharing

BAHAN AJAR 5 & 6. KEBERAGAMAN KATA DALAM BAHASA INDONESIA

https://docs.google.com/presentation/d/1HyEUwaNu_mlyghN2Qjf0sGI82eKpS5Kt/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

BAHAN AJAR 7 & 9. KALIMAT EFEKTIF

https://drive.google.com/file/d/1ZpPWSnoC23irkZNeOspzlhEZXaLngLD_/view?usp=sharing

BAHAN AJAR 10. PENGEMBANGAN PARAGRAF

https://drive.google.com/file/d/1CfEerMUTTPOGpV_B9xjwDY5L9rNPiTQ8/view?usp=sharing

BAHAN AJAR 11 & 12. PENULISAN KARYA ILMIAH DAN DAFTAR PUSTAKA

https://drive.google.com/file/d/18RcyzFMlE56AYHF41UbbqIAycLt-jfIn/view?usp=sharing

BAHAN AJAR 13 & 14. ARTIKEL ILMIAH

https://drive.google.com/file/d/1pTl9QO0Ki-CuzV-A4njkgjZwypI-ZvqY/view?usp=sharing

BAHAN AJAR 15. SISTEMATIKA SKRIPSI

https://drive.google.com/file/d/1HMv3yQrRy-28T-bKmuHWrF_z1ASUZMsi/view?usp=sharing

PERTEMUAN 16. SOAL UAS

KUIS 1

KUIS 2

MATA KULIAH EKONOMI MAKRO

Hallo, salam santun dan semangat!!

Rekan-rekan mahasiswa di semester 3 ini mahasiswa mulai mendapatkan mata kuliah keprodian dasar yang akan mendukung dalam penulisan laporan akhir atau skripsi. Di dalam mata kuliah keprodian, mahasiswa mulai banyak mengenal dan mengetahui isu-isu yang dibahas di dalam agribisnis atau ekonomi pertanian. Salah satu mata kuliah keprodian dasar adalah mata kuliah ekonomi makro. Pada dasarnya ilmu ekonomi terbagi ke dalam dua kategori yaitu ekonomi mikro dan ekonomi harga. Apabila ekonomi mikro fokus pada mempelajari perilaku atau tingkah laku individu rumah tangga dalam mengalokasikan sumberdaya dan penetapan harga dari suatu barang/jasa maka ekonomi makro bicara hal yang sama namun pada skala yang lebih besar atau agregat. Ekonomi makro membicarakan interaksi ekonomi antar suatu negara yang berdampak pada pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dari suatu negara tersebut. Kasus-kasus yang dibahas berkaitan dengan dampak dari kebijakan ekonomi agregat suatu negara seperti kemiskinan, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya akan berbagi bahan ajar ekonomi makro yang bisa anda akses di sini secara gratis, untuk dipelajari dan dipahami. Berikut link bahan ajar ekonomi makro:

PERTEMUAN 1: RPS EKONOMI MAKRO

https://drive.google.com/file/d/1MVMy70fMBBAOzIOPpv00f-J9MEYw2rvL/view?usp=sharing

PERTEMUAN 2 : RUANG LINGKUP EKONOMI MAKRO

https://drive.google.com/file/d/12U_HraeMsc6s3VhG0R-IyrRy23H-EgJQ/view?usp=sharing

PERTEMUAN 3: TEORI EKONOMI MAKRO

https://drive.google.com/file/d/1pTdd9qFmz-W6eiyfmtb1p1CckUy5GoR1/view?usp=sharing

PERTEMUAN 4: PENDAPATAN NASIONAL

https://drive.google.com/file/d/1OBUNincqKP--1xoNQMUuTjR4tNMbqJfz/view?usp=sharing

BUKU REFERENSI PDB OLEH BPS:

https://drive.google.com/file/d/1scj8GhKP1Wk6cGW8okaMnZyktulsb49H/view?usp=sharing

