Diskusi 1 Matakuliah Dasar-Dasar Agronomi

Hallo, hari ini saya ada jadwal ngajar di kampus mata kuliah Dasar-dasar Agronomi. Materi hari ini tentang perkembangbiakan pada tanaman. Perkembangbiakan artinya proses biologis dimana tanaman menghasilkan individu baru untuk melestarikan jenisnya. Secara umum perkembangbiakan tanaman terdiri dari perkembangbiakan generatif (seksual) dan perkembangbiakan vegetatif (aseksual). Perkembangbiakan generatif  yaitu perkembangbiakan melalui pembuahan, melibatkan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina yang hasilnya berupa biji. Sedangkan perkembangbiakan vegetatif adalah perkembangbiakan tanpa melalui pembuahan, yang terjadi secara alami maupun buatan.




Pada pertemuan hari ini saya membuka sesi tanya jawab dengan mahasiswa dan ada dua pertanyaan dari mahasiswa yang berhubungan dengan topik terkait. 

 1. Pertanyaan pertama  

Para petani padi seringkali melakukan penyemprotan BOOM padi pada tanaman padi di usia 40-45 dan 50-60 hari setelah tanam. Penyemprotan padi menggunakan BOOM padi bertujuan untuk meningkatkan kualitas panen dan memperbanyak pengisian biji dan buah pada tanaman padi. Pertanyaannya, penggunaan BOOM padi apakah termasuk perkembangbiakan vegetatif buatan atau modifikasi tanaman?

2. Pertanyaan kedua

Pertanyaan (a) : Apa yang membedakan antara perkembangbiakan tanaman melalui cara generatif dan vegetatif agar tanaman cepat berbuah?

Pertanyaan (b) : Bagaimana cara kita mendapatkan keturunan F1 dari tanaman yang kita tanam? Agar dapat menghemat pembelian benih yang terlalu mahal di masa tanam selanjutnya?

Baik, pada kesempatan ini saya akan menjawab kedua pertanyaan setelah sebelumnya saya mencoba menjawab di kelas pada saat kuliah berlangsung. Namun, karena saya merasa jawaban saya saat di kelas belum sistematis dan perlu tambahan referensi serta penjelasan maka saya mencoba menerangkan lebih detail di blog ini. Untuk jawabannya sebagai berikut:

1. Jawaban Pertanyaan dari Penanya Pertama

Pertama, kita mesti tahu apa itu BOOM padi dan apa itu modifikasi tanaman. BOOM padi selama ini diketahui memiliki manfaat untuk memaksimalkan pengisian malai padi dan meningkatkan kualitas gabah sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah produksi. Berdasarkan kandungannya, BOOM padi merupakan gabungan tiga produk yang terdiri dari Recor 250 EC, Bigest 40 EC dan produk pupuk majemuk Multi NPK Padi (Sumber Jurnal :file:///C:/Users/Lenovo/Downloads/jurnaladmin,+Artikel+9_compressPdf.pdf). BOOM Padi merupakan istilah populer yang merujuk pada paket lengkap nutrisi dan perlindungan tanaman padi, yang dirancang untuk meningkatkan hasil panen. Paket ini biasanya terdiri dari pupuk, fungisida dan zat pengatur tumbuh (ZPT). Artinya, BOOM padi merupakan salah satu jenis pupuk dan berarti merupakan salah satu jenis input produksi dalam usahatani padi. Salah satu merk dagang BOOM Padi adalah BOOM Flower. BOOM Flower merupakan suplemen tanaman yang salah satunya mengandung 2,2% nitrogen aromatik. Nitrogen aromatik ini berbeda dengan nitrogen massal yang biasa digunakan seperti urea dan amonium sulfat. Nitrogen aromatik merupakan suplemen untuk pupuk nitrogen massal dan dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman dengan cepat.  Cara kerja BOOM Flower adalah sebagai berikut:

  1. Boom flower disemprotkan pada permukaan daun. Langsung diserap tanaman melalui stomata dan dialirkan ke seluruh sistem tanaman.
  2. Boom flower bekerja secara translaminar dan sistemik pada jaringan tanaman.
  3. Bool flower bergerak melalui jaringan meristematik tanaman yang sedang tumbuh.
  4. Suplemen ini dapat memperkuat pertumbuhan vegetatif dengan meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi serta membantu proses pembungaan dan pembentukan buah. 

Adapun yang dimaksud dengan Modifikasi Tanaman adalah penggunaan teknik bioteknologi modern untuk merubah sifat gen dari tumbuhan. Tumbuhan yang telah dirubah dengan teknik modifikasi genetik ini biasa disebut dengan istilah Genetically Modified Organism (GMO). Ada beberapa jenis teknik modifikasi tanaman antara lain perkawinan silang, fusi protoplas, pengeditan genom, mutagenesis, poliploidi dan transgenesis. Untuk mengetahui masing-masing definisi atau konsep dari teknik modifikasi di atas bisa kita baca pada (Sumber Artikel : https://croplifeindonesia.or.id/jenis-jenis-modifikasi-tanaman/).

Berdasarkan penjelasan di atas, maka menurut hemat saya, saya dapat menyimpulkan bahwa penggunaan BOOM padi pada tanaman padi TIDAK atau BUKAN termasuk upaya perkembangbiakan vegetatif buatan maupun upaya modifikasi tanaman. Perlu diingat kembali bahwa perkembangbiakan tanaman secara vegetatif buatan adalah teknik perkembangbiakan tumbuhan yang dilakukan oleh manusia tanpa melalui proses perkawinan. Tujuannya adalah untuk memperbanyak jumlah tanaman tersebut. Sementara BOOM Padi bertujuan untuk memperbanyak jumlah produksi padi yang dihasilkan. Memang, salah satu cara kerja BOOM Padi adalah dapat memperkuat pada fase pertumbuhan vegetatif tanaman, hal ini bukan berarti BOOM Padi dapat disebut sebagai salah satu metode atau teknik perkembangbiakan vegetatif buatan. Memperkuat fase pertumbuhan vegetatif artinya tahap pertumbuhan pada tanaman yang dimulai dari tahap perkecambahan benih dimana tunas dan akar pertama mulai tumbuh. Selanjutnya, fase vegetatif terus berlanjut hingga tanaan mulai menunjukkan tanda-tanda akan berbunga. Penggunaan BOOM Padi juga bukan merupakan upaya modifikasi tanaman karena modifikasi tanaman adalah proses perubahan sifat genetik tumbuhan melalui teknik bioteknologi, khususnya rekayasa genetika, untuk menghasilkan sifat yang diinginkan, seperti tahan hama, tahan penakit atau peningkatan hasil panen. Di dalam modifikasi tanaman, sifat-sifat ini melekat sejak tanaman ini ditanam. Sementara BOOM Padi dilakukan pada saat tanaman sudah mencapai umur 40-60 hari setelah tanam. Dengan demikian, BOOM padi hanyalah salah satu upaya peningkatan jumlah produksi dengan menggunakan pupuk yang mengandung nitrogen aromatik, bukan salah satu bentuk teknik perkembangbiakan pada tanaman ataupun modifikasi tanaman. 

2. Jawaban Pertanyaan dari Penanya Kedua

(a) Berdasarkan konsep atau definisi, perkembangbiakan generatif melibatkan sel kelamin jantan dan betina pada tanaman yang prosesnya dilakukan melalui penyerbukan baik secara alami maupun buatan (bantuan manusia atau hewan). Sementara perkembangbiakan vegetatif tidak melibatkan sel kelamin jantan dan betina (aseksual). Dilihat dari keuntungannya, perkembangbiakan generatif dapat menghasilkan variasi genetik baru sehingga tanaman diharapkan akan lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan. Sementara perkembangbiakan vegetatif, tujuannya untuk mempercepat menghasilkan tanaman baru dimana tanaman baru yang dihasilkan akan memiliki sifat genetik yang sama persis dengan induknya (tanpa variasi). Hal yang paling mendasar dari kedua perkembangbiakan di atas, menurut hemat saya adalah orientasi yang diinginkan atau diharapkan apakah untuk tujuan bisnis  atau bukan. Jika secara generatif, dalam konteks usahatani komersil, petani akan lama dalam memperoleh hasil produksi, karena fase pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman harus dimulai dari perkecambahan atau tunas sampai nanti menghasilkan buah atau biji yang akan dipanen. Sementara, dengan metode perkembangbiakan vegetatif, petani dapat memangkas waktu fase pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman (terutama vase pertumbuhan vegetatif tanaman). Jika produk yang dihasilkan oleh petani berupa bibit tanaman, maka petani tidak perlu menunggu proses penyerbukan dan pembuahan untuk menghasilkan tanaman baru. Petani dapat melakukannya dengan sistem okulasi atau cangkok atau teknik vegetatif lainnya sehingga bibit tanaman yang dihasilkan akan lebih banyak jika dalam waktu yang sama dibanding dengan teknik generatif.

