Halloo semua. Tidak terasa September 2023 ini serdos gelombang 2 jadwalnya sudah keluar ya. Bagi rekan-rekan dosen yang memang sudah waktunya untuk ajukan serdos pasti sudah sibuk dengan pemberkasan, bahkan mungkin dari jauh-jauh hari sebelum jadwal serdos dibuka. Menurut informasi dari bagian kepegawaian di kampus saya, serdos saat ini hanya dibatasi maksimal 3 kali jika gagal dalam pengajuan pertama. Dan ketika di sister sudah eligible untuk diajukan, namun kita tidak mengurus serdos tersebut, maka sudah dianggap gagal lhoh. Kecuali kita belum masuk nominasi untuk diajukan serdos maka tidak akan terbaca eligible di sister. Jika memang belum siap, lebih baik data-data seperti sertifikat PEKERTI, sertifikan TOEFL dan TKDA jangan diupload terlebih dahulu di sister, supaya tidak terdetect sistem untuk diajukan sebagai peserta serdos.
Pada gelombang ke-2 di tahun 2023 ini saya juga masuk sebagai peserta serdos. SK Asisten Ahli saya keluar pada tanggal 1 Juli 2021. Sebetulnya, gelombang ke-2 serdos tahun ini harusnya masuk di bulan Juni, tapi ternyata jadwal mundur sampai bulan September. Jadi, saya yang harusnya masuk gelombang ke-3, bisa masuk sebagai peserta serdos bagi gelombang ke-2. Lalu, persiapan apa yang sudah saya lakukan?
Menurut saya, data yang paling harus disiapkan jauh-jauh hari sebelum jadwal serdos tiba adalah sertifikat yang saya sebutkan di atas, yaitu PEKERTI, TOEFL, dan TKDA. Ketiganya bisa kita dapatkan harus dengan mengikuti diklat (PEKERTI) dan tes (TOEFL dan TKDA). Diklat PEKERTI banyak diselenggarakan oleh kampus-kampus yang memang diakui untuk menyelenggarakan diklat tersebut. Saya waktu itu ikut diklat PEKERTI di Kampus Universitas Negeri Makasar secara daring dengan durasi sebanyak 14 hari. Adapun untuk tes TOEFL dan TKDA, kita harus menunggu jadwal dibuka, dan dalam sekali tes belum tentu kita lulus. Oleh karena itu, ketiga sertifikat tersebut harus kita dapatkan beberapa bulan sebelum gelombang serdos dibuka. FYI, untuk sertifikat pekerti, pastikan dari universitas penyelenggara telah menguplodkannya di sister kita. Karena pengalaman saya saat ini, pada saat saya mau mengklaim, ternyata tidak ada dokumen sertifikat pekerti tersebut. Tetapi di sister terbaca bahwa saya telah mengikuti pekerti di UNM. Menurut saya, ini kesalahan dari pihak penyelenggara yang mungkinlupa menguploadkan sertifikat pekerti saya. Terpaksa saya harus menghubungi pihak penyelenggara untuk meminta tolong diuploadkan, padahal itu sudah berlangsung setahun yang lalu. Sungguh menyesakkan dada. hehehe... Ini adalah website yang bisa dikunjungi untuk tau jadwal PEKERTI di UNM.
Selanjutnya, dokumen penting lainnya yang harus dicicil adalah bahan ajar atau modul ajar. Semakin lama kita mengajar, tentu akan semakin banyak mata kuliah yang pernah kita ampu. Konsekuensinya adalah mestinya semakin banyak modul atau bahan ajar yang kita miliki/buat. Saya sendiri selama mengajar sudah kurang lebih 37 mata kuliah yang saya ampu (data ini bisa kita lihat di sister ya). Dari 37 mata kuliah tersebut, saya hanya mengklaim sebanyak 10 mata kuliah untuk serdos gelombang ke-2 2023. Mengapa? Karena beberapa mata kuliah dari 37 adalah mata kuliah yang sama. Hanya saya mengajar pada angkatan yang berbeda. Dan dari 37 mata kuliah tersebut, ada mata kuliah yang tidak linier dengan keilmuan saya sehingga tidak saya klaim. Kemudian, dari 10 mata kuliah yang saya klaim, 7 diantaranya saya membuat modul atau bahan ajar yang belum saya terbitkan atau cetak. Modul inilah yang nanti juga akan kita klaim di sister.