PERTEMUAN 5 : PEREKONOMIAN 2 SEKTOR

https://drive.google.com/file/d/1gTp973at30Qt16hCzY6OmVFwFOqQ9BSA/view?usp=sharing

PERTEMUAN 6: PEREKONOMIAN 3 SEKTOR

https://drive.google.com/file/d/1SW7jVpX3Pr8mdPQpGGUypUQtbi3E9bEB/view?usp=sharing

PERTEMUAN 7: PEREKONOMIAN 4 SEKTOR

https://drive.google.com/file/d/1rGGZsnHtSUQbxkqHxKqCpcBlu1vEl4o9/view?usp=sharing

PERTEMUAN 8 : SOAL PTS


PERTEMUAN 9: UANG DAN BANK SENTRAL

https://drive.google.com/file/d/1-U01i8Z6yEos4JH3_7XyMsuxInzzKmC_/view?usp=sharing

PERTEMUAN 10 & 11. KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER

https://drive.google.com/file/d/1e7wrVUWT5ZoxeW6-fNKpnPAIfo24MWIn/view?usp=sharing

PERTEMUAN 12 & 13. PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN

https://drive.google.com/file/d/1DN1hZmWpkZ3eP5BNagQZnnZPManZs_8M/view?usp=sharing

PERTEMUAN 14 & 15. PERDAGANGAN INTERNASIONAL

https://drive.google.com/file/d/10Dmwhi2ACGralMImFMpImVPotm339Nyr/view?usp=sharing

PERTEMUAN 16. SOAL PAS


SOAL KUIS


MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN

 Hallo mahsiswa, berikut ini materi metodologi penelitian setiap pertemuan ya. Silahkan didownload dan dipelajari ya.

RPS Metopen OBE : https://drive.google.com/file/d/1KKAY_VCoteHo8Sx8f8U-2p1Q9r19t3p0/view?usp=sharing

Bahan Ajar Pertemuan 1 : https://docs.google.com/presentation/d/1z0RkUgHsjY2j2rXQae0qAW1ahWPS9__O/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 2 : https://docs.google.com/presentation/d/1X2IwXQTwiLdXOfayGujht8oupIL5mIjc/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Tugas Pertemuan ke-2 : https://docs.google.com/presentation/d/1F1lPezGg3GGuJoR1J8QR7-m8sQ16qzyW/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 3 : https://docs.google.com/presentation/d/1hYwvzzBJDCgMi-zeUralvaV-GTFrniuw/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 4 : https://docs.google.com/presentation/d/1Vyf5NZlxCqk1k9ZhCTmRbPKL3H6cu-lK/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Tugas Pertemuan ke-4: https://docs.google.com/presentation/d/1vA3Lpf_ZT7wuJUGoGrOwuiQg9pDHsxc_/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 5 : https://docs.google.com/presentation/d/11g1FqUZne970DJqZRXL7rVH87rw9KJEh/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 6 : https://docs.google.com/presentation/d/1OZR57C-crp5t8Bb-LxoqYbiMjFdUTs-5/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 7 : https://docs.google.com/presentation/d/1OFTO0SUWPOzvzjo_NXX1ukxdd9Af3dfP/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 9 : https://docs.google.com/presentation/d/1Unm8WXtrov6V2zsMKHYN3tEPiHkY-vVf/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 10 : https://docs.google.com/presentation/d/1CzlhmieSX3VTEBacd_g3kCEVVGB3bAKY/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 11 dan 12  : https://docs.google.com/presentation/d/1Dxd01NlCaf7XiTj-mShX_WGLOyG-sMmp/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 13 :  : https://docs.google.com/presentation/d/1eYlVVwBsWCKTmzQUhtLpHUgR57xzmTHu/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 14 dan 15 : https://docs.google.com/presentation/d/1F164q-NeMRe2UB0Slsrfd_BMhUbk3uFc/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

MATA KULIAH EKONOMI PRODUKSI PERTANIAN

Hallo mahasiswa,,

Berikut ini adalah bahan ajar mata kuliah ekonomi produksi pertanian di setiap pertemuan. Silahkan didownload dan dipelajari ya.

