Showing posts with label pengabdian. Show all posts
Showing posts with label pengabdian. Show all posts

PKM PEMBUATAN PUPUK CAIR ORGANIK METODE EMBER BERTUMPUK

        Salah satu strategi dosen melaksanakan PKM adalah dengan menerima undangan menjadi narasumber dalam suatu acara. Semester ini, kami menerima undangan menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Teknologi Tepat Guna Pembuatan Pupuk Organik Cair. Acara diselenggarakan oleh Pemerintahan Desa Toto Harjo bekerja sama dengan Pendamping Desa Toto Harjo (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa). Peserta yang hadir adalah masyarakat yang bermukim di Desa Toto Harjo yang berprofesi sebagai petani dan peternak. Kegiatan PKM dihadiri oleh kurang lebih 30 orang yang terdiri dari masyarakat, struktur desa dan kecamatan. Kegiatan dilaksanakan pukul 08.30-11.00 di kediaman atau rumah Bapak Kiswanto, Kepala Urusan Perencanaan Desa Toto Harjo. 

        Kegiatan dilaksanakan dengan rundown mulai dari pembukaan, sambutan oleh Kepala Desa Toto Harjo, sambutan oleh pendamping desa Ibu Restu, sambutan oleh Kasi PMD Kecamatan Purbolinggo, dan sambutan oleh Dekan Fakultan Pertanian Perikanan dan Peternakan UNU Lampung. Selanjutnya, materi disampaikan oleh Dosen Novita, S.P., M.P dengan tema Pertanian Regeneratif. Adapun praktik pembuatan pupuk organik cair dipandu oleh Dosen Eny Ivan's, S.P., M.Sc.  



        Pupuk organik cair adalah salah satu jenis pupuk organik yang dihasilkan dari berbagai sampah organik yang difermentasikan. Ada banyak alternatif pembuatan pupuk cair dengan berbagai macam penggunaan bahan baku. Salah satu pupuk cair organik cair dihasilkan dari sampah basah limbah dapur rumah tangga seperti sayuran, buah-buahan, bumbu-bumbu dapur, dan lain-lain. Campuran bahan organik bermacam-macam bisa dari daun-daun kering, rumput basah, kertas, kardus, ranting-ranting kecil, dan lainnya. Namun, pada PKM kali ini bahan dasar sampah yang digunakan adalah bahan dasar dari sampah dapur/rumah tangga yang terdiri dari sayuran dan buah-buahan. Untuk mempercepat proses penguraian maka ditambahkan dengan mol atau EM4. Fungsi EM4 atau mol sebagai aktivator bagi bakteri pengurai yang ada di dalam sampah. 





Tahapan pembuatan pupuk cair organik adalah sebagai berikut:

1. Susun 2 ember dan ditumpuk. Ember 1 bagian bawah dilubangi tembus dengan tutup ember kedua menggunakan bor.

2. Buat 4 lubang di setiap sisi lingkaran ember dan dikunci dengan mur dan baut agar ember tidak bergeser.

3. Ember kedua dilubangi salah satu sisinya dan dipasang keran air. Hal ini difungsikan untuk mengambil air lindi atau hasil panen pupuk cair organiknya.

4. Sisa sampah dapur dicacah dan dimasukkan ke ember yang atas.

5. Larutkan 1 liter air cucian beras dengan 1 tutup botol Mol/EM4.

6. Siramkan larutan mol ke dalam ember yang berisi sampah dapur dan diaduk.

7. Tutup rapat ember dan letakkan ditempat yang sejuk pada suhu ruangan, hindarkan dari paparan sinar matahari langsung. 

8. Diamkan ember sampah tersebut selama kurang lebih 2-4 minggu untuk proses fermentasi dan air lindi baru bisa dipanen.

Kelebihan dari pembuatan pupuk cair organik dengan metode ember bertumpuk antara lain sebagai berikut:

1. Kepraktisan dalam pemanfaatannya. Air lindi yang dihasilkan dari pembusukan sampah organik bisa langsung dipanen pada ember bagian bawah dan sudah secara otomatis tersaring dari material sehingga bisa langsung dimanfaatkan.

