KENAIKAN PPN?? SEMAKIN MEMISKINKAN GOLONGAN EKONOMI RENDAH!!

 Mungkin di antara kita sudah mengetahui bahwa pemerintah berniat menaikkan tarif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) per Januari 2025. Nilai kenaikan PPN sebesar 12% dari sebelumnya 11% yang diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Tarif PPN sebesar 11% berlaku 1 April 2022 dan akan berganti sebesar 12% pada 1 Januari 2025. Perlu diketahui PPN adalah pajak yang dipungut oleh wajib pajak orang pribadi, badan dan pemerintah yang berstatus Pengusaha Kena Pajak (PKP) atau transaksi jual beli Barang Kena Pajak (BKP) dan/atau Jasa Kena Pajak (JKP).

Rencana kenaikan PPN ini menimbulkan pro kontra di tengah-tengah masyarakat. Para netizen di platform media sosial yang tidak setuju dengan rencana ini memberikan berbagai alasan.

SEKTOR PERTANIAN SEBAGAI PAHLAWAN EKONOMI NASIONAL

 



Persoalan Sektor Pertanian

       

      Di balik tanaman-tanaman hijau yang tumbuh di lahan-lahan pertanian, sesungguhnya sektor pertanian memiliki polemik yang saling berhubungan dari subsistem hulu hingga hilir. Persoalan sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan sisi ekonomi pertanian, tetapi juga menyangkut hubungan sosial dan budaya yang ada di masyarakat. Oleh karena itu, penyelesaian masalah di sektor pertanian tidak bisa dilakukan hanya secara parsial tetapi juga secara utuh melihat dari semua aspek.

Menurut Kementerian Pertanian (2019), dalam melaksanakan pembangunan pertanian saat ini, persoalan yang dihadapi antara lain (1) kerusakan lingkungan dan perubahan iklim; (2) infrastruktur, sarana prasarana, lahan dan air; (3) sempitnya kepemilikan lahan; (4) sistem perbenihan dan perbibitan; (5) akses petani terhadap permodalan, kelembagaan dan penyuluhan; (6) koordinasi antar sektor.

Saat ini, tenaga kerja pertanian semakin menurun. Petani aktif saat ini berada pada rentang usia 55-64 tahun, yang dapat mengganggu keberlanjutan pembangunan pertanian. Urbanisasi pemuda dari desa ke kota salah satunya disebabkan karena kurangnya peran pendidikan pada ketersediaan on farm sumberdaya manusia pada pelaku dan pembangunan pertanian.

Sementara itu, luas lahan garapan petani juga semakin menurun. Rata-rata kepemilikan lahan sawah di Indonesia kurang dari 0,25 hektar. Penyebab menurunnya lahan pertanian akibat semakin besarnya alih fungsi lahan sawah menjadi lahan pemukiman. Sempitnya kepemilikan lahan pertanian tidak didukung dengan upaya adopsi teknologi semakin membuat produksi dan produktivitas hasil pertanian menurun.

Pada konteks lingkungan global, terjadi perubahan ekologi kawasan dan perubahan fungsi lahan berpotensi mengurangi kualitas sumberdaya alam. Penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang terus menerus mengakibatkan kerusakan ekosistem lahan pertanian dan menjadikan hama penyakit bersifat resisten.

Kemudian dari sisi kelembagaan, sebagian petani masih cenderung bergerak secara individu terutama dalam perannya sebagai price taker. Petani tidak memiliki kedudukan untuk menentukan harga-harga pangan hasil panennya sendiri. Petani juga tidak mendapatkan pendampingan secara utuh karena dari sisi kelembagaan penyuluh juga mengalami kekurangan tenaga. Dalam pandangan yang lebih ekstrem, kelembagaan pertanian dibentuk hanya untuk mensukseskan proyek-proyek pemerintah semata tetapi implementasinya tidak memberikan kemudahan pada petani bahkan tidak berujung pada kesejahteraan petani.

Beberapa hal yang disebutkan di atas adalah berbagai macam polemik yang ada di sektor pertanian negara kita, Indonesia. Namun anehnya, berbagai polemik di atas (meski harus tetap diselesaikan) tidak menghambat sektor pertanian untuk bisa menjadi penyelamat ekonomi nasional. Itulah mengapa sektor pertanian dikatakan sebagai sektor penyangga ekonomi nasional.

 

Sektor Pertanian Penyelamat Ekonomi Nasional

 

Sektor pertanian di Indonesia masih menjadi sektor penyangga bagi perekonomian nasional. Struktur perekonomian Indonesia menurut lapangan usaha selama kurun waktu 2019-2022 ditopang oleh tiga sektor penting yaitu industry manufacturing dengan rata-rata kontribusi sebesar 19,29%, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan rata-rata kontribusi sebesar 13,02% serta sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi rata-rata sebesar 12,93% (BPS, 2023).

Pada masa tersebut, pandemi Covid-19 tengah menjadi perhatian nasional bahkan internasional. Roda perekonomian berjalan lambat, akses distribusi dan pemasaran barang-barang dibatasi serta aktivitas manusia tidak seperti biasanya. Impact-nya, terjadi PHK besar-besaran (≥1,5 juta pekerja dirumahkan), penurunan PMI Manufacturing Indonesia mencapai 45,3% pada tahun 2020, penurunan impor sebesar 3,7% pada triwulan I, dan nilai inflasi naik mencapai angka 2,96% yang disumbangkan dari harga emas dan komoditas pangan (Yamali dan Putri, 2020).

Melihat pada sejarah yang lebih jauh, tahun 2008 dunia mengalami krisis pangan. Penyebabnya adalah karena kenaikan harga minyak bumi dan pupuk serta adanya sepekulasi harga pangan oleh para pedagang internasional. Negara-negara eksportir seperti Thailand dan Vietnam bahkan harus memperketat kebutuhan domestik pangannya sendiri. Hal ini mengakibatkan negara-negara miskin bergejolak secara sosial, ekonomi dan politik karena adanya transmisi harga dari pasar internasional ke pasar domestik. Untungnya, Indonesia saat itu, mampu melindungi pasar domestiknya sendiri dengan berswasembada pangan dan mengisolasi pasar beras domestik dari keran impor. Berfungsinya Bulog sebagai lembaga parastatral saat itu, membantu pemerintah dalam mengangkat harga gabah dan beras di tingkat petani. Hal ini mendorong peningkatan pendapatan petani, memperbesar kesempatan kerja di pedesaan, mengurangi kemiskinan dan mendorong pembangunan pertanian dan pedesaan. Sungguh, sektor pertanian adalah penyelamat ekonomi nasional.

Pada krisis moneter tahun 1998 (Santosa, 2005) pertanian memberikan sumbangsih yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Saat itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada titik -13,66%. Seluruh sektor mengalami pertumbuhan yang negatif kecuali sektor pertanian yang mengalami pertumbuhan positif. Sumbangan sektor pertanian dalam PDB tahun 1998 sebesar 0,26%. Meskipun kontribusi sektor pertanian hanya kecil (namun positif), akan tetapi pembangunan pertanian saat itu memiliki makna yang penting. Sektor pertanian mampu memikat hati rakyat untuk kembali terjun ke dunia pertanian sehingga mampu menyerap tenaga kerja yang sebagian besar terdampak PHK. Sektor ini juga mampu mendayagunakan usaha kecil dan menengah sehingga dapat berkompetisi dalam pemasaran. Disinilah titik mula sektor pertanian yang awalnya hanya dijadikan sebagai “pendukung” berubah menjadi “mesin penggerak” roda perekonomian.

 

Kesimpulan

 

Berbagai polemik yang mendera sektor pertanian seharusnya tidak menjadi kendala untuk berupaya mengembangkan sektor pertanian sebagai mesin penggerak ekonomi nasional. Sejarah membuktikan bahwa pertanian adalah nafas panjang bagi bangsa ini untuk tetap eksis sebagai bangsa besar yang memiliki pengaruh global. Namun demikian, pembangunan sektor pertanian juga harus diikuti sektor lainnya. Hal ini karena sektor pertanian memiliki keterkaitan baik ke depan maupun ke belakang dengan sektor-sektor yang lain.

 

Daftar Pustaka

 

Badan Pusat Statistik. 2023. Produk Domestik Bruto Indonesia Triwulanan. BPS Indonesia.

Kementerian Pertanian. 2019. Policy Brief: Permasalahan, Tantangan dan Kebijakan Pembangunan Pertanian 2020-2024. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Sekretariat Jenderal, Kementerian Pertanian.

Santosa, Purbayu Budi. 2005. Pembangunan Sektor Pertanian Melalui Agribisnis Menuju Ketangguhan Perekonomian Indonesia. JIAKP, Vol.2, No.1, Januari 2005: 674-685.

