Hai, aku seorang perempuan yang saat ini usiaku mulai merangkak mendekati angka 40 tahun. Di usia yang saat ini di angka 36 tahun, banyak sekali keluhan yang mulai aku rasakan terutama untuk kesehatan. Yang pasti dan sering bahkan setiap bulan menghampiriku adalah keluhan demam, pusing, batuk dan pilek. Penyakit ini hadir tidak hanya mengghinggapi diriku, tetapi juga anak-anakku dan seisi rumah. Memang dari dulu yang namanya flu itu sudah pasti mudah tertular kalau aku. Sejak jaman gadis dan masih sekolah, kalau sudah ada yang kena pilek dan batuk.. hem, jangan nunggu lama, setelah berinteraksi aku akan langsung tertular. Bahkan untuk sembuh, minimal waktu yang aku butuhkan adalah dua minggu, pernah juga sampai sebulan bahkan beberapa bulan. Entah deh, sangkking seringnya kadang malas untuk berobat. Atau, berobat tapi obatnya tidak diminum. Yang penting sudah ke dokter, diperiksa dan dikasih obat. Hadeeeh...
Nah, sekarang ini keluhanku makin banyak. Keluhan yang cukup intens adalah masuk angin dan asam lambung. Penyakit asam lambung atau magh ini sudah aku idap sejak gadis. Jaman masih gadis kalu magh sudah kambuh, bisa-bisa ngguling-ngguling di atas kasur. Karena sesak di bagian ulu hati, dan lambung benar-benar krues-krues sampai muntah. Dan, asam lambung ini terus aku rasakan bahkan sejak menikah dan memiliki anak. Tapi, kalau saya amati, untuk kurun waktu setahun sampai dua tahun ke belakang ini asam lambung saya jarang kambuh dan kalau kambuh tidak melilit seperti jaman gadis atau awal berumah tangga. Alhamdulillah. Kalau ditanya obatnya apa? Sepertinya nggak ada khusus menelateni minum herbal apapun. Saya hanya menjaga pola makan agar tidak terlambat setiap waktunya. Makan tiga kali sehari. Meskipun untuk porsi dan menunya belum bisa saya kontrol.
Selanjutnya, saat ini saya sering merasa pegal linu di beberapa tempat di bagian tubuh. Area pinggang dan pinggul, area pundah dan leher, area lutut, dan area pergelangan tangan dan jari-jari tangan. Keluhan ini makin intens dirasakan setelah memiliki anak ke-tiga. Mungkin karena saya kehilangan banyak kalsium selama proses hamil dan menyusui, tanpa saya imbangi dengan asupan bergizi dan olahraga teratur. Selain itu juga, saya sering merasa kesemutan atau kebas di area kaki dan tangan. Gringgingan kalau orang bilang. Baru duduk sebentar sudah kesemutan. Sebetulnya keluhan-keluhan ini sudah saya sadari sejak lama. Selama ini saya menduga-duga sebenarnya sakit apa dan saya tidak banyak melakukan perubahan terutama untuk pola hidup saya. Sampai di empat hari yang lalu, saya betul-betul merasa takut karena rahang (area dagu) tiba-tiba seperti mengeras, tegang, kaku, pegel, meskipun saya hanya terdiam (tidak bicara, tidak makan atau bergerak). Sementara dibagian atas kelopak mata, rasanya tegang juga. Ditambah area leher dan pundak yang juga kenceng dan sangat kaku. Tanpa ba bi bu lagi karena merasa sudah tidak nyaman, sebelum kerja saya sempatkan mampir ke bidan untuk periksa.
Sesampainya di bidan, saya ungkapkan setiap keluhan-keluhan yang saya rasakan dan bidan menyarankan tes kolestrol. Tidak disangka setelah di tes, kolestrol saya di angka 237 dengan tensi darah 120/70. Saat itu, saya benar-benar kaget karena kolestrol saya sangat tinggi (normally di bawah 200). Pantas saja semua tubuh terasa kaku terutama di bagian pundak dan leher, rahang dan area mata. Kalau kliyengan dan pusing sih tidak terlalu saya rasakan. Tapi memang tidak nyaman sama sekali. Untuk bekerja di hari itu, saya sudah merasa tidak nyaman. Ada 5 macam obat yang diberikan oleh bidan, yaitu:
1. Obat asam lambung (Triocid, Suspensi, 60 ml, Zennith) >> 3x1 sebelum makan
2. Vitamin (Neurodex) >> 1x1
3. Obat nyeri rahang (tidak ada nama dan merk) >> 2x1
4. Obat kolestrol (Simvastatin, Selvim,20 mg) >> 1x1
5. Kalsium (Calcifar) >> 1x1
Hari pertama sampai hari keempat (hari ini) saya masih merasakan rahang mengeras, dan bagian mata atas itu pusing. Kepala masih sempoyongan. Semacam hilang timbul begitu sebenarnya, tapi yang jelas di badan tidak nyaman dan tidak fresh. Saya sudah minum rebusan daun salam, jahe dan serai. Dua gelas per hari. Dan hari ke-empat ini tadi saya mulai berjalan kaki. Setelah mengitari lapangan bola sebanyak 5x, memang di badan merasa lebih segar. Hanya saja di kepala ini masih terasa berat. Terutama area rahang dan mata serta leher dan pundak.
Mmmm... disadari atau tidak, saya meyakini bahwa harus ada perubahan pola hidup ke arah yang lebih baik. Atur menu makanan yang dimakan, atur istirahat, dan yang pasti atur pikiran dan emosi. Karena, saya mengamati diri saya sendiri, emosi saya beberapa tahun ke belakang tidak stabil. Efeknya ke anak-anak saya. Saya mudah marah, mudah teriak, dan sulit mengendalikan emosi terlebih kalau ketiga anak saya banyak tingkah. Di satu sisi saya butuh istirahat setelah pulang kerja, tapi di satu sisi anak saya banyak tingkah karena mungkin ingin bermain bersama uminya. Apapun itu, saya berharap setelah ini ada perubahan di diri saya ke arah yang lebih baik. Saya ingin sehat dan hidup lebih lama. Saya harus memupuk tekad untuk mulai sadar kesehatan dengan menjaga pola makan, pola istriahat, dan juga olahraga teratur. Ya Allah, sehatkan badanku, sehatkan pendengaranku, sehatkan penglihatanku. Allahumma baarik.
No comments:
Post a Comment