Persepsi Petani Terhadap Financial Technology (Survei Penelitian Hibah Internal)

 Selamat pagi sahabat dosen semua. Kali ini saya akan membagikan cerita penelitian saya. Alhamdulillah di semester ganjil 2023-2024 ini saya mendapatkan dana hibah internal untuk penelitian. Penelitian yang saya ambil berjudul "persepsi petani terhadap financial technology di Desa Tambah Luhur Kecamatan Purbolinggo". Penelitian ini bersifat survei dan dilakukan secara insidental pada saat Gapoktan dan Poktan melakukan pertemuan rutin. Jumlah yang hadir berkisar 20 orang. 

Tujuan dari saya mengambil judul tersebut adalah untuk mengetahui apakah petani kita di pedesaan telah tahu dan mengadopsi financial rechnology? Sebagaimana yang kita rasakan saat ini, kehidupan di zaman modern dan digital telah memaksa seseorang untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan berbagai teknologi salah satunya adalah dalam bidang keuangan. Aktivitas ekonomi kita saat ini dilakukan tidak harus melalui pasar secara fisik, tetapi juga bisa dilakukan secara online. Kegiatan transaksi secara online ini memaksa kita untuk menggunakan financial technology sebagai media yang membantu kita untuk mendapatkan barang atau jasa yang kita inginkan. Sebagai contoh penggunaan fintech adalah dalam hal pembayaran dan transfer uang, peminjaman dan pendanaan peer to peer (P2P), manajemen keuangan dan investasi, teknologi blokchain dan cryptocurrency, asuransi digital, keamanan keuangan, dan lain-lain.

Financial technology telah menyentuh berbagai sektor termasuk sektor pertanian yang merupakan sektor penyangga dan pensupplai sektor industri. Namun, petani sebagai pelaku utama dalam sektor pertanian belum tentu mengetahui apa itu fintech dan bagaimana menggunakannya. Petani juga belum tentu mengetahui hal apa saja yang bisa petani akses dalam fintech ini sehingga memberikan keuntungan pada kegiatan pertaniannya. Financial technology mencakup berbagai macam teknologi, mulai dari aplikasi perangkat lunak dan platform online hingga teknologi keamanan dan kecerdasan buatan. Barangkali akan berbeda jika petani yang ada di perkotaan. Mereka mungkin lebih banyak peluang dan informasi untuk bersinggungan dan mengadopsi fintech ini. Oleh karena itulah, penelitian ini dilakukan. Hal ini karena sebagian besar petani tinggal di pedesaan. Kondisi mereka yang jauh dari pasar harusnya justru lebih leluasa dan bisa menguasai layanan-layanan fintech agar hasil produksi usahataninya dapat meningkatkan pendapatan petani. Petani pedesaan yang mampu mengadopsi fintech akan meningkatkan nilai value diri petani dan produknya. Keuntungannya antara lain produk dapat terjual lebih cepat, petani bisa memasarkan secara global, petani bisa mendapatkan bantuan dana usahatani, petani dapat mengevaluasi usahataninya, petani dapat memanaje keuangan dari usahataninya, dan lain-lain.









Testimoni SKB Wawancara CPNS DOSEN 2023

Hallo sobat dosen atau calon dosen semua. Tahun ini, adakah yang sama seperti saya mengikuti CPNS Dosen? Di tahun ini, saya mencoba lagi untuk kali ke-7 mengikuti CPNS 😋 Sudah banyak ya... Bagaimana dengan sobat semua? Semoga lulus ya kita di CPNS tahun 2023 ini. Tahun 2018 saya sudah pernah mengikuti CPNS dosen, sudah sampai tahap akhir yaitu SKB. Hanya saja nilai akhir saya lebih rendah dari saingan saya, sehingga saya tidak lolos. Tahun 2019 dan 2021 saya mengikuti CPNS juga, tapi saya mengambil formasi fungsional. Entah salah strategi atau memang belum rezeki, saya juga tidak lolos SKB karena tidak lulus rangking walau sebenarnya lulus passinggrade. Tahun 2023 ini saya akhirnya memutuskan untuk mengambil formasi dosen. Di tahun ini, usia saya menginjak 34 tahun, setahun lagi sudah tidak bisa mengikuti CPNS. Hehehehe...