2. Estetika. Bagi ibu-ibu yang kreatif metode ember bertumpuk (terutama jika menggunakan ember cat) bisa dilukis embernya sehingga nampak menarik. Dan peletakan ember bertumpuk bisa dimana saja, sesuai dengan keinginan kita.

3. Mudah di pindah-pindah untuk peletakan embernya.

4. Cara pembuatannya juga relatif mudah dan bisa dipraktikkan langsung untuk skala rumah tangga.

Pengolahan Sampah Rumah Tangga Mendukung Program Pro Iklim Lampung Timur

Kegiatan PKM semester ganjil 2023-2024 lainnya yang saya lakukan adalah menjadi pembicara pada kegiatan "Ceremony Bantuan Program Kampung Iklim dan Pelatihan Daur Ulang Sampah Rumah Tangga" yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Timur dengan PT. Pertamina. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 23 November 2023 di Balai Desa Tanjung Kesuma, Kecamatan Purbolinggo. Peserta pada kegiatan tersebut adalah para kepala desa yang ditunjuk sebagai desa penyangga pro iklim di Kabupaten Lampung Timur. Desa penyangga pro iklim berjumlah 12 desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Lampung Timur. Pada kegiatan tersebut saya menyampaikan materi tentang pengolahan sampah khususnya sampah rumah tangga. 



Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik yang bersifat terurai atau tidak terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan (UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah). Data sampah di Indonesia tahun 2022 mencapai 36 juta ton/tahun. Provinsi Lampung sendiri menyumbang sampah sebanyak 791.680,34 ton/tahun. Komposisi sampah terbesar adalah berupa sisa makanan yang mencapai 40,38% dari total komposisi sampah. Urutan kedua sampah terbanyak berupa sampah plastik sebesar 18,1%. 

Sumber sampah terbesar berasal dari sampah rumah tangga yang mencapai 38,35% dari total sumber sampah. Sumber kedua yaitu berasal dari pasar sebesa 27,61%. Adapun penanganan sampah di masyarakat sebagian besar dibakar (49,5%); diangkut (34,9%); dibuang ke sungai (7,8%); dibuang ke sembarang tempat (5,9%) dan dibuat kompos (0,4%). Indonesia sendiri merupakan penghasil sampah plastik terbesar nomor 2 di dunia. Rangking ini bukanlah sesuatu yang patut untuk dibanggakan. Kegiatan pengkomposan di Indonesia masih sangat minim, masyarakat perlu diedukasi dan diberikan sosialisasi tentang pentingnya pengolahan sampah ini. 

Sampah rumah tangga merupakan yang paling banyak dihasilkan. Sampah rumah tangga adalah sampah yang dihasilkan dari konsumsi rumah tangga sehari-hari yang terdiri dari sampah organik dan non oranik yang tidak termasuk tinja dan sampah spesifik. Sampah organik dapat direcycle dengan mengubahnya menjadi pupuk kompos melalui usaha pengomposan. Pengomposan biasanya terjadi secara alami, tetapi bila ada tindakan dari manusia seperti penambahan mikroorganisme pengurai, pengomposan dapat terjadi lebih cepat. Seluruh bahan organik bisa digunakan sebagai sumber kompos. Beberapa bahan yang dapat diolah menjadi pupuk kompos yaitu sisa tanaman, kotoran hewan, kulit telur, ampas kopi dan teh, sisa sayuran dan buah-buahan. Berikut ini adalah bahan baku yang saya gunakan pada saat mengisi kegiatan PKM:

1. Sampah dapur: daun-daun yang masih hijau, rumput hijau (masih basah), kulit telur

2. Sampah halaman yang kering, daun-daun kering, kardus, karpet telur dari kertas

3. Air

4. Mol (EM4)


Alat yang saya gunakan adalah:

1. Komposter bag (berbahan terpal)

2. Ember/gembor

3. Sarung tangan

4. Sekop tangan







Cara membuat kompos adalah dengan:

1. Lapisan paling bawah komposter diisi sampah basah
2. Lapisan kedua diisi sampah kering
3. Selanjutnya disiram air yang sudah dicampur EM4
4. Ulangi step 1-3 berurutan sampai komposter menjadi penuh dan padat
5. Dalam kurun waktu 1-2 minggu sekali bisa dicheck hasil komposnya, dan diisi lagi sesuai dengan urutannya sampai komposter penuh
6. Panen kompos dilakukan 5-8 minggu tergantung jenis sampah yang dibuat
7. Panen dilakukan dari bagian bawah komposter



Saya berharap dari materi yang saya sampaikan ada yang mempraktikkannya dan bisa bermanfaat untuk banyak orang. Saya sendiri pun sedang mempraktikkan mengompos sendiri dari sampah rumah tangga yang saya hasilkan. Menurut saya, menerapkan zero waste melalui kegiatan pengomposan sampah merupakan lifestyle yang harus diupayakan. Sedikit sulit dan berat memulainya, karena kita harus mengubah kebiasaan kita. Akan tetapi jika bisa konsisten, maka kita akan happy menjalaninya dan ini menjadi kegiatan yang menyenangkan. Semoga tulisan ini memberikan manfaat untuk para pembaca ya ^,^

PKM DOSEN : MENANAM HIDROPONIK BERSAMA MURID SD N 3 METRO PUSAT

Siapa yang menyangka jika antusiasme kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di SD N 3 Kota Metro Pusat mendapat respon yang sangat baik dari para siswa dan guru-guru. Ya, pada Semester Ganjil TA 2023-2024 kami dari Fakultas Pertanian Perikanan dan Peternakan Universitas Nahdlatul Ulama Lampung melaksnakan PKM di SD N 3 Kota Metro Pusat. Tim dosen FP3 terdiri dari 4 program studi yaitu Agribisnis, Peternakan, THP dan PSDP. Kegiatan terdiri dari 4 tema yang dilaksanakan untuk melibatkan 4 kelas di sekolah tersebut. Tujuan dari kegiatan PKM diantaranya adalah untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan mempraktikkan kegiatan PKM sesuai dengan tema yang diangkat oleh masing-masing prodi.



Saya sendiri masuk ke tim Prodi Agribisnis yang mengusung tema "Optimalisasi Lahan Pekarangan Sekolah sebagai Kebun Gizi dalam Upaya Peningkatan Konsumsi Sayur bagi Siswa SD Negeri 3 Metro Pusat". Kegiatan yang kami selenggarakan berupa praktik menanam sayuran secara hidroponik dengan metode sumbu. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak anak-anak gemar menanam dan mengajarkan kepada anak-anak teknik menanam menggunakan media tanam selain air tanpa harus berkotor-kotor dengan tanah. Antusiasme dari para siswa sangat tinggi karena baru pertama kalinya bagi mereka melakukan aktivitas menanam hidroponik ini. 

Anak-anak diminta membawa botol air mineral ukuran 1500 ml sebanyak dua buah untuk tempat menanam, sebagai pengganti pot. Sementara tim kami menyediakan benih, bibit, vitamin AB mix, gunting, cutter, soldier, palu, paku, kain flanel, rockwool/busa, ember, dan air. Tahapan yang dilakukan pada saat mendemokan kegiatan menanam ini adalah:

1. Botol air mineral di potong menjadi dua bagian sama besar



2. Tutup botol dilubangi dengan menggunakan soldier


3. Potong kain flanel ukuran panjang 20 cm lebar 1 cm



4. Masukkan kain flanel yang sudah dipotong ke dalam tutup botol

5. Letakkan secara terbalik bagian atas botol ke dalam bagian bawah botol

6. Berikan air yang sudah dicampur dengan vitamin AB mix 


7. Letakkan rockwool yang sudah dipotong persegi kecil dan direndam air di bagian atas botol



8. Gantungkan botol yang sudah diisi bibit di tembok sekolah



Kegiatan PKM yang kami laksanakan adalah salah satu kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kami laksanakan. Kami berharap melalui kegiatan ini ada manfaat yang bisa diambil oleh siswa, guru, sekolah dan untuk tim kami sendiri. Selain itu, kerjasama antara kami dengan pihak sekolah adalah dalam rangka menunaikan kurikulum merdeka belajar, dimana anak-anak tidak hanya diajarkan di ruang kelas tetapi juga diluar kelas. Belajar sambil bermain, belajar sambil mengerjakan project sangat efektif diterapkan kepada anak-anak tingkat sekolah dasar. Semoga kami dari Prodi Agribisnis ke depannya bisa lebih luas memberikan manfaat dan menstransfer ilmu pengetahuan kepada berbagai elemen masyarakat.







