MENJELANG UMUR 40 TAHUN, HATI-HATI DIINTAI OLEH KOLESTROL

Hai, aku seorang perempuan yang saat ini usiaku mulai merangkak mendekati angka 40 tahun. Di usia yang saat ini di angka 36 tahun, banyak sekali keluhan yang mulai aku rasakan terutama untuk kesehatan. Yang pasti dan sering bahkan setiap bulan menghampiriku adalah keluhan demam, pusing, batuk dan pilek. Penyakit ini hadir tidak hanya mengghinggapi diriku, tetapi juga anak-anakku dan seisi rumah. Memang dari dulu yang namanya flu itu sudah pasti mudah tertular kalau aku. Sejak jaman gadis dan masih sekolah, kalau sudah ada yang kena pilek dan batuk.. hem, jangan nunggu lama, setelah berinteraksi aku akan langsung tertular. Bahkan untuk sembuh, minimal waktu yang aku butuhkan adalah dua minggu, pernah juga sampai sebulan bahkan beberapa bulan. Entah deh, sangkking seringnya kadang malas untuk berobat. Atau, berobat tapi obatnya tidak diminum. Yang penting sudah ke dokter, diperiksa dan dikasih obat. Hadeeeh...

Nah, sekarang ini keluhanku makin banyak. Keluhan yang cukup intens adalah masuk angin dan asam lambung. Penyakit asam lambung atau magh ini sudah aku idap sejak gadis. Jaman masih gadis kalu magh sudah kambuh, bisa-bisa ngguling-ngguling di atas kasur. Karena sesak di bagian ulu hati, dan lambung benar-benar krues-krues sampai muntah. Dan, asam lambung ini terus aku rasakan bahkan sejak menikah dan memiliki anak. Tapi, kalau saya amati, untuk kurun waktu setahun sampai dua tahun ke belakang ini asam lambung saya jarang kambuh dan kalau kambuh tidak melilit seperti jaman gadis atau awal berumah tangga. Alhamdulillah. Kalau ditanya obatnya apa? Sepertinya nggak ada khusus menelateni minum herbal apapun. Saya hanya menjaga pola makan agar tidak terlambat setiap waktunya. Makan tiga kali sehari. Meskipun untuk porsi dan menunya belum bisa saya kontrol.

Selanjutnya, saat ini saya sering merasa pegal linu di beberapa tempat di bagian tubuh. Area pinggang dan pinggul, area pundah dan leher, area lutut, dan area pergelangan tangan dan jari-jari tangan. Keluhan ini makin intens dirasakan setelah memiliki anak ke-tiga. Mungkin karena saya kehilangan banyak kalsium selama proses hamil dan menyusui, tanpa saya  imbangi dengan asupan bergizi dan olahraga teratur. Selain itu juga, saya sering merasa kesemutan atau kebas di area kaki dan tangan. Gringgingan kalau orang bilang. Baru duduk sebentar sudah kesemutan. Sebetulnya keluhan-keluhan ini sudah saya sadari sejak lama. Selama ini saya menduga-duga sebenarnya sakit apa dan saya tidak banyak melakukan perubahan terutama untuk pola hidup saya. Sampai di empat hari yang lalu, saya betul-betul merasa takut karena rahang (area dagu) tiba-tiba seperti mengeras, tegang, kaku, pegel, meskipun saya hanya terdiam (tidak bicara, tidak makan atau bergerak). Sementara dibagian atas kelopak mata, rasanya tegang juga. Ditambah area leher dan pundak yang juga kenceng dan sangat kaku. Tanpa ba bi bu lagi karena merasa sudah tidak nyaman, sebelum kerja saya sempatkan mampir ke bidan untuk periksa. 

Sesampainya di bidan, saya ungkapkan setiap keluhan-keluhan yang saya rasakan dan bidan menyarankan tes kolestrol. Tidak disangka setelah di tes, kolestrol saya di angka 237 dengan tensi darah 120/70. Saat itu, saya benar-benar kaget karena kolestrol saya sangat tinggi (normally di bawah 200). Pantas saja semua tubuh terasa kaku terutama di bagian pundak dan leher, rahang dan area mata. Kalau kliyengan dan pusing sih tidak terlalu saya rasakan. Tapi memang tidak nyaman sama sekali. Untuk bekerja di hari itu, saya sudah merasa tidak nyaman. Ada 5 macam obat yang diberikan oleh bidan, yaitu:

1. Obat asam lambung (Triocid, Suspensi, 60 ml, Zennith) >> 3x1 sebelum makan

2. Vitamin (Neurodex) >> 1x1

3. Obat nyeri rahang (tidak ada nama dan merk) >> 2x1

4. Obat kolestrol (Simvastatin, Selvim,20 mg) >> 1x1

5. Kalsium (Calcifar) >> 1x1

Hari pertama sampai hari keempat (hari ini) saya masih merasakan rahang mengeras, dan bagian mata atas itu pusing. Kepala masih sempoyongan. Semacam hilang timbul begitu sebenarnya, tapi yang jelas di badan tidak nyaman dan tidak fresh. Saya sudah minum rebusan daun salam, jahe dan serai. Dua gelas per hari. Dan hari ke-empat ini tadi saya mulai berjalan kaki. Setelah mengitari lapangan bola sebanyak 5x, memang di badan merasa lebih segar. Hanya saja di kepala ini masih terasa berat. Terutama area rahang dan mata serta leher dan pundak.

Mmmm... disadari atau tidak, saya meyakini bahwa harus ada perubahan pola hidup ke arah yang lebih baik. Atur menu makanan yang dimakan, atur istirahat, dan yang pasti atur pikiran dan emosi. Karena, saya mengamati diri saya sendiri, emosi saya beberapa tahun ke belakang tidak stabil. Efeknya ke anak-anak saya. Saya mudah marah, mudah teriak, dan sulit mengendalikan emosi terlebih kalau ketiga anak saya banyak tingkah. Di satu sisi saya butuh istirahat setelah pulang kerja, tapi di satu sisi anak saya banyak tingkah karena mungkin ingin bermain bersama uminya. Apapun itu, saya berharap setelah ini ada perubahan di diri saya ke arah yang lebih baik. Saya ingin sehat dan hidup lebih lama. Saya harus memupuk tekad untuk mulai sadar kesehatan dengan menjaga pola makan, pola istriahat, dan juga olahraga teratur. Ya Allah, sehatkan badanku, sehatkan pendengaranku, sehatkan penglihatanku. Allahumma baarik.  

Kendala Kemitraan Pada Usaha Peternakan

       


    Hari ini, kuliah Dasar-Dasar Agronomi membahas materi tentang klasifikasi pada tanaman. Materi berkembang dan diskusi dengan mahasiswa berjalan sampai pada munculnya pertanyaan dari mahasiswa tentang "Apa kendala kemitraan pada usaha peternakan? Pastinya yang namanya bermitra, biasanya ada gap atau ketidakpuasan antarpihak. Dan bagaimana cara mengatasinya?".
    Pertanyaan belum bisa terjawab pada saat perkuliahan secara baik, sehingga saya memintanya menjadi PR bagi saya untuk mencari tahu jawaban yang tepat. Pada tulisan kali ini, saya ingin mengulas jawaban dari pertanyaan mahasiswa tersebut, mudah-mudahan bisa dipahami dengan baik dan menjawab rasa penasaran mahasiswa sehingga menambah wawasan atau pengetahuan bagi mahasiswa.
    Kemitraan di sektor pertanian dan peternakan saat ini sudah banyak dilakukan, baik antara pemerintah dengan masyarakat, perusahaan swasta dengan masyarakat, atau organisasi-organisasi masyarakat sosial dengan masyarakat. Kemitraan berarti suatu bentuk persekutuan antara dua pihak atau lebih yang membentuk suatu ikatan kerjasama atas dasar kesepakatan dan rasa saling membutuhkan dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas di suatu bidang usaha tertentu atau tujuan tertentu untuk mendapatkan hasil yang baik. Adanya kemitraan diharapkan dapat memberikan keuntungan kepada masing-masing pihak yang bermitra. Selain itu, kemitraan secara tidak langsung merupakan bentuk tanggungjawab moral para pemodal untuk memberdayakan masyarakat agar terbangun ekonomi yang lebih baik terutama di pedesaan. Pemberdayaan masyarakat desa perlu diupayakan agar masyarakat desa dapat secara mandiri memenuhi kebutuhannya terutama masyarakat marginal yang terbatas akan sumberdaya, seperti kaum perempuan, dan kelompok-kelompok yang terabaikan secara sosial. Pemberdayaan juga merupakan usaha peningkatan kemampuan, motivasi dan peran dari semua unsur atau lapisan di dalam masyarakat agar dapat tercipta suatu sumber pendapatan (bentuk usaha) dalam rangka mencapai kesejahteraan sosial. Ada beberapa keuntungan jika kemitraan ini diterapkan antara lain: 1. Peternak atau petani mendapatkan bantuan pemrodalan seperti bibit/benih dan obat-obatan; 2. Peternak atau petani memperoleh pendampingan dan pembinaan (tenaga ahli) mengenai usaha ternak atau usahatani baik secara teori maupun pratik dan juga pengawasan selama kegiatan mitra berlangsung; dan 3. Adanya keterjaminan pasar untuk hasil/produk dari kegiatan bermitra.
        Sebagai contoh adalah kemitraan antara PT Great Giant Live Stock dengan kelompok peternak sapi di sekitar wilayah perusahaan dengan pola kemitraan inti-plasma. PT GGLC merupakan anak perusahaan dari PT GGPC yang tergabung dalam Gunung Sewu Grub. Perusahaan GGLC  dalam hal ini menjalankan tanggung jawab sosial  (Corporate Social Responsibility atau CSR) yang saat ini menjadi Created Shared Value atau CSV. Perbedaan CSV  dan CSR yaitu jika CSR berfokus pada doing good atau melakukan kebaikan sedangkan CSV berfokus pada integrasi aktivitas perusahaan dengan menjadi bagian dari masyarakat. Dengan kata lain, CSV yang digagas oleh Michael Porter dan Mark Kramer  merupakan suatu strategi bisnis yang menciptakan keunggulan kompetitif dengan menghasilkan nilai ekonomi sekaligus nilai sosial bagi masyarakat. Konsepnya, CSV berfokus pada hubungan antara kemajuan perusahaan dan kemajuan komunitas, dimana solusi terhadap masalah sosial menjadi peluang bisnis baru yang berkelanjutan.

