Hallooo, selamat malam rekan-rekan dosen yang ikut serdos 2023. Akhirnya, gelombang ke-2 serdos 2023 telah dibuka. Dan hari ini adalah jadwal terakhir penilaian persepsional dan penyusunan PDD-UKTPT. Wah, gimana rekan-rekan dosen? Sudah lengkap semua kan berkas-berkas yang dipersyaratkan? Di balik suka cita karena berkesempatan mengikuti serdos di gelombang ke-2 tahun 2023 ini, saya memiliki banyak cerita dalam mempersiapkan serdos ini. Saya dan kawan-kawan dari kampus saya, sudah menyiapkan berkas-berkas dari jauh-jauh hari. Tapi layaknya mau pergi jauh, sudah packing dari beberapa hari masih saja ada barang yang tertinggal. Begitupun dengan serdos ini. Kami sudah menyiapkan segalanya dari tahun lalu bahkan terutama untuk sertifikat PEKERTI, TOEFL, dan TKDA. Namun, satu hari menjelang penutupan atau waktu penilaian persepsional dan penyusunan PDD-UKTPT (hari ini) masih saja ada yang harus diperbaiki. Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi Behind The Scene dari persiapan saya mengikuti serdos ini. Semoga apa yang saya ceritakan bisa diambil hikmahnya, sehingga untuk teman-teman dosen yang akan mengikuti serdos di gelombang berikutnya bisa menyiapkan diri lebih baik. Yuk disimak ^-^
1. Kejadian pertama yang akan saya ceritakan terkait dengan serdos ini adalah ketika sertifikat PEKERTI saya tidak bisa saya klaim. Salah satu menu pada layanan serdos yang harus diisi adalah riwayat pelatihan profesional (gambar 1). Pada menu ini, seharusnya kalau kita sudah pernah mengikuti diklat PEKERTI maka akan muncul sertifikatnya dan bisa kita klik untuk diklaim. Namun, yang terjadi pada saya adalah saat saya klik tidak ada dokumen sertifikat PEKERTI tersebut sehingga saya tidak bisa mengklaim-nya. Saya check di bagian menu diklat, sebetulnya disana sudah tertera kalau saya sudah mengikuti PEKERTI di Universitas Negeri Makasar (UNM). Oleh karena itu, saya terdetect eligible untuk mengikuti serdos gelombang ke-2 tahun 2023 ini. Namun, dokumen sertifikat itu tidak ada. Solusinya, saya menghubungi pihak panitia UNM yang menyelenggarakan diklat PEKERTI. Cukup memakan waktu lama ya sejak saya menghubungi pihak panitia. Rupanya, pihak panitia lupa mengunggah sertifikat saya dan menghubungkannya ke sister. Perlu rekan-rekan dosen ketahui, biasanya untuk sertifikat diklat PEKERTI akan dihubungkan langsung oleh panitia penyelenggara ke sister kita. Jadi kita tidak bisa mengupload sendiri. Sampai satu minggu menjelang batas akhir upload berkas persyaratan di sister, sertifikat PEKERTI saya baru berhasil terunggah. Dan alhamdulillah, hari ini bisa saya klaim.
 |
Gambar 1. Riwayat Pelatihan Profesional
2. Kejadian kedua adalah satu hari menjelang hari ini, yang merupakan batas akhir penilaian persepsional dan penyusunan PDD-UKTPT. Kemarin, jam 14.00 WIB saya dikabari dari pihak kepegawaian kalau video pengajaran saya terlalu pendek durasinya. Durasi video saya totalnya sekitar 21 menit. Padahal, video sudah saya upload di youtube dan tinggal mengisi Penyusunan Dokumen Pernyataan Diri Dosen dalam Unjuk Kerja Tridharma Perguruan Tinggi (PDD-UKTPT) bagian pengajaran. Video itu sudah terupload minggu lalu, jadi saya merasa sudah santai dan aman. Tapi karena kemarin disampaikan begitu oleh bagian kepegawaian di kampus kami, yang memang mengurusi serdos, mau tidak mau saya take ulang video di hari kemarin juga, dan pada waktu sore menjelang berakhirnya waktu kerja. Sungguh effort yang luar biasa. Sedih iya, marah iya, bingung iya, dan blank juga pikiran. Tapi support teman-teman seangkatan serdos memang saya rasakan luar biasa. Alhamdulillah meskipun harus mendadak dan kejar tayang, jam satu malam video pengajaran yang saya buat lagi sudah bisa ditayangkan di youtube. Perlu rekan-rekan dosen tahu, video pengajaran ini ada dua. Satu video yang menerangkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Satu video menggambarkan kegiatan pengajaran yang kita lakukan. Keduanya lalu digabungkan menjadi satu video. Sebetulnya saya tidak paham apakah memang ada peraturan durasi video pengajaran ini untuk serdos. Tetapi dari bagian kepegawaian menjelaskan bahwa idealnya durasi total video pengajaran adalah antara 25-30 menit. Pembagiannya, video RPS 10 menit, video pengajaran antara 15-20 menit.