MEMILIH DARMA PENGABDIAN YANG DIUNGGULKAN UNTUK SERDOS 2023

Halo rekan dosen semua. Di tulisan sebelumnya, saya sudah menyampaikan kalau ada salah satu Tri Darma yang harus kita unggulkan dalam pelaksanaan serdos ini. Saya juga menyampaikan bahwa darma yang paling saya minati adalah kegiatan pengabdian. 

Sebetulnya semua kembali pada minat kita sebagai dosen. Ada yang memang memiliki filosofi untuk mengembangkan darma tersebut, ada juga yang berdasarkan portofolio dan prestasi dari kegiatan Tri Darma tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Seperti misalnya rekan dosen saya memilih pengajaran sebagai darma yang dia unggulkan. Alasannya, karena menurutnya banyak metode pengajaran yang telah dia coba terapkan di kelas, sudah punya buku ajar atau buku referensi yang diterbitkan dan ber-ISBN, kemudian penelitian-penelitiannya merupakan pengembangan atau terapan dari materi yang diajarkan. Jadi rekan saya memilih pengajaran sebagai darma yang paling diunggulkan. Selain itu, rekan saya juga memiliki misi untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih menarik ke depannya dan ingin menulis buku-buku pengajaran yang lebih banyak lagi.

Sementara saya memilih pengabdian dengan alasan, dari tiga darma yang ada, saya memang lebih tertarik untuk beraktivitas di luar kampus. Prinsip saya adalah bermanfaat untuk orang lain. Dan dengan melakukan kegiatan pengabdian ilmu yang saya miliki terasa lebih bermanfaat. Bukan berarti mengajar atau meneliti tidak bermanfaat ya, akan tetapi memang saya lebih senang beraktivitas di luar kelas. Selama menjadi dosen, kurang lebih 4 tahun, saya sudah melakukan 5 kali kegiatan pengabdian, 3 diantaranya saya sebagai ketua. Output dari kegiatan pengabdian adalah laporan pengabdian dan artikel pengabdian. Salah satu artikel sudah diterbitkan di jurnal bersinta 5 dan 2 di antaranya jurnal nasional tidak bersinta. 

Salah satu kegiatan pengabdian yang berkesan bagi saya adalah pada saat saya menjadi ketua pengabdian yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Purbolinggo. Tema yang kami ambil adalah berkaitan dengan kewirausahaan. Menurut saya generasi Z saat ini lebih mudah tertarik dengan dunia bisnis. Pada tingkat sekolah, banyak pelajar yang sudah bisa mencari cuan dengan aktivitas berdagang. Titik tekannya adalah berwirausaha berbeda dengan berdagang. Berwirausaha perlu ada motivasi, inovasi, visi dan misi serta semangat juang yang perlu diasah. Sementara berdagang bisa saja alasannya asal dapat cuan. Untuk bisa berwirausaha dengan baik, seseorang perlu mengetahui elemen-elemen penting yang bisa dipelajari dan dikembangkan. Elemen-elemen itu harus disusun dalam satu lembar kotak dialog yang bisa sekilas dimengerti, dan sebenarnya saling berhubungan. Terdapat setidaknya 9 elemen yang mendukung kewirausahaan dengan baik, semuanya bisa disusun menggunakan alat bantu yang disebut dengan BMC (Business Model Canvas). Banyak perusahaan besar dan start-up yang menggunakan metode ini dalam menyusun bisnis dan memperbesar skala bisnisnya. Sehingga tema yang saya pilih pada saat pengabdian tersebut adalah penyuluhan dan workshop menyusun BMC untuk suatu bisnis. 