Alhamdulillah CPNS tahun ini saya lolos passinggrade untuk SKD dan maju ke tahap selanjutnya yaitu SKB. Hari ini, Senin 11 Desember 2023 adalah jadwal SKB wawancara. Tidak terlalu banyak yang saya persiapkan hanya lihat di youtube tips-tips menjawab interview, dan mencari tahu apa saja yang sekiranya akan ditanyakan pada saat wawancara. Wawancara SKB dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi zoom. Perasaan nervoeus sudah hadir sejak sehari sebelum wawancara, bahkan mungkin sampai tegangnya sampai hadir di mimpi saat tidur lho sobat  😂

Tiga puluh menit sebelum mulai saya sudah standbye di zoom. Panitia membuatkan beberapa ruang zoom untuk kita sebelum sampai pada tahap wawancara dengan pewawancara. Setidaknya ada 4 ruang yaitu ruang tunggu, ruang validasi, ruang token dan ruang wawancara. Di ruang tunggu panitia memastikan kita mendengar apa yang mereka sampaikan. Panitia juga meminta kita untuk mengisi fakta integritas. Kemudian di ruang validasi panitia meminta kita menunjukkan KTP dan kartu ujian SKB. Di ruang token panitia memberikan kode token untuk masuk ke ruang wawancara. Dan ruang terakhir adalah ruang wawancara, tempat dimana pewawancara akan mengajukan berbagai pertanyaan.

Sobat dosen penasaran dengan apa saja pertanyaan wawancara yang diajukan? Sebelumnya, ada penyesalan dari saya pada saat masuk ke ruang wawancara saya tidak mengenali dan tidak mengetahui nama pewawancara. Mereka juga tidak memperkenalkan diri mereka, sehingga saya tidak menyapanya dengan menyebut nama mereka. Jadi, untuk sobat calon dosen yang masuk sampai tahap wawancara ada baiknya mencari tahu terlebih dahulu petinggi kampus yang akan kita tuju. Sebetulnya saya sudah mencari tahu sebelumnya, tapi di luar dugaan, saya kira pewawancara adalah wakil direktur bidang kemahasiswaan dan kajur dari prodi yang saya inginkan. Ternyata, yang mewawancarai saya adalah wakil direktur bidang kerjasama dan satu lagi ibu-ibu tapi saya tidak tahu.

Baik sobat, berikut ini adalah daftar pertanyaan yang saya ingat dan ditanyakan pada saat interview CPNS SKB Dosen. Semoga daftar pertanyaan ini membantu sobat yang sedang berupaya untuk melamar dosen baik itu CPNS atau non-PNS. Adapun untuk jawaban, sobat bisa menyusun atau menuliskannya sendiri menurut pendapat sobat sekalian. Karena menurut saya setiap orang memiliki situasi dan alasan yang berbeda-beda. Semoga membantu ya 😊

