Sejak TMT 2017, tahun 2024 alhamdulillah saya baru dinyatakan lulus dalam seleksi kompetensi dosen atau sertifikasi dosen. TMT saya memang 2017, tetapi saya diberikan mata kuliah untuk mengajar baru 2019. Hal ini karena program studi yang menaungi saya baru dibuka/berdiri tahun 2019. Kemudian tahun 2021 saya lulus dalam jabatan fungsional asisten ahli dan dua tahun kemudian yakni pada 2023 saya baru bisa mengajukan serdos. Syarat serdos salah satunya adalah dua tahun dari inpassing asisten ahli.
Pengajuan serdos dilakukan melalui sister kemendikbud. Waktu itu saya eligible untuk pengajuan serdos di bulan Agustus 2023. Ada kurang lebih 8 orang dari kampus kami yang sudah eligible. Pada saat pengumuman, hanya dua orang yang lulus yaitu yang sudah S3. Sementara kami, 6 orang lainnya belum S3. Data yang sudah masuk di sister, tetap tersimpan dan kemudian data kami diproses di periode berikutnya yaitu periode 0 di awal tahun 2024.
Seperti mendapatkan durian runtuh, tengah malam grub whatsup ribut karena sudah pengumuman serdos gelombang 0 tahun 2024. Sementara, saya baru check hp di pagi hari karena sudah kelelahan mengurus anak dan rumah. Qodarullah, sinyal di rumah jelek sekali. Teman saya, 5 orang yang lain sudah dinyatakan lulus serdos. Tinggalah saya sendiri yang belum tahu hasilnya karena harus di check di akun sister masing-masing. Pagi hari jam 8, alhamdulillah berhasil membuka sister dan ternyata saya dinyatakan LULUS SERDOS!!
Lulus serdos menurut saya hadiah luar biasa, khususnya bagi dosen di kampus swasta yang belum lama berdiri. Tidak dipungkiri, gaji dosen memang tidak pernah besar baik di swasta maupun di negeri. Dan serdos adalah sumber pendapatan lain yang bisa kita terima untuk menunjang kebutuhan hidup para dosen. Namun, di luar dari itu, mendapatkan sertifikasi dosen artinya kerja kita harus lebih besar. Kinerja harus ditingkatkan. Prestasi harus dikembangkan. Dan kemampuan akan tri dharma juga harus ditingkatkan.Setiap dosen yang mengajukan serdos juga pasti mempunyai cerita sendiri, cerita yang mengharukan, baik sedih ataupun senang pada saat proses pengajuannya. Begitupun dengan saya. Jika boleh mengenang, H-1 dari hari terakhir pengajuan, video microteaching yang sudah saya upload di youtube harus diperbaiki karena durasi waktu yang terlalu pendek. Tidak mudah mengedit video microteaching. Tidak hanya saya, teman-teman saya pun juga harus mengedit video tersebut. Kami pun lembur di kampus untuk memperbaiki kekurangan tersebut. Meski harus memaksa badan yang sudah sangat lelah, alhamdulillah video itu kelar juga di tengah malam. Sebelum jam 12 malam, video saya sudah selesai reupload di youtube. Sungguh perjuangan yang mengharukan bila diingat-ingat ^-^

Comments
Post a Comment