Salah satu Tri Darma dosen adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat atau PKM. PKM dilaksanakan setidaknya dalam satu tahun satu kali, dan dapat diklaim untuk keperluan BKD dengan output berupa laporan dan artikel. Pada kegiatan PKM kali ini, kami tim dosen dari UNU Lampung Prodi Agribisnis melaksanakan PKM di SMK Negeri 1 Purbolinggo. PKM dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2022 dengan tim dosen sebanyak 4 orang dan mahasiswa 2 orang. Tema PKM yang kami pilih adalah penyuluhan dan workshop BMC (Business Model Canvas) dengan mata kuliah pendukung adalah kewirausahaan. Alasan kami memilih tema ini adalah karena salah satu model bisnis yang banyak diadopsi oleh perusahaan besar dan start-up adalah BMC baik pada level unicorn, decacorn maupun hectocorn. BMC memberikan kemudahan bagi para pebisnis pemula untuk memahami dan menyusun elemen-elemen bisnis yang seringkali luput tidak disadari. Dengan memperhatikan 9 elemen yang saling berhubungan tersebut, ide bisnis kita menjadi lebih terarah, jelas dan memudahkan dalam manajemen sumberdaya baik itu modal, tenaga kerja, maupun bahan baku yang kita gunakan dalam bisnis yang kita rintis.
Pelaksanaan PKM ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan menambah pengetahuan kepada para peserta terutama cara penyusunan ide bisnis dengan menggunakan model canvas. Setidaknya ada 9 elemen yang harus diisi oleh para peserta dalam selembar kertas berisi 9 kotak dialog. Sembilan elemen tersebut adalah: customer segment, value propotition, channels, customer relationship, revenue stream, key resource, key partnership, key activites, dan cost structure. Lebih lanjut dari kesembilan elemen tersebut sudah saya bahas di dalam artikel yang sudah publish di jurnal literasi.
Kegiatan PKM dilaksanakan dengan runtut acara pembukaan, sambutan oleh pihak dosen, sambutan oleh pihak kampus, materi penyuluhan kewirausahaan dan BMC, workshop pengisian kartu BMC dan penutup. Kegiatan berjalan dengan baik dan tidak ada kendala apapun.
Kesan dari pelaksanaan kegiatan PKM ini adalah antusiasme dan semangat dari para peserta yang cukup tinggi. Hal ini terbukti dari para siswa sangat luar biasa dalam bertanya ketika diminta mengisi 9 elemen tersebut di selembar kertas kotak dialog. Dari kegiatan tersebut, kami memperoleh beberapa ide bisnis yang disusun oleh beberapa kelompok siswa. Bisnis yang diinginkan ada yang di bidang kuliner, fashion, pertanian maupun peternakan. Pada bidang kuliner, ada yang menginginkan memiliki usaha ayam geprek dan angkringan. Di bidang fashion ada yang menginginkan memiliki butik. Di bidang pertanian dan peternakan ada yang menginginkan memiliki usaha tanaman hias dan peternakan sapi. Para siswa merasa terbuka wawasannya dengan kegiatan PKM ini, karena mereka diminta mengisi form atau kuesioner evaluasi dari kegiatan PKM ini.
Harapan kami dari kegiatan PKM ini berlanjut menjadi kegiatan penelitian eksperimental yang menghasilkan kartu BMC digital sehingga bisa diakses oleh semua kalangan dan menjangkau subject yang lebih luas. Kami berencana membuat suatu aplikasi BMC digital sehingga memudahkan setiap orang terutama para pebisnis pemula untuk mengisinya.