  1. Perkenalkan diri anda
  2. Pengertian toleransi dan contohnya
  3. Saya pernah tidak melanggar peraturan sebagai dosen
  4. Saya memiliki masalah atau konflik tidak dengan teman kerja
  5. Saya pernah tidak mendapatkan perintah dari atasan secara mendadak dan tidak mengerjakan perintah atasan
  6. Jika saya sedang memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan, kemudian teman seprofesi atau atasan meminta pertolongan kita atau memberikan perintah kepada kita, bagaimana tindakan kita?
  7. Suami kerja dimana
  8. Saya tinggal dimana
  9. Mengapa saya melamar dosen ASN padahal sudah menjadi dosen
  10. Komitmen dan integritas saya seperti apa
  11. Apakah memiliki masalah dengan lingkungan
  12. Jika diterima dikampus yang saya tuju dengan pluralismenya, bagaimana sikap saya
  13. Dimana pendidikan S2 saya dan mengapa mengambil S2 di kampus tersebut
  14. Capaian saat ini dan target untuk ke depannya
Adapun testimoni dari saya untuk wawancara SKB CPNS dosen kali ini, menurut saya sangat efektif. Dari sisi waktu, tempat dan biaya sangat memudahkan. Hal ini karena wawancara dilaksanakan secara daring. Tahun 2018, saya melakukan SKB wawancara harus datang ke kampus yang saya tuju. Kemudian secara teknis, tepat waktu dan teratur dengan baik proses atau tahapnya. Saya berharap penilaian dari SKB wawancara ini dilakukan secara obyektif. Dan saya juga berharap agar saya lolos dalam CPNS tahun ini. Tetapi apapun hasilnya, semoga itu adalah yang terbaik untuk saya. 

Pengolahan Sampah Rumah Tangga Mendukung Program Pro Iklim Lampung Timur

Kegiatan PKM semester ganjil 2023-2024 lainnya yang saya lakukan adalah menjadi pembicara pada kegiatan "Ceremony Bantuan Program Kampung Iklim dan Pelatihan Daur Ulang Sampah Rumah Tangga" yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Timur dengan PT. Pertamina. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 23 November 2023 di Balai Desa Tanjung Kesuma, Kecamatan Purbolinggo. Peserta pada kegiatan tersebut adalah para kepala desa yang ditunjuk sebagai desa penyangga pro iklim di Kabupaten Lampung Timur. Desa penyangga pro iklim berjumlah 12 desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Lampung Timur. Pada kegiatan tersebut saya menyampaikan materi tentang pengolahan sampah khususnya sampah rumah tangga. 



Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik yang bersifat terurai atau tidak terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan (UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah). Data sampah di Indonesia tahun 2022 mencapai 36 juta ton/tahun. Provinsi Lampung sendiri menyumbang sampah sebanyak 791.680,34 ton/tahun. Komposisi sampah terbesar adalah berupa sisa makanan yang mencapai 40,38% dari total komposisi sampah. Urutan kedua sampah terbanyak berupa sampah plastik sebesar 18,1%. 

Sumber sampah terbesar berasal dari sampah rumah tangga yang mencapai 38,35% dari total sumber sampah. Sumber kedua yaitu berasal dari pasar sebesa 27,61%. Adapun penanganan sampah di masyarakat sebagian besar dibakar (49,5%); diangkut (34,9%); dibuang ke sungai (7,8%); dibuang ke sembarang tempat (5,9%) dan dibuat kompos (0,4%). Indonesia sendiri merupakan penghasil sampah plastik terbesar nomor 2 di dunia. Rangking ini bukanlah sesuatu yang patut untuk dibanggakan. Kegiatan pengkomposan di Indonesia masih sangat minim, masyarakat perlu diedukasi dan diberikan sosialisasi tentang pentingnya pengolahan sampah ini. 

Sampah rumah tangga merupakan yang paling banyak dihasilkan. Sampah rumah tangga adalah sampah yang dihasilkan dari konsumsi rumah tangga sehari-hari yang terdiri dari sampah organik dan non oranik yang tidak termasuk tinja dan sampah spesifik. Sampah organik dapat direcycle dengan mengubahnya menjadi pupuk kompos melalui usaha pengomposan. Pengomposan biasanya terjadi secara alami, tetapi bila ada tindakan dari manusia seperti penambahan mikroorganisme pengurai, pengomposan dapat terjadi lebih cepat. Seluruh bahan organik bisa digunakan sebagai sumber kompos. Beberapa bahan yang dapat diolah menjadi pupuk kompos yaitu sisa tanaman, kotoran hewan, kulit telur, ampas kopi dan teh, sisa sayuran dan buah-buahan. Berikut ini adalah bahan baku yang saya gunakan pada saat mengisi kegiatan PKM:

1. Sampah dapur: daun-daun yang masih hijau, rumput hijau (masih basah), kulit telur

2. Sampah halaman yang kering, daun-daun kering, kardus, karpet telur dari kertas

3. Air

4. Mol (EM4)


Alat yang saya gunakan adalah:

1. Komposter bag (berbahan terpal)

2. Ember/gembor

3. Sarung tangan

4. Sekop tangan







Cara membuat kompos adalah dengan:

1. Lapisan paling bawah komposter diisi sampah basah
2. Lapisan kedua diisi sampah kering
3. Selanjutnya disiram air yang sudah dicampur EM4
4. Ulangi step 1-3 berurutan sampai komposter menjadi penuh dan padat
5. Dalam kurun waktu 1-2 minggu sekali bisa dicheck hasil komposnya, dan diisi lagi sesuai dengan urutannya sampai komposter penuh
6. Panen kompos dilakukan 5-8 minggu tergantung jenis sampah yang dibuat
7. Panen dilakukan dari bagian bawah komposter



Saya berharap dari materi yang saya sampaikan ada yang mempraktikkannya dan bisa bermanfaat untuk banyak orang. Saya sendiri pun sedang mempraktikkan mengompos sendiri dari sampah rumah tangga yang saya hasilkan. Menurut saya, menerapkan zero waste melalui kegiatan pengomposan sampah merupakan lifestyle yang harus diupayakan. Sedikit sulit dan berat memulainya, karena kita harus mengubah kebiasaan kita. Akan tetapi jika bisa konsisten, maka kita akan happy menjalaninya dan ini menjadi kegiatan yang menyenangkan. Semoga tulisan ini memberikan manfaat untuk para pembaca ya ^,^

PERSIAPAN SKB WAWANCARA DOSEN 2023 POLINELA

1. Perkenalkan diri anda!

Assalamu'alaikum Wr.Wb. Baik terimakasih Bapak/ibu atas waktu dan kesempatan yang diberikan. Perkenalkan nama saya Eny Ivan's, S.P., M.Sc. Saya merupakan lulusan dari magister ekonomi pertanian UGM. Sedangkan S1 saya berasal dari Agribisnis UNILA. Alhamdulillah, sejak 2019 saya telah menjadi dosen tetap di Prodi Agribisnis, FP3, UNU Lampung. Selama 4 tahun mengajar, capaian saya adalah sudah mengajukan sertifikasi dosen dan sedang proses di LLDIKTI. Kemudian sudah menginput data untuk pengajuan lektor. Beberapa mata kuliah yang pernah saya ampu antara lain Pengantar Ilmu Ekonomi, Ekonomi Pertanian, Ekonomi Produksi, Pemasaran Agribisnis, Analisis Kelayakan Usaha, Ekonometrika, Kewirausahaan, dan beberapa mata kuliah lainnya. Adapun untuk dharma penelitian dan pengabdian, alhamdulillah rutin saya lakukan di setiap semester, sehingga saya bisa mengikuti BKD dan sudah eligible untuk serdos. 

2. Mengapa anda ingin menjadi dosen?

Baik terimakasih untuk pertanyaannya. Saya akan menjawabnya dengan membaginy pada dua hal. Pertama, secara filosofis saya meyakini bahwa setiap ilmu yang diamalkan adalah pahala jariyah yang akan kita terima. Selama menjadi siswa dan mahasiswa, saya mendapatkan banyak ilmu dari para guru dan dosen saya. Saya ingin meneruskan estafet itu. Dengan menjadi dosen saya berpikir bahwa ruang untuk membagi ilmu akan lebih besar dan lebih luas. Ilmu yang dibagikan tidak akan pernah surut dan menyusut, bahkan seringkali justru bisa menambah ilmu itu sendiri menjadi lebih banyak. Karena kadangkala, mahasiswa kita lebih pintar, lebih dahulu punya pengalaman, dan dari mereka kita mendapatkan ilmu juga. 