       Kembali pada pertanyaan mahasiswa, apakah kegiatan kemitraan dapat memunculkan kendala-kendala selama berlangsung? Jawabannya, kembali kepada setiap jenis kemitraan yang terjadi. Jika yang dimaksud adalah potensi masalah, bisa saja ada. Bentuknya? Macam-macam. Tidak bisa digeneralisir. Kita harus melihatnya per kasus. Berdasarkan hasil penelitian pada jurnal file:///C:/Users/USER-PC/Downloads/320-Article%20Text-1063-1-10-20221214.pdf kemitraan yang terjadi antara PT GGLC dengan kelompok peternak Limousin masih bisa dirasakan dan ditemukan. Kendalanya adalah keinginan untuk mampu meningkatkan kapasitas usaha masih terkendala pada keterbatasan waktu, manajemen dan sumberdaya. Secara operasional, PT GGLC sebagai inti telah memfasilitasi bantuan berupa akses sumber modal, kredit bank, pakan berupa kulit nanas, kulit singkong, konsentrat, obat-obatan, bibit sapi (jika pola mitranya weaner), jaminan harga produk, keberlanjutan usaha dan pendampingan atau tenaga ahli. Berikutnya, jika peternak ingin membesarkan atau memperluas skala usaha maka peternak harus bisa fokus dan mengelola usaha dengan baik (dan ini yang menjadi kendalanya). 

    Adapun selama kegiatan bermitra dengan PT GGLC, hambatan yang pernah dirasakan oleh masyarakat lebih kepada peraturan dan kebijakan dari PT GGLC yang dirasa membebani masyarakat, namun saat ini sudah dihapuskan. Contohnya seperti, adanya aturan dari perusahaan bahwa selama bermitra, peternak sebagai plasma tidak diperbolehkan membudidayakan ternak selain daripada ternak yang dimitrakan. Hal tersebut dirasakan memberatkan peternak, karena peternak juga ingin memiliki ternak sendiri yang tidak terikat dengan perusahaan sehingga jika sewaktu-waktu butuh dana darurat, bisa dijual kapanpun tanpa harus menunggu jadwal panen yang ditentukan perusahaan. Kendala lainnya adalah adanya syarat minimal ternak yang harus dimiliki plasma, yang awalnya minimal harus 6 ekor, saat ini telah dikurangi menjadi 4 ekor. Artinya, meskipun kemitraan memiliki potensi masalah atau kendala, hal tersebut dapat diselesaikan jika ada komunikasi yang baik antara pihak yang bermitra. Dan tentu saja kemitraan dapat berjalan dengan baik, jika pihak yang bermitra dapat menjalani kesepakatan-kesepakatan yang telah dibentuk di awal kemitraan akan dilaksanakan. 

        Contoh lainnya, adalah pada kemitraan penggemukan domba di Kabupaten Bogor. Hasil penelitian berikut ini https://media.neliti.com/media/publications/40179-ID-pengaruh-kemitraan-terhadap-keuntungan-usaha-penggemukan-domba-di-kabupaten-bogo.pdf menunjukkan adanya keharusan perbaikan terutama pada kesepakatan atau perjanjian tertulis antar pihak-pihak yang bermitra yaitu antara lembaga pembiayaan (BPZIS Bank Mandiri),  perusahaan CV. MT Farm, dan peternak. Perjanjian hitam di atas putih akan melindungi secara hukum ketiga pihak tersebut dan menjadi landasan untuk motivasi, komitmen dan semangat dalam menyukseskan kerjasama tersebut. Selain itu, pendampingan dan pembinaan perlu dilakukan secara insentif terutama oleh peran dari lembaga penghubung yaitu CV. MT Farm. Dalam hal ini, CV MT Farm harus bisa memfasilitasi tenaga ahli yang bisa mendampingi proses budidaya dan manajemen usaha ternak penggemukan domba. 

       Demikian jawaban singkat atas pertanyaan mahasiswa pada diskusi hari ini. Semoga dapat menjawab atas apa yang ditanyakan. Anda bisa mencari literasi dari artikel jurnal penelitian untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang pola kemitraan, persyaratan kemitraan, dan keuntungan secara kuantitatif dari kegiatan kemitraan baik pada sektor pertanian, peternakan maupun perikanan. Terimakasih atas perhatiannya. 

Privatisasi Sumberdaya Publik: Solusi atau Problem Baru?

Salah satu topik menarik di mata kuliah Ekonomi Pertanian adalah topik tentang sumberdaya dan pengelolaannya. Secara umum sumberdaya adalah segala sesuatu yang dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi setiap kebutuhannya. Sumberdaya alam ada yang dapat diperbaharui seperti tanaman, hewan, air, dan angin. Sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui contohnya bahan bakar fosil, mineral dan logam, serta uranium. Secara kepemilikan, sumberdaya alam ada yang bersifat privat dan ada yang bersifat publik. Sumberdaya alam milik privat artinya sumberdaya alam yang secara hukum atau praktik dikuasai dan dimiliki oleh individu atau badan perorangan/swasta sehingga mereka memiliki hak untuk menggunakan, mengelola, memindahtangankan ataupun melarang orang lain untuk memanfaatkannya. Adapun sumberdaya publik (public goods) artinya sumberdaya yang banyak dimanfaatkan dan bisa diakses oleh semua orang. 

Pada tulisan kali ini, saya ingin menyoroti tentang sumberdaya alam yang bersifat publik, yang kalau dilihat lebih dalam lagi ternyata sangat kompleks persoalannya.

Dilema Keberlanjutan Prodi Perikanan Kampus Se-Indonesia

Untuk para dosen yang berada di homebase perikanan, sepertinya tahun ini sedang pada galau karena proses akreditasi yang terhambat. Semenjak ada peralihan akreditasi dari BAN PT ke Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) ternyata membawa perubahan-perubahan kebijakan. Di kampus saya saat ini, ada dua prodi perikanan yaitu Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSDP) dan Teknologi Hasil Perikanan (THP). Keduanya sudah habis masa re-akreditasinya. Seharusnya dari 2024 kemarin PSDP dan THP sudah pengajuan akreditasi tapi karena terkendala berbagai masalah internal kampus yang harus diselesaikan, proses pengajuan akreditasi menjadi tertunda. Alhamdulillah tahun 2025 ini, masalah internal kampus sudah selesai. Namun, saat akan pengajuan bagi akreditasi kedua prodi tersebut terkendala di sistem dan LAM nya. Pertama, untuk prodi PSDP. Proses pengajuan akreditasi terkendala di sistem SAPTO 2.0 yang belum ada menu pengajuan akreditasinya. Kedua, untuk prodi THP. Proses pengajuan akreditasi terkendala karena belum ada LAM yang bisa menaungi prodi THP. Kalau THP masuk ke LAM Perikanan, kendalanya karena adanya teknologinya. Kalau masuk ke LAM teknologi, prodi THP di UNU Lampung tidak ada teknologi penggunaan mesin-mesin sehingga kurang relevan juga. Ada wacana dari fakultas bagaimana kalau sebaiknya diajukan sebagai prodi baru saja, jadi antara PSDP dna THP di merger menjadi prodi PERIKANAN. Selain di sistem SAPTO 2.0 BAN PT ada menu pengajuan prodi baru, juga karena dengan prodi PERIKANAN dirasa lebih luas cakupannya. Jika dilihat dari keadaan internal di kampus kami, dosen perikanan di kampus kami sudah mencukupi jika mengajukan prodi baru, karena sudah ada 6 dosen perikanan, sementara jumlah minimum pendirian prodi minimal 5 dosen yang bidang keilmuannya linier. Selain itu, mencari mahasiswa untuk masuk ke prodi THP dan PSDP ini sulit sekali. Kedua prodi tersebut selalu minim mahasiswa di antara prodi lainnya di FP3 (Agribisnis dan Peternakan). Saya rasa karena kedua prodi tersebut masih sangat asing di telinga masyarakat. Seandainya prodinya jelas Perikanan maka masyarakat jauh lebih familiar. 