Yamali, F.R dan Putri, R.N. 2020. Dampak Covid-19 Terhadap Ekonomi Indonesia. Journal of Economics and Business, 4(2), September 2020: 384-388.

MATA KULIAH BAHASA INDONESIA

Assalamu'alaikum wr wb. Hallo, rekan-rekan mahasiswa. Mata kuliah Bahasa Indonesia merupakan mata kuliah wajib universitas yang diberikan kepada seluruh mahasiswa di setiap fakultas. Mata Kuliah Bahasa Indonesia diberikan dalam rangka sebagai pondasi dasar pemahaman pengetahuan khususnya untuk diaplikasikan dalam penulisan karya ilmiah seperti laporan magang, laporan KKN, dan skripsi. Mata kuliah Bahasa Indonesia diselesaikan dalam 14 kali pertemuan tatap muka, 1 pertemuan PTS, dan 1 pertemuan PAS. Topik atau materi yang diberikan antara lain hakikat dan fungsi bahasa, sejarah Bahasa Indonesia, keberagaman Bahasa Indonesia, keberagaman kata dalam Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca, dan lain-lain yang bisa mahasiswa lihat pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Berikut ini adalah link materi yang saya berikan pada setiap perkuliahan tatap muka. Silahkan didownload dan dipelajari ya. Terimakasih.



RPS BAHASA INDONESIA

https://drive.google.com/file/d/1dFzgMvPb9rpZnLwUcYaMVP637YykAmFh/view?usp=drive_link

BAHAN AJAR 1. HAKIKAT DAN FUNGSI BAHASA

https://docs.google.com/presentation/d/1KLVPjY_ljQ6kCZ6KzXKZiaGGct6TARlf/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

BAHAN AJAR 2. SEJARAH BAHASA INDONESIA

https://docs.google.com/presentation/d/1chSYvQIvSi5ht5QASdQ0bn7jJD6xSYzw/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

BAHAN AJAR 3. KEBERAGAMAN BAHASA INDONESIA

https://docs.google.com/presentation/d/1PRuD5X9DRHl5Pcms0-ESPVpzdEbjhwYS/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

BAHAN AJAR 4. PENGGUNAAN TANDA BACA

https://drive.google.com/file/d/1HJ4bQhnMW-svlRGtM7YrOyYf2vhsTYkG/view?usp=drive_link

BAHAN AJAR 4 (TAMBAHAN): TUGAS PENGGUNAAN TANDA BACA

https://drive.google.com/file/d/1WWIdSM7nDU1cA4Yy1N_eRL-cj276pOJS/view?usp=sharing

BAHAN AJAR 5 & 6. KEBERAGAMAN KATA DALAM BAHASA INDONESIA

https://docs.google.com/presentation/d/1HyEUwaNu_mlyghN2Qjf0sGI82eKpS5Kt/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

BAHAN AJAR 7 & 9. KALIMAT EFEKTIF

https://drive.google.com/file/d/1ZpPWSnoC23irkZNeOspzlhEZXaLngLD_/view?usp=sharing

BAHAN AJAR 10. PENGEMBANGAN PARAGRAF

https://drive.google.com/file/d/1CfEerMUTTPOGpV_B9xjwDY5L9rNPiTQ8/view?usp=sharing

BAHAN AJAR 11 & 12. PENULISAN KARYA ILMIAH DAN DAFTAR PUSTAKA

https://drive.google.com/file/d/18RcyzFMlE56AYHF41UbbqIAycLt-jfIn/view?usp=sharing

BAHAN AJAR 13 & 14. ARTIKEL ILMIAH

https://drive.google.com/file/d/1pTl9QO0Ki-CuzV-A4njkgjZwypI-ZvqY/view?usp=sharing

BAHAN AJAR 15. SISTEMATIKA SKRIPSI

https://drive.google.com/file/d/1HMv3yQrRy-28T-bKmuHWrF_z1ASUZMsi/view?usp=sharing

PERTEMUAN 16. SOAL UAS

KUIS 1

KUIS 2

TIPS PUBLIKASI ARTIKEL PADA JURNAL ILMIAH

Hallo, rekan-rekan mahasiswa. Anda sudah tahu kan manfaat publikasi artikel ilmiah bagi mahasiswa? Silahkan baca di link ini ya jika belum https://enyivans25.blogspot.com/2024/10/tips-mempublikasi-artikel-pada-jurnal.html . Nah, sekarang bagaimana caranya kita mempublish artikel yang sudah kita buat ke jurnal ilmiah? Bagi pemula dan yang belum pernah sama sekali mempublish artikel ilmiah, simak ya informasi di bawah ini sampai selesai ^-^

  1. Carilah jurnal sesuai dengan bidang keilmuan yang Anda tulis pada artikel anda di mesin pencari. Misalnya: ketikkan "Jurnal Agribisnis". Perlu Anda ketahui bahwa jurnal itu ada yang bereputasi dan ada yang tidak. Jika jurnal bereputasi, maka jurnal sudah terakreditasi baik secara nasional maupun internasional. Jurnal bereputasi nasional biasanya sudah terindeks oleh SINTA (sinta 1-6), ada pun jurnal bereputasi internasional biasanya terindeks Scopus (di antaranya). Untuk pemula, saya menganjurkan agar submit di jurnal ber-SINTA dari 4-6. Anda bisa mengetikkan di mesin pencari "Jurnal Agribisnis Bersinta". Biasanya, jurnal yang telah ber-SINTA akan ada sertifikat akreditasi SINTA yang dipasang di website jurnal tersebut. Lihat pada gambar di bawah ini, ada sertifikat di pojok kanan atas yang menunjukkan akreditasi SINTA dari jurnal tersebut, yaitu terakreditasi SINTA 5. Semakin rendah nilai SINTA maka semakin baik jurnal tersebut, dan konsekuensinya biasanya biaya publikasi akan semakin mahal (mendekati SINTA 1). Sebaliknya, semakin tinggi nilai SINTA maka semakin rendah reputasinya (mendekati SINTA 6).
  2. Lihat pada laman jurnal yang Anda pilih, carilah informasi terkait frekuensi penerbitan dalam setahun dan kapan artikel akan diterbitkan pada jurnal tersebut. Biasanya, artikel yang dipublikasikan dalam jurnal frekuensi penerbitannya 2-4 kali dalam setahun. Pada bagian menu "publication frequency" Anda bisa cari bulan apa saja penerbitannya. Jika Anda menulis artikel selesai di Bulan Januari, maka sebaiknya anda mencari jurnal yang penerbitannya di bulan setelah Januari. Kadangkala ada jurnal yang mempersyaratkan submission artikel harus dilakukan minimal satu bulan sebelum jadwal terbit. Artinya jika terbit di Bulan Maret, maka akhir Januari atau awal Februari Anda harus sudah memasukkan (submit) artikel pada jurnal tersebut.
  3. Lihat pada menu "Focus and Scope" untuk melihat tema artikel apa saja yang bisa diterima oleh jurnal tersebut. Karena setiap jurnal memiliki fokus atau tema penerbitan yang berbeda-beda. Misalnya Jurnal Agribisnis dan Komunikasi Pertanian Ber-SINTA 5 memiliki fokus dan ruanglingkup tema sosial pertanian, ekonomi pertanian, agribisnis, komunikasi pertanian, dan penyuluhan pertanian.
  4. Lihat pada menu "Article Processing Charges" atau "Article Fee" untuk melihat besaran biaya atau tarif yang dikenakan oleh jurnal kepada peneliti yang ingin mempublikasikan jurnalnya. Semakin bagus reputasi jurnal biasanya semakin mahal tarifnya. Tetapi jika Anda telaten untuk memilah dan memilih jurnal satu per satu Anda bisa saja beruntung mendapatkan jurnal yang bereputasi baik tetapi mengenakan tarif rendah bahkan gratis. 
  5. Hubungi kontak yang tersedia pada webiste jurnal tersebut untuk Anda bisa menghubungi atau berkomunikasi dengan editor jurnal baik melalui email ataupun no whatsup. Biasanya hal-hal yang perlu ditanyakan adalah : (a) Masih tidaknya kuota artikel yang bisa diterbitkan pada bulan terdekat di jurnal tersebut; (b) Memastikan tarif penerbitan dan  info rekening untuk trasfer; (c) Memastikan waktu penerbitan apakah bisa dipercepat (biasanya dibutuhkan); (d) Menanyakan prosedur atau mekanisme submission; (e) Mengkonfirmasi bahwa sudah mensubmit artikel pada website jurnal dan menanyakan progres dari artikel yang sudah disumbit.
  6. Download template (dalam bentuk word) pada website jurnal tersebut. Biasanya, penulisan artikel harus memenuhi template yang diberikan oleh jurnal. Dan setiap jurnal format templatenya akan berbeda-beda. 
Nah, demikianlah tips bagi pemula yang ingin mempublikasikan artikel pada jurnal ilmiah. Pastikan artikel yang sudah di submit telah memenuhi ketentuan penulisan yang dipersyaratkan oleh jurnal tersebut. Tulislah artikel Anda dengan sebaik-baiknya sehingga dapat meminimalisir banyak kesalahan. Biasanya, jurnal akan melakukan turnitin pada setiap artikel yang disubmit. Jika artikel tersebut dinyatakan lebih dari 25% terdetect oleh turnitin, itu artinya artikel Anda banyak terdapat plagiarism sehingga Anda diwajibkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Semoga bermanfaat ya  info di atas...