Kedua, mengajar adalah passion dan panggilan hati. Pada dasarnya mengajar bukan hanya menjadi dosen. Saya pernah mengajar privat, pernah terlibat aktif mengisi pengajian di komplek perumahan saya sewaktu jadi mahasiswa, pernah menjadi tutor adik-adik SMA dan teman-teman saya dulu saat kuliah merasa lebih mudah memahami materi ketika saya yang menerangkan. Mengajar adalah seni meyampaikan sesuatu untuk lebih dimengerti. Ada banyak metode yang bisa kita gunakan agar mahasiswa kita bisa memahami materi. Dan semua itu, dapat dilakukan oleh seorang dosen.

3. Mengapa ingin menjadi ASN? Padahal gaji ASN kecil?

Menurut saya ASN adalah abdi negara. Sebagai abdi negara, maka sudah selayaknya memberikan waktu dan tenaganya untuk melayani publik, dalam hal ini sebagai dosen ASN.  Sebagai dosen ASN, maka peran utamanya adalah turut memajukan dan mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan, sesuai dengan amanat UUD 1945. Selayaknya profesi yang lain, yang menguntungkan dari ASN adalah pemerintah menunaikan hak ASN dengan menjamin kesejahteraanya melalui upah bulanan dan tunjangan yang lain. Selain itu, ada kesempatan yang lebih besar bagi dosen ASN untuk memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan lanjutan (S3). 

4. Mengapa memilih polinela? Mengapa tidak mengambil universitas padahal anda sudah mengajar di suatu universitas?

Baik terimakasih pertanyaannya. Pertama saya melihat formasi. Kebetulan untuk universitas yang ada di lampung, kualifikasi pendidikan yang diminta tidak ada yang sesuai dengan kualifikasi pendidikan S2 saya. 

Kedua, saya melihat Polinela adalah kampus yang sudah cukup lama berdiri dan dikenal oleh masyarakat luas khususnya di lampung. Visi dari Polinela adalah menjadi pendidikan tinggi vokasi yang berorientasi pada akhlak mulia, disiplin, terampil, mandiri dan kompetitif. Visi ini menurut saya telah terbukti dengan banyak prestasi yang diraih oleh polinela. Yang terbaru adalah mahasiswa polinela mendapatkan juara pada program film dokumenter dan film pendek di ajang e-KTB award yang diselenggarakan oleh Pemprov Lampung.

Adapun keputusan saya memilih prodi pengelolaan agribisnis dikarenakan salah satu tujuannya adalah ingin menghasilkan lulusan yang memiliki jiwa entrepreneuship. Selain menjadi dosen, saya sendiri adalah seorang perintis usaha mikro dengan produknya kripik pisang. Usaha saya sudah berjalan dari 2021 dengan nama pasar @kripikbawen_lampung. Alhamdulillah produk saya sudah PIRT. Penjualan saya lakukan secara online dan offline. Online saya pasarkan melalui media sosial, sedangkan offline saya masukkan ke toko oleh-oleh di Metro. Jadi antara goals dari prodi pengelolaan agribisnis dengan aktivitas keseharian saya sangat berhubungan. Oleh karena itu saya berminat untuk begabung di prodi Pengelolaan Agribisnis. 