Diskusi 1 Matakuliah Dasar-Dasar Agronomi

Hallo, hari ini saya ada jadwal ngajar di kampus mata kuliah Dasar-dasar Agronomi. Materi hari ini tentang perkembangbiakan pada tanaman. Perkembangbiakan artinya proses biologis dimana tanaman menghasilkan individu baru untuk melestarikan jenisnya. Secara umum perkembangbiakan tanaman terdiri dari perkembangbiakan generatif (seksual) dan perkembangbiakan vegetatif (aseksual). Perkembangbiakan generatif  yaitu perkembangbiakan melalui pembuahan, melibatkan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina yang hasilnya berupa biji. Sedangkan perkembangbiakan vegetatif adalah perkembangbiakan tanpa melalui pembuahan, yang terjadi secara alami maupun buatan.




Pada pertemuan hari ini saya membuka sesi tanya jawab dengan mahasiswa dan ada dua pertanyaan dari mahasiswa yang berhubungan dengan topik terkait. 

 1. Pertanyaan pertama  

Para petani padi seringkali melakukan penyemprotan BOOM padi pada tanaman padi di usia 40-45 dan 50-60 hari setelah tanam. Penyemprotan padi menggunakan BOOM padi bertujuan untuk meningkatkan kualitas panen dan memperbanyak pengisian biji dan buah pada tanaman padi. Pertanyaannya, penggunaan BOOM padi apakah termasuk perkembangbiakan vegetatif buatan atau modifikasi tanaman?

2. Pertanyaan kedua

Pertanyaan (a) : Apa yang membedakan antara perkembangbiakan tanaman melalui cara generatif dan vegetatif agar tanaman cepat berbuah?

Pertanyaan (b) : Bagaimana cara kita mendapatkan keturunan F1 dari tanaman yang kita tanam? Agar dapat menghemat pembelian benih yang terlalu mahal di masa tanam selanjutnya?

Baik, pada kesempatan ini saya akan menjawab kedua pertanyaan setelah sebelumnya saya mencoba menjawab di kelas pada saat kuliah berlangsung. Namun, karena saya merasa jawaban saya saat di kelas belum sistematis dan perlu tambahan referensi serta penjelasan maka saya mencoba menerangkan lebih detail di blog ini. Untuk jawabannya sebagai berikut:

1. Jawaban Pertanyaan dari Penanya Pertama

Pertama, kita mesti tahu apa itu BOOM padi dan apa itu modifikasi tanaman. BOOM padi selama ini diketahui memiliki manfaat untuk memaksimalkan pengisian malai padi dan meningkatkan kualitas gabah sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah produksi. Berdasarkan kandungannya, BOOM padi merupakan gabungan tiga produk yang terdiri dari Recor 250 EC, Bigest 40 EC dan produk pupuk majemuk Multi NPK Padi (Sumber Jurnal :file:///C:/Users/Lenovo/Downloads/jurnaladmin,+Artikel+9_compressPdf.pdf). BOOM Padi merupakan istilah populer yang merujuk pada paket lengkap nutrisi dan perlindungan tanaman padi, yang dirancang untuk meningkatkan hasil panen. Paket ini biasanya terdiri dari pupuk, fungisida dan zat pengatur tumbuh (ZPT). Artinya, BOOM padi merupakan salah satu jenis pupuk dan berarti merupakan salah satu jenis input produksi dalam usahatani padi. Salah satu merk dagang BOOM Padi adalah BOOM Flower. BOOM Flower merupakan suplemen tanaman yang salah satunya mengandung 2,2% nitrogen aromatik. Nitrogen aromatik ini berbeda dengan nitrogen massal yang biasa digunakan seperti urea dan amonium sulfat. Nitrogen aromatik merupakan suplemen untuk pupuk nitrogen massal dan dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman dengan cepat.  Cara kerja BOOM Flower adalah sebagai berikut:

  1. Boom flower disemprotkan pada permukaan daun. Langsung diserap tanaman melalui stomata dan dialirkan ke seluruh sistem tanaman.
  2. Boom flower bekerja secara translaminar dan sistemik pada jaringan tanaman.
  3. Bool flower bergerak melalui jaringan meristematik tanaman yang sedang tumbuh.
  4. Suplemen ini dapat memperkuat pertumbuhan vegetatif dengan meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi serta membantu proses pembungaan dan pembentukan buah. 

Adapun yang dimaksud dengan Modifikasi Tanaman adalah penggunaan teknik bioteknologi modern untuk merubah sifat gen dari tumbuhan. Tumbuhan yang telah dirubah dengan teknik modifikasi genetik ini biasa disebut dengan istilah Genetically Modified Organism (GMO). Ada beberapa jenis teknik modifikasi tanaman antara lain perkawinan silang, fusi protoplas, pengeditan genom, mutagenesis, poliploidi dan transgenesis. Untuk mengetahui masing-masing definisi atau konsep dari teknik modifikasi di atas bisa kita baca pada (Sumber Artikel : https://croplifeindonesia.or.id/jenis-jenis-modifikasi-tanaman/).

Berdasarkan penjelasan di atas, maka menurut hemat saya, saya dapat menyimpulkan bahwa penggunaan BOOM padi pada tanaman padi TIDAK atau BUKAN termasuk upaya perkembangbiakan vegetatif buatan maupun upaya modifikasi tanaman. Perlu diingat kembali bahwa perkembangbiakan tanaman secara vegetatif buatan adalah teknik perkembangbiakan tumbuhan yang dilakukan oleh manusia tanpa melalui proses perkawinan. Tujuannya adalah untuk memperbanyak jumlah tanaman tersebut. Sementara BOOM Padi bertujuan untuk memperbanyak jumlah produksi padi yang dihasilkan. Memang, salah satu cara kerja BOOM Padi adalah dapat memperkuat pada fase pertumbuhan vegetatif tanaman, hal ini bukan berarti BOOM Padi dapat disebut sebagai salah satu metode atau teknik perkembangbiakan vegetatif buatan. Memperkuat fase pertumbuhan vegetatif artinya tahap pertumbuhan pada tanaman yang dimulai dari tahap perkecambahan benih dimana tunas dan akar pertama mulai tumbuh. Selanjutnya, fase vegetatif terus berlanjut hingga tanaan mulai menunjukkan tanda-tanda akan berbunga. Penggunaan BOOM Padi juga bukan merupakan upaya modifikasi tanaman karena modifikasi tanaman adalah proses perubahan sifat genetik tumbuhan melalui teknik bioteknologi, khususnya rekayasa genetika, untuk menghasilkan sifat yang diinginkan, seperti tahan hama, tahan penakit atau peningkatan hasil panen. Di dalam modifikasi tanaman, sifat-sifat ini melekat sejak tanaman ini ditanam. Sementara BOOM Padi dilakukan pada saat tanaman sudah mencapai umur 40-60 hari setelah tanam. Dengan demikian, BOOM padi hanyalah salah satu upaya peningkatan jumlah produksi dengan menggunakan pupuk yang mengandung nitrogen aromatik, bukan salah satu bentuk teknik perkembangbiakan pada tanaman ataupun modifikasi tanaman. 

2. Jawaban Pertanyaan dari Penanya Kedua

(a) Berdasarkan konsep atau definisi, perkembangbiakan generatif melibatkan sel kelamin jantan dan betina pada tanaman yang prosesnya dilakukan melalui penyerbukan baik secara alami maupun buatan (bantuan manusia atau hewan). Sementara perkembangbiakan vegetatif tidak melibatkan sel kelamin jantan dan betina (aseksual). Dilihat dari keuntungannya, perkembangbiakan generatif dapat menghasilkan variasi genetik baru sehingga tanaman diharapkan akan lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan. Sementara perkembangbiakan vegetatif, tujuannya untuk mempercepat menghasilkan tanaman baru dimana tanaman baru yang dihasilkan akan memiliki sifat genetik yang sama persis dengan induknya (tanpa variasi). Hal yang paling mendasar dari kedua perkembangbiakan di atas, menurut hemat saya adalah orientasi yang diinginkan atau diharapkan apakah untuk tujuan bisnis  atau bukan. Jika secara generatif, dalam konteks usahatani komersil, petani akan lama dalam memperoleh hasil produksi, karena fase pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman harus dimulai dari perkecambahan atau tunas sampai nanti menghasilkan buah atau biji yang akan dipanen. Sementara, dengan metode perkembangbiakan vegetatif, petani dapat memangkas waktu fase pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman (terutama vase pertumbuhan vegetatif tanaman). Jika produk yang dihasilkan oleh petani berupa bibit tanaman, maka petani tidak perlu menunggu proses penyerbukan dan pembuahan untuk menghasilkan tanaman baru. Petani dapat melakukannya dengan sistem okulasi atau cangkok atau teknik vegetatif lainnya sehingga bibit tanaman yang dihasilkan akan lebih banyak jika dalam waktu yang sama dibanding dengan teknik generatif.