Saya melihat antusias yang cukup besar dari para siswa yang hadir sebagai peserta. Dampak nyatanya adalah mereka bisa menyusun ide bisnis dengan lebih rinci dan detail dalam satu kotak dialog. Saya meminta diantara mereka untuk mempersentasekan hasilnya. Dan wow, mereka jadi mengerti bahwa suatu bisnis memang harus dipikirkan matang-matang. Selain itu, antusiasme saat menuliskan dan menyusun setiap elemennya sangat luar biasa. Terpancar dari sikap dan keseriusan mereka untuk berdiskusi dan bertanya dari setiap elemen yang belum mereka ketahui.

Tema BMC tersebut ada rencana saya ajukan untuk penelitian lanjutan, yaitu dengan mengembangkan BMC ini menjadi suatu aplikasi digital atau minimal form digital yang bisa diisi secara digital dan ketika disimpan outputnya adalah selembar kotak dialog BMC yang sudah penuh dengan langkah-langkah pengembangan usaha/bisnis yang diinginkan. Menurut saya, dengan aplikasi digital akan memudahkan para pebisnis pemula untuk merencanakan usahanya dan mudah disimpan sehingga dapat dibawa kemanapun mereka pergi untuk dievaluasi. 

Kegiatan pengabdian tersebut juga didukung oleh LPPM UNU Lampung dengan memberikan dana hibah pengabdian sebesar Rp 2.000.000,-. Monitoring dari kegiatan ini juga sudah dilakukan setahun kemudian setelah pelaksanaan. Laporan dan artikel sebagai output juga sudah keluar dan dapat saya gunakan untuk BKD di semester lalu. 




Sumber: dokumen pribadi 

Berikutnya, saya berharap dapat melaksanakan kegiatan pengabdian yang lebih besar dengan durasi pendampingan yang lebih lama serta berkolaborasi dengan instansi atau organisasi tertentu. Saya juga berharap dapat lolos dalam mengikuti kompetisi hibah yang diadakan oleh kemendikbudristek sehingga mendapatkan pengalaman baru. Di sisi lain, sebagai bagian dari masyarakat, saya memiliki mimpi untuk bisa mengajak lingkungan sekitar saya tinggal agar bersama-sama melakukan kegiatan yang positif. Dalam hal ini saya ingin memiliki medium garden yang mengintegrasikan pertanian, perikanan dan peternakan sebagai suatu sistem terpadu dan dikelola oleh masyarakat di lingkungan saya, untuk dimanfaatkan oleh masyarakat itu sendiri. 

Demikianlah mission statement saya untuk darma pengabdian ini. Rencana sudah saya susun dan tinggal dieksekusi. Semoga bisa terlaksana di beberapa waktu ke depan. 


PKM DOSEN AGRIBISNIS UNU LAMPUNG DI BALAI PENYULUH PERTANIAN PURBOLINGGO

Hallo, rekan-rekan dosen yang berbahagia. Kegiatan PKM kali ini saya dan tim melakukannya di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Purbolinggo. Pelaksanaan PKM kali ini kami melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan dari para penyuluh di Kecamatan Purbolinggo. Kegiatan PKM berjalan pada tanggal 6 Desember 2022. Tema pelaksanaan PKM kali ini berkaitan dengan pemanfaatan bunga rosella sebagai bahan baku yang dapat diolah dalam bentuk pangan sehingga dapat memberikan nilai tambah dari bunga rosella tersebut. Bunga rosella yang kami gunakan adalah bunga rosella hasil panen dari mahasiswa kami di lapangan terpadu Fakultas Pertanian Perikanan dan Peternakan UNU Lampung. Kegiatan PKM ini, kami melibatkan mahasiswa Agribisnis UNU Lampung yang kebetulan juga sedang melaksanakan magang di BPP Purbolinggo.



Sebagai pemateri dan ketua dari kegiatan PKM ini adalah Ibu Novia Ambar Sari, SP., M.Si yang memberikan materi tentang pemanfaatan rosella. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan, sambutan dosen dari UNU Lampung (saya), sambutan PPL Purbolinggo, materi dari dosen UNU, dan demo pembuatan pangan yang berasal dari bahan baku bunga rosella. Pada kegiatan PKM ini kami membuat selai, puding dan minuman dari bunga rosella. Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh para perwakilan atau pengurus KWT dari masing-masing desa di Kecamatan Purbolinggo.