Selain itu, keanggotaan dalam organisasi keprofesian juga penting untuk kita ikuti lho. Berdasarkan pengalaman saya, tidak ada syarat yang rumit ketika saya mendaftar keanggotaan profesi di bidang Ekonomi Pertanian (PERHEPI), waktu itu seingat saya hanya dimintai biaya administrasi sebesar Rp 175.000,00 lalu menunggu beberapa waktu untuk mendapatkan kartu keanggotaan. Kartu keanggotaan keprofesian ini juga nanti akan kita klaim di sister, sebagai salah satu dokumen yang dipersyaratkan di dalam serdos. Lalu juga ada NPWP yang harus juga disiapkan untuk diupload di sister.
Syarat lainnya adalah video pembelajaran yang terdiri dari penjelasan RPS dan video pengajaran. Seharusnya pada pembuatan video ini tidak menjadi persoalan, karena keseharian kita memang mengajar bukan? Namun entah mengapa, untuk saya sendiri persiapan video ini penuh dengan drama dan sangat hattick. Mungkin karena tidak terbiasa direkam saat mengajar, jadi merasa nervous dan kurang percaya diri. hehehehe... Tapi inilah challenge, namanya mau menjadi dosen yang tersertifikasi, artinya dosen yang profesional, harusnya perkara seperti ini tidak lagi menjadi persoalan. Di dalam membuat video pembelajaran, terutama pada penjelasan RPS, usahakan semua dipaparkan dengan jelas. Seperti nama mata kuliah, jumlah sks, golongan mata kuliah, CPL prodi, CPMK, Sub-CPMK, deskripsi mata kuliah, materi yang dipelajari dari mata kuliah tersebut, sumber bahan bacaan utama dan pendukung, metode atau teknik pengajarannya, dan juga cara penilaian secara objektiv dari mata kuliah tersebut. Semuanya harus dipastikan tersampaikan dengan baik. Selain itu, pada praktik pengajaran atau microteaching, urutan-urutan penyajian materi harus dipastikan juga. Apa yang kita ikuti dan praktikkan pada saat mengikuti diklat PEKERTI, kita terapkan di pembuatan video pembelajaran ini. Btw yang paling membuat gugup adalah terbatasnya waktu dalam video yaitu maksimal 30 menit. Oleh karena itu, kita harus membagi-bagi waktu tersebut dalam setiap tahapan video yang kita ambil. Saya bahkan harus take beberapa kali lho, terutama untuk menjelaskan tentang RPS mata kuliah. Oy, RPS mata kuliah yang kita deskripsikan dalam video juga harus disiapkan. Pastikan apa yang kita jelaskan di video sama dengan RPS yang akan diupload di sister.
Kemudian, bagian yang paling berat menurut saya justru membuat mission statement. Pada bagian ini kita diminta untuk membuat misi kita ke depan sebagai dosen dalam melaksanakan Tri Darma yang meliputi pengajaran, penelitian dan pengabdian. Pada bagian pengajaran, sudah diwakilkan dengan video yang kita buat. Adapun penelitian dan pengabdian nanti harus dideskripsikan secara tertulis pada kotak dialog yang tersedia di sister. Dari ketiga Tri Darma, kita diminta membuat persentasenya, mana dari ketiganya yang akan kita unggulkan atau yang paling kita minati untuk kita kembangkan. Persentase yang paling besar tentu untuk darma yang paling kita inginkan. Kalau saya memilih bidang pengabdian untuk darma yang paling saya minati.
Terakhir, jangan lupa untuk selalu berdoa semoga apa yang kita upayakan bisa lolos dan sesuai dengan harapan kita. Pesan saya, dalam menyiapkan dokumen dan teknisnya, alangkah lebih baik jika kita kerjakan bersama-sama dengan rekan dosen yang lain. Selain saling memotivasi, tentu akan saling mengingatkan untuk berkas-berkas yang sangat banyak tersebut. Saat ini menurut saya sudah tidak jamannya bekerja dan ingin maju sendiri, alangkah lebih baik jika kita saling memotivasi untuk sukses dan maju bersama dengan rekan dosen kita. Semoga untuk rekan-rekan dosen yang akan mengajukan serdos, dimudahkan dalam persiapan dan lolos semuanya ya ^-^
.jpeg)
Comments
Post a Comment