Sekarang ini, mahasiswa memiliki kesempatan yang amat besar untuk berkompetisi secara adil dalam mengikuti program-program pendidikan. Sebagaimana yang kita tahu, kurikulum MBKM memberikan hak kepada para mahasiswa untuk mengikuti 3 semester kuliah diluar prodinya dengan pembagian 1 semester di luar prodi, 2 semester di luar kampusnya. Jaman dulu, kalau kita diterima kuliah di kampus A tidak bisa memilih kampus B untuk mencicipi perkuliahan di kampus B. Namun, saat ini semua tembok itu bisa ditembus dengan kurikulum MBKM ini, dengan syarat mendaftar pada program-program yang ada dan lolos dalam seleksinya.
Hal yang membanggakan bagi saya ketika ada salah satu bimbingan saya lulus dalam program MBKM. Mahasiswa atas nama Regina Amanda Pelupessy lulus dalam program magang bersertifikat di Yayasan Edufarmers Internasional yang ditempatkan di Sulawesi Tengah. Dalam program tersebut, mahasiswa berperan sebagai FDA (Field Development Associate) yaitu fasilitator yang akan memfasilitasi proses transfer pengetahuan dan pembelajaran secara aktif langsung di lahan atau kandang demplot. Kebetulan mahasiswa saya mendapatkan komoditas jagung sehingga harus berinteraksi dengan petani jagung.
Selagi mengikuti program tersebut, saya menyarankan mahasiswa saya untuk juga melaksanakan penelitian yang nanti datanya bisa untuk skripsi. Mahasiswa saya sudah semester 7, dan pada semester ini sudah bisa mengajukan judul skripsi. Dengan demikian, satu kali mendayung dua tiga pulau bisa terlampaui. Program magang bersertifikat ini bisa dilihat pada web merdeka belajar kampus merdeka. Disana akan ada banyak pilihan isntansi atau organisasi yang membuka kesempatan untuk daftar dan mengikuti program-program yang ada. Biasanya program akan dibuka sebelum masuk pada semester akademik yang baru. Jadi bagi rekan-rekan dosen bisa mengingatkan pada para mahasiswanya untuk secara aktif mengikuti web tersebut.

Sumber:https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/program/magang/browse/fbf0c47d-e426-46d1-aa6e-da9b31a63b1a/882db098-118e-11ee-bc69-5a907d14e01b
Sebagai dosen pembimbing dan yang bertanggungjawab dalam mendampingi program MBKM tersebut, nanti kita akan diemail oleh penyelenggara yang isinya memberitahukan tentang SK pelaksanaan program tersebut dimana mahasiswa kita terpilih atau lolos. Selain itu juga berkaitan dengan tupoksi dan perihal pelaksanaan program tersebut hingga cara penilainnya. Sebelum pemberangkatan, dosen juga akan diundang oleh penyelenggara dalam rapat secara daring untuk memberitahukan arahan-arahan yang ada. Di sesi itu kita bisa menanyakan banyak hal termasuk teknis pemberangkatan, kegiatan lebih detail di lokasi, cara penilaian dan apakah mahasiswa kita mendapatkan akomodasi, uang saku dan uang makan, serta lain-lain. Demikian pengalaman saya mendampingi mahasiswa yang mengikuti MBKM program Magang Bersertifikat. Sebagai informasi tambahan, mahasiswa saya tersebut sebelumnya juga telah lolos pada pertukaran mahasiswa di Universitas Khairun, Ternate pada tahun 2022. Ceritanya akan saya ulas pada postingan yang berbeda ya..

Comments
Post a Comment