Masih Belum Move On dari Fieldtrip dan Upgrading Agribisnis 2026



Jujur saja, sampai hari ini saya masih belum benar-benar move on dari kegiatan Fieldtrip dan Upgrading Mahasiswa Agribisnis yang kami laksanakan pada 9 Juni 2026 lalu. Mungkin karena kegiatan ini bukan sekadar perjalanan akademik biasa, tetapi juga menjadi salah satu pengalaman yang sangat berarti bagi saya secara pribadi.

Sebagai Koordinator Program Studi Agribisnis yang baru memasuki tahun pertama masa jabatan, kegiatan ini adalah tantangan yang cukup besar. Ada banyak keraguan yang sempat muncul dalam diri saya. Apakah saya mampu merealisasikan agenda ini? Apakah kegiatan ini bisa berjalan lancar dengan segala keterbatasan yang ada, terutama dari sisi pendanaan? Apakah gagasan bahwa pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas bisa diterima dengan baik?

Namun saya percaya bahwa mahasiswa Agribisnis perlu melihat langsung dunia nyata. Mereka perlu keluar dari ruang kelas, menyaksikan bagaimana industri bekerja, bagaimana pelaku usaha mengambil keputusan, dan bagaimana teori yang dipelajari selama ini diterapkan di lapangan. Karena pada akhirnya, profil lulusan yang ingin kita capai tidak akan terbentuk hanya melalui pembelajaran di dalam kelas saja.

Alhamdulillah, kegiatan yang kami rencanakan dapat terlaksana dengan lancar. Tentu masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi, terutama terkait kedisiplinan waktu mahasiswa. Tetapi bagi saya, keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya diukur dari ketepatan jadwal atau kelancaran teknis semata.

Hal yang paling berkesan justru adalah hubungan yang terjalin selama kegiatan berlangsung. Saya melihat mahasiswa dan dosen dapat berinteraksi lebih dekat. Saya juga merasakan kebersamaan yang lebih hangat dengan rekan-rekan dosen. Ada banyak percakapan ringan, canda tawa, dan momen-momen sederhana yang mungkin tidak akan muncul jika kami hanya bertemu dalam rutinitas kampus sehari-hari.

Momen yang paling saya ingat adalah saat berada di pantai. Entah mengapa saat itu saya merasa begitu "lepas". Bisa tertawa bersama, berfoto dengan mahasiswa dan rekan dosen, menikmati suasana tanpa terlalu memikirkan berbagai urusan administratif dan pekerjaan yang biasanya memenuhi pikiran. Rasanya seperti mendapat energi baru.






Kalau boleh jujur, saya juga menyadari bahwa saya bukan tipe orang yang sangat pandai mencairkan suasana atau membuat perjalanan panjang di dalam bus menjadi ramai dan penuh hiburan. Untungnya ada Pak Rohmatul yang banyak membantu. Beliau berhasil membuat suasana perjalanan menjadi lebih hidup sekaligus membantu menjaga kedisiplinan mahasiswa selama kegiatan berlangsung.

Saya juga sangat berterima kasih kepada teman-teman dosen Agribisnis: Ibu Novia, Ibu Novita, dan Pak Wintari yang telah hadir dan memberikan dukungan penuh. Tidak lupa kepada Bu Suci sebagai perwakilan fakultas yang mendampingi kegiatan hingga selesai dengan penuh dedikasi. Kehadiran dan dukungan mereka membuat saya merasa tidak berjalan sendiri dalam menyukseskan agenda ini.



Dari kegiatan ini saya belajar bahwa keberanian untuk memulai sering kali lebih penting daripada menunggu segala sesuatu menjadi sempurna. Keterbatasan memang ada, tetapi semangat kebersamaan dan tujuan yang baik ternyata mampu mengalahkan banyak hambatan.

Semoga ini menjadi langkah awal yang baik. Saya berharap ke depan Program Studi Agribisnis dapat menghadirkan lebih banyak kegiatan yang lebih kreatif, inovatif, dan memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa. Karena saya semakin yakin bahwa belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas. Terkadang, pelajaran terbaik justru ditemukan di perjalanan, di lapangan, dan dalam kebersamaan yang terjalin selama proses tersebut.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari cerita ini. Sampai bertemu di kegiatan-kegiatan hebat berikutnya.







No comments:

Post a Comment

Tentang Kebersamaan, Makan Siang, dan Hubungan yang Perlu Dirawat

Di dunia kerja, sering kali kita terlalu fokus pada target, laporan, deadline, dan berbagai pekerjaan yang harus diselesaikan. Hari demi har...