(b)  Apa sih tanaman F1 atau Fillial 1? Di dalam ilmu pemuliaan tanaman, tanaman F1 adalah tanaman yang dihasilkan dari proses persilangan suatu tanaman indukan yang memiliki sifat genetik tertentu. Sebagai contoh, jika kita menyilangkan tanaman kacang berbunga merah, dengan tanaman kacang berbunga putih, maka hasil persilangan tersebut adalah tanaman F1 yang mungkin akan menghasilkan warna baru misalnya campuran merah dan putih yaitu pink. Barangkali pertanyaannya yang lebih tepat, apakah ketika petani menanam tanaman F1 kemudian panen, dan hasilnya digunakan kembali untuk benih, hasil panennya akan didapatkan kualitas yang sama?? Misalnya, petani ingin menanam kembali kacang yang berbunga pink (karena di pasaran mungkin belum ada benih serupa). Bagaimana mendapatkan benih kacang berwarna pink yang bermutu??

Salah satu input usahatani adalah penggunaan benih. Benih yang diharapkan tentu saja benih yang bermutu dan berkualitas, sehingga produksi yang didapatkan akan tinggi. Benih bermutu dapat dilihat dari 3 hal yaitu mutu genetis, mutu fisiologis, dan mutu fisik benih. Mutu genetis yaitu penampilan benih murni dari varietas tertentu yang menunjukkan identitas genetis dari tanaman induknya. Mutu fisiologis yaitu kemampuan daya hidup (viabilitas) benih yang mencakup daya kecambah dan kekuatan tumbuh benih. Mutu fisik benih yaitu penampilan benih secara prima dilihat dari ukuran homogen, bernas, bersih dari campuran, bebas hama dan penyakit maupun kemasan yang aman. 

Benih bermutu tidak harus berupa benih bersertifikat yang diperoleh dari produsen benih tetapi juga bisa diproduksi sendiri asalkan dengan metode yang benar. Selama ini, petani yang menggunakan benih bersertifikat terkendala oleh faktor biaya, karena harganya yang mahal. Petani bisa saja melakukan upaya menghasilkan benih sendiri dari kegiatan usahataninya, dalam rangka menurunkan biaya produksi khususnya untuk perolehan atau pembelian benih sebagai input produksi. Untuk memproduksi benih bermutu, petani harus memperhatikan aspek budidaya mulai dari penyiapan lahan sampai panen. Antara lain: pengaturan jarak tanam, pemupukan, pengairan, perlindungan terhadap OPT, pemupukan harus tepat jenis, dosis, waktu dan frekuensi serta pemeliharaan seperti roguing. Saat pemanenan juga harus dilakukan dengan baik dianjurkan secara manual agar tidak menurunkan kualitas benih, dan dilakukan pada tingkat masak fisiologis. Untuk mendapatkan benih bermutu dan tahan disimpan, biji yang sudah dipanen perlu dikeringkan sampai dengan kadar air tertentu (padi 13%) kemudian dilakukan pembersihan dan pemilahan. Sambil menunggu musim tanam, benih yang sudah didapatkan hendaknya disimpan dalam wadah yang kedap udara seperti toples, kaleng, atau plastik poy etilen.

Dengan demikian, menurut hemat saya sangat memungkin petani untuk menghasilkan benih sendiri dari kegiatan usahatani yang dilakukannya. Hanya perlu diperhatikan metode-metode yang baik dan benar dalam proses menghasilkan benih tersebut. Perlu diingat juga bahwa keberhasilan suatu produksi usahatani selain dipengaruhi oleh kualitas benih juga oleh input-input produksi lainnya seperti kualitas lahan, pupuk, pengendalian hama penyakit, keadaan air, dan lainnya. Jadi, jika benihnya bermutu tapi kondisi lingkungan mikro lainnya dan input yang lain tidak diperhatikan maka produksi yang dihasilkan bisa jadi gagal sekalipun penggunaan benih bersertifikat. 

Demikian jawaban saya untuk pertanyaan-pertanyaan yang sudah diajukan. Terimakasih atas atensinya semoga bisa dipahami dengan baik. 



MATA KULIAH DASAR-DASAR AGRONOMI

Hallo rekan-rekan mahasiswa Agribisnis semester 2. Di semester genap ini, kalian akan mendapatkan satu mata kuliah yang barangkali baru pertama kali kalian mendengarnya. Ya, mata kuliah ini adalah Dasar-Dasar Agronomi atau yang biasa disingkat dengan Dasgron. Mata kuliah ini sebetulnya bukan tergolong mata kuliah keprodian, khususnya di Agribisnis. Tetapi, sebagai mahasiswa pertanian kalian perlu tahu juga dong bagaimana pertanian dipandang dari makna yang lebih sempit. Mata kuliah Dasgron bersifat wajib dan terdiri dari 3 sks. Seharusnya, di dalam pembelajaran mata kuliah ini diperlukan adanya praktik di lapangan yang biasanya dalam bentuk kegiatan budidaya. Dasgron adalah mata kuliah yang menjelaskan peranan produksi bidang pertanian untuk kebutuhan pangan dan non pangan di dalam kehidupan manusia dan pembangunan nasional. Perkuliahan Dasar-Dasar Agronomi ini ditujukan untuk memberikan bekal kepada mahasiswa agar memiliki kemampuan dalam menguasai konsep dan teori teknologi di bidang pertanian dan budidaya tanaman berbasis komoditas secara mandiri maupun bekerja sama dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Mahasiswa mampu menganalisis, menginterpretasi, merancang dan mengembangkan teknologi yang efisien, tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat dalam peningkatan produksi pertanian sesuai kaidah pertanian berkelanjutan.  Berikut ini adalah bahan ajar dari pertemuan 1-14 yang bisa anda download dan pelajari secara mandiri. Link tersedia di bawah ini ya. 

Buku referensi matkul Dasgron yang bisa anda miliki


RPS Dasgron : https://drive.google.com/file/d/1O4DvMv9DJCaGm5N2by9IKHPdMroQlzSp/view?usp=sharing

Pertemuan 1: Konsep Dasar dan Ruang Lingkup Dasgron

Pertemuan 3: Agronomi sebagai bahan pangan dan industri



Pertemuan 4: Klasifikasi tanaman

Pertemuan 5: Lingkungan tanaman 

Pertemuan 6 : Pertumbuhan  tanaman

Pertemuan 7 : Perkembangan tanaman

Pertemuan 8: PTS

Pertemuan 9 : Pembiakan tanaman
Pertemuan 10 : Teknik budidaya tanaman

Pertemuan 11 : Usaha mencapai produksi maksimum (panca usahatani)

Pertemuan 12 : Sistem tanam SRI dan Jajar Legowo

Pertemuan 13 : Peningkatan Mutu Pasca Panen

Pertemuan 14 : Pertanian Organik

Pertemuan 15 : Pemuliaan tanaman

Pertemuan 16:  PAS

MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN

Mata kuliah Kewirausahaan dirancang untuk mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan mahasiswa dalam menciptakan dan mengelola usaha secara mandiri. Mata kuliah ini mencakup berbagai topik, seperti:

  • Pemahaman dasar kewirausahaan: definisi, karakteristik wirausaha, dan peran kewirausahaan dalam perekonomian.
  • Proses kreatif dan inovatif dalam menghasilkan ide bisnis.
  • Penyusunan rencana bisnis (business plan) yang mencakup analisis pasar, strategi pemasaran, aspek keuangan, dan operasional.
  • Studi kasus keberhasilan dan tantangan dalam kewirausahaan.
  • Pengelolaan risiko usaha dan pengambilan keputusan dalam situasi tidak pasti.
  • Penerapan teknologi dalam pengembangan usaha.

Mahasiswa juga didorong untuk membangun pola pikir entrepreneur yang tangguh, kreatif, inovatif, dan etis dalam menjalankan usaha atau memecahkan masalah sosial melalui pendekatan kewirausahaan (social entrepreneurship. Berikut ini link bahan ajar untuk mata kuliah kewirausahaan, silahkan didownload dan dibaca setiap pertemuannya dan dikerjakan tugas mandirinya. Terimakasih.