RPS Ekonomi Produksi Pertanian OBE : https://drive.google.com/file/d/1aH7_NVpBciXEIxCXY5bOSz_0gdT4cUSl/view?usp=sharing

Bahan Ajar Pertemuan 1 : https://docs.google.com/document/d/1QtkSzNiQ-Ps3DPTQlCJl88gqLLHKJbUC/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 2 : https://docs.google.com/document/d/1FX1Dq22d8s5xzOwQLBZeB_r_YrA7Gkuy/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 3 dan 4 : https://docs.google.com/presentation/d/1gbmXsN3h5A0PmjYV5pimXnzZIgHUk-Sr/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 5 : https://docs.google.com/presentation/d/1KMz8VHrGTb0bNlgqPBnt-lwdBNCuUgsu/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 6 : https://drive.google.com/file/d/1DDYwvsMMpFYN9x3uK_vkZ56pKytpQzCE/view?usp=drive_link

https://docs.google.com/presentation/d/15odC3axpC_v632tKl0HEITL_ftHqHhWB/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 7 : https://docs.google.com/presentation/d/1YDKXYskCRqyrOyiHocWp5idXhTZx96NJ/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Perbaikan UTS Pertemuan 8 : 

Bahan Ajar Pertemuan 9 : https://docs.google.com/presentation/d/1vPSZlsJHNBnj-1duKHWfroBoNgCM6zt-/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 10 : https://docs.google.com/presentation/d/1udWSoS2Sz-3-vILY-lqcF6kw03ODANQl/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 11 dan 12 : https://drive.google.com/file/d/1ZlhtjtekO2Jel2DYvcir0qcWD5a6RU2p/view?usp=sharing

https://docs.google.com/presentation/d/1_flzULfSjzulacuKo2UaaOELySQbjYOb/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 13 dan 14 : https://docs.google.com/presentation/d/1hPJ_avzGipihuw6Zzw-3kBdhoSJyCoqq/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Soal PAS Pertemuan 16 : 

5 Cara Menghitung Biaya Penyusutan dan Contoh Jurnalnya

Dalam analisis pendapatan atau analisis kelayakan investasi, kita harus menghitung biaya input baik input tetap maupun input variabel. Input tetap adalah input yang digunakan dalam kegiatan usaha produksi dan tidak habis digunakan dalam satu kali pemakaian. Contoh penggunaan input tetap dalam usahatani adalah biaya peralatan yang digunakan dalam usahatani. Peralatan yang digunakan setiap waktu, nilai ekonomisnya akan semakin menyusut. Penyusutan peralatan ini disebut sebagai biaya penyusutan yang bisa dihitung dengan berbagai metode.

Secara umum, metode perhitungan biaya penyusutan dibagi menjadi dua yaitu metode rata-rata dan metode menurun. Metode rata-rata terdiri dari metode garis lurus (straight line method) dan metode unit aktivitas (unit of activity method). Adapun metode menurun terdiri dari metode jumlah angka tahun, metode saldo menurun, dan metode saldo menurun ganda. 

1. Metode garis lurus (straight line method)

Perhitungan biaya penyusutan aset tetap menggunakan metode garis lurus adalah cara menghitung biaya penyusutan suatu aset yang memiliki karakteristik nilai beban penyusutan sama setiap tahunnya. Nilai penyusutan tersebut tidak akan berubah sampai usia ekonomi aset yang bersangkutan habis. Jika digambarkan dalam bentuk grafik, metode ini akan membentuk garis lurus. Rumus perhitungan biaya penyusutan dengan metode ini adalah sebagai berikut:


Berdasarkan rumus di atas, unsur-unsur dalam rumus dapat dijelaskan sebagai berikut. Harga perolehan merupakan sejumlah uang yang dikeluarkan untuk mendapatkan aktiva tetap sampai aset tersebut siap digunakan. Unsur harga ini penting diketahui untuk dasar perhitungan seberapa besar depresiasi yang harus dialokasikan. Harga perolehan bisa juga disebut harga input tetap. Misalnya petani membeli mesin traktor sebesar 15 juta rupiah. Nilai sisa atau salvage value adalah taksiran nilai atau harga dari input tetap jika sudah digunakan sampai habis umur ekonomisnya. Misalnya, traktor yang dibeli seharga 15 juta rupiah, jika sudah 25 tahun mungkin sudah tidak bisa optimum lagi kemampuannya, dan jika dijual harganya mungkin akan menyusut atau tersisa menjadi 5 juta rupah. Maka nilai 5 juta rupiah itu disebut sebagai nilai sisa. Usia ekonomis menunjukkan masa kebermanfaatan dari input tetap. Misalnya. kebermanfaatan dari mesin traktor hanya 25 tahun, maka 25 tahun disebut usia ekonomis.

Penggunaan metode garis lurus ini banyak diadopsi oleh perusahaan karena kepraktisannya dalam perhitungannya. Kelebihan lainnya dari metode ini adalah metode ini memiliki besaran beban penyusutan yang sama setiap tahunnya karena tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya output. Karena beban biaya dianggap konstan untuk semua aset, maka ini menjadi kekurangan dari metode ini. Misalnya, biaya perawatan suatu mesin traktor sejak pemakaian di tahun pertama dan 10 tahun kemudian, tentu akan berbeda. Namun pada metode ini dianggap sama. Oleh karenanya, beban penyusutan yang diakui cenderung tidak mencerminkan usaha yang digunakan dalam menghasilkan pendapatan. Pada metode garis lurus, banyak asumsi yang digunakan seperti taksiran nilai residu/sisa dan umur ekonomis dari suatu aset. Jika taksiran ini salah atau tidak tepat maka bisa menimbulkan kerugian bagi pemilik usaha. 

Melihat kekurangan dan kelebihan dari metode garis lurus, menurut saya, metode ini lebih tepat jika digunakan untuk menghitung biaya penyusutan suatu aset tetap pada usaha yang tidak menggunakan mesin atau aset dengan harga mahal. Misalnya, pada usaha UMKM rumahan, jika peralatan yang digunakan hanya peralatan sederhana seperti peralatan dapur, maka metode garis lurus bisa digunakan. Hal ini karena peralatan yang dibeli tidak mahal, yang artinya biaya perawatannya tidak terlalu besar sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap nilai pendapatan yang nantinya diperoleh.

2. Metode penyusutan unit produksi


3. Metode saldo menurun ganda

Metode ini menghasilkan suatu beban penyusutan periodik yang menurun selama estimasi umur ekonomis aset.

4. Metode
jumlah penyusutan digit tahun

5. 

2 Tips Menentukan Alat Analisis Data Penelitian

Salah satu unsur yang harus ada di dalam proposal penelitian adalah penggunaan analisis data. Data yang didapatkan dari lapang, harus dianalisis agar kita mengetahui hasil atau kesimpulannya. Hanya saja, setiap penelitian tentu akan berbeda alat analisis datanya, tergantung dari topik dan jenis data yang digunakan. Banyak mahasiswa ketika mengulas bab 3 tidak tahu alat analisis apa yang akan digunakan, sehingga tidak ditampilkan sub bab analisis data. Ada juga mahasiswa yang menuliskan jenis analisis datanya, tetapi ketika ditanya mengapa menggunakan alat analisis tersebut? Mahasiswa juga tidak tahu jawabannya.