(b)  Apa sih tanaman F1 atau Fillial 1? Di dalam ilmu pemuliaan tanaman, tanaman F1 adalah tanaman yang dihasilkan dari proses persilangan suatu tanaman indukan yang memiliki sifat genetik tertentu. Sebagai contoh, jika kita menyilangkan tanaman kacang berbunga merah, dengan tanaman kacang berbunga putih, maka hasil persilangan tersebut adalah tanaman F1 yang mungkin akan menghasilkan warna baru misalnya campuran merah dan putih yaitu pink. Barangkali pertanyaannya yang lebih tepat, apakah ketika petani menanam tanaman F1 kemudian panen, dan hasilnya digunakan kembali untuk benih, hasil panennya akan didapatkan kualitas yang sama?? Misalnya, petani ingin menanam kembali kacang yang berbunga pink (karena di pasaran mungkin belum ada benih serupa). Bagaimana mendapatkan benih kacang berwarna pink yang bermutu??

Salah satu input usahatani adalah penggunaan benih. Benih yang diharapkan tentu saja benih yang bermutu dan berkualitas, sehingga produksi yang didapatkan akan tinggi. Benih bermutu dapat dilihat dari 3 hal yaitu mutu genetis, mutu fisiologis, dan mutu fisik benih. Mutu genetis yaitu penampilan benih murni dari varietas tertentu yang menunjukkan identitas genetis dari tanaman induknya. Mutu fisiologis yaitu kemampuan daya hidup (viabilitas) benih yang mencakup daya kecambah dan kekuatan tumbuh benih. Mutu fisik benih yaitu penampilan benih secara prima dilihat dari ukuran homogen, bernas, bersih dari campuran, bebas hama dan penyakit maupun kemasan yang aman. 

Benih bermutu tidak harus berupa benih bersertifikat yang diperoleh dari produsen benih tetapi juga bisa diproduksi sendiri asalkan dengan metode yang benar. Selama ini, petani yang menggunakan benih bersertifikat terkendala oleh faktor biaya, karena harganya yang mahal. Petani bisa saja melakukan upaya menghasilkan benih sendiri dari kegiatan usahataninya, dalam rangka menurunkan biaya produksi khususnya untuk perolehan atau pembelian benih sebagai input produksi. Untuk memproduksi benih bermutu, petani harus memperhatikan aspek budidaya mulai dari penyiapan lahan sampai panen. Antara lain: pengaturan jarak tanam, pemupukan, pengairan, perlindungan terhadap OPT, pemupukan harus tepat jenis, dosis, waktu dan frekuensi serta pemeliharaan seperti roguing. Saat pemanenan juga harus dilakukan dengan baik dianjurkan secara manual agar tidak menurunkan kualitas benih, dan dilakukan pada tingkat masak fisiologis. Untuk mendapatkan benih bermutu dan tahan disimpan, biji yang sudah dipanen perlu dikeringkan sampai dengan kadar air tertentu (padi 13%) kemudian dilakukan pembersihan dan pemilahan. Sambil menunggu musim tanam, benih yang sudah didapatkan hendaknya disimpan dalam wadah yang kedap udara seperti toples, kaleng, atau plastik poy etilen.

Dengan demikian, menurut hemat saya sangat memungkin petani untuk menghasilkan benih sendiri dari kegiatan usahatani yang dilakukannya. Hanya perlu diperhatikan metode-metode yang baik dan benar dalam proses menghasilkan benih tersebut. Perlu diingat juga bahwa keberhasilan suatu produksi usahatani selain dipengaruhi oleh kualitas benih juga oleh input-input produksi lainnya seperti kualitas lahan, pupuk, pengendalian hama penyakit, keadaan air, dan lainnya. Jadi, jika benihnya bermutu tapi kondisi lingkungan mikro lainnya dan input yang lain tidak diperhatikan maka produksi yang dihasilkan bisa jadi gagal sekalipun penggunaan benih bersertifikat. 

Demikian jawaban saya untuk pertanyaan-pertanyaan yang sudah diajukan. Terimakasih atas atensinya semoga bisa dipahami dengan baik. 



MATA KULIAH DASAR-DASAR AGRONOMI

Hallo rekan-rekan mahasiswa Agribisnis semester 2. Di semester genap ini, kalian akan mendapatkan satu mata kuliah yang barangkali baru pertama kali kalian mendengarnya. Ya, mata kuliah ini adalah Dasar-Dasar Agronomi atau yang biasa disingkat dengan Dasgron. Mata kuliah ini sebetulnya bukan tergolong mata kuliah keprodian, khususnya di Agribisnis. Tetapi, sebagai mahasiswa pertanian kalian perlu tahu juga dong bagaimana pertanian dipandang dari makna yang lebih sempit. Mata kuliah Dasgron bersifat wajib dan terdiri dari 3 sks. Seharusnya, di dalam pembelajaran mata kuliah ini diperlukan adanya praktik di lapangan yang biasanya dalam bentuk kegiatan budidaya. Dasgron adalah mata kuliah yang menjelaskan peranan produksi bidang pertanian untuk kebutuhan pangan dan non pangan di dalam kehidupan manusia dan pembangunan nasional. Perkuliahan Dasar-Dasar Agronomi ini ditujukan untuk memberikan bekal kepada mahasiswa agar memiliki kemampuan dalam menguasai konsep dan teori teknologi di bidang pertanian dan budidaya tanaman berbasis komoditas secara mandiri maupun bekerja sama dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Mahasiswa mampu menganalisis, menginterpretasi, merancang dan mengembangkan teknologi yang efisien, tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat dalam peningkatan produksi pertanian sesuai kaidah pertanian berkelanjutan.  Berikut ini adalah bahan ajar dari pertemuan 1-14 yang bisa anda download dan pelajari secara mandiri. Link tersedia di bawah ini ya. 

Buku referensi matkul Dasgron yang bisa anda miliki


RPS Dasgron : https://drive.google.com/file/d/1O4DvMv9DJCaGm5N2by9IKHPdMroQlzSp/view?usp=sharing

Pertemuan 1: Konsep Dasar dan Ruang Lingkup Dasgron

Pertemuan 3: Agronomi sebagai bahan pangan dan industri



Pertemuan 4: Klasifikasi tanaman

Pertemuan 5: Lingkungan tanaman 

Pertemuan 6 : Pertumbuhan  tanaman

Pertemuan 7 : Perkembangan tanaman

Pertemuan 8: PTS

Pertemuan 9 : Pembiakan tanaman
Pertemuan 10 : Teknik budidaya tanaman

Pertemuan 11 : Usaha mencapai produksi maksimum (panca usahatani)

Pertemuan 12 : Sistem tanam SRI dan Jajar Legowo

Pertemuan 13 : Peningkatan Mutu Pasca Panen

Pertemuan 14 : Pertanian Organik

Pertemuan 15 : Pemuliaan tanaman

Pertemuan 16:  PAS

MATA KULIAH KEWIRAUSAHAAN

Mata kuliah Kewirausahaan dirancang untuk mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan mahasiswa dalam menciptakan dan mengelola usaha secara mandiri. Mata kuliah ini mencakup berbagai topik, seperti:

  • Pemahaman dasar kewirausahaan: definisi, karakteristik wirausaha, dan peran kewirausahaan dalam perekonomian.
  • Proses kreatif dan inovatif dalam menghasilkan ide bisnis.
  • Penyusunan rencana bisnis (business plan) yang mencakup analisis pasar, strategi pemasaran, aspek keuangan, dan operasional.
  • Studi kasus keberhasilan dan tantangan dalam kewirausahaan.
  • Pengelolaan risiko usaha dan pengambilan keputusan dalam situasi tidak pasti.
  • Penerapan teknologi dalam pengembangan usaha.