MANFAAT PUBLIKASI ARTIKEL ILMIAH BAGI MAHASISWA

Hallo, rekan-rekan mahasiswa. Kalian tahu tidak mengapa kita harus mempublikasikan hasil tulisan ilmiah kita? Apakah publikasi ilmiah (skripsi) itu wajib hukumnya? Kalau wajib tidaknya sebetulnya tergantung peraturan kampus masing-masing. Ada kampus yang mensyaratkan publikasi ilmiah hasil skripsi mahasiswa sebagai sayarat ujian bahkan wisuda. Ada kampus yang hanya mensyaratkan untuk mengumpulkan format artikel saja. Baik, sebagai mahasiswa dan insan akademik kita perlu tahu nih pentingnya publikasi ilmiah terutama untuk mahasiswa.



sumber gambar : https://www.unand.ac.id/index.php/berita/19-kiprah-dosen/947-unand-publikasi-titan-dekade.html

Terdapat beberapa alasan mengapa publikasi artikel ilmiah penting bagi mahasiswa sarjana, antara lain:

1. Ilmu pengetahuan itu berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Hasil-hasil riset banyak ditemukan hal-hal baru yang itu bermanfaat bagi kehidupan. Oleh karena itu, dengan mempublikasikan hasil riset mahasiswa kepada khalayak ramai melalui artikel ilmiah, maka kita turut menyebarkan perkembangan ilmu pengetahuan baru.

2. Artikel yang dipublikasikan dapat menjadi referensi bagi peneliti lain. Di dalamnya ada teori-teori dasar yang digunakan, metode penelitian yang digunakan, variabel penelitian dan hasil penelitian yang merupakan penemuan baru. Secara tidak langsung, publikasi artikel menjadi bukti yang menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam intelektualitasnya sesuai dengan bidang keilmuannya. Hal ini dapat meningkatkan reputasi mahasiswa dan institusi tempat belajarnya (kampus).

3. Melalui publikasi artikel ilmiah, mahasiswa belajar berkomunikasi secara tertulis. Mahasiswa belajar menulis karya-karya ilmiah yang mengikuti kaidah-kaidah ilmiah. Dan tau tidak, ini bisa menjadi peluang bagi mahasiswa lho untuk mendapatkan karir. Karena setiap publikasi yang dihasilkan dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa (portofolio) saat mencari pekerjaan. Apalagi jika mahasiswa aktif mempublikasi artikel sejak di semester awal, dan publikasi pada jurnal yang terakreditasi nasional maupun internasional. Ada yang berminat menjadi periset atau researcher?? Tentunya, Anda harus terbiasa dengan menulis publikasi ilmiah.

4. Dalam proses publikasi, mahasiswa akan berinteraksi dengan berbagai pihak seperti dosen, reviewer, dan editor jurnal. Hal ini akan membuka wawasan mahasiswa tentang pengetahuan baru terutama dalam hal mekanisme penulisan artikel ilmiah. Interaksi ini memberikan pengalaman bagi mahasiswa yang bisa dipergunakan sebagai bekal kelak jika mahasiswa tertarik pada dunia riset. Mahasiswa juga bisa mempelajari design website jurnal, sehingga jika memiliki minat dalam membuat lembaga publikasi mahasiswa bisa mengadopsinya.

5. Publikasi dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa. Dalam proses publikasi, mahasiswa harus mengumpulkan dan menganalisis data, serta membuat kesimpulan yang logis serta tepat, dan tentu saja dapat dipertanggungjawabkan moralitasnya. Dengan berhasil atau diterimanya artikel ilmiah Anda di jurnal bereputasi maka mahasiswa akan merasa puas dan bangga sehingga lebih percara diri dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Nah, lima hal di atas adalah manfaat bagi mahasiswa mempublikasi artikel ilmiah pada jurnal, terutama yang bereputasi. Ada banyak manfaat lainnya sebetulnya, seperti dengan publikasi ilmiah maka kampus dan program studi tempat anda belajar akan mendapatkan nilai reputasi yang lebih baik yang bisa digunakan untuk akreditasi. Hal ini karena salah satu penilaian akreditasi adalah semakin banyaknya dan berkualitasnya hasil penelitian dosen dan mahasiswa pada program studi tersebut. Oleh karena itu, yuk jangan ragu untuk publish hasil riset Anda baik dari tugas turun lapang mata kuliah atau dari skripsi Anda. 

PKM PEMBUATAN PUPUK CAIR ORGANIK METODE EMBER BERTUMPUK

        Salah satu strategi dosen melaksanakan PKM adalah dengan menerima undangan menjadi narasumber dalam suatu acara. Semester ini, kami menerima undangan menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Teknologi Tepat Guna Pembuatan Pupuk Organik Cair. Acara diselenggarakan oleh Pemerintahan Desa Toto Harjo bekerja sama dengan Pendamping Desa Toto Harjo (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa). Peserta yang hadir adalah masyarakat yang bermukim di Desa Toto Harjo yang berprofesi sebagai petani dan peternak. Kegiatan PKM dihadiri oleh kurang lebih 30 orang yang terdiri dari masyarakat, struktur desa dan kecamatan. Kegiatan dilaksanakan pukul 08.30-11.00 di kediaman atau rumah Bapak Kiswanto, Kepala Urusan Perencanaan Desa Toto Harjo. 

        Kegiatan dilaksanakan dengan rundown mulai dari pembukaan, sambutan oleh Kepala Desa Toto Harjo, sambutan oleh pendamping desa Ibu Restu, sambutan oleh Kasi PMD Kecamatan Purbolinggo, dan sambutan oleh Dekan Fakultan Pertanian Perikanan dan Peternakan UNU Lampung. Selanjutnya, materi disampaikan oleh Dosen Novita, S.P., M.P dengan tema Pertanian Regeneratif. Adapun praktik pembuatan pupuk organik cair dipandu oleh Dosen Eny Ivan's, S.P., M.Sc.  



        Pupuk organik cair adalah salah satu jenis pupuk organik yang dihasilkan dari berbagai sampah organik yang difermentasikan. Ada banyak alternatif pembuatan pupuk cair dengan berbagai macam penggunaan bahan baku. Salah satu pupuk cair organik cair dihasilkan dari sampah basah limbah dapur rumah tangga seperti sayuran, buah-buahan, bumbu-bumbu dapur, dan lain-lain. Campuran bahan organik bermacam-macam bisa dari daun-daun kering, rumput basah, kertas, kardus, ranting-ranting kecil, dan lainnya. Namun, pada PKM kali ini bahan dasar sampah yang digunakan adalah bahan dasar dari sampah dapur/rumah tangga yang terdiri dari sayuran dan buah-buahan. Untuk mempercepat proses penguraian maka ditambahkan dengan mol atau EM4. Fungsi EM4 atau mol sebagai aktivator bagi bakteri pengurai yang ada di dalam sampah. 





Tahapan pembuatan pupuk cair organik adalah sebagai berikut:

1. Susun 2 ember dan ditumpuk. Ember 1 bagian bawah dilubangi tembus dengan tutup ember kedua menggunakan bor.

2. Buat 4 lubang di setiap sisi lingkaran ember dan dikunci dengan mur dan baut agar ember tidak bergeser.

3. Ember kedua dilubangi salah satu sisinya dan dipasang keran air. Hal ini difungsikan untuk mengambil air lindi atau hasil panen pupuk cair organiknya.

4. Sisa sampah dapur dicacah dan dimasukkan ke ember yang atas.

5. Larutkan 1 liter air cucian beras dengan 1 tutup botol Mol/EM4.

6. Siramkan larutan mol ke dalam ember yang berisi sampah dapur dan diaduk.

7. Tutup rapat ember dan letakkan ditempat yang sejuk pada suhu ruangan, hindarkan dari paparan sinar matahari langsung. 

8. Diamkan ember sampah tersebut selama kurang lebih 2-4 minggu untuk proses fermentasi dan air lindi baru bisa dipanen.

Kelebihan dari pembuatan pupuk cair organik dengan metode ember bertumpuk antara lain sebagai berikut:

1. Kepraktisan dalam pemanfaatannya. Air lindi yang dihasilkan dari pembusukan sampah organik bisa langsung dipanen pada ember bagian bawah dan sudah secara otomatis tersaring dari material sehingga bisa langsung dimanfaatkan.