Pengalaman saya sebagai mahasiswa dahulu, memang ketika membahas alat analisis data, mahasiswa akan belajar secara otodidak lebih mendalam. Hal ini karena di perkuliahan tidak semua jenis analisis data diajarkan dan dipraktikkan. Pada saat skripsi, masing-masing mahasiswa mengambil penelitian yang berbeda, sangat variatif sekali nanti analisis data yang digunakan. Karena itu, mata kuliah statistik harus dikuasai untuk membantu mahasiswa dalam menentukan analisis data yang digunakan. Tidak hanya statistik dasar, akan tetapi juga statistik lanjutan seperti statistik sosial ekonomi pertanian dan ekonometrika. 

Selain mahasiswa, dosen pun ikut belajar juga. Karena dosen juga belum tentu pernah menggunakan alat analisis data yang sama pada penelitian dosen. Dosen pun juga tidak semuanya menguasai mata kuliah statistik. Oleh karena itu jika sudah masuk pada sub bab analisis data, dan saya sebagai dosen belum pernah menggunakannya, maka saya juga ikut pusing dalam menentukan analisis data yang akan digunakan. hiks .. hiks.. hiks...

Tetapi begitulah, sejatinya skripsi tidak hanya kerjaan mahasiswa tetapi juga kerjaan dosen karena juga harus ikut berpikir. Apalagi jika mahasiswanya tidak progress dalam belajar secara mandiri (malas membaca dan mencari tahu) bahkan justru malah menghilang dan tidak komitmen untuk bimbingan. Nah, berikut ini ada tips dari saya sebagai dosen untuk memudahkan dalam menentukan jenis analisis data yang digunakan.

1. Tentukan jenis penelitiannya

Dengan mengetahui jenis penelitian, apakah menggunakan kualitatif atau kuantitatif  menurut saya ini sangat membantu untuk menentukan analisis data yang digunakan. Untuk penelitian kuantitatif, apakah penelitian akan diuji secara statistik atau tidak. Jika tidak, maka biasanya sudah jelas teori yang digunakan sehingga kita mudah dalam menentukan analisis datanya. Sebagai contoh, mahasiswa mengambil judul analisis pendapatan usahatani padi. Penelitian ini sifatnya kuantitatif. Karena hanya ingin mengetahui besaran pendapatan dari usahatani, maka tidak perlu uji statistik. Cukup gunakan teori yang mendasarinya yaitu teori usahatani dan teori pendapatan. Menggunakan rumus keduanya sudah mampu menajwab alat analisis data yang akan digunakan, yaitu dengan menggunakan rumus pendapatan usahatani. 

Apabila penelitian kualitatif, maka lihat apakah akan menggunakan uji statistik atau tidak. Misalnya, mahasiswa ingin mengetahui strategi pengembangan usaha gula merah tingkat industri rumah tangga dan analisisnya menggunakan SWOT. Karena tidak menggunakan uji statistik, ya cukup gunakan teori yang mendasarinya, yaitu analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat). 

2. Lihat jenis data yang digunakan pada variabel yang diteliti

Jika pada point 1 di atas adalah contoh penelitian yang tidak menggunakan uji statistik, maka jika penelitian menggunakan uji statistik lihatlah data pada variabel yang diambil. Data itu secara sifatnya paling tidak ada 4 kategori, yaitu data nominal, ordinal, interval dan rasio. Dengan mengetahui jenis data ini pada penelitian kita, ini sangat membantu untuk menentukan alat analisis data apa yang akan digunakan. Hal ini karena setiap jenis data, alat analisisnya akan berbeda, begitu juga persyaratan asumsi yang harus dipenuhi.

Secara garis besar, statistik itu terdiri dari statistik parametrik dan non-parametrik. Statistik non parametrik biasanya digunakan untuk menganalisis penelitian yang bersifat kualitatif. Data yang digunakan biasanya nominal dan ordinal. Adapun statistik parametrik biasanya digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio. 

