COCOPEAT SEBAGAI NILAI TAMBAH DARI KELAPA (Kegiatan PKM Dosen Agribisnis UNU Lampung di SMK Darul Fatah Way Bungur)

Kewirausahaan merupakan salah satu bidang yang mulai mendapat perhatian banyak pihak. Seseorang dapat dikatakan sebagai wirausaha jika seseorang itu mampu dan terampil dalam memanfaatkan peluang untuk meningkatkan taraf kehidupannya. Karakter kewirausahaan yang harus ada pada setiap wirausahawan adalah menyukai perubahan, pembaharuan, kemajuan dan tantangan. Generasi Z merupakan generasi yang dipandang mampu dan paling tertarik dengan wirausaha. Di masa mendatang, generasi Z akan menjadi pemimpin di negeri ini sehingga kemampuan berwirausaha merupakan tumpuan penting bagi para generazi Z untuk membuat perekonomian nasional di jangka panjang semakin baik. 

Salah satu ide bisnis yang harus dikembangkan oleh generasi Z adalah wirausaha di sektor pertanian. Pertanian sebagai sektor penyangga perekonomian nasional harus diupayakan untuk terus tumbuh diantaranya dengan mengembangkan inovasi produk-produk di sektor pertanian. Produk pertanian yang memiliki daya jual diantaranya adalah komoditas kelapa. Jika kita amati dan cermati, sebetulnya pohon kelapa dan buahnya memiliki banyak manfaat. Baik yang bisa dikonsumsi langsung maupun yang harus melalui pengolahan seperti akar, batang, daun, dan buahnya juga. Buah kelapa selain dapat untuk dimasak (santan) dan diminum segar (degan) bisa juga diambil limbah kulitnya. Kulit buah kelapa yang biasa orang sebut dengan serabut kelapa bisa dimanfaatkan untuk media tanam. Media tanam ini disebut dengan cocopeat. Berdasarkan polutannya, serabut kelapa tergolong limbah organik sehingga bisa dimanfaatkan tanpa merusak atau mencemari lingkungan.

Media tanam cocopeat memiliki banyak manfaat untuk tanaman. Cocopeat bisa digunakan bersamaan dengan tanah, atau digunakan sendiri tanpa tanah. Cocopeat memiliki sifat mudah menyerap dan menyimpan air. Cocopeat memiliki pori-pori yang memudahkan terjadinya pertukaran udara, dan masuknya sinar matahari. Kelebihan dari cocopeat antara lain ramah lingkungan, lebih tahan hama, lebih mudah utnuk penggiat tanaman pemula dan yang pasti komersil. 


Pada kesempatan kali ini, kegiatan PKM oleh dosen Agribisnis UNU Lampung dilaksanakan di SMK Darul Fatah Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur. Berdasarkan latar belakang di atas,  kegiatan PKM yang diketuai oleh ibu Novia Ambar Sari, SP., M.Si mengambil tema penyuluhan kewirausahaan dan workshop membuat media tanam cocopeat. Peserta adalah siswa-siswi jurusan Agribisnis di sekolah tersebut yang merupakan sekolah berbasis pesantren. Sekolah tersebut menjadikan pertanian sebagai kegiatan andalan untuk menunjang ekonomi sekolah, sehingga menurut kami sangat tepat jika kegiatan PKM dilaksanakan di sana. 



Kegiatan PKM dilakasanakan pada tanggal 18 November 2021. Pelaksanaan kegiatan PKM diikuti oleh siswa siswi dengan antusias yang tinggi. Pada saat praktik membuat cocopeat pun mereka menyambutnya dengan semangat dan suka cita. Kegiatan PKM disana sebetulnya ada dua agenda workshop. Selain membuat cocopeat, juga membuat pupuk organik. Untuk artikel pupuk organik nanti bisa dilihat di link yang ini ya.

No comments:

Post a Comment

Ternyata Menjadi Dosen Tidak Sesepi Itu!!

Foto bersama dosen FP3 Kurang lebih sudah delapan tahun saya menyandang title sebagai dosen. Kalau dipikir-pikir, delapan tahun itu bukan wa...