Halo rekan dosen semua. Di tulisan sebelumnya, saya sudah menyampaikan kalau ada salah satu Tri Darma yang harus kita unggulkan dalam pelaksanaan serdos ini. Saya juga menyampaikan bahwa darma yang paling saya minati adalah kegiatan pengabdian.
Sebetulnya semua kembali pada minat kita sebagai dosen. Ada yang memang memiliki filosofi untuk mengembangkan darma tersebut, ada juga yang berdasarkan portofolio dan prestasi dari kegiatan Tri Darma tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Seperti misalnya rekan dosen saya memilih pengajaran sebagai darma yang dia unggulkan. Alasannya, karena menurutnya banyak metode pengajaran yang telah dia coba terapkan di kelas, sudah punya buku ajar atau buku referensi yang diterbitkan dan ber-ISBN, kemudian penelitian-penelitiannya merupakan pengembangan atau terapan dari materi yang diajarkan. Jadi rekan saya memilih pengajaran sebagai darma yang paling diunggulkan. Selain itu, rekan saya juga memiliki misi untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih menarik ke depannya dan ingin menulis buku-buku pengajaran yang lebih banyak lagi.
Sementara saya memilih pengabdian dengan alasan, dari tiga darma yang ada, saya memang lebih tertarik untuk beraktivitas di luar kampus. Prinsip saya adalah bermanfaat untuk orang lain. Dan dengan melakukan kegiatan pengabdian ilmu yang saya miliki terasa lebih bermanfaat. Bukan berarti mengajar atau meneliti tidak bermanfaat ya, akan tetapi memang saya lebih senang beraktivitas di luar kelas. Selama menjadi dosen, kurang lebih 4 tahun, saya sudah melakukan 5 kali kegiatan pengabdian, 3 diantaranya saya sebagai ketua. Output dari kegiatan pengabdian adalah laporan pengabdian dan artikel pengabdian. Salah satu artikel sudah diterbitkan di jurnal bersinta 5 dan 2 di antaranya jurnal nasional tidak bersinta.
Salah satu kegiatan pengabdian yang berkesan bagi saya adalah pada saat saya menjadi ketua pengabdian yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Purbolinggo. Tema yang kami ambil adalah berkaitan dengan kewirausahaan. Menurut saya generasi Z saat ini lebih mudah tertarik dengan dunia bisnis. Pada tingkat sekolah, banyak pelajar yang sudah bisa mencari cuan dengan aktivitas berdagang. Titik tekannya adalah berwirausaha berbeda dengan berdagang. Berwirausaha perlu ada motivasi, inovasi, visi dan misi serta semangat juang yang perlu diasah. Sementara berdagang bisa saja alasannya asal dapat cuan. Untuk bisa berwirausaha dengan baik, seseorang perlu mengetahui elemen-elemen penting yang bisa dipelajari dan dikembangkan. Elemen-elemen itu harus disusun dalam satu lembar kotak dialog yang bisa sekilas dimengerti, dan sebenarnya saling berhubungan. Terdapat setidaknya 9 elemen yang mendukung kewirausahaan dengan baik, semuanya bisa disusun menggunakan alat bantu yang disebut dengan BMC (Business Model Canvas). Banyak perusahaan besar dan start-up yang menggunakan metode ini dalam menyusun bisnis dan memperbesar skala bisnisnya. Sehingga tema yang saya pilih pada saat pengabdian tersebut adalah penyuluhan dan workshop menyusun BMC untuk suatu bisnis.
Saya melihat antusias yang cukup besar dari para siswa yang hadir sebagai peserta. Dampak nyatanya adalah mereka bisa menyusun ide bisnis dengan lebih rinci dan detail dalam satu kotak dialog. Saya meminta diantara mereka untuk mempersentasekan hasilnya. Dan wow, mereka jadi mengerti bahwa suatu bisnis memang harus dipikirkan matang-matang. Selain itu, antusiasme saat menuliskan dan menyusun setiap elemennya sangat luar biasa. Terpancar dari sikap dan keseriusan mereka untuk berdiskusi dan bertanya dari setiap elemen yang belum mereka ketahui.
Tema BMC tersebut ada rencana saya ajukan untuk penelitian lanjutan, yaitu dengan mengembangkan BMC ini menjadi suatu aplikasi digital atau minimal form digital yang bisa diisi secara digital dan ketika disimpan outputnya adalah selembar kotak dialog BMC yang sudah penuh dengan langkah-langkah pengembangan usaha/bisnis yang diinginkan. Menurut saya, dengan aplikasi digital akan memudahkan para pebisnis pemula untuk merencanakan usahanya dan mudah disimpan sehingga dapat dibawa kemanapun mereka pergi untuk dievaluasi.
Kegiatan pengabdian tersebut juga didukung oleh LPPM UNU Lampung dengan memberikan dana hibah pengabdian sebesar Rp 2.000.000,-. Monitoring dari kegiatan ini juga sudah dilakukan setahun kemudian setelah pelaksanaan. Laporan dan artikel sebagai output juga sudah keluar dan dapat saya gunakan untuk BKD di semester lalu.
Sumber: dokumen pribadi
Berikutnya, saya berharap dapat melaksanakan kegiatan pengabdian yang lebih besar dengan durasi pendampingan yang lebih lama serta berkolaborasi dengan instansi atau organisasi tertentu. Saya juga berharap dapat lolos dalam mengikuti kompetisi hibah yang diadakan oleh kemendikbudristek sehingga mendapatkan pengalaman baru. Di sisi lain, sebagai bagian dari masyarakat, saya memiliki mimpi untuk bisa mengajak lingkungan sekitar saya tinggal agar bersama-sama melakukan kegiatan yang positif. Dalam hal ini saya ingin memiliki medium garden yang mengintegrasikan pertanian, perikanan dan peternakan sebagai suatu sistem terpadu dan dikelola oleh masyarakat di lingkungan saya, untuk dimanfaatkan oleh masyarakat itu sendiri.
Demikianlah mission statement saya untuk darma pengabdian ini. Rencana sudah saya susun dan tinggal dieksekusi. Semoga bisa terlaksana di beberapa waktu ke depan.


Comments
Post a Comment