Kegiatan ini berlangsung selama setengah hari, dampak dari kegiatan ini para peserta menjadi tahu bahwa tanaman yang ada di lingkungan sekitar bisa diubah dan diinovasi menjadi suatu produk yang memiliki nilai tambah. Bunga rosella merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa antosianin yang dapat mencegah berbagai penyakit degeneratif salah satunya adalah penyakit kardiovaskuler. Selain itu, rosella juga dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah.

Output dari kegiatan PKM ini adalah laporan PKM dan artikel yang sudah kami terbitkan di jurnal sinta 5 yaitu jurnal pengabdian kepada masyarakat nusantara yang diterbitkan oleh Lembaga Sistem Informasi Komputer dan Teknologi (SISFOKOMTEK) dengan link berikut ini 


Pelaksanaan PKM tersebut sangat berkesan bagi kami, khususnya bagi saya, karena dengan kegiatan tersebut kami dapat lebih kenal dekat dengan organisasi petani yang ada di Kecamatan Purbolinggo yaitu KWT. Kegiatan PKM ini akan berlanjut dengan tema dan topik berbeda di kesempatan berikutnya. Semoga ke depan UNU Lampung dapat berkolaborasi dengan stakeholder yang sama atau yang lainnya untuk kegiatan pengabdian dengan kegiatan yang lebih bermanfaat. Kami berharap semoga saya dan dosen Prodi Agribisnis UNU Lampung bisa memperoleh dana hibah sehingga bisa membuat PKM yang lebih besar.


WORKSHOP BMC DI SMK 1 PURBOLINGGO TEMA PKM DOSEN UNU LAMPUNG

Salah satu Tri Darma dosen adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat atau PKM. PKM dilaksanakan setidaknya dalam satu tahun satu kali, dan dapat diklaim untuk keperluan BKD dengan output berupa laporan dan artikel. Pada kegiatan PKM kali ini, kami tim dosen dari UNU Lampung Prodi Agribisnis melaksanakan PKM di SMK Negeri 1 Purbolinggo. PKM dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2022 dengan tim dosen sebanyak 4 orang dan mahasiswa 2 orang. Tema PKM yang kami pilih adalah penyuluhan dan workshop BMC (Business Model Canvas) dengan mata kuliah pendukung adalah kewirausahaan. Alasan kami memilih tema ini adalah karena salah satu model bisnis yang banyak diadopsi oleh perusahaan besar dan start-up adalah BMC baik pada level unicorn, decacorn maupun hectocorn. BMC memberikan kemudahan bagi para pebisnis pemula untuk memahami dan menyusun elemen-elemen bisnis yang seringkali luput tidak disadari. Dengan memperhatikan 9 elemen yang saling berhubungan tersebut, ide bisnis kita menjadi lebih terarah, jelas dan memudahkan dalam manajemen sumberdaya baik itu modal, tenaga kerja, maupun bahan baku yang kita gunakan dalam bisnis yang kita rintis. 

Pelaksanaan PKM ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan menambah pengetahuan kepada para peserta terutama cara penyusunan ide bisnis dengan menggunakan model canvas. Setidaknya ada 9 elemen yang harus diisi oleh para peserta dalam selembar kertas berisi 9 kotak dialog. Sembilan elemen tersebut adalah: customer segment, value propotition, channels, customer relationship, revenue stream, key resource, key partnership, key activites, dan cost structure. Lebih lanjut dari kesembilan elemen tersebut sudah saya bahas di dalam artikel yang sudah publish di jurnal literasi. 

Kegiatan PKM dilaksanakan dengan runtut acara pembukaan, sambutan oleh pihak dosen, sambutan oleh pihak kampus, materi penyuluhan kewirausahaan dan BMC, workshop pengisian kartu BMC dan penutup. Kegiatan berjalan dengan baik dan tidak ada kendala apapun. 