2. Estetika. Bagi ibu-ibu yang kreatif metode ember bertumpuk (terutama jika menggunakan ember cat) bisa dilukis embernya sehingga nampak menarik. Dan peletakan ember bertumpuk bisa dimana saja, sesuai dengan keinginan kita.

3. Mudah di pindah-pindah untuk peletakan embernya.

4. Cara pembuatannya juga relatif mudah dan bisa dipraktikkan langsung untuk skala rumah tangga.

MATA KULIAH EKONOMI MAKRO

Hallo, salam santun dan semangat!!

Rekan-rekan mahasiswa di semester 3 ini mahasiswa mulai mendapatkan mata kuliah keprodian dasar yang akan mendukung dalam penulisan laporan akhir atau skripsi. Di dalam mata kuliah keprodian, mahasiswa mulai banyak mengenal dan mengetahui isu-isu yang dibahas di dalam agribisnis atau ekonomi pertanian. Salah satu mata kuliah keprodian dasar adalah mata kuliah ekonomi makro. Pada dasarnya ilmu ekonomi terbagi ke dalam dua kategori yaitu ekonomi mikro dan ekonomi harga. Apabila ekonomi mikro fokus pada mempelajari perilaku atau tingkah laku individu rumah tangga dalam mengalokasikan sumberdaya dan penetapan harga dari suatu barang/jasa maka ekonomi makro bicara hal yang sama namun pada skala yang lebih besar atau agregat. Ekonomi makro membicarakan interaksi ekonomi antar suatu negara yang berdampak pada pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dari suatu negara tersebut. Kasus-kasus yang dibahas berkaitan dengan dampak dari kebijakan ekonomi agregat suatu negara seperti kemiskinan, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya akan berbagi bahan ajar ekonomi makro yang bisa anda akses di sini secara gratis, untuk dipelajari dan dipahami. Berikut link bahan ajar ekonomi makro:

PERTEMUAN 1: RPS EKONOMI MAKRO

https://drive.google.com/file/d/1MVMy70fMBBAOzIOPpv00f-J9MEYw2rvL/view?usp=sharing

PERTEMUAN 2 : RUANG LINGKUP EKONOMI MAKRO

https://drive.google.com/file/d/12U_HraeMsc6s3VhG0R-IyrRy23H-EgJQ/view?usp=sharing

PERTEMUAN 3: TEORI EKONOMI MAKRO

https://drive.google.com/file/d/1pTdd9qFmz-W6eiyfmtb1p1CckUy5GoR1/view?usp=sharing

PERTEMUAN 4: PENDAPATAN NASIONAL

https://drive.google.com/file/d/1OBUNincqKP--1xoNQMUuTjR4tNMbqJfz/view?usp=sharing

BUKU REFERENSI PDB OLEH BPS:

https://drive.google.com/file/d/1scj8GhKP1Wk6cGW8okaMnZyktulsb49H/view?usp=sharing

PERTEMUAN 5 : PEREKONOMIAN 2 SEKTOR

https://drive.google.com/file/d/1gTp973at30Qt16hCzY6OmVFwFOqQ9BSA/view?usp=sharing

PERTEMUAN 6: PEREKONOMIAN 3 SEKTOR

https://drive.google.com/file/d/1SW7jVpX3Pr8mdPQpGGUypUQtbi3E9bEB/view?usp=sharing

PERTEMUAN 7: PEREKONOMIAN 4 SEKTOR

https://drive.google.com/file/d/1rGGZsnHtSUQbxkqHxKqCpcBlu1vEl4o9/view?usp=sharing

PERTEMUAN 8 : SOAL PTS


PERTEMUAN 9: UANG DAN BANK SENTRAL

https://drive.google.com/file/d/1-U01i8Z6yEos4JH3_7XyMsuxInzzKmC_/view?usp=sharing

PERTEMUAN 10 & 11. KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER

https://drive.google.com/file/d/1e7wrVUWT5ZoxeW6-fNKpnPAIfo24MWIn/view?usp=sharing

PERTEMUAN 12 & 13. PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN

https://drive.google.com/file/d/1DN1hZmWpkZ3eP5BNagQZnnZPManZs_8M/view?usp=sharing

PERTEMUAN 14 & 15. PERDAGANGAN INTERNASIONAL

https://drive.google.com/file/d/10Dmwhi2ACGralMImFMpImVPotm339Nyr/view?usp=sharing

PERTEMUAN 16. SOAL PAS


SOAL KUIS


MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN

 Hallo mahsiswa, berikut ini materi metodologi penelitian setiap pertemuan ya. Silahkan didownload dan dipelajari ya.

RPS Metopen OBE : https://drive.google.com/file/d/1KKAY_VCoteHo8Sx8f8U-2p1Q9r19t3p0/view?usp=sharing

Bahan Ajar Pertemuan 1 : https://docs.google.com/presentation/d/1z0RkUgHsjY2j2rXQae0qAW1ahWPS9__O/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 2 : https://docs.google.com/presentation/d/1X2IwXQTwiLdXOfayGujht8oupIL5mIjc/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Tugas Pertemuan ke-2 : https://docs.google.com/presentation/d/1F1lPezGg3GGuJoR1J8QR7-m8sQ16qzyW/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 3 : https://docs.google.com/presentation/d/1hYwvzzBJDCgMi-zeUralvaV-GTFrniuw/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 4 : https://docs.google.com/presentation/d/1Vyf5NZlxCqk1k9ZhCTmRbPKL3H6cu-lK/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Tugas Pertemuan ke-4: https://docs.google.com/presentation/d/1vA3Lpf_ZT7wuJUGoGrOwuiQg9pDHsxc_/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 5 : https://docs.google.com/presentation/d/11g1FqUZne970DJqZRXL7rVH87rw9KJEh/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 6 : https://docs.google.com/presentation/d/1OZR57C-crp5t8Bb-LxoqYbiMjFdUTs-5/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 7 : https://docs.google.com/presentation/d/1OFTO0SUWPOzvzjo_NXX1ukxdd9Af3dfP/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 9 : https://docs.google.com/presentation/d/1Unm8WXtrov6V2zsMKHYN3tEPiHkY-vVf/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 10 : https://docs.google.com/presentation/d/1CzlhmieSX3VTEBacd_g3kCEVVGB3bAKY/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 11 dan 12  : https://docs.google.com/presentation/d/1Dxd01NlCaf7XiTj-mShX_WGLOyG-sMmp/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 13 :  : https://docs.google.com/presentation/d/1eYlVVwBsWCKTmzQUhtLpHUgR57xzmTHu/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 14 dan 15 : https://docs.google.com/presentation/d/1F164q-NeMRe2UB0Slsrfd_BMhUbk3uFc/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

MATA KULIAH EKONOMI PRODUKSI PERTANIAN

Hallo mahasiswa,,

Berikut ini adalah bahan ajar mata kuliah ekonomi produksi pertanian di setiap pertemuan. Silahkan didownload dan dipelajari ya.

RPS Ekonomi Produksi Pertanian OBE : https://drive.google.com/file/d/1aH7_NVpBciXEIxCXY5bOSz_0gdT4cUSl/view?usp=sharing

Bahan Ajar Pertemuan 1 : https://docs.google.com/document/d/1QtkSzNiQ-Ps3DPTQlCJl88gqLLHKJbUC/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 2 : https://docs.google.com/document/d/1FX1Dq22d8s5xzOwQLBZeB_r_YrA7Gkuy/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 3 dan 4 : https://docs.google.com/presentation/d/1gbmXsN3h5A0PmjYV5pimXnzZIgHUk-Sr/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 5 : https://docs.google.com/presentation/d/1KMz8VHrGTb0bNlgqPBnt-lwdBNCuUgsu/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 6 : https://drive.google.com/file/d/1DDYwvsMMpFYN9x3uK_vkZ56pKytpQzCE/view?usp=drive_link

https://docs.google.com/presentation/d/15odC3axpC_v632tKl0HEITL_ftHqHhWB/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 7 : https://docs.google.com/presentation/d/1YDKXYskCRqyrOyiHocWp5idXhTZx96NJ/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Perbaikan UTS Pertemuan 8 : 

Bahan Ajar Pertemuan 9 : https://docs.google.com/presentation/d/1vPSZlsJHNBnj-1duKHWfroBoNgCM6zt-/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 10 : https://docs.google.com/presentation/d/1udWSoS2Sz-3-vILY-lqcF6kw03ODANQl/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 11 dan 12 : https://drive.google.com/file/d/1ZlhtjtekO2Jel2DYvcir0qcWD5a6RU2p/view?usp=sharing

https://docs.google.com/presentation/d/1_flzULfSjzulacuKo2UaaOELySQbjYOb/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 13 dan 14 : https://docs.google.com/presentation/d/1hPJ_avzGipihuw6Zzw-3kBdhoSJyCoqq/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Soal PAS Pertemuan 16 : 

5 Cara Menghitung Biaya Penyusutan dan Contoh Jurnalnya

Dalam analisis pendapatan atau analisis kelayakan investasi, kita harus menghitung biaya input baik input tetap maupun input variabel. Input tetap adalah input yang digunakan dalam kegiatan usaha produksi dan tidak habis digunakan dalam satu kali pemakaian. Contoh penggunaan input tetap dalam usahatani adalah biaya peralatan yang digunakan dalam usahatani. Peralatan yang digunakan setiap waktu, nilai ekonomisnya akan semakin menyusut. Penyusutan peralatan ini disebut sebagai biaya penyusutan yang bisa dihitung dengan berbagai metode.