PERTEMUAN 1 : https://drive.google.com/file/d/1LtNjzgTysTa0GN3kYGJBF86p33ATKAnN/view?usp=sharing

PERTEMUAN 2 : https://drive.google.com/file/d/1an0LePipl9jnKF8N3TL_cIff4tmU4Llq/view?usp=sharing

PERTEMUAN 3 : https://drive.google.com/file/d/1q0JQ7RwjXb8MM-DNT7lQtASdFhKxsJuH/view?usp=sharing

PERTEMUAN 4 : https://drive.google.com/file/d/1ePgnSR0svalLyC9gS5IzXdXBaO9dLGwi/view?usp=sharing

PERTEMUAN 5 : https://drive.google.com/file/d/1xVqN6LsnJaU0CMgRF0s5tVSYDEDIC7QC/view?usp=sharing

PERTEMUAN 6 : https://drive.google.com/file/d/1WogYENHmKWGJBf3eV5lph8TgAb7HTe1X/view?usp=sharing

PERTEMUAN 7 :  https://drive.google.com/file/d/10Y0oM3v2sGPdpd_jeQerZHRYpBpb6dcz/view?usp=sharing

PERTEMUAN 8 : (PTS)

PERTEMUAN 9 : https://drive.google.com/file/d/1ZTf-TsMRSAMxxhSf0bwLlnLFegS1rvEq/view?usp=sharing

PERTEMUAN 10 : https://drive.google.com/file/d/1bCqLhIUmC2ofMoGqBRD5cQrjqHLiOyhu/view?usp=sharing

PERTEMUAN 11 : https://drive.google.com/file/d/1a-kxG4vspGLzH2q6K1Dw7Zn4cnxp_6y-/view?usp=sharing

PERTEMUAN 12 : https://drive.google.com/file/d/16iiYJQHYOok4MYEcSqMsMAw68hFSQQoy/view?usp=sharing

PERTEMUAN 13 : https://drive.google.com/file/d/1rQ-L2DvEHVAd_7BAk1nQvBBz_is7177O/view?usp=sharing

PERTEMUAN 14 : https://drive.google.com/file/d/1VdxTPmn7mXhJZaGNMOELtHrAW90dB3nO/view?usp=sharing

PERTEMUAN 15. TEMPLATE PROPOSAL BISNIS

https://docs.google.com/document/d/13ItXDB7jGDpDUSIQdLREcWlj0EP1TbYs/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

PERTEMUAN 16 : (PAS)

KENAIKAN PPN?? SEMAKIN MEMISKINKAN GOLONGAN EKONOMI RENDAH!!

 Mungkin di antara kita sudah mengetahui bahwa pemerintah berniat menaikkan tarif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) per Januari 2025. Nilai kenaikan PPN sebesar 12% dari sebelumnya 11% yang diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Tarif PPN sebesar 11% berlaku 1 April 2022 dan akan berganti sebesar 12% pada 1 Januari 2025. Perlu diketahui PPN adalah pajak yang dipungut oleh wajib pajak orang pribadi, badan dan pemerintah yang berstatus Pengusaha Kena Pajak (PKP) atau transaksi jual beli Barang Kena Pajak (BKP) dan/atau Jasa Kena Pajak (JKP).

Rencana kenaikan PPN ini menimbulkan pro kontra di tengah-tengah masyarakat. Para netizen di platform media sosial yang tidak setuju dengan rencana ini memberikan berbagai alasan.

SEKTOR PERTANIAN SEBAGAI PAHLAWAN EKONOMI NASIONAL

 



Persoalan Sektor Pertanian

       

      Di balik tanaman-tanaman hijau yang tumbuh di lahan-lahan pertanian, sesungguhnya sektor pertanian memiliki polemik yang saling berhubungan dari subsistem hulu hingga hilir. Persoalan sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan sisi ekonomi pertanian, tetapi juga menyangkut hubungan sosial dan budaya yang ada di masyarakat. Oleh karena itu, penyelesaian masalah di sektor pertanian tidak bisa dilakukan hanya secara parsial tetapi juga secara utuh melihat dari semua aspek.

Menurut Kementerian Pertanian (2019), dalam melaksanakan pembangunan pertanian saat ini, persoalan yang dihadapi antara lain (1) kerusakan lingkungan dan perubahan iklim; (2) infrastruktur, sarana prasarana, lahan dan air; (3) sempitnya kepemilikan lahan; (4) sistem perbenihan dan perbibitan; (5) akses petani terhadap permodalan, kelembagaan dan penyuluhan; (6) koordinasi antar sektor.

Saat ini, tenaga kerja pertanian semakin menurun. Petani aktif saat ini berada pada rentang usia 55-64 tahun, yang dapat mengganggu keberlanjutan pembangunan pertanian. Urbanisasi pemuda dari desa ke kota salah satunya disebabkan karena kurangnya peran pendidikan pada ketersediaan on farm sumberdaya manusia pada pelaku dan pembangunan pertanian.

Sementara itu, luas lahan garapan petani juga semakin menurun. Rata-rata kepemilikan lahan sawah di Indonesia kurang dari 0,25 hektar. Penyebab menurunnya lahan pertanian akibat semakin besarnya alih fungsi lahan sawah menjadi lahan pemukiman. Sempitnya kepemilikan lahan pertanian tidak didukung dengan upaya adopsi teknologi semakin membuat produksi dan produktivitas hasil pertanian menurun.

Pada konteks lingkungan global, terjadi perubahan ekologi kawasan dan perubahan fungsi lahan berpotensi mengurangi kualitas sumberdaya alam. Penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang terus menerus mengakibatkan kerusakan ekosistem lahan pertanian dan menjadikan hama penyakit bersifat resisten.

Kemudian dari sisi kelembagaan, sebagian petani masih cenderung bergerak secara individu terutama dalam perannya sebagai price taker. Petani tidak memiliki kedudukan untuk menentukan harga-harga pangan hasil panennya sendiri. Petani juga tidak mendapatkan pendampingan secara utuh karena dari sisi kelembagaan penyuluh juga mengalami kekurangan tenaga. Dalam pandangan yang lebih ekstrem, kelembagaan pertanian dibentuk hanya untuk mensukseskan proyek-proyek pemerintah semata tetapi implementasinya tidak memberikan kemudahan pada petani bahkan tidak berujung pada kesejahteraan petani.

Beberapa hal yang disebutkan di atas adalah berbagai macam polemik yang ada di sektor pertanian negara kita, Indonesia. Namun anehnya, berbagai polemik di atas (meski harus tetap diselesaikan) tidak menghambat sektor pertanian untuk bisa menjadi penyelamat ekonomi nasional. Itulah mengapa sektor pertanian dikatakan sebagai sektor penyangga ekonomi nasional.

 

Sektor Pertanian Penyelamat Ekonomi Nasional

 

Sektor pertanian di Indonesia masih menjadi sektor penyangga bagi perekonomian nasional. Struktur perekonomian Indonesia menurut lapangan usaha selama kurun waktu 2019-2022 ditopang oleh tiga sektor penting yaitu industry manufacturing dengan rata-rata kontribusi sebesar 19,29%, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan rata-rata kontribusi sebesar 13,02% serta sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi rata-rata sebesar 12,93% (BPS, 2023).

Pada masa tersebut, pandemi Covid-19 tengah menjadi perhatian nasional bahkan internasional. Roda perekonomian berjalan lambat, akses distribusi dan pemasaran barang-barang dibatasi serta aktivitas manusia tidak seperti biasanya. Impact-nya, terjadi PHK besar-besaran (≥1,5 juta pekerja dirumahkan), penurunan PMI Manufacturing Indonesia mencapai 45,3% pada tahun 2020, penurunan impor sebesar 3,7% pada triwulan I, dan nilai inflasi naik mencapai angka 2,96% yang disumbangkan dari harga emas dan komoditas pangan (Yamali dan Putri, 2020).

Melihat pada sejarah yang lebih jauh, tahun 2008 dunia mengalami krisis pangan. Penyebabnya adalah karena kenaikan harga minyak bumi dan pupuk serta adanya sepekulasi harga pangan oleh para pedagang internasional. Negara-negara eksportir seperti Thailand dan Vietnam bahkan harus memperketat kebutuhan domestik pangannya sendiri. Hal ini mengakibatkan negara-negara miskin bergejolak secara sosial, ekonomi dan politik karena adanya transmisi harga dari pasar internasional ke pasar domestik. Untungnya, Indonesia saat itu, mampu melindungi pasar domestiknya sendiri dengan berswasembada pangan dan mengisolasi pasar beras domestik dari keran impor. Berfungsinya Bulog sebagai lembaga parastatral saat itu, membantu pemerintah dalam mengangkat harga gabah dan beras di tingkat petani. Hal ini mendorong peningkatan pendapatan petani, memperbesar kesempatan kerja di pedesaan, mengurangi kemiskinan dan mendorong pembangunan pertanian dan pedesaan. Sungguh, sektor pertanian adalah penyelamat ekonomi nasional.