Sebagai contoh, mahasiswa ingin mengetahui bagaimana pengaruh adopsi teknologi terhadap peningkatan produktivitas jagung. Dalam hal ini adopsi teknologi berperan sebagai variabel x (independen) dan produktivitas jagung sebagai variabel y (dependen). Jika data adopsi dibuat berkategori misalnya antara "iya" dan "tidak" maka jenis datanya adalah nominal. Kemudian, produktivitas jagung adalah data rasio. Jika data produktivitas akan dibuat interval, maka nanti akan ada kelas-kelas pada data tersebut. Jika variabel x adalah data nominal, dan variabel y adalah data interval, maka alat analisis datanya menggunakan independen t-test. 

Hal yang berbeda, jika data yang dianalisis antara variabel dependen dan independennya sama-sama nominal, ordinal, rasio atau interval. Dengan mengetahui jenis data pada setiap variabel ini akan sangat membantu kita dalam menentukan alat analisis yang digunakan. Terutama jika metode penelitian kita adalah kualitatif dan statistikanya non parametrik. Semoga ulasaan ini bisa membantu temen-temen dalam menggunakan alat analisis data terutama jika menggunakan uji statistik.

5 TIPS LANCAR MELAKSANAKAN SEMINAR PROPOSAL PENELITIAN

Hai...  Untuk kamu mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, seminar proposal adalah tahapan skripsi yang pasti akan kamu jalani. Banyak mahasiswa yang tegang dan takut melaksanakan seminar proposal, karena fikiran dan bayangan yang sudah mengerikan terlebih dulu. Takut ditanyai teman-temannya waktu sesi tanya jawab, takut tidak bisa menjelaskan rencana penelitian ketika ditanya penguji, dan mungkin juga ada yang memiliki "demam panggung" alias nervous kalau tampil di depan orang banyak. Hal yang wajar sebetulnya ketika kita khawatir bahwa proposal yang akan kita seminarkan atau persentase proposal kita tidak berjalan lancar. Akan tetapi, tentu ada tips yang bisa digunakan supaya mengurangi ketegangan dan ketakutan dari hal tersebut. Berikut ini ada beberapa tips, agar seminar proposal yang kita jalankan bisa berjalan lancar.

1. Memahami isi proposal penelitian 

Tidak dipungkiri, ketika kamu memahami keseluruhan isi proposal kamu dengan baik, maka setengah kesulitan dari penelitian sebetulnya sudah teratasi. Sama hal nya ketika kita akan melakukan hal yang besar, perencanaan yang baik adalah kunci pertama untuk melalui tahapan berikutnya. Begitupun dengan skripsi, saat kita memahami 4W+1 H, maka kita tidak akan ragu untuk menjelaskan dan mempersentasekan skripsi kita kepada orang lain termasuk penguji dan rekan-rekan mahasiswa. Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah penelitian apa yang kita lakukan? Rumusan masalah yang melatarbelakangi seperti apa? Kedua, kapan penelitian ini akan dilaksanakan? Kapan mulai turun lapangnya? Ketiga, siapa yang menjadi responden atau sampel dalam penelitian kita? Teknik pengambilan sampelnya seperti bagaimana? Keempat, dimana penelitian kita akan dilaksanakan? Teknik pengambilan lokasinya bagaimana? Dan yang kelima, bagaimana kita akan menganalisis tujuan atau masalah yang kita teliti tersebut?