Mahasiswa juga didorong untuk membangun pola pikir entrepreneur yang tangguh, kreatif, inovatif, dan etis dalam menjalankan usaha atau memecahkan masalah sosial melalui pendekatan kewirausahaan (social entrepreneurship. Berikut ini link bahan ajar untuk mata kuliah kewirausahaan, silahkan didownload dan dibaca setiap pertemuannya dan dikerjakan tugas mandirinya. Terimakasih.

PERTEMUAN 1 : https://drive.google.com/file/d/1LtNjzgTysTa0GN3kYGJBF86p33ATKAnN/view?usp=sharing

PERTEMUAN 2 : https://drive.google.com/file/d/1an0LePipl9jnKF8N3TL_cIff4tmU4Llq/view?usp=sharing

PERTEMUAN 3 : https://drive.google.com/file/d/1q0JQ7RwjXb8MM-DNT7lQtASdFhKxsJuH/view?usp=sharing

PERTEMUAN 4 : https://drive.google.com/file/d/1ePgnSR0svalLyC9gS5IzXdXBaO9dLGwi/view?usp=sharing

PERTEMUAN 5 : https://drive.google.com/file/d/1xVqN6LsnJaU0CMgRF0s5tVSYDEDIC7QC/view?usp=sharing

PERTEMUAN 6 : https://drive.google.com/file/d/1WogYENHmKWGJBf3eV5lph8TgAb7HTe1X/view?usp=sharing

PERTEMUAN 7 :  https://drive.google.com/file/d/10Y0oM3v2sGPdpd_jeQerZHRYpBpb6dcz/view?usp=sharing

PERTEMUAN 8 : (PTS)

PERTEMUAN 9 : https://drive.google.com/file/d/1ZTf-TsMRSAMxxhSf0bwLlnLFegS1rvEq/view?usp=sharing

PERTEMUAN 10 : https://drive.google.com/file/d/1bCqLhIUmC2ofMoGqBRD5cQrjqHLiOyhu/view?usp=sharing

PERTEMUAN 11 : https://drive.google.com/file/d/1a-kxG4vspGLzH2q6K1Dw7Zn4cnxp_6y-/view?usp=sharing

PERTEMUAN 12 : https://drive.google.com/file/d/16iiYJQHYOok4MYEcSqMsMAw68hFSQQoy/view?usp=sharing

PERTEMUAN 13 : https://drive.google.com/file/d/1rQ-L2DvEHVAd_7BAk1nQvBBz_is7177O/view?usp=sharing

PERTEMUAN 14 : https://drive.google.com/file/d/1VdxTPmn7mXhJZaGNMOELtHrAW90dB3nO/view?usp=sharing

PERTEMUAN 15. TEMPLATE PROPOSAL BISNIS

https://docs.google.com/document/d/13ItXDB7jGDpDUSIQdLREcWlj0EP1TbYs/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

PERTEMUAN 16 : (PAS)

KENAIKAN PPN?? SEMAKIN MEMISKINKAN GOLONGAN EKONOMI RENDAH!!

 Mungkin di antara kita sudah mengetahui bahwa pemerintah berniat menaikkan tarif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) per Januari 2025. Nilai kenaikan PPN sebesar 12% dari sebelumnya 11% yang diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Tarif PPN sebesar 11% berlaku 1 April 2022 dan akan berganti sebesar 12% pada 1 Januari 2025. Perlu diketahui PPN adalah pajak yang dipungut oleh wajib pajak orang pribadi, badan dan pemerintah yang berstatus Pengusaha Kena Pajak (PKP) atau transaksi jual beli Barang Kena Pajak (BKP) dan/atau Jasa Kena Pajak (JKP).

Rencana kenaikan PPN ini menimbulkan pro kontra di tengah-tengah masyarakat. Para netizen di platform media sosial yang tidak setuju dengan rencana ini memberikan berbagai alasan.

SEKTOR PERTANIAN SEBAGAI PAHLAWAN EKONOMI NASIONAL

 



Persoalan Sektor Pertanian

       

      Di balik tanaman-tanaman hijau yang tumbuh di lahan-lahan pertanian, sesungguhnya sektor pertanian memiliki polemik yang saling berhubungan dari subsistem hulu hingga hilir. Persoalan sektor pertanian tidak hanya berkaitan dengan sisi ekonomi pertanian, tetapi juga menyangkut hubungan sosial dan budaya yang ada di masyarakat. Oleh karena itu, penyelesaian masalah di sektor pertanian tidak bisa dilakukan hanya secara parsial tetapi juga secara utuh melihat dari semua aspek.

Menurut Kementerian Pertanian (2019), dalam melaksanakan pembangunan pertanian saat ini, persoalan yang dihadapi antara lain (1) kerusakan lingkungan dan perubahan iklim; (2) infrastruktur, sarana prasarana, lahan dan air; (3) sempitnya kepemilikan lahan; (4) sistem perbenihan dan perbibitan; (5) akses petani terhadap permodalan, kelembagaan dan penyuluhan; (6) koordinasi antar sektor.

Saat ini, tenaga kerja pertanian semakin menurun. Petani aktif saat ini berada pada rentang usia 55-64 tahun, yang dapat mengganggu keberlanjutan pembangunan pertanian. Urbanisasi pemuda dari desa ke kota salah satunya disebabkan karena kurangnya peran pendidikan pada ketersediaan on farm sumberdaya manusia pada pelaku dan pembangunan pertanian.

Sementara itu, luas lahan garapan petani juga semakin menurun. Rata-rata kepemilikan lahan sawah di Indonesia kurang dari 0,25 hektar. Penyebab menurunnya lahan pertanian akibat semakin besarnya alih fungsi lahan sawah menjadi lahan pemukiman. Sempitnya kepemilikan lahan pertanian tidak didukung dengan upaya adopsi teknologi semakin membuat produksi dan produktivitas hasil pertanian menurun.

Pada konteks lingkungan global, terjadi perubahan ekologi kawasan dan perubahan fungsi lahan berpotensi mengurangi kualitas sumberdaya alam. Penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang terus menerus mengakibatkan kerusakan ekosistem lahan pertanian dan menjadikan hama penyakit bersifat resisten.

Kemudian dari sisi kelembagaan, sebagian petani masih cenderung bergerak secara individu terutama dalam perannya sebagai price taker. Petani tidak memiliki kedudukan untuk menentukan harga-harga pangan hasil panennya sendiri. Petani juga tidak mendapatkan pendampingan secara utuh karena dari sisi kelembagaan penyuluh juga mengalami kekurangan tenaga. Dalam pandangan yang lebih ekstrem, kelembagaan pertanian dibentuk hanya untuk mensukseskan proyek-proyek pemerintah semata tetapi implementasinya tidak memberikan kemudahan pada petani bahkan tidak berujung pada kesejahteraan petani.

Beberapa hal yang disebutkan di atas adalah berbagai macam polemik yang ada di sektor pertanian negara kita, Indonesia. Namun anehnya, berbagai polemik di atas (meski harus tetap diselesaikan) tidak menghambat sektor pertanian untuk bisa menjadi penyelamat ekonomi nasional. Itulah mengapa sektor pertanian dikatakan sebagai sektor penyangga ekonomi nasional.

 

Sektor Pertanian Penyelamat Ekonomi Nasional

 

Sektor pertanian di Indonesia masih menjadi sektor penyangga bagi perekonomian nasional. Struktur perekonomian Indonesia menurut lapangan usaha selama kurun waktu 2019-2022 ditopang oleh tiga sektor penting yaitu industry manufacturing dengan rata-rata kontribusi sebesar 19,29%, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan rata-rata kontribusi sebesar 13,02% serta sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi rata-rata sebesar 12,93% (BPS, 2023).

Pada masa tersebut, pandemi Covid-19 tengah menjadi perhatian nasional bahkan internasional. Roda perekonomian berjalan lambat, akses distribusi dan pemasaran barang-barang dibatasi serta aktivitas manusia tidak seperti biasanya. Impact-nya, terjadi PHK besar-besaran (≥1,5 juta pekerja dirumahkan), penurunan PMI Manufacturing Indonesia mencapai 45,3% pada tahun 2020, penurunan impor sebesar 3,7% pada triwulan I, dan nilai inflasi naik mencapai angka 2,96% yang disumbangkan dari harga emas dan komoditas pangan (Yamali dan Putri, 2020).