Pada krisis moneter tahun 1998 (Santosa, 2005) pertanian memberikan sumbangsih yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Saat itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada titik -13,66%. Seluruh sektor mengalami pertumbuhan yang negatif kecuali sektor pertanian yang mengalami pertumbuhan positif. Sumbangan sektor pertanian dalam PDB tahun 1998 sebesar 0,26%. Meskipun kontribusi sektor pertanian hanya kecil (namun positif), akan tetapi pembangunan pertanian saat itu memiliki makna yang penting. Sektor pertanian mampu memikat hati rakyat untuk kembali terjun ke dunia pertanian sehingga mampu menyerap tenaga kerja yang sebagian besar terdampak PHK. Sektor ini juga mampu mendayagunakan usaha kecil dan menengah sehingga dapat berkompetisi dalam pemasaran. Disinilah titik mula sektor pertanian yang awalnya hanya dijadikan sebagai “pendukung” berubah menjadi “mesin penggerak” roda perekonomian.

 

Kesimpulan

 

Berbagai polemik yang mendera sektor pertanian seharusnya tidak menjadi kendala untuk berupaya mengembangkan sektor pertanian sebagai mesin penggerak ekonomi nasional. Sejarah membuktikan bahwa pertanian adalah nafas panjang bagi bangsa ini untuk tetap eksis sebagai bangsa besar yang memiliki pengaruh global. Namun demikian, pembangunan sektor pertanian juga harus diikuti sektor lainnya. Hal ini karena sektor pertanian memiliki keterkaitan baik ke depan maupun ke belakang dengan sektor-sektor yang lain.

 

Daftar Pustaka

 

Badan Pusat Statistik. 2023. Produk Domestik Bruto Indonesia Triwulanan. BPS Indonesia.

Kementerian Pertanian. 2019. Policy Brief: Permasalahan, Tantangan dan Kebijakan Pembangunan Pertanian 2020-2024. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Sekretariat Jenderal, Kementerian Pertanian.

Santosa, Purbayu Budi. 2005. Pembangunan Sektor Pertanian Melalui Agribisnis Menuju Ketangguhan Perekonomian Indonesia. JIAKP, Vol.2, No.1, Januari 2005: 674-685.

Yamali, F.R dan Putri, R.N. 2020. Dampak Covid-19 Terhadap Ekonomi Indonesia. Journal of Economics and Business, 4(2), September 2020: 384-388.

MATA KULIAH BAHASA INDONESIA

Assalamu'alaikum wr wb. Hallo, rekan-rekan mahasiswa. Mata kuliah Bahasa Indonesia merupakan mata kuliah wajib universitas yang diberikan kepada seluruh mahasiswa di setiap fakultas. Mata Kuliah Bahasa Indonesia diberikan dalam rangka sebagai pondasi dasar pemahaman pengetahuan khususnya untuk diaplikasikan dalam penulisan karya ilmiah seperti laporan magang, laporan KKN, dan skripsi. Mata kuliah Bahasa Indonesia diselesaikan dalam 14 kali pertemuan tatap muka, 1 pertemuan PTS, dan 1 pertemuan PAS. Topik atau materi yang diberikan antara lain hakikat dan fungsi bahasa, sejarah Bahasa Indonesia, keberagaman Bahasa Indonesia, keberagaman kata dalam Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca, dan lain-lain yang bisa mahasiswa lihat pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Berikut ini adalah link materi yang saya berikan pada setiap perkuliahan tatap muka. Silahkan didownload dan dipelajari ya. Terimakasih.



RPS BAHASA INDONESIA

https://drive.google.com/file/d/1dFzgMvPb9rpZnLwUcYaMVP637YykAmFh/view?usp=drive_link

BAHAN AJAR 1. HAKIKAT DAN FUNGSI BAHASA

https://docs.google.com/presentation/d/1KLVPjY_ljQ6kCZ6KzXKZiaGGct6TARlf/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

BAHAN AJAR 2. SEJARAH BAHASA INDONESIA

https://docs.google.com/presentation/d/1chSYvQIvSi5ht5QASdQ0bn7jJD6xSYzw/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

BAHAN AJAR 3. KEBERAGAMAN BAHASA INDONESIA

https://docs.google.com/presentation/d/1PRuD5X9DRHl5Pcms0-ESPVpzdEbjhwYS/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

BAHAN AJAR 4. PENGGUNAAN TANDA BACA

https://drive.google.com/file/d/1HJ4bQhnMW-svlRGtM7YrOyYf2vhsTYkG/view?usp=drive_link

BAHAN AJAR 4 (TAMBAHAN): TUGAS PENGGUNAAN TANDA BACA

https://drive.google.com/file/d/1WWIdSM7nDU1cA4Yy1N_eRL-cj276pOJS/view?usp=sharing

BAHAN AJAR 5 & 6. KEBERAGAMAN KATA DALAM BAHASA INDONESIA

https://docs.google.com/presentation/d/1HyEUwaNu_mlyghN2Qjf0sGI82eKpS5Kt/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

BAHAN AJAR 7 & 9. KALIMAT EFEKTIF

https://drive.google.com/file/d/1ZpPWSnoC23irkZNeOspzlhEZXaLngLD_/view?usp=sharing

BAHAN AJAR 10. PENGEMBANGAN PARAGRAF

https://drive.google.com/file/d/1CfEerMUTTPOGpV_B9xjwDY5L9rNPiTQ8/view?usp=sharing

BAHAN AJAR 11 & 12. PENULISAN KARYA ILMIAH DAN DAFTAR PUSTAKA

https://drive.google.com/file/d/18RcyzFMlE56AYHF41UbbqIAycLt-jfIn/view?usp=sharing

BAHAN AJAR 13 & 14. ARTIKEL ILMIAH

https://drive.google.com/file/d/1pTl9QO0Ki-CuzV-A4njkgjZwypI-ZvqY/view?usp=sharing

BAHAN AJAR 15. SISTEMATIKA SKRIPSI

https://drive.google.com/file/d/1HMv3yQrRy-28T-bKmuHWrF_z1ASUZMsi/view?usp=sharing

PERTEMUAN 16. SOAL UAS

KUIS 1

KUIS 2

TIPS PUBLIKASI ARTIKEL PADA JURNAL ILMIAH

Hallo, rekan-rekan mahasiswa. Anda sudah tahu kan manfaat publikasi artikel ilmiah bagi mahasiswa? Silahkan baca di link ini ya jika belum https://enyivans25.blogspot.com/2024/10/tips-mempublikasi-artikel-pada-jurnal.html . Nah, sekarang bagaimana caranya kita mempublish artikel yang sudah kita buat ke jurnal ilmiah? Bagi pemula dan yang belum pernah sama sekali mempublish artikel ilmiah, simak ya informasi di bawah ini sampai selesai ^-^