5. Apa bedanya polinela dengan universitas?

Baik terimakasih pak. Menurut saya polinela adalah perguruan tinggi yang menyediakan pendidikan berbasis vokasi. Vokasi yang saya tahu adalah pendidikan yang lebih berfokus pada praktek kerja yang dapat menunjang keahlian di bidang studi tertentu. Alumni dari Polinela dipersiapkan untuk menjadi tenaga yang siap bekerja dan mampu bersaing secara global di bidangnya, yang dibekali dengan keterampilan, keteknikan dan teknologi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Sementara Universitas adalah pendidikan tinggi yang menyediakan interdisipliner ilmu yang terdiri dari berbagai macam fakultas sebagai payung dari setiap rumpun bidang keilmuan yang ada. Jenjang pendidikan di dalam universitas terdiri dari sarjana, magister dan doktor dimana alumni dari universitas dipersiapkan selain untuk dunia kerja juga untuk menghasilkan para ahli di suatu bidang ilmu.

6. Apa keunggulan anda sehingga kami dapat memilih anda?

Baik terimakasih. Dalam Tridarma, untuk pengajaran saya sudah mengajar banyak mata kuliah keprodian. Beberapa metode pengajaran yang pernah saya terapkan seperti studi kasus, project based learning, ceramah, dan student center learning. Saya juga sudah memiliki beberapa modul pembelajaran (ekonomi pertanian, pengantar ilmu ekonomi, perilaku konsumen, kewirausahaan, ekonomi produksi pertanian, teknologi produksi agribisnis), namun belum sampai diterbitkan. 

Adapun dari sisi penelitian, saya sudah terbiasa mempublikasikan karya ilmiah di berbagai jurnal baik yang bersinta maupun belum. Publikasi saya bisa dilihat di google scholar. Artikel publikasi saya hasilkan setiap semester untuk BKD dosen. Dari penelitian itu juga bisa saya konversikan ke dalam materi ajar seperti misalnya analisis studi kelayakan di suatu UMKM. Karena saya mengajar kewirausahaan dan analisis studi kelayakan usaha, maka hasil penelitian tersebut saya gunakan untuk bahan ajar di perkuliahan.

Tridarma yang ketiga yaitu PKM. Memang dari tiga tridarma tersebut, saya cenderung menyukai kegiatan pengabdian masyarakat. Alhamdulillah, saya sudah dua kali mendapatkan dana hibah internal dari kampus saat ini mengajar untuk pengabdian dan penelitian. Beberapa materi yang pernah saya sampaikan dalam kegiatan PKM adalah pembuatan pupuk organik, pembuatan cocopeat, penyusunan bisnis model canvas, pengolahan bunga rosela menjadi ragam varian makanan, sosialisasi gemar menanam dan praktik menanam hidroponik, dan yang terbaru adalah pembuatan pupuk kompos dan pembuatan ecobreak bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan PT Pertamina. 

7. Bagaimana target atau mission anda ketika lolos menjadi dosen di polinela?

Baik terimakasih. Mission job saya ketika lolos menjadi dosen tentunya berkaitan dengan Tridarma. 

1) untuk pengajaran, saya akan lebih mengeksplore metode pembelajaran berbasis project. menurut saya metode PBL sangat relevan untuk dipakai oleh manusia dewasa seperti mahasiswa. Dengan PBL mahasiswa diberikan ruang dan kebebasan untuk mengeksplore kemampuan dirinya sendiri. Sementara dosen menjadi fasilitator. Saya juga berencana untuk menerbitkan buku ajar yang sudah saya buat, sehingga dapat digunakan oleh mahasiswa untuk belajar.

2) untuk penelitian, sejauh ini alhamdulillah saya dapat melaksanakannya secara rutin di setiap semester. Penelitian yang sudah saya lakukan, sebagian besar membahas tentang kelayakan suatu usaha (entrepreneur) dan tentang produksi pangan khususnya padi. Target saya adalah dapat secara rutin melakukan publikasi pada jurnal bersinta atau terakreditasi, dan juga ingin mendapatkan hibah penelitian sehingga bisa mengembangkan atau mengambil topik penelitian yang lebih berbobot terutama kaitannya dengan teknologi di sektor pertanian. 