Melihat pada sejarah yang lebih jauh, tahun 2008 dunia mengalami krisis pangan. Penyebabnya adalah karena kenaikan harga minyak bumi dan pupuk serta adanya sepekulasi harga pangan oleh para pedagang internasional. Negara-negara eksportir seperti Thailand dan Vietnam bahkan harus memperketat kebutuhan domestik pangannya sendiri. Hal ini mengakibatkan negara-negara miskin bergejolak secara sosial, ekonomi dan politik karena adanya transmisi harga dari pasar internasional ke pasar domestik. Untungnya, Indonesia saat itu, mampu melindungi pasar domestiknya sendiri dengan berswasembada pangan dan mengisolasi pasar beras domestik dari keran impor. Berfungsinya Bulog sebagai lembaga parastatral saat itu, membantu pemerintah dalam mengangkat harga gabah dan beras di tingkat petani. Hal ini mendorong peningkatan pendapatan petani, memperbesar kesempatan kerja di pedesaan, mengurangi kemiskinan dan mendorong pembangunan pertanian dan pedesaan. Sungguh, sektor pertanian adalah penyelamat ekonomi nasional.

Pada krisis moneter tahun 1998 (Santosa, 2005) pertanian memberikan sumbangsih yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Saat itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada titik -13,66%. Seluruh sektor mengalami pertumbuhan yang negatif kecuali sektor pertanian yang mengalami pertumbuhan positif. Sumbangan sektor pertanian dalam PDB tahun 1998 sebesar 0,26%. Meskipun kontribusi sektor pertanian hanya kecil (namun positif), akan tetapi pembangunan pertanian saat itu memiliki makna yang penting. Sektor pertanian mampu memikat hati rakyat untuk kembali terjun ke dunia pertanian sehingga mampu menyerap tenaga kerja yang sebagian besar terdampak PHK. Sektor ini juga mampu mendayagunakan usaha kecil dan menengah sehingga dapat berkompetisi dalam pemasaran. Disinilah titik mula sektor pertanian yang awalnya hanya dijadikan sebagai “pendukung” berubah menjadi “mesin penggerak” roda perekonomian.

 

Kesimpulan

 

Berbagai polemik yang mendera sektor pertanian seharusnya tidak menjadi kendala untuk berupaya mengembangkan sektor pertanian sebagai mesin penggerak ekonomi nasional. Sejarah membuktikan bahwa pertanian adalah nafas panjang bagi bangsa ini untuk tetap eksis sebagai bangsa besar yang memiliki pengaruh global. Namun demikian, pembangunan sektor pertanian juga harus diikuti sektor lainnya. Hal ini karena sektor pertanian memiliki keterkaitan baik ke depan maupun ke belakang dengan sektor-sektor yang lain.

 

Daftar Pustaka

 

Badan Pusat Statistik. 2023. Produk Domestik Bruto Indonesia Triwulanan. BPS Indonesia.

Kementerian Pertanian. 2019. Policy Brief: Permasalahan, Tantangan dan Kebijakan Pembangunan Pertanian 2020-2024. Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Sekretariat Jenderal, Kementerian Pertanian.

Santosa, Purbayu Budi. 2005. Pembangunan Sektor Pertanian Melalui Agribisnis Menuju Ketangguhan Perekonomian Indonesia. JIAKP, Vol.2, No.1, Januari 2005: 674-685.

Yamali, F.R dan Putri, R.N. 2020. Dampak Covid-19 Terhadap Ekonomi Indonesia. Journal of Economics and Business, 4(2), September 2020: 384-388.

MATA KULIAH BAHASA INDONESIA

Assalamu'alaikum wr wb. Hallo, rekan-rekan mahasiswa. Mata kuliah Bahasa Indonesia merupakan mata kuliah wajib universitas yang diberikan kepada seluruh mahasiswa di setiap fakultas. Mata Kuliah Bahasa Indonesia diberikan dalam rangka sebagai pondasi dasar pemahaman pengetahuan khususnya untuk diaplikasikan dalam penulisan karya ilmiah seperti laporan magang, laporan KKN, dan skripsi. Mata kuliah Bahasa Indonesia diselesaikan dalam 14 kali pertemuan tatap muka, 1 pertemuan PTS, dan 1 pertemuan PAS. Topik atau materi yang diberikan antara lain hakikat dan fungsi bahasa, sejarah Bahasa Indonesia, keberagaman Bahasa Indonesia, keberagaman kata dalam Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca, dan lain-lain yang bisa mahasiswa lihat pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Berikut ini adalah link materi yang saya berikan pada setiap perkuliahan tatap muka. Silahkan didownload dan dipelajari ya. Terimakasih.



RPS BAHASA INDONESIA

https://drive.google.com/file/d/1dFzgMvPb9rpZnLwUcYaMVP637YykAmFh/view?usp=drive_link

BAHAN AJAR 1. HAKIKAT DAN FUNGSI BAHASA

https://docs.google.com/presentation/d/1KLVPjY_ljQ6kCZ6KzXKZiaGGct6TARlf/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

BAHAN AJAR 2. SEJARAH BAHASA INDONESIA

https://docs.google.com/presentation/d/1chSYvQIvSi5ht5QASdQ0bn7jJD6xSYzw/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

BAHAN AJAR 3. KEBERAGAMAN BAHASA INDONESIA

https://docs.google.com/presentation/d/1PRuD5X9DRHl5Pcms0-ESPVpzdEbjhwYS/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

BAHAN AJAR 4. PENGGUNAAN TANDA BACA

https://drive.google.com/file/d/1HJ4bQhnMW-svlRGtM7YrOyYf2vhsTYkG/view?usp=drive_link

BAHAN AJAR 4 (TAMBAHAN): TUGAS PENGGUNAAN TANDA BACA

https://drive.google.com/file/d/1WWIdSM7nDU1cA4Yy1N_eRL-cj276pOJS/view?usp=sharing

BAHAN AJAR 5 & 6. KEBERAGAMAN KATA DALAM BAHASA INDONESIA

https://docs.google.com/presentation/d/1HyEUwaNu_mlyghN2Qjf0sGI82eKpS5Kt/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

BAHAN AJAR 7 & 9. KALIMAT EFEKTIF

https://drive.google.com/file/d/1ZpPWSnoC23irkZNeOspzlhEZXaLngLD_/view?usp=sharing

BAHAN AJAR 10. PENGEMBANGAN PARAGRAF

https://drive.google.com/file/d/1CfEerMUTTPOGpV_B9xjwDY5L9rNPiTQ8/view?usp=sharing

BAHAN AJAR 11 & 12. PENULISAN KARYA ILMIAH DAN DAFTAR PUSTAKA

https://drive.google.com/file/d/18RcyzFMlE56AYHF41UbbqIAycLt-jfIn/view?usp=sharing

BAHAN AJAR 13 & 14. ARTIKEL ILMIAH

https://drive.google.com/file/d/1pTl9QO0Ki-CuzV-A4njkgjZwypI-ZvqY/view?usp=sharing

BAHAN AJAR 15. SISTEMATIKA SKRIPSI

https://drive.google.com/file/d/1HMv3yQrRy-28T-bKmuHWrF_z1ASUZMsi/view?usp=sharing

PERTEMUAN 16. SOAL UAS

KUIS 1

KUIS 2

TIPS PUBLIKASI ARTIKEL PADA JURNAL ILMIAH

Hallo, rekan-rekan mahasiswa. Anda sudah tahu kan manfaat publikasi artikel ilmiah bagi mahasiswa? Silahkan baca di link ini ya jika belum https://enyivans25.blogspot.com/2024/10/tips-mempublikasi-artikel-pada-jurnal.html . Nah, sekarang bagaimana caranya kita mempublish artikel yang sudah kita buat ke jurnal ilmiah? Bagi pemula dan yang belum pernah sama sekali mempublish artikel ilmiah, simak ya informasi di bawah ini sampai selesai ^-^