  1. Carilah jurnal sesuai dengan bidang keilmuan yang Anda tulis pada artikel anda di mesin pencari. Misalnya: ketikkan "Jurnal Agribisnis". Perlu Anda ketahui bahwa jurnal itu ada yang bereputasi dan ada yang tidak. Jika jurnal bereputasi, maka jurnal sudah terakreditasi baik secara nasional maupun internasional. Jurnal bereputasi nasional biasanya sudah terindeks oleh SINTA (sinta 1-6), ada pun jurnal bereputasi internasional biasanya terindeks Scopus (di antaranya). Untuk pemula, saya menganjurkan agar submit di jurnal ber-SINTA dari 4-6. Anda bisa mengetikkan di mesin pencari "Jurnal Agribisnis Bersinta". Biasanya, jurnal yang telah ber-SINTA akan ada sertifikat akreditasi SINTA yang dipasang di website jurnal tersebut. Lihat pada gambar di bawah ini, ada sertifikat di pojok kanan atas yang menunjukkan akreditasi SINTA dari jurnal tersebut, yaitu terakreditasi SINTA 5. Semakin rendah nilai SINTA maka semakin baik jurnal tersebut, dan konsekuensinya biasanya biaya publikasi akan semakin mahal (mendekati SINTA 1). Sebaliknya, semakin tinggi nilai SINTA maka semakin rendah reputasinya (mendekati SINTA 6).
  2. Lihat pada laman jurnal yang Anda pilih, carilah informasi terkait frekuensi penerbitan dalam setahun dan kapan artikel akan diterbitkan pada jurnal tersebut. Biasanya, artikel yang dipublikasikan dalam jurnal frekuensi penerbitannya 2-4 kali dalam setahun. Pada bagian menu "publication frequency" Anda bisa cari bulan apa saja penerbitannya. Jika Anda menulis artikel selesai di Bulan Januari, maka sebaiknya anda mencari jurnal yang penerbitannya di bulan setelah Januari. Kadangkala ada jurnal yang mempersyaratkan submission artikel harus dilakukan minimal satu bulan sebelum jadwal terbit. Artinya jika terbit di Bulan Maret, maka akhir Januari atau awal Februari Anda harus sudah memasukkan (submit) artikel pada jurnal tersebut.
  3. Lihat pada menu "Focus and Scope" untuk melihat tema artikel apa saja yang bisa diterima oleh jurnal tersebut. Karena setiap jurnal memiliki fokus atau tema penerbitan yang berbeda-beda. Misalnya Jurnal Agribisnis dan Komunikasi Pertanian Ber-SINTA 5 memiliki fokus dan ruanglingkup tema sosial pertanian, ekonomi pertanian, agribisnis, komunikasi pertanian, dan penyuluhan pertanian.
  4. Lihat pada menu "Article Processing Charges" atau "Article Fee" untuk melihat besaran biaya atau tarif yang dikenakan oleh jurnal kepada peneliti yang ingin mempublikasikan jurnalnya. Semakin bagus reputasi jurnal biasanya semakin mahal tarifnya. Tetapi jika Anda telaten untuk memilah dan memilih jurnal satu per satu Anda bisa saja beruntung mendapatkan jurnal yang bereputasi baik tetapi mengenakan tarif rendah bahkan gratis. 
  5. Hubungi kontak yang tersedia pada webiste jurnal tersebut untuk Anda bisa menghubungi atau berkomunikasi dengan editor jurnal baik melalui email ataupun no whatsup. Biasanya hal-hal yang perlu ditanyakan adalah : (a) Masih tidaknya kuota artikel yang bisa diterbitkan pada bulan terdekat di jurnal tersebut; (b) Memastikan tarif penerbitan dan  info rekening untuk trasfer; (c) Memastikan waktu penerbitan apakah bisa dipercepat (biasanya dibutuhkan); (d) Menanyakan prosedur atau mekanisme submission; (e) Mengkonfirmasi bahwa sudah mensubmit artikel pada website jurnal dan menanyakan progres dari artikel yang sudah disumbit.
  6. Download template (dalam bentuk word) pada website jurnal tersebut. Biasanya, penulisan artikel harus memenuhi template yang diberikan oleh jurnal. Dan setiap jurnal format templatenya akan berbeda-beda. 
Nah, demikianlah tips bagi pemula yang ingin mempublikasikan artikel pada jurnal ilmiah. Pastikan artikel yang sudah di submit telah memenuhi ketentuan penulisan yang dipersyaratkan oleh jurnal tersebut. Tulislah artikel Anda dengan sebaik-baiknya sehingga dapat meminimalisir banyak kesalahan. Biasanya, jurnal akan melakukan turnitin pada setiap artikel yang disubmit. Jika artikel tersebut dinyatakan lebih dari 25% terdetect oleh turnitin, itu artinya artikel Anda banyak terdapat plagiarism sehingga Anda diwajibkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Semoga bermanfaat ya  info di atas...


MANFAAT PUBLIKASI ARTIKEL ILMIAH BAGI MAHASISWA

Hallo, rekan-rekan mahasiswa. Kalian tahu tidak mengapa kita harus mempublikasikan hasil tulisan ilmiah kita? Apakah publikasi ilmiah (skripsi) itu wajib hukumnya? Kalau wajib tidaknya sebetulnya tergantung peraturan kampus masing-masing. Ada kampus yang mensyaratkan publikasi ilmiah hasil skripsi mahasiswa sebagai sayarat ujian bahkan wisuda. Ada kampus yang hanya mensyaratkan untuk mengumpulkan format artikel saja. Baik, sebagai mahasiswa dan insan akademik kita perlu tahu nih pentingnya publikasi ilmiah terutama untuk mahasiswa.



sumber gambar : https://www.unand.ac.id/index.php/berita/19-kiprah-dosen/947-unand-publikasi-titan-dekade.html

Terdapat beberapa alasan mengapa publikasi artikel ilmiah penting bagi mahasiswa sarjana, antara lain:

1. Ilmu pengetahuan itu berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Hasil-hasil riset banyak ditemukan hal-hal baru yang itu bermanfaat bagi kehidupan. Oleh karena itu, dengan mempublikasikan hasil riset mahasiswa kepada khalayak ramai melalui artikel ilmiah, maka kita turut menyebarkan perkembangan ilmu pengetahuan baru.

2. Artikel yang dipublikasikan dapat menjadi referensi bagi peneliti lain. Di dalamnya ada teori-teori dasar yang digunakan, metode penelitian yang digunakan, variabel penelitian dan hasil penelitian yang merupakan penemuan baru. Secara tidak langsung, publikasi artikel menjadi bukti yang menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam intelektualitasnya sesuai dengan bidang keilmuannya. Hal ini dapat meningkatkan reputasi mahasiswa dan institusi tempat belajarnya (kampus).

3. Melalui publikasi artikel ilmiah, mahasiswa belajar berkomunikasi secara tertulis. Mahasiswa belajar menulis karya-karya ilmiah yang mengikuti kaidah-kaidah ilmiah. Dan tau tidak, ini bisa menjadi peluang bagi mahasiswa lho untuk mendapatkan karir. Karena setiap publikasi yang dihasilkan dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa (portofolio) saat mencari pekerjaan. Apalagi jika mahasiswa aktif mempublikasi artikel sejak di semester awal, dan publikasi pada jurnal yang terakreditasi nasional maupun internasional. Ada yang berminat menjadi periset atau researcher?? Tentunya, Anda harus terbiasa dengan menulis publikasi ilmiah.

4. Dalam proses publikasi, mahasiswa akan berinteraksi dengan berbagai pihak seperti dosen, reviewer, dan editor jurnal. Hal ini akan membuka wawasan mahasiswa tentang pengetahuan baru terutama dalam hal mekanisme penulisan artikel ilmiah. Interaksi ini memberikan pengalaman bagi mahasiswa yang bisa dipergunakan sebagai bekal kelak jika mahasiswa tertarik pada dunia riset. Mahasiswa juga bisa mempelajari design website jurnal, sehingga jika memiliki minat dalam membuat lembaga publikasi mahasiswa bisa mengadopsinya.

5. Publikasi dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa. Dalam proses publikasi, mahasiswa harus mengumpulkan dan menganalisis data, serta membuat kesimpulan yang logis serta tepat, dan tentu saja dapat dipertanggungjawabkan moralitasnya. Dengan berhasil atau diterimanya artikel ilmiah Anda di jurnal bereputasi maka mahasiswa akan merasa puas dan bangga sehingga lebih percara diri dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Nah, lima hal di atas adalah manfaat bagi mahasiswa mempublikasi artikel ilmiah pada jurnal, terutama yang bereputasi. Ada banyak manfaat lainnya sebetulnya, seperti dengan publikasi ilmiah maka kampus dan program studi tempat anda belajar akan mendapatkan nilai reputasi yang lebih baik yang bisa digunakan untuk akreditasi. Hal ini karena salah satu penilaian akreditasi adalah semakin banyaknya dan berkualitasnya hasil penelitian dosen dan mahasiswa pada program studi tersebut. Oleh karena itu, yuk jangan ragu untuk publish hasil riset Anda baik dari tugas turun lapang mata kuliah atau dari skripsi Anda. 

PKM PEMBUATAN PUPUK CAIR ORGANIK METODE EMBER BERTUMPUK

        Salah satu strategi dosen melaksanakan PKM adalah dengan menerima undangan menjadi narasumber dalam suatu acara. Semester ini, kami menerima undangan menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Teknologi Tepat Guna Pembuatan Pupuk Organik Cair. Acara diselenggarakan oleh Pemerintahan Desa Toto Harjo bekerja sama dengan Pendamping Desa Toto Harjo (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa). Peserta yang hadir adalah masyarakat yang bermukim di Desa Toto Harjo yang berprofesi sebagai petani dan peternak. Kegiatan PKM dihadiri oleh kurang lebih 30 orang yang terdiri dari masyarakat, struktur desa dan kecamatan. Kegiatan dilaksanakan pukul 08.30-11.00 di kediaman atau rumah Bapak Kiswanto, Kepala Urusan Perencanaan Desa Toto Harjo. 

        Kegiatan dilaksanakan dengan rundown mulai dari pembukaan, sambutan oleh Kepala Desa Toto Harjo, sambutan oleh pendamping desa Ibu Restu, sambutan oleh Kasi PMD Kecamatan Purbolinggo, dan sambutan oleh Dekan Fakultan Pertanian Perikanan dan Peternakan UNU Lampung. Selanjutnya, materi disampaikan oleh Dosen Novita, S.P., M.P dengan tema Pertanian Regeneratif. Adapun praktik pembuatan pupuk organik cair dipandu oleh Dosen Eny Ivan's, S.P., M.Sc.  