Kesan dari pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah antusiasme dan semangat dari para peserta yang cukup tinggi. Hal ini terbukti dari para siswa sangat luar biasa dalam bertanya ketika diminta mengisi 9 elemen tersebut di selembar kertas kotak dialog. Dari kegiatan tersebut, kami memperoleh beberapa ide bisnis yang disusun oleh beberapa kelompok siswa. Bisnis yang diinginkan ada yang di bidang kuliner, fashion, pertanian maupun peternakan. Pada bidang kuliner, ada yang menginginkan memiliki usaha ayam geprek dan angkringan. Di bidang fashion ada yang menginginkan memiliki butik. Di bidang pertanian dan peternakan ada yang menginginkan memiliki usaha tanaman hias dan peternakan sapi. Para siswa merasa terbuka wawasannya dengan kegiatan PKM ini, karena mereka diminta mengisi form atau kuesioner evaluasi dari kegiatan PKM ini. 


Harapan kami dari kegiatan PKM ini berlanjut menjadi kegiatan penelitian eksperimental yang menghasilkan kartu BMC digital sehingga bisa diakses oleh semua kalangan dan menjangkau subject yang lebih luas. Kami berencana membuat suatu aplikasi BMC digital sehingga memudahkan setiap orang terutama para pebisnis pemula untuk mengisinya. 



MEMBUAT PUPUK ORGANIK PADAT | SALAH SATU KEGIATAN PKM DOSEN AGRIBISNIS UNU LAMPUNG

Di artikel sebelumnya saya sudah menuliskan kegiatan PKM yang membahas tentang penyuluhan dan workshop pembuatan cocopeat. Jadi sebenarnya, dalam satu kegiatan PKM di tempat yang sama kami membuat dua agenda workshop yaitu membuat cocopeat dan pupuk organik. Untuk pupuk organik kami juga mempraktikkan langsung. Sebagai ketua dan pemateri penyuluhan pupuk organik adalah saya sendiri (Eny Ivan's, SP., M.Sc). 

Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari tumbuhan mati, kotoran hewan dan atau bagian hewan dan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat dipercaya dengan bahan mineral, dan/atau mikroba yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah (Permentan No. 70 Tahun 2011). Penggunaan pupuk organik dirasakan lebih bermanfaat ketika pupuk kimia tidak lagi memberikan hasil yang tinggi terhadap produktivitas panen. Namun demikian, penggunaan pupuk organik tidak banyak dilakukan petani karena petani merasa masih tergantung dengan pupuk kimia. Disisi lain pupuk organik harus didapatkan dengan memakan waktu yang lama untuk produksinya. Apalagi jika dalam jumlah besar, produksi pupuk organik masih sangat sulit untuk dilakukan.




Pembuatan pupuk organik di PKM kali ini menggunakan bahan-bahan antara lain kotoran sapi yang sudah mengering, EM4, merang atau sekam padi, air gula merah, kapur atau dolomit dan air. Cara membuat pupuk organik padat ini adalah dengan mencampurkan semua bahan-bahan dan diaduk dengan rata. Setelah campuran bahan-bahan itu rata, kemudian ditutup dengan plastik atau terpal agar terjadi proses fermentasi dan penguraian oleh bakteri yang berasal dari EM4. Pupuk organik di fermentasi dalam kurun waktu 2-4 minggu untuk mendapatkan hasil yang lebih bagus. Setelah itu, pupuk organik bisa dimanfaatkan untuk memupuk tanaman di lahan pertanian atau bisa digunakan sebagai media tanam langsung di pot-pot atau karung.

Kegiatan PKM alhamdulillah berjalan lancar. Siswa-siswi di SMK Darul Fatah memperoleh pengalaman langsung dalam praktik pembuatan pupuk organik. Kami berharap, kegiatan pembuatan pupuk organik ini bisa berjalan kontinyu yang dilakukan oleh para siswa agar selain bisa dimanfaatkan langsung di lahan pertanian sekolah, bisa juga menjadi sumber wirausaha bagi para siswa dan pihak sekolah. Output dari kegiatan PKM ini adalah laporan pengabdian masyarakat. Semoga ke depan kegiatan PKM oleh dosen Agribisnis UNU Lampung bisa berkolaborasi dengan para penggiat pertanian lainnya agar mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang lebih komprehensif.