3. Kejadian ketiga sebetulnya bukan saya yang mengalami, tetapi salah satu teman saya. Di dalam pengajuan serdos ini, ada bagian pengisian instrumen persepsional diri yang dilakukan oleh teman sejawat kita. Teman sejawat ini adalah teman yang pernah melakukan kegiatan pengabdian dan penelitian dengan kita. Akan ada beberapa kuesioner persepsional diri yang harus diisi oleh teman sejawat. Lalu nanti ada lembar bukti yang menerangkan bagian penelitian atau pengabdian mana yang DYS pernah lakukan dengan teman sejawat. Bukti itu harus dilampirkan setelah pengisian persepsional selesai. Yang terjadi adalah, lembar bukti yang diupload bukan yang diminta, tetapi file lainnya. Awalnya teman saya khawatir dan sempat tidak ingin meneruskan perjuangan serdos ini. Tetapi dari pihak kepegawaian memberikan arahan bahwa ada banyak point yang dinilai. Kesalahan itu hanya sebagian kecil saja. Yang terpenting penilaian persepsional diri oleh teman sejawat sudah terekam dalam sistem. Jadi, tidak terlalu berpengaruh kepada nilai akhir nantinya.
4. Kejadian yang saya alami lainnya adalah pada saat mengisi Penyusunan Dokumen Pernyataan Diri Dosen dalam Unjuk Kerja Tridharma Perguruan Tinggi (PDD-UKTPT) ini, harus dilakukan secara langsung dengan mengetik di sister. Saat saya mengisi pada bagian DD Pengabdian, sudah saya ketik banyak dan panjang lebar, begitu saya simpan ternyata kosong alias tidak tersimpan. Sehingga saya harus mengulang lagi ngetik DD pengabdian saya. Ternyata, pada saat mengisi DD ini kita harus fokus. Jangan disambi dengan mengerjakan pekerjaan lain. Sehingga ketika disimpan nanti apa yang sudah kita tulis tidak hilang dari sistem. Hal ini bukan hanya terjadi pada saya, tetapi juga teman-teman saya. Supaya apa yang kita ketik tidak lupa, saya mengetiknya terlebih dahulu di word (file yang berbeda, bukan di sister). Lalu kita bisa tulis ulang dengan melihat apa yang ada di ms.word. Ingat, rekan-rekan dosen jangan mengcopy paste ya meskipun itu kita ketik sendiri di ms. wordnya. Lebih baik kita ketik ulang sendiri supaya tidak terdetect plagiarism.
Nah, itu tadi beberapa kisah atau kejadian Behind The Scene ketika mempersiapkan Serdos gelombang ke-2 tahun 2023 ini. Ada banyak rasa yang campur aduk sebenarnya. Rasa capek dan lelah sudah pasti jadi teman sehari-hari. Karena tidak sedikit dokumen yang harus kita siapkan. Dan semuanya harus kita check dengan teliti, jangan sampai salah upload dokumen atau bukti kinerja. Gambar ke-2 di bawah ini adalah beberapa poin yang harus diisi ketika jadwal serdos sudah dibuka. Jika semua sudah terisi dan sudah divalidasi pihak Perguruan Tinggi maka di bagian bawah akan muncul Menunggu Perhitungan NPS oleh PSD-PTU.
Gambar 2. Poin Isian Pada Layanan Serdos
|
Demikian tadi cerita dan sharing dari kegiatan serdos gelombang ke-2 tahun 2023. Berikut ini saya lampirkan jadwal serdos gelombang ke-2 tahun 2023. Barangkali bisa menjadi gambaran untuk rekan-rekan dosen yang mau mengajukan serdos di gelombang berikutnya. Mohon doanya saya dan rekan-rekan dosen yang sedang mengajukan serdos ini bisa lulus dan lolos semuanya. Dan untuk rekan-rekan dosen yang akan mengajukan di periode berikutnya tetap semangat dan dipersiapkan segalanya sejak dari sekarang ya. Semangat!! ^-^
Comments
Post a Comment