        Pupuk organik cair adalah salah satu jenis pupuk organik yang dihasilkan dari berbagai sampah organik yang difermentasikan. Ada banyak alternatif pembuatan pupuk cair dengan berbagai macam penggunaan bahan baku. Salah satu pupuk cair organik cair dihasilkan dari sampah basah limbah dapur rumah tangga seperti sayuran, buah-buahan, bumbu-bumbu dapur, dan lain-lain. Campuran bahan organik bermacam-macam bisa dari daun-daun kering, rumput basah, kertas, kardus, ranting-ranting kecil, dan lainnya. Namun, pada PKM kali ini bahan dasar sampah yang digunakan adalah bahan dasar dari sampah dapur/rumah tangga yang terdiri dari sayuran dan buah-buahan. Untuk mempercepat proses penguraian maka ditambahkan dengan mol atau EM4. Fungsi EM4 atau mol sebagai aktivator bagi bakteri pengurai yang ada di dalam sampah. 





Tahapan pembuatan pupuk cair organik adalah sebagai berikut:

1. Susun 2 ember dan ditumpuk. Ember 1 bagian bawah dilubangi tembus dengan tutup ember kedua menggunakan bor.

2. Buat 4 lubang di setiap sisi lingkaran ember dan dikunci dengan mur dan baut agar ember tidak bergeser.

3. Ember kedua dilubangi salah satu sisinya dan dipasang keran air. Hal ini difungsikan untuk mengambil air lindi atau hasil panen pupuk cair organiknya.

4. Sisa sampah dapur dicacah dan dimasukkan ke ember yang atas.

5. Larutkan 1 liter air cucian beras dengan 1 tutup botol Mol/EM4.

6. Siramkan larutan mol ke dalam ember yang berisi sampah dapur dan diaduk.

7. Tutup rapat ember dan letakkan ditempat yang sejuk pada suhu ruangan, hindarkan dari paparan sinar matahari langsung. 

8. Diamkan ember sampah tersebut selama kurang lebih 2-4 minggu untuk proses fermentasi dan air lindi baru bisa dipanen.

Kelebihan dari pembuatan pupuk cair organik dengan metode ember bertumpuk antara lain sebagai berikut:

1. Kepraktisan dalam pemanfaatannya. Air lindi yang dihasilkan dari pembusukan sampah organik bisa langsung dipanen pada ember bagian bawah dan sudah secara otomatis tersaring dari material sehingga bisa langsung dimanfaatkan.

2. Estetika. Bagi ibu-ibu yang kreatif metode ember bertumpuk (terutama jika menggunakan ember cat) bisa dilukis embernya sehingga nampak menarik. Dan peletakan ember bertumpuk bisa dimana saja, sesuai dengan keinginan kita.

3. Mudah di pindah-pindah untuk peletakan embernya.

4. Cara pembuatannya juga relatif mudah dan bisa dipraktikkan langsung untuk skala rumah tangga.

MATA KULIAH EKONOMI MAKRO

Hallo, salam santun dan semangat!!

Rekan-rekan mahasiswa di semester 3 ini mahasiswa mulai mendapatkan mata kuliah keprodian dasar yang akan mendukung dalam penulisan laporan akhir atau skripsi. Di dalam mata kuliah keprodian, mahasiswa mulai banyak mengenal dan mengetahui isu-isu yang dibahas di dalam agribisnis atau ekonomi pertanian. Salah satu mata kuliah keprodian dasar adalah mata kuliah ekonomi makro. Pada dasarnya ilmu ekonomi terbagi ke dalam dua kategori yaitu ekonomi mikro dan ekonomi harga. Apabila ekonomi mikro fokus pada mempelajari perilaku atau tingkah laku individu rumah tangga dalam mengalokasikan sumberdaya dan penetapan harga dari suatu barang/jasa maka ekonomi makro bicara hal yang sama namun pada skala yang lebih besar atau agregat. Ekonomi makro membicarakan interaksi ekonomi antar suatu negara yang berdampak pada pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dari suatu negara tersebut. Kasus-kasus yang dibahas berkaitan dengan dampak dari kebijakan ekonomi agregat suatu negara seperti kemiskinan, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya akan berbagi bahan ajar ekonomi makro yang bisa anda akses di sini secara gratis, untuk dipelajari dan dipahami. Berikut link bahan ajar ekonomi makro:

PERTEMUAN 1: RPS EKONOMI MAKRO

https://drive.google.com/file/d/1MVMy70fMBBAOzIOPpv00f-J9MEYw2rvL/view?usp=sharing

PERTEMUAN 2 : RUANG LINGKUP EKONOMI MAKRO

https://drive.google.com/file/d/12U_HraeMsc6s3VhG0R-IyrRy23H-EgJQ/view?usp=sharing

PERTEMUAN 3: TEORI EKONOMI MAKRO

https://drive.google.com/file/d/1pTdd9qFmz-W6eiyfmtb1p1CckUy5GoR1/view?usp=sharing

PERTEMUAN 4: PENDAPATAN NASIONAL

https://drive.google.com/file/d/1OBUNincqKP--1xoNQMUuTjR4tNMbqJfz/view?usp=sharing

BUKU REFERENSI PDB OLEH BPS:

https://drive.google.com/file/d/1scj8GhKP1Wk6cGW8okaMnZyktulsb49H/view?usp=sharing

PERTEMUAN 5 : PEREKONOMIAN 2 SEKTOR

https://drive.google.com/file/d/1gTp973at30Qt16hCzY6OmVFwFOqQ9BSA/view?usp=sharing

PERTEMUAN 6: PEREKONOMIAN 3 SEKTOR

https://drive.google.com/file/d/1SW7jVpX3Pr8mdPQpGGUypUQtbi3E9bEB/view?usp=sharing

PERTEMUAN 7: PEREKONOMIAN 4 SEKTOR

https://drive.google.com/file/d/1rGGZsnHtSUQbxkqHxKqCpcBlu1vEl4o9/view?usp=sharing

PERTEMUAN 8 : SOAL PTS


PERTEMUAN 9: UANG DAN BANK SENTRAL

https://drive.google.com/file/d/1-U01i8Z6yEos4JH3_7XyMsuxInzzKmC_/view?usp=sharing

PERTEMUAN 10 & 11. KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER

https://drive.google.com/file/d/1e7wrVUWT5ZoxeW6-fNKpnPAIfo24MWIn/view?usp=sharing

PERTEMUAN 12 & 13. PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN

https://drive.google.com/file/d/1DN1hZmWpkZ3eP5BNagQZnnZPManZs_8M/view?usp=sharing

PERTEMUAN 14 & 15. PERDAGANGAN INTERNASIONAL

https://drive.google.com/file/d/10Dmwhi2ACGralMImFMpImVPotm339Nyr/view?usp=sharing

PERTEMUAN 16. SOAL PAS


SOAL KUIS


MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN

 Hallo mahsiswa, berikut ini materi metodologi penelitian setiap pertemuan ya. Silahkan didownload dan dipelajari ya.

RPS Metopen OBE : https://drive.google.com/file/d/1KKAY_VCoteHo8Sx8f8U-2p1Q9r19t3p0/view?usp=sharing

Bahan Ajar Pertemuan 1 : https://docs.google.com/presentation/d/1z0RkUgHsjY2j2rXQae0qAW1ahWPS9__O/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 2 : https://docs.google.com/presentation/d/1X2IwXQTwiLdXOfayGujht8oupIL5mIjc/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Tugas Pertemuan ke-2 : https://docs.google.com/presentation/d/1F1lPezGg3GGuJoR1J8QR7-m8sQ16qzyW/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 3 : https://docs.google.com/presentation/d/1hYwvzzBJDCgMi-zeUralvaV-GTFrniuw/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 4 : https://docs.google.com/presentation/d/1Vyf5NZlxCqk1k9ZhCTmRbPKL3H6cu-lK/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Tugas Pertemuan ke-4: https://docs.google.com/presentation/d/1vA3Lpf_ZT7wuJUGoGrOwuiQg9pDHsxc_/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 5 : https://docs.google.com/presentation/d/11g1FqUZne970DJqZRXL7rVH87rw9KJEh/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 6 : https://docs.google.com/presentation/d/1OZR57C-crp5t8Bb-LxoqYbiMjFdUTs-5/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 7 : https://docs.google.com/presentation/d/1OFTO0SUWPOzvzjo_NXX1ukxdd9Af3dfP/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 9 : https://docs.google.com/presentation/d/1Unm8WXtrov6V2zsMKHYN3tEPiHkY-vVf/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 10 : https://docs.google.com/presentation/d/1CzlhmieSX3VTEBacd_g3kCEVVGB3bAKY/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 11 dan 12  : https://docs.google.com/presentation/d/1Dxd01NlCaf7XiTj-mShX_WGLOyG-sMmp/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 13 :  : https://docs.google.com/presentation/d/1eYlVVwBsWCKTmzQUhtLpHUgR57xzmTHu/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 14 dan 15 : https://docs.google.com/presentation/d/1F164q-NeMRe2UB0Slsrfd_BMhUbk3uFc/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Ternyata Menjadi Dosen Tidak Sesepi Itu!!

Foto bersama dosen FP3 Kurang lebih sudah delapan tahun saya menyandang title sebagai dosen. Kalau dipikir-pikir, delapan tahun itu bukan wa...