3) untuk pengabdian, saya akan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder seperti pemerintah, organisasi, petani, masyarakat dan elemen lainnya untuk menciptakan suatu kegiatan yang bermanfaat. saya juga berharap bisa mendapatkan dana hibah eksternal seperti PDP. Sejauh ini, dari tiga dharma, passion saya atau kecenderungan minat saya lebih besar kepada kegiatan PKM. Menurut saya, sebagai pendidik profesional, ilmu yang kita miliki dapat lebih besar manfaatnya dirasakan tidak hanya oleh mahasiswa tetapi juga masyarakat luas. 

Adapun untuk upgrade bidang keilmuan, saya berencana untuk melanjutkan pendidikan S3. Pendidikan S3 ingin saya tempuh setidaknya setelah 2 sampai 3 tahun mengabdi menjadi ASN di kampus baru. Kampus yang ingin saya tuju adalah kampus di IPB atau UGM. Adapun tema disertasi yang ingin saya ambil berjudul, "Konsep Kelembagaan dan Hilirisasi Produk Pertanian di Provinsi Lampung". 

Sebetulnya untuk pemerintah provinsi lampung, sudah menyadari pentingnya hilirisasi produk pertanian diantaranya dengan mengeluarkan program e-KTB yang bertujuan untuk mengintegrasikan semua kepentingan pertanian sehingga meningkatkan kesejahteraan petani. Akan tetapi, pada realisasinya saya check pada menu e-pemasaran program e-KTB ini tidak ada produk yang ditawarkan. Hal ini menunjukkan bahwa ada banyak bentuk atau masalah pada sub sistem hilir sehingga perlu dicari strategi yang pas. 

Polinela sendiri bulan desember ini menjuarai ajang e-KPB melalui ajang film pendek dan film dokumenter oleh mahasiswa polinela. Melalui ajang ini sebetulnya kita bisa menampilkan atau menceritakan problem petani pada kondisi real terutama di sub sistem hilir, sehingga bisa kita cari solusinya bersama-sama. 

8. Anda kan sudah bekerja sebagai dosen tetap di kampus anda saat ini kurang lebih 4 tahun. Bagaimana seandainya anda lolos menjadi ASN tetapi tidak disetujui oleh pimpinan anda di kampus anda saat ini?

Baik pak, terimakasih. Saya tidak menampikkan bahwa pekerjaan saya di kampus yang sekarang telah membentuk pribadi saya lebih baik terutama dalam menjalani profesi dosen. Itu adalah anugrah dan amanat yang saya terima dan jalankan. Saya merasa jika saya mengikuti CPNS kemudian saya lolos dan saya pergi dari kampus saya mengajar saat ini, saya tidak mengkhianati siapapun. Karena memang tidak ada tandatangan kontrak atau kesepakatan tertulis yang terjadi antara saya sebagai pegawai dan kampus sebagai instansi saya bekerja. Tentu ketika pimpinan tidak memperbolehkan, pasti ada alasan logisnya. Dan saya akan mengajak beliau untuk berdiskusi, mencari solusi bersama-sama jika itu soal jumlah minimum dosen prodi yang berkurang dan secara bijak meminta kesediaannya untuk memberikan surat lolos butuh. Adapun jika beliau menolak, saya akan mengikuti prosedur yang ada, diantaranya adalah meminta bantuan dari LLDIKTI 2 untuk membantu menguruskannya seperti cerita teman2 saya yang pernah mengalami hal serupa. Pada intinya, saya tidak merugikan pihak manapun. Selama ini saya menjalankan kewajiban saya dengan baik, bahkan ijazah saya lah yang menjadi pondasi untuk berdirinya program studi agribisnis di kampus saya mengajar saat ini.

Ternyata Menjadi Dosen Tidak Sesepi Itu!!

Foto bersama dosen FP3 Kurang lebih sudah delapan tahun saya menyandang title sebagai dosen. Kalau dipikir-pikir, delapan tahun itu bukan wa...