  1. Carilah jurnal sesuai dengan bidang keilmuan yang Anda tulis pada artikel anda di mesin pencari. Misalnya: ketikkan "Jurnal Agribisnis". Perlu Anda ketahui bahwa jurnal itu ada yang bereputasi dan ada yang tidak. Jika jurnal bereputasi, maka jurnal sudah terakreditasi baik secara nasional maupun internasional. Jurnal bereputasi nasional biasanya sudah terindeks oleh SINTA (sinta 1-6), ada pun jurnal bereputasi internasional biasanya terindeks Scopus (di antaranya). Untuk pemula, saya menganjurkan agar submit di jurnal ber-SINTA dari 4-6. Anda bisa mengetikkan di mesin pencari "Jurnal Agribisnis Bersinta". Biasanya, jurnal yang telah ber-SINTA akan ada sertifikat akreditasi SINTA yang dipasang di website jurnal tersebut. Lihat pada gambar di bawah ini, ada sertifikat di pojok kanan atas yang menunjukkan akreditasi SINTA dari jurnal tersebut, yaitu terakreditasi SINTA 5. Semakin rendah nilai SINTA maka semakin baik jurnal tersebut, dan konsekuensinya biasanya biaya publikasi akan semakin mahal (mendekati SINTA 1). Sebaliknya, semakin tinggi nilai SINTA maka semakin rendah reputasinya (mendekati SINTA 6).
  2. Lihat pada laman jurnal yang Anda pilih, carilah informasi terkait frekuensi penerbitan dalam setahun dan kapan artikel akan diterbitkan pada jurnal tersebut. Biasanya, artikel yang dipublikasikan dalam jurnal frekuensi penerbitannya 2-4 kali dalam setahun. Pada bagian menu "publication frequency" Anda bisa cari bulan apa saja penerbitannya. Jika Anda menulis artikel selesai di Bulan Januari, maka sebaiknya anda mencari jurnal yang penerbitannya di bulan setelah Januari. Kadangkala ada jurnal yang mempersyaratkan submission artikel harus dilakukan minimal satu bulan sebelum jadwal terbit. Artinya jika terbit di Bulan Maret, maka akhir Januari atau awal Februari Anda harus sudah memasukkan (submit) artikel pada jurnal tersebut.
  3. Lihat pada menu "Focus and Scope" untuk melihat tema artikel apa saja yang bisa diterima oleh jurnal tersebut. Karena setiap jurnal memiliki fokus atau tema penerbitan yang berbeda-beda. Misalnya Jurnal Agribisnis dan Komunikasi Pertanian Ber-SINTA 5 memiliki fokus dan ruanglingkup tema sosial pertanian, ekonomi pertanian, agribisnis, komunikasi pertanian, dan penyuluhan pertanian.
  4. Lihat pada menu "Article Processing Charges" atau "Article Fee" untuk melihat besaran biaya atau tarif yang dikenakan oleh jurnal kepada peneliti yang ingin mempublikasikan jurnalnya. Semakin bagus reputasi jurnal biasanya semakin mahal tarifnya. Tetapi jika Anda telaten untuk memilah dan memilih jurnal satu per satu Anda bisa saja beruntung mendapatkan jurnal yang bereputasi baik tetapi mengenakan tarif rendah bahkan gratis. 
  5. Hubungi kontak yang tersedia pada webiste jurnal tersebut untuk Anda bisa menghubungi atau berkomunikasi dengan editor jurnal baik melalui email ataupun no whatsup. Biasanya hal-hal yang perlu ditanyakan adalah : (a) Masih tidaknya kuota artikel yang bisa diterbitkan pada bulan terdekat di jurnal tersebut; (b) Memastikan tarif penerbitan dan  info rekening untuk trasfer; (c) Memastikan waktu penerbitan apakah bisa dipercepat (biasanya dibutuhkan); (d) Menanyakan prosedur atau mekanisme submission; (e) Mengkonfirmasi bahwa sudah mensubmit artikel pada website jurnal dan menanyakan progres dari artikel yang sudah disumbit.
  6. Download template (dalam bentuk word) pada website jurnal tersebut. Biasanya, penulisan artikel harus memenuhi template yang diberikan oleh jurnal. Dan setiap jurnal format templatenya akan berbeda-beda. 
Nah, demikianlah tips bagi pemula yang ingin mempublikasikan artikel pada jurnal ilmiah. Pastikan artikel yang sudah di submit telah memenuhi ketentuan penulisan yang dipersyaratkan oleh jurnal tersebut. Tulislah artikel Anda dengan sebaik-baiknya sehingga dapat meminimalisir banyak kesalahan. Biasanya, jurnal akan melakukan turnitin pada setiap artikel yang disubmit. Jika artikel tersebut dinyatakan lebih dari 25% terdetect oleh turnitin, itu artinya artikel Anda banyak terdapat plagiarism sehingga Anda diwajibkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Semoga bermanfaat ya  info di atas...


MANFAAT PUBLIKASI ARTIKEL ILMIAH BAGI MAHASISWA

Hallo, rekan-rekan mahasiswa. Kalian tahu tidak mengapa kita harus mempublikasikan hasil tulisan ilmiah kita? Apakah publikasi ilmiah (skripsi) itu wajib hukumnya? Kalau wajib tidaknya sebetulnya tergantung peraturan kampus masing-masing. Ada kampus yang mensyaratkan publikasi ilmiah hasil skripsi mahasiswa sebagai sayarat ujian bahkan wisuda. Ada kampus yang hanya mensyaratkan untuk mengumpulkan format artikel saja. Baik, sebagai mahasiswa dan insan akademik kita perlu tahu nih pentingnya publikasi ilmiah terutama untuk mahasiswa.



sumber gambar : https://www.unand.ac.id/index.php/berita/19-kiprah-dosen/947-unand-publikasi-titan-dekade.html

Terdapat beberapa alasan mengapa publikasi artikel ilmiah penting bagi mahasiswa sarjana, antara lain:

1. Ilmu pengetahuan itu berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Hasil-hasil riset banyak ditemukan hal-hal baru yang itu bermanfaat bagi kehidupan. Oleh karena itu, dengan mempublikasikan hasil riset mahasiswa kepada khalayak ramai melalui artikel ilmiah, maka kita turut menyebarkan perkembangan ilmu pengetahuan baru.

2. Artikel yang dipublikasikan dapat menjadi referensi bagi peneliti lain. Di dalamnya ada teori-teori dasar yang digunakan, metode penelitian yang digunakan, variabel penelitian dan hasil penelitian yang merupakan penemuan baru. Secara tidak langsung, publikasi artikel menjadi bukti yang menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam intelektualitasnya sesuai dengan bidang keilmuannya. Hal ini dapat meningkatkan reputasi mahasiswa dan institusi tempat belajarnya (kampus).

3. Melalui publikasi artikel ilmiah, mahasiswa belajar berkomunikasi secara tertulis. Mahasiswa belajar menulis karya-karya ilmiah yang mengikuti kaidah-kaidah ilmiah. Dan tau tidak, ini bisa menjadi peluang bagi mahasiswa lho untuk mendapatkan karir. Karena setiap publikasi yang dihasilkan dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa (portofolio) saat mencari pekerjaan. Apalagi jika mahasiswa aktif mempublikasi artikel sejak di semester awal, dan publikasi pada jurnal yang terakreditasi nasional maupun internasional. Ada yang berminat menjadi periset atau researcher?? Tentunya, Anda harus terbiasa dengan menulis publikasi ilmiah.

4. Dalam proses publikasi, mahasiswa akan berinteraksi dengan berbagai pihak seperti dosen, reviewer, dan editor jurnal. Hal ini akan membuka wawasan mahasiswa tentang pengetahuan baru terutama dalam hal mekanisme penulisan artikel ilmiah. Interaksi ini memberikan pengalaman bagi mahasiswa yang bisa dipergunakan sebagai bekal kelak jika mahasiswa tertarik pada dunia riset. Mahasiswa juga bisa mempelajari design website jurnal, sehingga jika memiliki minat dalam membuat lembaga publikasi mahasiswa bisa mengadopsinya.