COCOPEAT SEBAGAI NILAI TAMBAH DARI KELAPA (Kegiatan PKM Dosen Agribisnis UNU Lampung di SMK Darul Fatah Way Bungur)

Kewirausahaan merupakan salah satu bidang yang mulai mendapat perhatian banyak pihak. Seseorang dapat dikatakan sebagai wirausaha jika seseorang itu mampu dan terampil dalam memanfaatkan peluang untuk meningkatkan taraf kehidupannya. Karakter kewirausahaan yang harus ada pada setiap wirausahawan adalah menyukai perubahan, pembaharuan, kemajuan dan tantangan. Generasi Z merupakan generasi yang dipandang mampu dan paling tertarik dengan wirausaha. Di masa mendatang, generasi Z akan menjadi pemimpin di negeri ini sehingga kemampuan berwirausaha merupakan tumpuan penting bagi para generazi Z untuk membuat perekonomian nasional di jangka panjang semakin baik. 

Salah satu ide bisnis yang harus dikembangkan oleh generasi Z adalah wirausaha di sektor pertanian. Pertanian sebagai sektor penyangga perekonomian nasional harus diupayakan untuk terus tumbuh diantaranya dengan mengembangkan inovasi produk-produk di sektor pertanian. Produk pertanian yang memiliki daya jual diantaranya adalah komoditas kelapa. Jika kita amati dan cermati, sebetulnya pohon kelapa dan buahnya memiliki banyak manfaat. Baik yang bisa dikonsumsi langsung maupun yang harus melalui pengolahan seperti akar, batang, daun, dan buahnya juga. Buah kelapa selain dapat untuk dimasak (santan) dan diminum segar (degan) bisa juga diambil limbah kulitnya. Kulit buah kelapa yang biasa orang sebut dengan serabut kelapa bisa dimanfaatkan untuk media tanam. Media tanam ini disebut dengan cocopeat. Berdasarkan polutannya, serabut kelapa tergolong limbah organik sehingga bisa dimanfaatkan tanpa merusak atau mencemari lingkungan.

Media tanam cocopeat memiliki banyak manfaat untuk tanaman. Cocopeat bisa digunakan bersamaan dengan tanah, atau digunakan sendiri tanpa tanah. Cocopeat memiliki sifat mudah menyerap dan menyimpan air. Cocopeat memiliki pori-pori yang memudahkan terjadinya pertukaran udara, dan masuknya sinar matahari. Kelebihan dari cocopeat antara lain ramah lingkungan, lebih tahan hama, lebih mudah utnuk penggiat tanaman pemula dan yang pasti komersil. 


Pada kesempatan kali ini, kegiatan PKM oleh dosen Agribisnis UNU Lampung dilaksanakan di SMK Darul Fatah Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur. Berdasarkan latar belakang di atas,  kegiatan PKM yang diketuai oleh ibu Novia Ambar Sari, SP., M.Si mengambil tema penyuluhan kewirausahaan dan workshop membuat media tanam cocopeat. Peserta adalah siswa-siswi jurusan Agribisnis di sekolah tersebut yang merupakan sekolah berbasis pesantren. Sekolah tersebut menjadikan pertanian sebagai kegiatan andalan untuk menunjang ekonomi sekolah, sehingga menurut kami sangat tepat jika kegiatan PKM dilaksanakan di sana. 



Kegiatan PKM dilakasanakan pada tanggal 18 November 2021. Pelaksanaan kegiatan PKM diikuti oleh siswa siswi dengan antusias yang tinggi. Pada saat praktik membuat cocopeat pun mereka menyambutnya dengan semangat dan suka cita. Kegiatan PKM disana sebetulnya ada dua agenda workshop. Selain membuat cocopeat, juga membuat pupuk organik. Untuk artikel pupuk organik nanti bisa dilihat di link yang ini ya.

Ternyata Menjadi Dosen Tidak Sesepi Itu!!

Foto bersama dosen FP3 Kurang lebih sudah delapan tahun saya menyandang title sebagai dosen. Kalau dipikir-pikir, delapan tahun itu bukan wa...