Secara umum, metode perhitungan biaya penyusutan dibagi menjadi dua yaitu metode rata-rata dan metode menurun. Metode rata-rata terdiri dari metode garis lurus (straight line method) dan metode unit aktivitas (unit of activity method). Adapun metode menurun terdiri dari metode jumlah angka tahun, metode saldo menurun, dan metode saldo menurun ganda. 

1. Metode garis lurus (straight line method)

Perhitungan biaya penyusutan aset tetap menggunakan metode garis lurus adalah cara menghitung biaya penyusutan suatu aset yang memiliki karakteristik nilai beban penyusutan sama setiap tahunnya. Nilai penyusutan tersebut tidak akan berubah sampai usia ekonomi aset yang bersangkutan habis. Jika digambarkan dalam bentuk grafik, metode ini akan membentuk garis lurus. Rumus perhitungan biaya penyusutan dengan metode ini adalah sebagai berikut:


Berdasarkan rumus di atas, unsur-unsur dalam rumus dapat dijelaskan sebagai berikut. Harga perolehan merupakan sejumlah uang yang dikeluarkan untuk mendapatkan aktiva tetap sampai aset tersebut siap digunakan. Unsur harga ini penting diketahui untuk dasar perhitungan seberapa besar depresiasi yang harus dialokasikan. Harga perolehan bisa juga disebut harga input tetap. Misalnya petani membeli mesin traktor sebesar 15 juta rupiah. Nilai sisa atau salvage value adalah taksiran nilai atau harga dari input tetap jika sudah digunakan sampai habis umur ekonomisnya. Misalnya, traktor yang dibeli seharga 15 juta rupiah, jika sudah 25 tahun mungkin sudah tidak bisa optimum lagi kemampuannya, dan jika dijual harganya mungkin akan menyusut atau tersisa menjadi 5 juta rupah. Maka nilai 5 juta rupiah itu disebut sebagai nilai sisa. Usia ekonomis menunjukkan masa kebermanfaatan dari input tetap. Misalnya. kebermanfaatan dari mesin traktor hanya 25 tahun, maka 25 tahun disebut usia ekonomis.

Penggunaan metode garis lurus ini banyak diadopsi oleh perusahaan karena kepraktisannya dalam perhitungannya. Kelebihan lainnya dari metode ini adalah metode ini memiliki besaran beban penyusutan yang sama setiap tahunnya karena tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya output. Karena beban biaya dianggap konstan untuk semua aset, maka ini menjadi kekurangan dari metode ini. Misalnya, biaya perawatan suatu mesin traktor sejak pemakaian di tahun pertama dan 10 tahun kemudian, tentu akan berbeda. Namun pada metode ini dianggap sama. Oleh karenanya, beban penyusutan yang diakui cenderung tidak mencerminkan usaha yang digunakan dalam menghasilkan pendapatan. Pada metode garis lurus, banyak asumsi yang digunakan seperti taksiran nilai residu/sisa dan umur ekonomis dari suatu aset. Jika taksiran ini salah atau tidak tepat maka bisa menimbulkan kerugian bagi pemilik usaha. 

Melihat kekurangan dan kelebihan dari metode garis lurus, menurut saya, metode ini lebih tepat jika digunakan untuk menghitung biaya penyusutan suatu aset tetap pada usaha yang tidak menggunakan mesin atau aset dengan harga mahal. Misalnya, pada usaha UMKM rumahan, jika peralatan yang digunakan hanya peralatan sederhana seperti peralatan dapur, maka metode garis lurus bisa digunakan. Hal ini karena peralatan yang dibeli tidak mahal, yang artinya biaya perawatannya tidak terlalu besar sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap nilai pendapatan yang nantinya diperoleh.

2. Metode penyusutan unit produksi


3. Metode saldo menurun ganda

Metode ini menghasilkan suatu beban penyusutan periodik yang menurun selama estimasi umur ekonomis aset.

4. Metode
jumlah penyusutan digit tahun

5. 

2 Tips Menentukan Alat Analisis Data Penelitian

Salah satu unsur yang harus ada di dalam proposal penelitian adalah penggunaan analisis data. Data yang didapatkan dari lapang, harus dianalisis agar kita mengetahui hasil atau kesimpulannya. Hanya saja, setiap penelitian tentu akan berbeda alat analisis datanya, tergantung dari topik dan jenis data yang digunakan. Banyak mahasiswa ketika mengulas bab 3 tidak tahu alat analisis apa yang akan digunakan, sehingga tidak ditampilkan sub bab analisis data. Ada juga mahasiswa yang menuliskan jenis analisis datanya, tetapi ketika ditanya mengapa menggunakan alat analisis tersebut? Mahasiswa juga tidak tahu jawabannya.

Pengalaman saya sebagai mahasiswa dahulu, memang ketika membahas alat analisis data, mahasiswa akan belajar secara otodidak lebih mendalam. Hal ini karena di perkuliahan tidak semua jenis analisis data diajarkan dan dipraktikkan. Pada saat skripsi, masing-masing mahasiswa mengambil penelitian yang berbeda, sangat variatif sekali nanti analisis data yang digunakan. Karena itu, mata kuliah statistik harus dikuasai untuk membantu mahasiswa dalam menentukan analisis data yang digunakan. Tidak hanya statistik dasar, akan tetapi juga statistik lanjutan seperti statistik sosial ekonomi pertanian dan ekonometrika. 

Selain mahasiswa, dosen pun ikut belajar juga. Karena dosen juga belum tentu pernah menggunakan alat analisis data yang sama pada penelitian dosen. Dosen pun juga tidak semuanya menguasai mata kuliah statistik. Oleh karena itu jika sudah masuk pada sub bab analisis data, dan saya sebagai dosen belum pernah menggunakannya, maka saya juga ikut pusing dalam menentukan analisis data yang akan digunakan. hiks .. hiks.. hiks...

Tetapi begitulah, sejatinya skripsi tidak hanya kerjaan mahasiswa tetapi juga kerjaan dosen karena juga harus ikut berpikir. Apalagi jika mahasiswanya tidak progress dalam belajar secara mandiri (malas membaca dan mencari tahu) bahkan justru malah menghilang dan tidak komitmen untuk bimbingan. Nah, berikut ini ada tips dari saya sebagai dosen untuk memudahkan dalam menentukan jenis analisis data yang digunakan.

1. Tentukan jenis penelitiannya

Dengan mengetahui jenis penelitian, apakah menggunakan kualitatif atau kuantitatif  menurut saya ini sangat membantu untuk menentukan analisis data yang digunakan. Untuk penelitian kuantitatif, apakah penelitian akan diuji secara statistik atau tidak. Jika tidak, maka biasanya sudah jelas teori yang digunakan sehingga kita mudah dalam menentukan analisis datanya. Sebagai contoh, mahasiswa mengambil judul analisis pendapatan usahatani padi. Penelitian ini sifatnya kuantitatif. Karena hanya ingin mengetahui besaran pendapatan dari usahatani, maka tidak perlu uji statistik. Cukup gunakan teori yang mendasarinya yaitu teori usahatani dan teori pendapatan. Menggunakan rumus keduanya sudah mampu menajwab alat analisis data yang akan digunakan, yaitu dengan menggunakan rumus pendapatan usahatani. 

Apabila penelitian kualitatif, maka lihat apakah akan menggunakan uji statistik atau tidak. Misalnya, mahasiswa ingin mengetahui strategi pengembangan usaha gula merah tingkat industri rumah tangga dan analisisnya menggunakan SWOT. Karena tidak menggunakan uji statistik, ya cukup gunakan teori yang mendasarinya, yaitu analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat). 

2. Lihat jenis data yang digunakan pada variabel yang diteliti

Jika pada point 1 di atas adalah contoh penelitian yang tidak menggunakan uji statistik, maka jika penelitian menggunakan uji statistik lihatlah data pada variabel yang diambil. Data itu secara sifatnya paling tidak ada 4 kategori, yaitu data nominal, ordinal, interval dan rasio. Dengan mengetahui jenis data ini pada penelitian kita, ini sangat membantu untuk menentukan alat analisis data apa yang akan digunakan. Hal ini karena setiap jenis data, alat analisisnya akan berbeda, begitu juga persyaratan asumsi yang harus dipenuhi.