5. Publikasi dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa. Dalam proses publikasi, mahasiswa harus mengumpulkan dan menganalisis data, serta membuat kesimpulan yang logis serta tepat, dan tentu saja dapat dipertanggungjawabkan moralitasnya. Dengan berhasil atau diterimanya artikel ilmiah Anda di jurnal bereputasi maka mahasiswa akan merasa puas dan bangga sehingga lebih percara diri dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Nah, lima hal di atas adalah manfaat bagi mahasiswa mempublikasi artikel ilmiah pada jurnal, terutama yang bereputasi. Ada banyak manfaat lainnya sebetulnya, seperti dengan publikasi ilmiah maka kampus dan program studi tempat anda belajar akan mendapatkan nilai reputasi yang lebih baik yang bisa digunakan untuk akreditasi. Hal ini karena salah satu penilaian akreditasi adalah semakin banyaknya dan berkualitasnya hasil penelitian dosen dan mahasiswa pada program studi tersebut. Oleh karena itu, yuk jangan ragu untuk publish hasil riset Anda baik dari tugas turun lapang mata kuliah atau dari skripsi Anda. 

PKM PEMBUATAN PUPUK CAIR ORGANIK METODE EMBER BERTUMPUK

        Salah satu strategi dosen melaksanakan PKM adalah dengan menerima undangan menjadi narasumber dalam suatu acara. Semester ini, kami menerima undangan menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis Teknologi Tepat Guna Pembuatan Pupuk Organik Cair. Acara diselenggarakan oleh Pemerintahan Desa Toto Harjo bekerja sama dengan Pendamping Desa Toto Harjo (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa). Peserta yang hadir adalah masyarakat yang bermukim di Desa Toto Harjo yang berprofesi sebagai petani dan peternak. Kegiatan PKM dihadiri oleh kurang lebih 30 orang yang terdiri dari masyarakat, struktur desa dan kecamatan. Kegiatan dilaksanakan pukul 08.30-11.00 di kediaman atau rumah Bapak Kiswanto, Kepala Urusan Perencanaan Desa Toto Harjo. 

        Kegiatan dilaksanakan dengan rundown mulai dari pembukaan, sambutan oleh Kepala Desa Toto Harjo, sambutan oleh pendamping desa Ibu Restu, sambutan oleh Kasi PMD Kecamatan Purbolinggo, dan sambutan oleh Dekan Fakultan Pertanian Perikanan dan Peternakan UNU Lampung. Selanjutnya, materi disampaikan oleh Dosen Novita, S.P., M.P dengan tema Pertanian Regeneratif. Adapun praktik pembuatan pupuk organik cair dipandu oleh Dosen Eny Ivan's, S.P., M.Sc.  



        Pupuk organik cair adalah salah satu jenis pupuk organik yang dihasilkan dari berbagai sampah organik yang difermentasikan. Ada banyak alternatif pembuatan pupuk cair dengan berbagai macam penggunaan bahan baku. Salah satu pupuk cair organik cair dihasilkan dari sampah basah limbah dapur rumah tangga seperti sayuran, buah-buahan, bumbu-bumbu dapur, dan lain-lain. Campuran bahan organik bermacam-macam bisa dari daun-daun kering, rumput basah, kertas, kardus, ranting-ranting kecil, dan lainnya. Namun, pada PKM kali ini bahan dasar sampah yang digunakan adalah bahan dasar dari sampah dapur/rumah tangga yang terdiri dari sayuran dan buah-buahan. Untuk mempercepat proses penguraian maka ditambahkan dengan mol atau EM4. Fungsi EM4 atau mol sebagai aktivator bagi bakteri pengurai yang ada di dalam sampah. 





Tahapan pembuatan pupuk cair organik adalah sebagai berikut:

1. Susun 2 ember dan ditumpuk. Ember 1 bagian bawah dilubangi tembus dengan tutup ember kedua menggunakan bor.

2. Buat 4 lubang di setiap sisi lingkaran ember dan dikunci dengan mur dan baut agar ember tidak bergeser.

3. Ember kedua dilubangi salah satu sisinya dan dipasang keran air. Hal ini difungsikan untuk mengambil air lindi atau hasil panen pupuk cair organiknya.

4. Sisa sampah dapur dicacah dan dimasukkan ke ember yang atas.

5. Larutkan 1 liter air cucian beras dengan 1 tutup botol Mol/EM4.

6. Siramkan larutan mol ke dalam ember yang berisi sampah dapur dan diaduk.

7. Tutup rapat ember dan letakkan ditempat yang sejuk pada suhu ruangan, hindarkan dari paparan sinar matahari langsung. 

8. Diamkan ember sampah tersebut selama kurang lebih 2-4 minggu untuk proses fermentasi dan air lindi baru bisa dipanen.

Kelebihan dari pembuatan pupuk cair organik dengan metode ember bertumpuk antara lain sebagai berikut:

1. Kepraktisan dalam pemanfaatannya. Air lindi yang dihasilkan dari pembusukan sampah organik bisa langsung dipanen pada ember bagian bawah dan sudah secara otomatis tersaring dari material sehingga bisa langsung dimanfaatkan.

2. Estetika. Bagi ibu-ibu yang kreatif metode ember bertumpuk (terutama jika menggunakan ember cat) bisa dilukis embernya sehingga nampak menarik. Dan peletakan ember bertumpuk bisa dimana saja, sesuai dengan keinginan kita.

3. Mudah di pindah-pindah untuk peletakan embernya.

4. Cara pembuatannya juga relatif mudah dan bisa dipraktikkan langsung untuk skala rumah tangga.

MATA KULIAH EKONOMI MAKRO

Hallo, salam santun dan semangat!!

Rekan-rekan mahasiswa di semester 3 ini mahasiswa mulai mendapatkan mata kuliah keprodian dasar yang akan mendukung dalam penulisan laporan akhir atau skripsi. Di dalam mata kuliah keprodian, mahasiswa mulai banyak mengenal dan mengetahui isu-isu yang dibahas di dalam agribisnis atau ekonomi pertanian. Salah satu mata kuliah keprodian dasar adalah mata kuliah ekonomi makro. Pada dasarnya ilmu ekonomi terbagi ke dalam dua kategori yaitu ekonomi mikro dan ekonomi harga. Apabila ekonomi mikro fokus pada mempelajari perilaku atau tingkah laku individu rumah tangga dalam mengalokasikan sumberdaya dan penetapan harga dari suatu barang/jasa maka ekonomi makro bicara hal yang sama namun pada skala yang lebih besar atau agregat. Ekonomi makro membicarakan interaksi ekonomi antar suatu negara yang berdampak pada pembangunan dan pertumbuhan ekonomi dari suatu negara tersebut. Kasus-kasus yang dibahas berkaitan dengan dampak dari kebijakan ekonomi agregat suatu negara seperti kemiskinan, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya akan berbagi bahan ajar ekonomi makro yang bisa anda akses di sini secara gratis, untuk dipelajari dan dipahami. Berikut link bahan ajar ekonomi makro:

PERTEMUAN 1: RPS EKONOMI MAKRO

https://drive.google.com/file/d/1MVMy70fMBBAOzIOPpv00f-J9MEYw2rvL/view?usp=sharing

PERTEMUAN 2 : RUANG LINGKUP EKONOMI MAKRO

https://drive.google.com/file/d/12U_HraeMsc6s3VhG0R-IyrRy23H-EgJQ/view?usp=sharing

PERTEMUAN 3: TEORI EKONOMI MAKRO

https://drive.google.com/file/d/1pTdd9qFmz-W6eiyfmtb1p1CckUy5GoR1/view?usp=sharing

PERTEMUAN 4: PENDAPATAN NASIONAL

https://drive.google.com/file/d/1OBUNincqKP--1xoNQMUuTjR4tNMbqJfz/view?usp=sharing

BUKU REFERENSI PDB OLEH BPS:

https://drive.google.com/file/d/1scj8GhKP1Wk6cGW8okaMnZyktulsb49H/view?usp=sharing

PERTEMUAN 5 : PEREKONOMIAN 2 SEKTOR

https://drive.google.com/file/d/1gTp973at30Qt16hCzY6OmVFwFOqQ9BSA/view?usp=sharing

PERTEMUAN 6: PEREKONOMIAN 3 SEKTOR

https://drive.google.com/file/d/1SW7jVpX3Pr8mdPQpGGUypUQtbi3E9bEB/view?usp=sharing