2. Persiapan teknis yang matang

Persiapan teknis yang baik akan menolong kita ketika persentase. Usahakan semprop yang kita lakukan tidak buru-buru, bisa dilaksanakan dengan tenang. Persiapan yang mesti dilakukan antara lain : pertama, print out proposal penelitian bab 1-3. Print out ini harus kita serahkan ke fakultas maksimal H-1 dari hari seminar, agar kita tidak panik di hari seminar. Persiapan kedua, materi persentase harus sudah selesai H-1 jadwal semprop. Materi yang kita buat hendaknya dalam bentuk power point. Buatlah slide persentase yang menarik, singkat, jelas dan padat. Tidak menggunakan kalimat-kalimat panjang dan bertele-tele. Gunakan template yang tidak aneh-aneh dan menarik untuk dilihat. Sesuaikan dengan tema penelitian yang kamu ambil. Selain itu, kamu juga harus mengisi penuh baterai laptop kamu dan pastikan laptop dapat berjalan dengan baik. Ketiga, siapkan pakaian untuk seminar. Biasanya, pakaian seminar mahasiswa adalah atasan putih, bawahan hitam, sepatu hitam, dan almamater. Pakaian yang rapih dan wangi akan membuat penampilanmu lebih baik dan percaya diri. Keempat, siapkan konsumsi (bila diperlukan) dengan meminta bantuan temanmu. Percayakan konsumsi itu kepada temanmu untuk mengaturnya. Dengan demikian, kamu tidak terganggu dengan urusan lain selain fokus pada seminar proposal yang akan dilakukan.

3. Membuat catatan penting atau resume

Sebagai bagian dari perencanaan atau persiapan, membuat catatan atau resume tentang penelitian kita itu sangat penting. Anda bisa menuliskannya atau menggambarkan dalam bentuk skema yang bisa anda pahami. Anda bertanya pada diri anda sendiri tentang penelitianmu (4W+1H) dan anda menuliskan jawabannya itu dalam kertas. Metode belajar ini akan sangat membantu kamu dalam mempersiapkan semprop sehingga kamu akan lebih yakin dengan persentase materimu nanti. 

4. Mendengarkan dan menyimak penguji dan pembimbing

Pada saat sesi tanya jawab setelah kamu mempersentasekan proposal, kamu akan ditanya oleh rekan-rekan mahasiswa dan dosen penguji tentang rencana penelitianmu. Akan lebih baik, jika setiap pertanyaan itu kamu tulis. Bila ada sesi sharing dan saran yang diberikan sebaiknya kamu menyimak dan mendengarkan dengan seksama. Hal ini akan berguna untuk merevisi proposal penelitian kamu, karena ada informasi penting yang mungkin harus kamu tambah atau kurangi di dalam proposal penelitian.

5. Berdoa dan yakin!

Tips terakhir adalah jangan pernah lupa untuk berdoa dan selalu yakin pada diri sendiri. Setiap kesulitan akan disertai kemudahan. Bila menjelang semprop kamu merasa tertekan atau panik, karena banyak hal yang harus dipersiapkan. Yakinlah setelah selesai semprop, kamu akan merasa lebih baik. Tidak lupa juga untuk selalu meminta doa restu kedua orangtua agar ilmu yang kamu dapatkan menjadi berkah bagi hidup kamu di masa mendatang.

Nah rekan-rekan mahasiswa, itulah tadi 5 tips yang bisa kamu terapkan menjelang seminar proposal yang akan kamu laksanakan. Setiap mahasiswa pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, dan kekurangan itu sebenarnya bisa diatasi bila kita membuat planning yang matang. Semoga sukses menyelesaikan skripsi dan melaksanakan seminar proposal penelitian ya ^.^




MATA KULIAH STATISTIK SOSIAL EKONOMI SEMESTER GANJIL 2023-2024

Haloo, selamat malam rekan-rekan mahasiswa. Gimana perkuliahan pertama kita hari ini? Sekilas mengulas mata kuliah statistik sosial ekonomi merupakan mata kuliah keprodian yang wajib diambil mahasiswa dengan jumlah 3 sks dan kode mata kuliah 54201202. Mata kuliah ini diberikan dalam rangka mendukung dan mempersiapkan mahasiswa pada saat waktunya nanti menyelesaikan tugas akhir atau yang disebut dengan skripsi. Mata kuliah statistik sosial ekonomi membahas lebih banyak analisis statistik yang banyak digunakan dalam bidang sosial ekonomi. Diantara materi atau topik yang dibahas pada mata kuliah ini adalah statistik deskriptif dan inferensial; pengertian, jenis dan kegunaan data; pengelompokan data di dalam kelas; penyajian data; ukuran gejala pusat; ukuran penyimpangan; deret berkala; distribusi frekuensi; peran sampel dan populasi dalam penelitian; estimasi; pengujian hipotesis; uji validitas dan reliabilitas; analisis trend dan analisis regresi berganda. 