Secara garis besar, statistik itu terdiri dari statistik parametrik dan non-parametrik. Statistik non parametrik biasanya digunakan untuk menganalisis penelitian yang bersifat kualitatif. Data yang digunakan biasanya nominal dan ordinal. Adapun statistik parametrik biasanya digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio. 

Sebagai contoh, mahasiswa ingin mengetahui bagaimana pengaruh adopsi teknologi terhadap peningkatan produktivitas jagung. Dalam hal ini adopsi teknologi berperan sebagai variabel x (independen) dan produktivitas jagung sebagai variabel y (dependen). Jika data adopsi dibuat berkategori misalnya antara "iya" dan "tidak" maka jenis datanya adalah nominal. Kemudian, produktivitas jagung adalah data rasio. Jika data produktivitas akan dibuat interval, maka nanti akan ada kelas-kelas pada data tersebut. Jika variabel x adalah data nominal, dan variabel y adalah data interval, maka alat analisis datanya menggunakan independen t-test. 

Hal yang berbeda, jika data yang dianalisis antara variabel dependen dan independennya sama-sama nominal, ordinal, rasio atau interval. Dengan mengetahui jenis data pada setiap variabel ini akan sangat membantu kita dalam menentukan alat analisis yang digunakan. Terutama jika metode penelitian kita adalah kualitatif dan statistikanya non parametrik. Semoga ulasaan ini bisa membantu temen-temen dalam menggunakan alat analisis data terutama jika menggunakan uji statistik.

4 Tips Menemukan Judul Skripsi

Hallo mahasiswa, bagi kalian yang sudah masuk semester 7 pasti sudah diminta untuk mengajukan judul skripsi bukan? Bagaimana pengalaman kamu dalam mengajukan judul skripsi ini? Adakah judul yang pernah ditolak baik oleh fakultas atau dosen pembimbing sehingga kamu harus ganti judul berulang kali? 


Membimbing mahasiswa agribisnis yang sedang skripsi

Sebagai dosen, saya mengajar mata kuliah metodologi penelitian. Biasanya, saya akan meminta mahasiswa untuk menuliskan judul skripsi dalam waktu lima menit? Dan apa jawabannya? Sebagian besar mahasiswa tidak menemukan atau menuliskan judul skripsi tersebut. Jangankan lima menit, bahkan dalam satu semester pun bisa jadi mahasiswa belum mampu menemukan judul skripsi. Fakta ini terjadi pada mahasiswa-mahasiswa saya. Oleh karenanya, yang seharusnya di semester 7 mahasiswa sudah bisa mengajukan judul, ternyata kebanyakan mahasiswa baru mengajukan judul di semester 8.

Tidak mudah mencari judul skripsi. Jikalau mahasiswa mengajukan judul skripsi, belum tentu dia paham dengan apa yang dia tulis. Kebanyakan mahasiswa hanya searching 'judul skripsi agribisnis' di mesin pencarian elektronik, lalu mereka ajukan kepada saya. Pertanyaan pertama yang selalu keluar dari saya ketika mahasiswa mengajukan judul skripsi adalah "Mengapa kamu mengambil topik penelitian ini?". Pertanyaan yang singkat ini, seringkali tidak bisa dijawab oleh mahasiswa. Kalau tidak tersenyum, bergeming, diam ya mahasiswa akan bilang saya tidak tahu bu. Lucu sebenarnya, tapi itulah cerita membimbing mahasiswa yang akan mulai skripsi. Nah, di bawah ini ada beberapa tips memilih judul skripsi. Untuk kamu mahasiswa yang mau skripsi-an, disimak ya informasi di bawah ini.

1. Temukan persoalan atau permasalah yang paling substansi terlebih dahulu

Ya, penelitian itu tidak berangkat dari judul. Hal ini selalu saya tekankan kepada mahasiswa yang akan mengajukan skripsi. Penelitian berangkat dari adanya masalah, yaitu gap atau jarak antara realitas dengan harapan yang diinginkan. Jika petani berharap usahataninya menghasilkan output yang optimum, namun kenyataannya justru gagal panen, maka disini tersirat adanya persoalan atau masalah. Contoh lain, jika komoditas perkebunan banyak dicari oleh pasar internasional tetapi harga domestik justru anjlok bahkan curam, maka disini ada persoalan. Oleh karena itu, temukan terlebih dahulu masalah yang ada dalam suatu fenomena atau realitas di lapangan. Masalah yang muncul inilah yang menarik untuk diteliti, sehingga akan menjawab pertanyaan "mengapa itu terjadi?"

2. Banyaklah membaca realitas di lapangan dan menyadarinya

Banyak mahasiswa agribisnis yang sama sekali tidak mengetahui persoalan-persoalan agribisnis dari hulu sampai ke hilir. Mahasiswa tidak tahu kalau petani seringkali dihadapi oleh persoalan harga produk yang dinamis, faktor alam yang tidak menentu, manajamen yang kurang baik, kebijakan yang mendistorsi pasar, kelembagaan yang tidak mantap dan hal-hal lainnya yang mempengaruhi keberhasilan dari usahatani. Mahasiswa seolah skeptis terhadap fakta-fakta di lapangan. Lebih tertarik dengan bacaan fiksi, nonton drakor atau main di kafe. Tidak masalah hal-hal yang bersifat hiburan tersebut dilakukan, asalkan mahasiswa juga membuka pikiran dan peka dengan keadaan di sekitarnya. Dengan mengetahui banyaknya kasus-kasus pertanian, mahasiswa akan mudah menemukan permasalahan khususnya sektor pertanian. Dan hal ini bisa diajukan sebagai judul skripsi. Biasanya kalau saya, banyak membuka berita-berita pertanian terkini. Apa yang menjadi isu terbaru dan terhangat, sehingga topik penelitian yang saya ambil tidak ketinggalan zaman.

3. Memahami dan mengulang mata kuliah keprodian yang pernah didapatkan

Dengan membaca dan memahami mata kuliah yang pernah diajarkan, khususnya mata kuliah keprodian, kita akan tahu tema-tema apa yang berada di ruang lingkup bidang keilmuan kita. Karena, banyak sekali mahasiswa yang mengajukan judul skripsi di luar cabang ilmunya. Asal ada kata pertanian atau komoditas pertanian, diajukan sebagai judul skripsi. Padahal analisis dan metode penelitiannya tidak sesuai dengan bidang keilmuannya. Misalnya mahasiswa agribisnis ingin mengetahui faktor-faktor pertumbuhan tanaman dengan menggunakan uji coba pupuk organik yang dosisnya dibedakan. Ini tentu tidak sesuai. Memahami mata kuliah keprodian akan memudahkan kita juga dalam menentukan landasan teori dan variabel yang akan kita teliti. Karena bagaimanapun skripsi selalu membutuhkan teori sebagai pondasi awal.

4. Membaca artikel dan buku referensi

Hal terakhir yang tidak boleh ditinggalkan adalah perlunya seorang mahasiswa banyak membaca artikel, buku ajar, berita, dll. Dengan banyak membaca kita akan memperoleh masukan tentang persoalan-persoalan yang tengah dihadapi di dunia agribisnis atau sektor pertanian secara umum. Kita juga bisa menemukan berbagai inovasi teknologi yang itu bermanfaat bagi kita untuk menemukan judul skripsi. Mengambil judul skripsi yang mengadopsi teknologi baru bisa menjadi kebaharuan dalam penelitian kita. 

Nah, itulah tadi 4 tips menemukan judul skripsi. Ingat, skripsi tidak berangkat dari judul. Temukan dulu permasalahanya maka akan lebih mudah untuk menemukan judul skripsinya. Semoga kalian yang akan mengajukan judul skripsi dan yang sedang menjalani skripsi diberikan kemudahan dan kelancaran ya ^,^


Membangun Kebersamaan Dalam Ruang Kerja

Hallo, salah satu kebutuhan dasar manusia adalah adanya ruang yang nyaman dan apresiasi dalam hidup manusia. Menjadi pekerja adalah sunnatullah yang tidak bisa lepas dari seorang manusia. Siapapun ia, bekerja adalah aktivitas yang harus dilakukan demi untuk mendapatkan pundi-pundi untuk menyambung kehidupan. Bekerja adalah aktivitas harian, rutinitas yang akan selalu kita lalui hampir di setiap harinya. Oleh karenanya, banyak orang yang resign dari suatu pekerjaan karena tidak nyaman lagi baginya untuk ada di tempat itu. Tidak sedikit orang yang beralih profesi karena rasa yang tidak nyaman lagi di profesi yang lama. Ketidaknyamanan disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya adalah ruang pertemanan. 