PERTEMUAN 7: PEREKONOMIAN 4 SEKTOR

https://drive.google.com/file/d/1rGGZsnHtSUQbxkqHxKqCpcBlu1vEl4o9/view?usp=sharing

PERTEMUAN 8 : SOAL PTS


PERTEMUAN 9: UANG DAN BANK SENTRAL

https://drive.google.com/file/d/1-U01i8Z6yEos4JH3_7XyMsuxInzzKmC_/view?usp=sharing

PERTEMUAN 10 & 11. KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER

https://drive.google.com/file/d/1e7wrVUWT5ZoxeW6-fNKpnPAIfo24MWIn/view?usp=sharing

PERTEMUAN 12 & 13. PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN

https://drive.google.com/file/d/1DN1hZmWpkZ3eP5BNagQZnnZPManZs_8M/view?usp=sharing

PERTEMUAN 14 & 15. PERDAGANGAN INTERNASIONAL

https://drive.google.com/file/d/10Dmwhi2ACGralMImFMpImVPotm339Nyr/view?usp=sharing

PERTEMUAN 16. SOAL PAS


SOAL KUIS


MATA KULIAH METODOLOGI PENELITIAN

 Hallo mahsiswa, berikut ini materi metodologi penelitian setiap pertemuan ya. Silahkan didownload dan dipelajari ya.

RPS Metopen OBE : https://drive.google.com/file/d/1KKAY_VCoteHo8Sx8f8U-2p1Q9r19t3p0/view?usp=sharing

Bahan Ajar Pertemuan 1 : https://docs.google.com/presentation/d/1z0RkUgHsjY2j2rXQae0qAW1ahWPS9__O/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 2 : https://docs.google.com/presentation/d/1X2IwXQTwiLdXOfayGujht8oupIL5mIjc/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Tugas Pertemuan ke-2 : https://docs.google.com/presentation/d/1F1lPezGg3GGuJoR1J8QR7-m8sQ16qzyW/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 3 : https://docs.google.com/presentation/d/1hYwvzzBJDCgMi-zeUralvaV-GTFrniuw/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 4 : https://docs.google.com/presentation/d/1Vyf5NZlxCqk1k9ZhCTmRbPKL3H6cu-lK/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Tugas Pertemuan ke-4: https://docs.google.com/presentation/d/1vA3Lpf_ZT7wuJUGoGrOwuiQg9pDHsxc_/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 5 : https://docs.google.com/presentation/d/11g1FqUZne970DJqZRXL7rVH87rw9KJEh/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 6 : https://docs.google.com/presentation/d/1OZR57C-crp5t8Bb-LxoqYbiMjFdUTs-5/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 7 : https://docs.google.com/presentation/d/1OFTO0SUWPOzvzjo_NXX1ukxdd9Af3dfP/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 9 : https://docs.google.com/presentation/d/1Unm8WXtrov6V2zsMKHYN3tEPiHkY-vVf/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 10 : https://docs.google.com/presentation/d/1CzlhmieSX3VTEBacd_g3kCEVVGB3bAKY/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 11 dan 12  : https://docs.google.com/presentation/d/1Dxd01NlCaf7XiTj-mShX_WGLOyG-sMmp/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 13 :  : https://docs.google.com/presentation/d/1eYlVVwBsWCKTmzQUhtLpHUgR57xzmTHu/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 14 dan 15 : https://docs.google.com/presentation/d/1F164q-NeMRe2UB0Slsrfd_BMhUbk3uFc/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

MATA KULIAH EKONOMI PRODUKSI PERTANIAN

Hallo mahasiswa,,

Berikut ini adalah bahan ajar mata kuliah ekonomi produksi pertanian di setiap pertemuan. Silahkan didownload dan dipelajari ya.

RPS Ekonomi Produksi Pertanian OBE : https://drive.google.com/file/d/1aH7_NVpBciXEIxCXY5bOSz_0gdT4cUSl/view?usp=sharing

Bahan Ajar Pertemuan 1 : https://docs.google.com/document/d/1QtkSzNiQ-Ps3DPTQlCJl88gqLLHKJbUC/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 2 : https://docs.google.com/document/d/1FX1Dq22d8s5xzOwQLBZeB_r_YrA7Gkuy/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 3 dan 4 : https://docs.google.com/presentation/d/1gbmXsN3h5A0PmjYV5pimXnzZIgHUk-Sr/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 5 : https://docs.google.com/presentation/d/1KMz8VHrGTb0bNlgqPBnt-lwdBNCuUgsu/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 6 : https://drive.google.com/file/d/1DDYwvsMMpFYN9x3uK_vkZ56pKytpQzCE/view?usp=drive_link

https://docs.google.com/presentation/d/15odC3axpC_v632tKl0HEITL_ftHqHhWB/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 7 : https://docs.google.com/presentation/d/1YDKXYskCRqyrOyiHocWp5idXhTZx96NJ/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Perbaikan UTS Pertemuan 8 : 

Bahan Ajar Pertemuan 9 : https://docs.google.com/presentation/d/1vPSZlsJHNBnj-1duKHWfroBoNgCM6zt-/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 10 : https://docs.google.com/presentation/d/1udWSoS2Sz-3-vILY-lqcF6kw03ODANQl/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 11 dan 12 : https://drive.google.com/file/d/1ZlhtjtekO2Jel2DYvcir0qcWD5a6RU2p/view?usp=sharing

https://docs.google.com/presentation/d/1_flzULfSjzulacuKo2UaaOELySQbjYOb/edit?usp=drive_link&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Bahan Ajar Pertemuan 13 dan 14 : https://docs.google.com/presentation/d/1hPJ_avzGipihuw6Zzw-3kBdhoSJyCoqq/edit?usp=sharing&ouid=105885723133983384082&rtpof=true&sd=true

Soal PAS Pertemuan 16 : 

5 Cara Menghitung Biaya Penyusutan dan Contoh Jurnalnya

Dalam analisis pendapatan atau analisis kelayakan investasi, kita harus menghitung biaya input baik input tetap maupun input variabel. Input tetap adalah input yang digunakan dalam kegiatan usaha produksi dan tidak habis digunakan dalam satu kali pemakaian. Contoh penggunaan input tetap dalam usahatani adalah biaya peralatan yang digunakan dalam usahatani. Peralatan yang digunakan setiap waktu, nilai ekonomisnya akan semakin menyusut. Penyusutan peralatan ini disebut sebagai biaya penyusutan yang bisa dihitung dengan berbagai metode.

Secara umum, metode perhitungan biaya penyusutan dibagi menjadi dua yaitu metode rata-rata dan metode menurun. Metode rata-rata terdiri dari metode garis lurus (straight line method) dan metode unit aktivitas (unit of activity method). Adapun metode menurun terdiri dari metode jumlah angka tahun, metode saldo menurun, dan metode saldo menurun ganda. 

1. Metode garis lurus (straight line method)

Perhitungan biaya penyusutan aset tetap menggunakan metode garis lurus adalah cara menghitung biaya penyusutan suatu aset yang memiliki karakteristik nilai beban penyusutan sama setiap tahunnya. Nilai penyusutan tersebut tidak akan berubah sampai usia ekonomi aset yang bersangkutan habis. Jika digambarkan dalam bentuk grafik, metode ini akan membentuk garis lurus. Rumus perhitungan biaya penyusutan dengan metode ini adalah sebagai berikut:


Berdasarkan rumus di atas, unsur-unsur dalam rumus dapat dijelaskan sebagai berikut. Harga perolehan merupakan sejumlah uang yang dikeluarkan untuk mendapatkan aktiva tetap sampai aset tersebut siap digunakan. Unsur harga ini penting diketahui untuk dasar perhitungan seberapa besar depresiasi yang harus dialokasikan. Harga perolehan bisa juga disebut harga input tetap. Misalnya petani membeli mesin traktor sebesar 15 juta rupiah. Nilai sisa atau salvage value adalah taksiran nilai atau harga dari input tetap jika sudah digunakan sampai habis umur ekonomisnya. Misalnya, traktor yang dibeli seharga 15 juta rupiah, jika sudah 25 tahun mungkin sudah tidak bisa optimum lagi kemampuannya, dan jika dijual harganya mungkin akan menyusut atau tersisa menjadi 5 juta rupah. Maka nilai 5 juta rupiah itu disebut sebagai nilai sisa. Usia ekonomis menunjukkan masa kebermanfaatan dari input tetap. Misalnya. kebermanfaatan dari mesin traktor hanya 25 tahun, maka 25 tahun disebut usia ekonomis.