Sebagai mata kuliah statistik lanjutan, mahasiswa seharusnya sudah lulus dari mata kuliah prasyaratnya yaitu statistika dasar ketika mengambil mata kuliah ini. Pertemuan tatap muka dalam satu semester berlangsung sebanyak 14 kali pertemuan di luar UTS dan UAS. Aspek penilaian dari mata kuliah ini terdiri dari kehadiran (10%), tugas (25%), PTS (30%) dan PAS (35%). Mahasiswa diharapkan dapat turut aktif dan disiplin dalam mengikuti perkuliahan mata kuliah ini dan mengumpulkan tugas-tugas mingguan. Selain itu, akan ada praktik dalam mata kuliah ini menggunakan PC atau laptop. Oleh karena itu, mahasiswa harap menginstall laptopnya dengan aplikasi SPSS keluaran terbaru. 

Pada link ini akan dibagikan materi setiap pertemuannya. Silahkan klik link di bawah ini untuk mendownload materi. Jangan lupa untuk menjejakkan komentar di kolom bawah ya setelah mendownload ^-^


Pertemuan 1  (RPS Statsosek) :https://drive.google.com/file/d/1NRnajyNOhWd_woKt2d3mo3bRJ3uhf0_H/view?usp=sharing

Pertemuan 2 (Konsep Dasar Statistika): https://drive.google.com/file/d/17D_6Q3ItzG2bqiQlu4mNOzO46s93Ldg1/view?usp=sharing

Pertemuan 3 & 4 (Ukuran Gejala Pusat) : https://drive.google.com/file/d/1r88hpASXcL1mDl1f7f1VVxkSnpkQkW0G/view?usp=sharing

Pertemuan5 & 6 (Standar Deviasi dan Varians) : https://drive.google.com/file/d/1PsUn1NGYirsvBUSB1-dZuSeIIrHOYQNQ/view?usp=sharing

Pertemuan 7 (Deret Berkala) : https://drive.google.com/file/d/1t86KdVH3CJU1nakvg9v9gWzd_vk8E0Xu/view?usp=sharing

Pertemuan 8 (PTS) : https://drive.google.com/file/d/1uSFA6ohAv_7FRAq4yDTx0TktGsMKIL3k/view?usp=sharing

Pertemuan 9 (Distribusi Frekuensi)

https://drive.google.com/file/d/1dK1_DmKUAC6poNaeyzeXpjEYC83CsIyz/view?usp=sharing

Pertemuan 10 (Estimasi Parameter) : https://docs.google.com/presentation/d/1STmm5VaePVm4SSc61ykxmvAuzoBS5uY0/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Pertemuan 11 (Hipotesis Penelitian) : https://docs.google.com/presentation/d/1Xv4dJ8ZGGD8dsNvFKJm54dmx-xdUFqo9/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Pertemuan 12 & 13 (Penyusunan dan Pengukuran Skala Dalam Instrumen) : https://docs.google.com/presentation/d/1gdR-vu5WqwJAQi_3jwqmiS1WXSf3e_gA/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Pertemuan 14 & 15 (https://docs.google.com/presentation/d/1psmI2H7dbIgEJC_nyPV_KOAbfTaikzLs/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true)

Pertemuan 16 (PAS)

https://drive.google.com/file/d/1b24mzMnbnbtxzSAejy2Vu5RAfcCBUNr9/view?usp=drive_link

Tentang Kebersamaan, Makan Siang, dan Hubungan yang Perlu Dirawat

Di dunia kerja, sering kali kita terlalu fokus pada target, laporan, deadline, dan berbagai pekerjaan yang harus diselesaikan. Hari demi har...