Sama hal nya dengan seorang dosen. Salah satu kenyamanan di tempat bekerja adalah interaksi dan komunikasi yang baik antar sesama dosen. Teman-teman dosen adalah partner kita untuk menyelesaikan tugas-tugas tri dharma yang sangat banyak. Sulit rasanya bagi seorang dosen untuk bekerja sendiri tanpa bantuan dari rekan-rekan seprofesi yang ada di instansi mengajar. Oleh karena itu, merawat pertemenan sesungguhnya adalah menciptakan ruang yang nyaman untuk kita bisa tumbuh dan berkembang dalam profesi yang kita geluti.

Foto Pagi Hari Sebelum Mulai Mengajar

Hal yang paling menyenangkan bagi saya selama mengajar dan menjadi dosen di UNU Lampung adalah rasa kekeluargaan dan pertemanan yang terbangun dengan baik. Khususnya di Fakultas Pertanian Perikanan dan Peternakan UNU Lampung. Rasa kekeluargaan ini kami tunjukkan dengan komunikasi dan interaksi yang tidak kaku dan tidak terlalu formal. Barangkali karena usia kami yang masih sebaya. Selain itu, mengadakan acara-acara syukuran kecil-kecilan sering dilakukan untuk membangun kebersamaan.

Acara Syukuran Bu Suci Hardina karena mendapatkan beasiswa S3 dari BAZNAS

Hal-hal kecil lainnya adalah ketika saling membawa dan berbagi cemilan. Makan bersama dan mengadakan kegiatan di luar pengajaran bersama-sama. Saling berkunjung ketika ada salah satu dosen yang memiliki hajat atau ditimpa musibah adalah cara kami membangun kebersamaan. Kami juga saling bercerita tentang berbagai pengalaman kehidupan dan sesekali keluhan-keluhan di rumah tangga. hehehehe...


Takziyah di rumah orangtua Pak Rohmatul Anwar karena Ayahanda Meninggal Dunia

Kami juga saling support ketika ada satu capaian yang ingin kami kejar seperti saat penyusunan berkas-berkas untuk setifikasi dosen. Kami saling memotivasi para dosen yang akan mengajukan serdos, mengerjakan bersama-sama di kampus untuk kelancaran penyusunan serdos. Masih banyak lagi yang sudah kami lakukan untuk saling membangun ruang kebersamaan ini. Saya berharap ke depannya komunikasi dan interaksi diantara kami semakin lebih baik agar kami juga semakin nyaman berada di tempat bekerja saat ini.


OPINI! Penerapan Pertanian Modern di Indonesia

 


sumber : https://www.detik.com/jabar/berita/d-7329222/mentan-ingin-bangun-klaster-pertanian-modern/2

Hallo, di ruang ini kita akan membahas artikel pada gambar di atas (link di bawah gambar). Menteri Pertanian Amran Sulaiman berencana akan membangun klaster pertanian modern yang nantinya SDM yang digunakan adalah generasi millenial. Menurutnya, pertanian modern akan menghemat anggaran hingga triliunan. Nah, apa sebenarnya pertanian modern dan bagaimana pertanian modern itu? Simak yuk, penjelasan di bawah ini.

Pertanian modern adalah pertanian yang bertujuan untuk membantu petani dalam meningkatkan efisiensi dan mengurangi jumlah sumberdaya alam seperti air, tanah, dan energi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pangan, bahan bakar, dan serat. Perwujudan dari pertanian modern adalah aktivitas agribisnis, pertanian intensif, pertanian organik dan pertanian berkelanjutan. 

Penerapan pertanian modern diharapkan mampu meningkatkan pasokan pangan, menjamin keamanan pangan, meningkatkan keberlanjutan dan menghasilkan lebih banyak biofuel. Namun, pertanian modern yang tidak terjaga dapat menimbulkan efek negatif terutama terhadap lingkungan. Hal ini karena secara teori pertanian modern menginginkan output yang tinggi dengan menggunakan input yang tinggi pula termasuk pestisida dan pupuk kimia. 

Ada banyak contoh penerapan pertanian modern terutama dalam penggunaan teknologi, diantaranya:

1. Sensor tanah dan tanaman

Saat ini banyak peralatan pertanian yang dilengkapi dengan sensor cerdas yang dapat membaca segala sesuatu yang berhubungan dengan tanaman. Contoh teknologi sensor digunakan untuk membaca kesehatan tanaman, tingkat kandungan nitrogen esensial di dalam air. Teknologi sensor bisa digunakan untuk mengukur konduktivitas listrik tanah, lantas dasar, kandungan bahan organik, bahkan karakteristik tanah seperti pH. Dengan menggunakan sensor, petani dapat memeriksa tanamannya dari jarak jauh berdasarkan kondisi lapangan secara real-time.

2. Tanaman yang terhubung dengan Wi-Fi

Penerapan sistem Wifi pada tanaman memiliki mekanisme sebagai berikut: areal pertanian (peternakan) dipasang wifi dan sensor yang dapat merekam dan mengirimkan instruksi ke sistem irigasi otomatis pertanian. Di lain kasus, bisa menambahkan dosis pupuk yang tepat sesuai dengan kebutuhan, sebelum jumlah air yang tepat disebarkan melalui pipa tetes, kemudian pupuk dan air nanti dapat mengalir secara bersamaan ke tanaman. Adanya teknologi ini dapat memaksimalkan efisiensi, mendistribusikan jumlah air yang tepat secara berkala, serta mencegah pemborosan input dan juga biaya. Adapun petani dapat mengakses aktivitas pemantauannya ini melalui gadget atau ponsel pintar.

3. Teknologi bus

Teknologi BUS (Sistem Unit Biner) adalah serangkaian kawat yang membentuk kabel besar yang dihubungkan antara monitor (terminal vitual) dengan implementator. Teknologi yang diaktifkan disebut ISOBUS, sebuah protool komunikasi berdasarkan standar elektronik pertanian ISO 11783 dan Teknologi Controller Area Network atau Cannabis.

4. Robot petani

Salah satu teknologi modern di dunia pertanian adalah penggunaan teknologi drone. Saat ini, sektor pertanian bisa memanfaatkan drone yang bisa digunakan dalam membantu pemupukan dan penyemprotan tanaman di lahan sawah. Teknologi drone dapat menghemat waktu dan biaya tenaga kerja. Teknologi ini dilengkapi dengan GPS yang tepat sehingga mereka dapat dengan mudah menavigasi ruang sempit diantara barisan tanaman. Teknologi drone dapat membantu petani dalam memilih strobery yang matang, selada yang bagus, memotong anggur dan lain-lain.

5. Manajemen panjang gelombang

Pertanian rumahan di perkotaan dan pertanian vertikal saat ini sedang marak dan populer di masyarakat. Penerapannya diantaranya dengan menciptakan panjang gelombang sinar matahari ideal yang disesuaikan dengan pertumbuhan dalam ruangan yang terkompresi. Hal ini memberikan petani kesempatan untuk bercocok tanam sepanjang tahun. 

Mungkin masih banyak lagi jenis teknologi yang diadopsi dalam dunia pertanian modern. Namun demikian, pertanian modern menurut saya juga memiliki kelemahan. Apa saja?

1. SDM petani Indonesia

Meskipun teknologi modern untuk pertanian saat ini mulai berkembang, akan tetapi kalau petani Indonesia saat ini berada pada usia di atas 40 tahun saya rasa ini bisa menjadi kendala. Mengapa? Karena untuk mengaplikasikan teknologi perlu SDM yang fresh dan melek teknologi dan informasi. SDM yang paling tepat adalah generasi millenial. Namun masalahnya, banyak pemuda yang tidak tertarik pada dunia pertanian. Oleh karena itu perlu giat atau sosialisasi kepada generasi muda bahwa pertanian adalah sektor yang menjanjikan dan bisa dikomersilkan. Pertanian hanyalah tempat, sedangkan cara mengelolanya generasi millenial bisa menerapkan kemajuan dan perkembangan IPTK. 

2. Kepemilikan lahan pertanian

Rata-rata kepemilikan lahan pertanian (lahan sawah) petani Indonesia hanyalah 0,25 hektar. Kepemilikan yang sempit ini, tidak banyak bisa dikelola dengan teknologi mesin. Penggunaan SDM manusia adalah yang paling tepat. Jika ingin memaksimumkan hasil pada pertanian lahan sempit, maka teknologi yang tepat bukan pada teknologi mesin melainkan intensifikasi seperti penggunaan benih unggul, tumpang sari, serta irigasi yang memadai.

3. Pengangguran

Jika teknologi yang dimaksudkan hanya pada penggunaan mesin-mesin, maka dampak nyatanya adalah makin meningkatnya pengangguran. Penduduk Indonesia yang cukup besar, dengan luas lahan pertanian yang banyk terkonversi menjadi lahan non pertanian, berakibat pada terciptanya pengangguran. Jika teknologi mesin makin marak bahkan sampai di tingkat pedesaan, bagaimana dengan tenaga kerja manusia yang selama ini digunakan oleh para petani Indonesia?