Penggunaan metode garis lurus ini banyak diadopsi oleh perusahaan karena kepraktisannya dalam perhitungannya. Kelebihan lainnya dari metode ini adalah metode ini memiliki besaran beban penyusutan yang sama setiap tahunnya karena tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya output. Karena beban biaya dianggap konstan untuk semua aset, maka ini menjadi kekurangan dari metode ini. Misalnya, biaya perawatan suatu mesin traktor sejak pemakaian di tahun pertama dan 10 tahun kemudian, tentu akan berbeda. Namun pada metode ini dianggap sama. Oleh karenanya, beban penyusutan yang diakui cenderung tidak mencerminkan usaha yang digunakan dalam menghasilkan pendapatan. Pada metode garis lurus, banyak asumsi yang digunakan seperti taksiran nilai residu/sisa dan umur ekonomis dari suatu aset. Jika taksiran ini salah atau tidak tepat maka bisa menimbulkan kerugian bagi pemilik usaha. 

Melihat kekurangan dan kelebihan dari metode garis lurus, menurut saya, metode ini lebih tepat jika digunakan untuk menghitung biaya penyusutan suatu aset tetap pada usaha yang tidak menggunakan mesin atau aset dengan harga mahal. Misalnya, pada usaha UMKM rumahan, jika peralatan yang digunakan hanya peralatan sederhana seperti peralatan dapur, maka metode garis lurus bisa digunakan. Hal ini karena peralatan yang dibeli tidak mahal, yang artinya biaya perawatannya tidak terlalu besar sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap nilai pendapatan yang nantinya diperoleh.

2. Metode penyusutan unit produksi


3. Metode saldo menurun ganda

Metode ini menghasilkan suatu beban penyusutan periodik yang menurun selama estimasi umur ekonomis aset.

4. Metode
jumlah penyusutan digit tahun

5. 

2 Tips Menentukan Alat Analisis Data Penelitian

Salah satu unsur yang harus ada di dalam proposal penelitian adalah penggunaan analisis data. Data yang didapatkan dari lapang, harus dianalisis agar kita mengetahui hasil atau kesimpulannya. Hanya saja, setiap penelitian tentu akan berbeda alat analisis datanya, tergantung dari topik dan jenis data yang digunakan. Banyak mahasiswa ketika mengulas bab 3 tidak tahu alat analisis apa yang akan digunakan, sehingga tidak ditampilkan sub bab analisis data. Ada juga mahasiswa yang menuliskan jenis analisis datanya, tetapi ketika ditanya mengapa menggunakan alat analisis tersebut? Mahasiswa juga tidak tahu jawabannya.

Pengalaman saya sebagai mahasiswa dahulu, memang ketika membahas alat analisis data, mahasiswa akan belajar secara otodidak lebih mendalam. Hal ini karena di perkuliahan tidak semua jenis analisis data diajarkan dan dipraktikkan. Pada saat skripsi, masing-masing mahasiswa mengambil penelitian yang berbeda, sangat variatif sekali nanti analisis data yang digunakan. Karena itu, mata kuliah statistik harus dikuasai untuk membantu mahasiswa dalam menentukan analisis data yang digunakan. Tidak hanya statistik dasar, akan tetapi juga statistik lanjutan seperti statistik sosial ekonomi pertanian dan ekonometrika. 

Selain mahasiswa, dosen pun ikut belajar juga. Karena dosen juga belum tentu pernah menggunakan alat analisis data yang sama pada penelitian dosen. Dosen pun juga tidak semuanya menguasai mata kuliah statistik. Oleh karena itu jika sudah masuk pada sub bab analisis data, dan saya sebagai dosen belum pernah menggunakannya, maka saya juga ikut pusing dalam menentukan analisis data yang akan digunakan. hiks .. hiks.. hiks...

Tetapi begitulah, sejatinya skripsi tidak hanya kerjaan mahasiswa tetapi juga kerjaan dosen karena juga harus ikut berpikir. Apalagi jika mahasiswanya tidak progress dalam belajar secara mandiri (malas membaca dan mencari tahu) bahkan justru malah menghilang dan tidak komitmen untuk bimbingan. Nah, berikut ini ada tips dari saya sebagai dosen untuk memudahkan dalam menentukan jenis analisis data yang digunakan.

1. Tentukan jenis penelitiannya

Dengan mengetahui jenis penelitian, apakah menggunakan kualitatif atau kuantitatif  menurut saya ini sangat membantu untuk menentukan analisis data yang digunakan. Untuk penelitian kuantitatif, apakah penelitian akan diuji secara statistik atau tidak. Jika tidak, maka biasanya sudah jelas teori yang digunakan sehingga kita mudah dalam menentukan analisis datanya. Sebagai contoh, mahasiswa mengambil judul analisis pendapatan usahatani padi. Penelitian ini sifatnya kuantitatif. Karena hanya ingin mengetahui besaran pendapatan dari usahatani, maka tidak perlu uji statistik. Cukup gunakan teori yang mendasarinya yaitu teori usahatani dan teori pendapatan. Menggunakan rumus keduanya sudah mampu menajwab alat analisis data yang akan digunakan, yaitu dengan menggunakan rumus pendapatan usahatani. 

Apabila penelitian kualitatif, maka lihat apakah akan menggunakan uji statistik atau tidak. Misalnya, mahasiswa ingin mengetahui strategi pengembangan usaha gula merah tingkat industri rumah tangga dan analisisnya menggunakan SWOT. Karena tidak menggunakan uji statistik, ya cukup gunakan teori yang mendasarinya, yaitu analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat). 

2. Lihat jenis data yang digunakan pada variabel yang diteliti

Jika pada point 1 di atas adalah contoh penelitian yang tidak menggunakan uji statistik, maka jika penelitian menggunakan uji statistik lihatlah data pada variabel yang diambil. Data itu secara sifatnya paling tidak ada 4 kategori, yaitu data nominal, ordinal, interval dan rasio. Dengan mengetahui jenis data ini pada penelitian kita, ini sangat membantu untuk menentukan alat analisis data apa yang akan digunakan. Hal ini karena setiap jenis data, alat analisisnya akan berbeda, begitu juga persyaratan asumsi yang harus dipenuhi.

Secara garis besar, statistik itu terdiri dari statistik parametrik dan non-parametrik. Statistik non parametrik biasanya digunakan untuk menganalisis penelitian yang bersifat kualitatif. Data yang digunakan biasanya nominal dan ordinal. Adapun statistik parametrik biasanya digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio. 

Sebagai contoh, mahasiswa ingin mengetahui bagaimana pengaruh adopsi teknologi terhadap peningkatan produktivitas jagung. Dalam hal ini adopsi teknologi berperan sebagai variabel x (independen) dan produktivitas jagung sebagai variabel y (dependen). Jika data adopsi dibuat berkategori misalnya antara "iya" dan "tidak" maka jenis datanya adalah nominal. Kemudian, produktivitas jagung adalah data rasio. Jika data produktivitas akan dibuat interval, maka nanti akan ada kelas-kelas pada data tersebut. Jika variabel x adalah data nominal, dan variabel y adalah data interval, maka alat analisis datanya menggunakan independen t-test. 

Hal yang berbeda, jika data yang dianalisis antara variabel dependen dan independennya sama-sama nominal, ordinal, rasio atau interval. Dengan mengetahui jenis data pada setiap variabel ini akan sangat membantu kita dalam menentukan alat analisis yang digunakan. Terutama jika metode penelitian kita adalah kualitatif dan statistikanya non parametrik. Semoga ulasaan ini bisa membantu temen-temen dalam menggunakan alat analisis data terutama jika menggunakan uji statistik.

Ternyata Menjadi Dosen Tidak Sesepi Itu!!

Foto bersama dosen FP3 Kurang lebih sudah delapan tahun saya menyandang title sebagai dosen. Kalau dipikir-pikir, delapan tahun itu bukan wa...