4. Tingginya biaya perawatan

Penggunaan teknologi mesin tentu harus diiringi dengan perawatan yang intensif. Perawatan mesin dan gadget teknologi modern mahal, sehingga petani tidak mampu mengimbanginya. 

Jadi, dari paparan di atas sikap seperti apa yang harus kita ambil? Di satu sisi teknologi memberikan peluang untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Namun, di sisi lain ada dampak yang harus ditanggung. Menurut hemat saya, disinilah peran pemerintah. Pemerintah sebagai pemegang kebijakan, adalah entitas yang paling paham keadaan pertanian secara keseluruhan di Indonesia. Kebijakan-kebijakan yang dibuat harus berdasarkan karakter dan kebutuhan petani baik di pedesaan maupun di perkotaan. Contohnya penerapan drone untuk menyebar pupuk atau menyemprot pestisida akan cocok jika diterapkan di areal lahan yang luas. Misalnya perusahaan perkebunan. Namun bagi petani dengan lahan sempit, penggunaan drone tentu tidak pas. Karena biaya untuk membeli drone-nya saja sudah mahal. Kecuali jika drone ini dikelola oleh gapoktan yang diperoleh sebagai bentuk bantuan subsidi input alsintan dari pemerintah. Drone dimanfaatkan oleh gapoktan untuk menjalankan unit penyewaan input. Anggota gapoktan yang mau menggunakan drone harus membayar uang sewa. Sehingga bisa menjadi pemasukan bagi gapoktan. Nah, demikian opini saya terhadap pertanian modern. Semoga bermanfaat ya ^.^

Dilema Dosen Dalam Mengevaluasi Hasil Belajar Mahasiswa

Sebagai dosen, kadangkala kita mengalami dilema soal pemberian nilai kepada mahasiswa. Apalagi kalau mengajar di kampus swasta. Tidak semua kampus swasta memang "mudah" dalam memberikan penilaian hasil kinerja mahasiswa. Akan tetapi, sudah menjadi rahasia umum, di kampus swasta cenderung mudah untuk mendapatkan nilai lebih baik dibandingkan kampus negeri. Namun demikian, setiap pribadi dosen memiliki prinsip masing-masing. Ada dosen yang mengajar di kampus swasta, tapi pemberian nilai tetap harus melalui prosedur yang seharusnya. Ada dosen yang memang "tidak pelit" dalam memberikan nilai, yang penting rajin berangkat mahasiswanya. 

Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas

Untuk tipe dosen yang pertama, saya rasa saya adalah salah satunya. Saya adalah dosen yang tidak segan memberikan nilai D dan E kepada mahasiswa saya. Kenapa tidak? Karena memang mahasiswa tersebut tidak pernah masuk, nilai tugas tidak ada, hanya datang saat UTS dan PAS, itu pun nilai UTS dan PAS nya tidak bagus. Mungkin karena tidak pernah berangkat kuliah, jadi tidak tahu harus menjawab apa pada lembar jawabnya. Dalam memberikan penilaian-sebagai evaluasi hasil belajar- mahasiswa tentu ada tata caranya. Salah satunya, di awal pembelajaran kita sudah menyepakati persentase pembagian dari setiap poin yang dinilai seperti kehadiran, tugas, UTS dan PAS. Setelah satu semester berlalu, dan hasil belajar mahasiswa kita evaluasi, tentu kita akan mendapatkan data nilai mata kuliah yang kita ampu dari mahasiswa kita. Sedih rasanya, jika rata-rata nilai kelas pun sangat rendah. Seringkali saya merenung, apakah ini kesalahan saya sebagai dosen? Mengapa mahasiswa saya nilainya banyak yang rendah? Apakah cara mengajar saya salah? Apakah saya harus mengganti metode belajar saya? Di sisi lain, bahan ajar sudah saya berikan sebelum pembelajaran diimulai, yakni di elektronik website akademik (smartunulampung). Harusnya, mahasiswa bisa mempelajari atau membaca sebelum kelas dimulai. Saya pun selalu bertanya di dalam kelas, adakah yang tidak jelas
dengan penjelasan saya? Ada yang mau ditanyakan? Tetapi, seringkali tidak ada respon dari mahasiswa. Mahasiswa diam, saya pun menganggap mereka sudah paham dengan penjelasan saya. Walau sebenarnya saya juga ragu, apa benar mereka sudah paham. Setiap minggu, saya juga memberikan tugas mandiri. Harapan saya, dengan tugas mandiri ini mahasiswa bisa belajar di rumah. Membuka catatan di kelas, dan kemudian membaca bahan ajar yang sudah saya berikan. Tapi, jika ternyata nilai akhir dari mata kuliah itu rendah, bahkan rata-rata nilai kelas, lalu bagaimanakah ini? Apakah soalnya terlalu sulit? Padahal soal yang saya berikan sudah saya ukur sesuai dengan kemampuan mahasiswa. Soal yang saya berikan, sudah saya ulas di dalam kelas. Juga sudah dikerjakan mahasiswa sebagai tugas mingguan. Hmmm... Jadi apa penyebab yang sebenarnya? Adakah mahasiswa yang malas belajar? Beberapa mata kuliah bahkan ujiannya dilaksanakan secara open book, tapi kenyataannya nilai yang didapatkan juga rendah. Kalau sudah begini, alamat dosen kerja dua kali. hehehe...

Ya, saya selalu memberikan kesempatan perbaikan nilai kepada mahasiswa saya. Durasi waktunya, biasanya satu minggu sejak nilai terpublikasi di Sistem Langitan. Dalam satu minggu, mahasiswa saya minta untuk mengerjakan perbaikan. Setiap mahasiswa akan berbeda-beda penugasannya tergantung dari poin mana yang rendah (tugas, UTS atau PAS). Setelah satu minggu, mahasiswa yang tidak melakukan perbaikan ya nilai di sistem langitan akan apa adanya. Jika ada perubahan, berarti bukan saya yang merubah. Sudah di luar tanggung jawab saya sebagai dosen. Penilaian saya terhadap mata kuliah yang saya ampu biasanya terdiri dari: kehadiran 10%, tugas 25%, UTS 30% dan PAS 35%. Persentase ini bisa berubah sesuai dengan kesepakatan mahasiswa di awal kontrak perkuliahan. 

Menurut saya, metode evaluasi yang saya lakukan efektif bagi mahasiswa agar di semester selanjutnya memperbaiki sikap dan perilakunya dalam belajar. Karena tidak hanya satu semester bukan mahasiswa akan bertemu saya? Jadi saya menekankan bahwa metode pembelajaran yang saya lakukan "seperti ini", dimana tugas mingguan selalu ada. Maka, mahasiswa harus bisa menyesuaikan. 

Pada dasarnya, proses pembelajaran ini tidak semata-mata untuk melihat capaian nilai dalam wujud angka pada mata kuliah yang saya ampu. Tetapi saya melihat proses mereka, kesungguhan mereka dalam belajar, dan usaha mereka dalam memaksimumkan kemampuannya. Hal ini berguna bagi saya, pada saat membimbing mahasiswa skripsi, saya akan tahu siapa saja mahasiswa yang "berpotensi" untuk diberikan judul penelitian yang secara level lebih rumit. Tentu saja bukan dalam rangka mempersulit mahasiswa, tentu bukan. Sebagai dosen kita pasti tahu, setiap Program Studi memiliki rencana strategis penelitian. Capaian penelitian yang harus dicapai, untuk nantinya digunakan dalam akreditasi program studi. Kaitannya dengan mahasiswa adalah, tentu justru akan menyulitkan nantinya ketika kita memberikan judul skripsi yang dimana kemampuan mahasiswa belum "layak" mengerjakan judul tersebut. Ini bisa kita lihat dari "keseharian" mereka dalam mengikuti pembelajaran selama kurang lebih 7 semester. Mahasiswa yang tidak pernah hadir, sebut saja mahasiswa "siluman", kemudian ketika tiba waktunya skripsi kita berikan judul skripsi yang levelnya menengah ke atas, tentu akan menyulitkannya. Oleh karena itu, penting bagi dosen untuk mengetahui karakter dan juga perilaku mahasiswanya dalam proses pembelajaran. Semoga cerita singkat ini bisa memberikan gambaran bagi rekan-rekan dosen baru untuk menentukan sikap dan keputusannya terutama dalam evaluasi hasil pembelajaran mahasiswanya.




Ternyata Menjadi Dosen Tidak Sesepi Itu!!

Foto bersama dosen FP3 Kurang lebih sudah delapan tahun saya menyandang title sebagai dosen. Kalau dipikir-pikir, delapan tahun itu bukan wa...